K.H. Subhan Cholid Isi Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umroh di Pekalongan: Bahas Kebijakan Penyelenggaraan Haji Indonesia

Pewarta: Adib ‘Aunillah Fasya Editor: Syam

Pekalongan, 24 Oktober 2024 – K.H. Subhan Cholid, Lc., M.A., Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Republik Indonesia, menjadi pembicara utama dalam acara Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umroh Profesional. Acara yang diselenggarakan oleh UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ini berlangsung di Hotel Parkside Mandarin Pekalongan dari 22 hingga 28 Oktober 2024, diikuti oleh 86 peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Dalam presentasinya, K.H. Subhan Cholid membahas tema penting mengenai Taklimatul Hajj, kebijakan penyelenggaraan haji oleh Pemerintah Arab Saudi. Beliau menjelaskan bahwa kebijakan terbaru berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah, mencakup digitalisasi pengurusan visa, layanan akomodasi, serta integrasi sistem transportasi. “Para pembimbing harus memahami perubahan ini agar mampu membimbing jemaah dengan baik, sehingga seluruh proses ibadah dapat berjalan lancar sesuai pedoman yang ada,” jelasnya.

Baca juga: Rektor UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan Buka Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional 2024

K.H. Subhan juga menyoroti pentingnya profesionalisme dan kompetensi pembimbing manasik dalam mendampingi jemaah. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap kebijakan Arab Saudi sangat diperlukan agar pembimbing dapat menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama ibadah haji dan umroh. “Pembimbing manasik yang profesional akan menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah,” tambahnya.

Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah di Pekalongan

Sesi yang diikuti dengan antusiasme tinggi oleh para peserta ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mendalami lebih lanjut tentang kebijakan Taklimatul Hajj dan tantangan yang akan dihadapi pembimbing di lapangan.

Kegiatan sertifikasi ini bertujuan mencetak pembimbing manasik haji dan umroh yang kompeten sesuai standar Arab Saudi, dan diharapkan mampu meningkatkan daya saing pembimbing Indonesia di kancah internasional. Kehadiran K.H. Subhan Cholid pun menjadi inspirasi bagi para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan dalam mendampingi jemaah haji dan umroh di masa mendatang.

Baca juga: Inovasi dan Kesuksesan Penyelenggaraan Haji 2024 oleh Pemerintah Indonesia

Rektor UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan Buka Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional 2024

Pewarta: Adib ‘Aunillah Fasya, Editor: Sam

Pekalongan – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag, secara resmi membuka kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional 2024 pada Selasa, 22 Oktober 2024, di Parkside Mandarin Hotel Pekalongan. Acara ini diikuti oleh 86 peserta dari berbagai wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pembimbing haji dalam melayani jamaah.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag, menekankan pentingnya sertifikasi ini sebagai upaya strategis untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan manasik haji. “Kita perlu memastikan bahwa para pembimbing haji memiliki kapasitas yang memadai, baik dalam pemahaman syariat maupun dalam pelayanan kepada jamaah,” ujarnya. Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius agar mampu memberikan kontribusi maksimal dalam membimbing jamaah haji di masa depan.

Baca juga : Fasttrack di 3 Embarkasi dengan Jamaah Haji Terbesar Menambah Daftar Layanan Haji Indonesia yang Semakin Baik

Kegiatan sertifikasi ini berlangsung selama delapan hari, dari 22 hingga 29 Oktober 2024. Para peserta akan mempelajari berbagai materi terkait manasik haji, mencakup teori dan praktik lapangan. Selain itu, mereka juga akan mengikuti ujian kompetensi sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikasi pembimbing haji profesional. Materi disampaikan oleh para pakar yang ahli di bidangnya, baik dalam aspek syariat maupun pelayanan jamaah haji.

Tidak hanya membuka acara, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag, juga menyampaikan materi mengenai penguatan karakter pembimbing haji. Ia menekankan bahwa kesabaran adalah kunci utama dalam melayani jamaah haji. “Sabar dalam melayani jamaah adalah bagian terpenting dari tugas seorang pembimbing. Ibadah haji bukan hanya soal fisik, tetapi juga ujian mental dan emosi, baik bagi jamaah maupun bagi pembimbing,” jelasnya. Selain kesabaran, ia menambahkan, pembimbing haji juga harus memiliki integritas, tanggung jawab moral, dan kepekaan sosial.

UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan melalui program sertifikasi ini berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan haji di Indonesia, dengan menyiapkan pembimbing yang profesional, berkarakter, dan berintegritas.

Perkuat Kolaborasi, Arina Jejaring Himpun Pengelola Media Keislaman se-Indonesia agar Dakwah Digital Maksimal

Pewarta : Kharisma Shafrani, Editor : Amarul Hakim

Jakarta – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membuka peluang yang sangat strategis bagi pengembangan dakwah Islam. Dalam hal ini, Arina.id mengadakan acara Upgrading Kepenulisan Populer dan Konsolidasi Pengelola Media Keislaman Moderat, pada tanggal 11-13 Oktober 2024 di Hotel Luminor Pecenongan, Jakarta Pusat.

Upgrading kepenulisan ini dihadiri oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi dan Direktur Umum Arina Jejaring Media yang juga Ketua LTN PBNU, H. Ishaq Zubaedi Raqib. Selain itu, turut dihadiri para perwakilan dari berbagai media keislaman yang tergabung dalam jejaring Arina.id dari seluruh Indonesia.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kepenulisan populer di kalangan pengelola media, serta mengkonsolidasikan visi dan misi dalam menyebarluaskan ajaran Islam yang ramah, moderat, dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.

Baca juga : Melacak Jejak Pemikiran Islam: Pribumisasi, Inklusif, dan Transformatif sebagai Jalan Damai dan Toleran

Dalam kesempatan ini, Direktur PTKI Kemenag dan Direktur Umum Arina menyampaikan pentingnya peran media dalam membentuk opini publik yang sehat dan edukatif, terutama di era informasi yang serba cepat ini.

Prof. Ahmad Zainul Hamdi menegaskan pentingnya media keislaman agar berperan sebagai ujung tombak dalam penyebaran konten yang positif dan konstruktif.

“Sinergi antar media keislaman sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman Islam yang sejuk dan inklusif,” ujar Hamdi.

Sementara itu, Ulil Abshar Abdalla atau yang kerap disapa Gus Ulil selaku Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam PBNU) menuturkan bahwa akhir-akhir ini terjadi kemerosotan penggunaan bahasa di kalangan penulis dan pembaca. Menurutnya, hal ini disebabkan semakin jarangnya penerbitan cetak maupun media online yang menunjukkan kepedulian besar pada aspek bahasa.

“Kalau kita melihat dalam sejarah pers sebelum munculnya dunia online, hampir semua media peduli bahasa terutama media besar seperti Kompas, Tempo. Kita harus mengakui media ini berjuang habis-habisan merumuskan gaya bahasa jurnalisme yang khas dan dianggap cocok,” jelasnya.

Gus Ulil berharap agar seluruh penulis media Islam, termasuk Arina.id dan sindikasinya dapat menumbuhkan semangat kebahasaan yang kuat. Beliau berpandangan bahwa pengembangan gaya bahasa yang khas merupakan manifestasi nyata dari kepedulian terhadap bahasa.

“Bentuk real kepedulian bahasa yakni kita peduli dengan pencarian gaya. Ini tidak mudah dicapai dalam waktu singkat tetapi saya ingin ada usaha bareng untuk usaha merumuskan suatu gaya menulis yang khas,” ujar Gus Ulil.

Baca juga : Candi Wat Arun Bangkok: Kolaborasi Sempurna Estetika, Harmoni dan Spiritualitas

Diketahui, juga ada perwakilan dari Hijratunaa.com, media cyber yang juga merupakan sindikasi dari Arina Media Jejaring. Pada kesempatan ini, dihadiri langsung oleh Redaksi Pelaksana Hijratunaa.com, Dr. Muhammad Rifa’i Subhi, M.Pd.I.

Menurutnya kegiatan ini merupakan langkah yang tepat dalam memperkuat sinergi antar pengelola media keislaman.

“Konsolidasi Pengelola Media Keislaman Moderat, yang diawali dengan kegiatan Upgrading Kepenulisan Populer, merupakan langkah yang tepat dalam rangka memperkuat sinergi antar pengelola media dalam menyebarkan pesan-pesan keislaman yang moderat dan konstruktif,” tutup Rifa’i.

BSI Scholarship Salurkan Beasiswa 449 Juta Rupiah Kepada UIN Gus Dur Pekalongan

Penulis: Kharisma Shafrani, Editor: Ika Amiliya Nur Hidayah

Pekalongan-Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama BSI Maslahat menyerahkan beasiswa senilai 449.280.000 kepada mahasiswa UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Penyerahan beasiswa berlangsung dalam kegiatan BSI Scholarship Goes To Campus di Meeting Room Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Gus Dur Pekalongan, Selasa (08/10/2024).

Toni Budi Kartono selaku Funding Business Deputy RO VII Semarang menyerahkan beasiswa BSI Scholarship secara simbolis kepada Rektor UIN Gus Dur, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag.

Sambutan Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., Rektor UIN Gus Dur Pekalongan.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa BSI merupakan mitra yang baik bagi UIN Gus Dur Pekalongan dalam berbagai konteks.

“Yang jelas BSI ini mitra yang baik buat UIN Gus Dur Pekalongan dan mudah-mudahan selalu baik. Kebaikan BSI ini kita rasakan dalam konteks yang pertama membantu membangun masjid UIN yang belum selesai. Mudah-mudahan tahun depan ditambah lagi. Kebaikan berikutnya adalah memberi beasiswa, ini menurut saya akan mendorong dan meningkatkan prestasi institusi. Karena prestasi mahasiswa juga akan berdampak pada prestasi institusi. Jadi sama-sama kalau mahasiswanya jelek, nggak bermutu juga intitusi kita,” ungkapnya.

Baca Juga :  Membentuk Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas: Tiga Universitas Islam Adakan Seminar dan Tanda Tangani MoU

Sambutan Toni Budi Kartono, Funding Business Deputy RO VII Semarang.

Pada kesempatan yang sama, Toni juga menyampaikan harapannya kepada pihak UIN Gus Dur.

“Kita berharap kerja sama tidak hanya di beasiswa saja tapi bisa lebih luas seperti dalam pengimplementasian Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti dalam kegiatan penelitian ataupun yang lainnya. Kita juga berharap suatu saat nanti kampus-kampus itu identik dengan BSI,” harap Toni.

Sebanyak 35 mahasiswa UIN Gus Dur dari berbagai fakultas menerima BSI Scholarship. Untuk mendapatkan beasiswa itu, mereka harus mengikuti berbagai seleksi mulai dari seleksi administrasi, psikotest, hingga seleksi wawancara.

Tidak hanya mendapat bantuan keuangan saja, namun BSI Scholarship juga memberikan benefit lainnya seperti bimbingan kepemimpinan diri, pembangunan karakter, pelatihan keuangan ekonomi syariah, program social project, serta berkesempatan untuk magang di industri ekonomi syariah.

Sebagai penutup, Rektor UIN Gus Dur berharap agar lebih banyak lembaga yang bekerja sama dalam program beasiswa untuk mahasiswanya.

“Minimal ada 15 lembaga yang memberikan beasiswa kepada kita. Sekarang ini kita cukup besar, ada 12 lembaga, mulai dari KIP, BSI, Mandiri, PLN, Baznas, Pemda-Pemda, dan lainnya. Kita berharap tambah lagi supaya mahasiswa kita itu wajahnya cerah-cerah,” harapnya.

LP2M UIN Gus Dur Pekalongan Adakan Pengabdian Masyarakat Kepada Admin TPQ Se-Kecamatan Tirto

Penulis: Kharisma Shafrani; Editor: Fajri Muarikh

Pekalongan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan kembali mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat melalui program “Pendampingan Operator Education Management Information System (EMIS) 4.0 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Se-Kecamatan Tirto Sebagai Implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 83 Tahun 2023.” yang bertempat di Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah (MIS) Desa Karangjompo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan pada hari Jum’at (4/10/2024).

Program ini melibatkan pengurus harian Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kecamatan Tirto dan Admin TPQ Se Kecamatan Tirto.

Ketua BADKO LPQ Kec. Tirto, Faliqul Isbah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap periode. Namun, dalam kesempatan ini berkolaborasi dengan LP2M UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan.

“Kami mengucapkan terima kasih karena perguruan tinggi telah memberikan perhatian yang cukup baik terhadap kemajuan madrasah diniyah dan TPQ. Program ini semestinya sudah biasa dilakukan, ada pendampingan. Tetapi, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk tanggung jawab dari perguruan tinggi, dalam hal ini UIN Gus Dur yang memberikan perhatian kepada kemajuan pendidikan diniyah terutama TPQ,” tutur Faliq.

Baca Juga: Bersama PCINU Hongkong, LP2M UIN Pekalongan Gelar Forum Pengajian Bersama Pekerja Migran

Foto Kegiatan EMIS di MIS Karangjompo, Tirto

Mengisi EMIS merupakan kewajiban sebuah lembaga formal maupun non formal yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia, sehingga penting bagi seorang operator untuk menjadi ujung tombak pengisian EMIS di tingkatan TPQ agar selalu update dan siap sedia untuk mencetak Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Ketua BADKO LPQ Kecamatan Tirto berharap agar kegiatan ini bisa menjembatani para admin untuk mengupdate EMIS.

“Dan semua TPQ yang ada di Kecamatan Tirto yang sudah mendapat izin dari Kemenag itu wajib mengisi EMIS, sehingga banyak kendala yang dialami oleh operator. Kendala terbanyak yang dialami adalah server, karena terjadi karena mepet update. Harapan kami ke depan acara ini menjadi awal bagi tim operator sebagai jembatan komunikasi agar sama-sama update EMIS TPQ,” harap Faliq.

Baca Juga: Mengungkap Realitas Pekerja Migran Indonesia di Hongkong: LP2M UIN Gus Dur Pekalongan Adakan Penelitian

Pengisian EMIS tidak hanya perintah semata, namun sudah tertulis dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 83 Tahun 2022. Bahwa pengelolaan data di lingkungan agama wajib melalui EMIS mulai dari madrasah, perguruan tinggi, LPQ, MDT, hingga pondok pesantren. Salah satu tujuan KMA adalah mengatur agar bantuan-bantuan lebih tepat sasaran dan seluruh pengajuan bantuan sekarang melalui BAP EMIS.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Tim Pengabdian Masyarakat (PKM) UIN Gusdur, Miftahul Ula, menyampaikan bahwa UIN Gus Dur memiliki Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga seluruh civitas akademika harus menerapkannya.

“Jadi, kami selaku civitas akademika harus melakukan tiga hal tersebut. Untuk tahun ini kebetulan saya mendapat amanah untuk mengabdi dan membantu terkait pengabdian kepada masyarakat. Karena kebetulan saya orang Tirto, saya koordinasi dengan Ketua BADKO. EMIS itu salah satu perangkat yang sangat penting dan mungkin ke depan akan lebih ribet. Paling tidak EMIS akan bisa menjadi dasar bagi pemberian layanan baik internal maupun eksternal.

Baca Juga: FUAD UIN Gus Dur Laksanakan Program International Research Collaboration dan Student Mobility ke Malaysia

Semoga ketertiban manajemen ini juga diimbangi dengan apresiasi atau honor bagi ustadz-ustadzah yang ada di Indonesia. Mudah-mudahan, meskipun semakin sulit tapi intensif  bertambah.” terang Ula. Dalam masa pengabdian ini akan dilakukan empat tahap, yakni observasi, sosialisasi, pendampingan dan evaluasi.

Para ustadz-ustadzah selaku admin TPQ sangat antusias mengikuti program ini, mereka mendapatkan pendampingan langsung dari BADKO LPQ dalam proses pengisian EMIS. Dengan keberhasil kegiatan ini, LP2M UIN Gus Dur membuktikan dedikasinya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi di program pengabdian kepada masyarakat.

Bersama PCINU Hongkong, LP2M UIN Pekalongan Gelar Forum Pengajian Bersama Pekerja Migran

Pewarta : Nanang, Editor : Fajri Muarrikh

Hongkong – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan melakukan program pengabdian di Hongkong mulai dari tanggal 20-27 September 2024. Sebagai pihak yang sering disebut pahlawan devisa negara, sudah selayaknya para pekerja migran mendapat perhatian dan binaan. Demikian tutur Prof. Imam Kanafi ketika ditanya alasan program dilakukan.

Program pengabdian secara umum dilakukan dengan bekerjasama dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Hongkong. PCINU sendiri memiliki binaan berbagai forum pengajian yang rutin dilaksanakan setiap minggu. Menurut Moh. Suparno, selaku ketua Tanfidziyah PCINU Hongkong, kepenatan dalam bekerja selama seminggu ditumpahkan melalui berbagai program pengajian (keagamaan) di Hongkong. Inilah yang menyebabkan kegiatan keagamaan di Hongkong selalu semarak.

Baca juga : Pendampingan SOP PPKS oleh PSGA LP2M, Membangun Pesantren Bebas Kekerasan Seksual

LP2M menyempatkan diri mengisi kegiatan pengajian rutin (mingguan) yang dilakukan para pekerja migran. Dengan bekerjasama PCINU, tim LP2M bisa terkoneksi dengan kelompok pengajian binaan PCINU. Diantaranya adalah kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Youen Long dan Cheung Chau. Pesan yang disampaikan pada pengajian tersebut adalah menjadikan Islam sebagai spirit untuk mewujudkan kehidupan yang berkualitas. Islam, tidak sekedar ritual rutin, tapi harus menjadi kekuatan pendorong untuk menebarkan perdamaian, mewujudkan kemaslahatan, serta menegakkan keadilan.

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Zaenal Mustakim, menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari para pekerja migran di Hongkong, khususnya di Youen Long. Dalam acara terpisah, saat pertemuan dengan pengurus PCINU Hongkong, secara kelembagaan akan dilakukan MoU untuk menindaklanjuti kegiatan yang lebih kongkrit khususnya terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya penelitian dan pengabdian. Program ini bisa berupa KKN International.

Prof. Imam Kanafi, selaku Ketua LP2M Gusdur menyoroti aspek penguatan mental dan spiritual para pekerja migran. Acara ini memperoleh respon yang positif, baik dari para PMI sebagai jama’ah maupun pengurus PCINU Hongkong. Harapan mereka, kegiatan ini bisa diselenggarakan secara berkelanjutan pada masa mendatang.

Baca juga : Kekerasan Terhadap Anak-anak: Pentingnya Seks Edukasi dan Parenting untuk Para Remaja

Agama (Islam), tidak sekedar berfungsi sebagai pelipur lara (hiburan) dari kepenatan selama satu minggu bekerja, tapi forum yang rutin dilaksanakan setiap minggu ini bisa menjadi wadah untuk menghimpun solidaritas kebersamaan. Misalnya, ada forum konseling atau wadah menyampaikan berbagai masalah yang dihadapi, dari berbagai langkah yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan berbagai masalah tersebut, bisa juga dimanfaatkan sebagai wadah untuk menggali berbagai informasi yang diperlukan. Wadah komunikasi, bisa menjadi kekuatan tersendiri, sehingga para pekerja migran tidak merasa sendirian, tetapi memiliki rasa persaudaraan dengan mereka yang senasib, sebangsa, bahkan seagama.

Forum pengajian yang diisi oleh LP2M juga menyampaikan, warna Islam yang sejati adalah islam yang ramah, bukan yang mudah marah. Islam yang merangkul, bukan yang memukul. Islam yang keberadaannya menjadi rahmat bagi siapapun tanpa terkecuali, termasuk bagi non muslim, dan lingkungannya tanpa terkecuali.

Mengungkap Realitas Pekerja Migran Indonesia di Hongkong: LP2M UIN Gus Dur Pekalongan Adakan Penelitian

Penulis : Nanang, Editor : Sirli Amry

Hongkong, merupakan salah satu daerah favorit para pekerja migran dari Indonesia. Tidak syak, Indonesia menempati salah satu negara pemasok pekerja migran terbesar di Hongkong. Kondisi ini membuat LP2M UIN Gus Dur Pekalongan berinisiatif menjadikan Hongkong sebagai lokasi kegiatan penelitian.

Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 20 hingga 27 September 2024. Lembaga mitra yang diajak kerja sama adalah PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) Hongkong, STOP (Stop Traficking on People), IMWU (Indonesian Migrant Worker Union), dan sebagainya.

Baca Juga : Perluas Layanan Iklim Ke Daerah Terpencil BMKG Adakan Lokakarya iklim Internasional  

Kegiatan ini menghasilkan temuan, bahwa meskipun Hongkong menjadi destinasi favorit pekerja migran, bukan berarti tidak ada masalah di dalamnya. Diantara masalah yang dihadapi pekerja migran Indonesia adalah penipuan dari pihak yang mengaku agen, pelecehan seksual (kadang pelakunya dari majikan, atau sesama pekerja migran), perlakuan kasar dari majikan, pemutusan kontrak kerja sepihak, hingga masalah dengan keluarga yang ditinggalkan.

Terlepas dari masalah-masalah tersebut, berbagai informan wawancara dari para pekerja migran mengatakan, Hongkong merupakan tempat yang cukup nyaman. Kejelasan dan kepastian hukum relatif ditegakkan, termasuk pada kehidupan sosial sehari-hari. Namun, kenyamanan para pekerja migran di hongkong, pada sisi lain justru mendorong timbulnya masalah baru. Misalnya, munculnya agen palsu yang menjanjikan pekerjaan di Hongkong. Atau munculnya masalah overstay, karena para pekerja migran tidak mau pulang ke rumah. Betahnya para pekerja migran di Hongkong juga pada sisi lain berpotensi menimbulkan masalah keluarga di rumah yang ditinggalkan. Karena, dalam keluarga, sosok ibu atau ayah, merupakan sosok vital yang tidak bisa tergantikan.

Baca Juga :  Memprediksi Masa Depan Pendidikan: Tren Digital dalam Mempersiapkan Perubahan

Berbagai problem para pekerja migran yang muncul di Hongkong merupakan sesuatu yang perlu didalami. Menurut Imam Kanafi selaku ketua LP2M, kontribusi para pekerja migran, hingga mereka kerap disebut sebagai “pahlawan devisa”, harus diganjar dengan perhatian terhadap berbagai masalah yang mereka hadapi. Untuk memecahkan masalah dengan komprehensif, diperlukan pemahaman yang utuh terhadap masalah itu terlebih dahulu. Atas dasar inilah program penelitian ini dilakukan.

Selain itu, program penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi para pemangku kepentingan atau pembuat kebijakan untuk merealisasikan kegiatan yang memitigasi masalah. Untuk itu diperlukan aturan atau regulasi yang jelas guna melindungi para pahlawan devisa negara tersebut. Demikian tutur Imam.

FUAD UIN Gus Dur Laksanakan Program International Research Collaboration dan Student Mobility ke Malaysia

Pewarta: Kharisma Shafrani, Editor: Azzam Nabil H.

Kuala Lumpur, 25 September 2024 – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan telah melaksanakan program International Research Collaboration dan Student Mobility di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

International Research Collaboration merupakan program kolaborasi untuk menjalin kemitraan internasional dalam dunia akademis. Program ini diikuti oleh beberapa dosen diantaranya: Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, beserta jajaran dosen FUAD lainnya. Adanya program ini dapat mendorong universitas dalam bertukar ide, budaya, serta keilmuwan dengan negara yang berbeda-beda.

Tidak hanya itu, mahasiswa FUAD yang terdiri dari enam program studi di antaranya: Karyunah (Bimbingan Penyuluhan Islam), Kharisma Shafrani (Komunikasi Penyiaran Islam), Eka Rizqiyani (Ilmu Al-Quran dan Tafsir), Meika Syadza Afifah (Tasawuf dan Psikoterapi), Amarul Hakim (Ilmu Hadis), dan Hanif Jihad Fi Sabilillah (Manajemen Dakwah) juga mengikuti kegiatan International Student Mobility ke USIM. Mereka mempresentasikan artikel ilmiah yang sudah dibuat sesuai dengan bidang keilmuannya masing-masing.

Baca Juga: Tradisi Nyadran di Desa Kutorojo: Mahasiswa KKN 59 Posko 82 UIN Gus Dur Aktif Berpartisipasi

Wakil Dekan III FUAD, Muhandis Azzuhri menyampaikan dalam sambutannya acara ini dapat menjadi jembatan dalam publikasi jurnal berskala nasional dan internasional.

“Kami disini akan melakukan penelitian dan presentasi artikel ilmiah, dan harapan kami adalah internasional sehingga dapat masuk ke jurnal-jurnal berskala nasional ataupun internasional,” tutur Muhandis.

Kegiatan ini mendapat respon baik dari USIM Malaysia. Fauziah, selaku Direktur Fakulti Kepemimpinan dan Pengurusan menyampaikan agar program ini tidak hanya presentasi saja, namun juga dapat berkelanjutan. Tidak hanya presentasi, adanya program ini dapat menjadi transfer knowledge, memaparkan penelitian, dan diskusi sehingga pihak USIM Malaysia mengetahui bidang keilmuwan yang dilakukan di UIN Gus Dur Pekalongan begitu pun pihak UIN dapat mengetahui keilmuwan yang ada di USIM Malaysia.

Baca Juga: Kunjungan Mahasiswa UIN Gusdur ke Desa Linggoasri, Dalam Rangka Menjaga Utuhnya NKRI Dalam Beragama

“Diharapkan program seperti ini bukan hanya perbincangan saja namun juga adanya diskusi terhadap kolaborasi penelitian yang akan dilakukan di masa mendatang,” harap Fauziah. Selaras dengan Fauziah, Muhandis juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat berkelanjutan.

“Semoga kerja sama ini dapat to be continue atau berkelanjutan. Dan nanti barangkali suatu saat pihak USIM Malaysia akan datang ke kampus kami di Pekalongan, dengan sangat siap kami akan menyambut dengan sebaik-baiknya,” tutup Muhandis.

Gusdur Memorial Lecture dan 2628 Mahasiswa Baru: Bersama Gaungkan Kemerdekaan Demokrasi

Pewarta: Ika Amiliya Nur Hidayah, Editor: Fajri Muarrikh

Pekalongan – hijratunaa.com Sebanyak 2628 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan mengikuti Gus Dur Memorial Lecture dalam rangka Studium Generale di Gedung Student Center pada Senin, (26/08).

Acara tersebut menghadirkan pembicara Ketua PBNU sekaligus Senior Advisor Jaringan Gusdurian, Mohamad Syafi’ Alielha atau yang akrab disapa Savic Ali.

Turut hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh agama dan budayawan, di antaranya Pendeta Gereja Kristen Jawa Pekalongan Dwi Argo Mursito, humas Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Karanganyar, Sartono, mantan ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Pekalongan Mahmud Mansur, Ketua Parisada Pekalongan Wasiyo, S.Ag, Ketua LDII Pekalongan H. Umar, Budayawan Pekalongan Ribut Achwandi, Santri Gus Dur Saiful Huda Shodiq, serta Koordinator Sekretariat Nasional (Seknas)Jaringan Gusdurian Jay Ahmad.

Puteri sulung Gus Dur, Alisa Wahid, dalam pidato virtualnya mengungkapkan, Gus Dur Memorial Lecture merupakan sebuah serial kerja sama antara jaringan Gusdurian dengan berbagai civitas akademika sebagai upaya untuk mengambil inspirasi dari perjalanan Gus Dur.

Baca Juga: Rakerwil Gusdurian Jateng-DIY: Dorong Penggerak Komunitas dan Masyarakat Sipil guna Perkuat Kualitas Demokrasi

“Gus Dur Memorial Lecture adalah serial yang kami luncurkan di jaringan Gusdurian dengan bekerja sama dengan civitas akademika dari berbagai titik di Indonesia untuk mengambil inspirasi dari perjalanan panjang perjuangan almaghfurlah Gus Dur,” ujarnya.

Gus Dur Memorial Lecture ini mengusung tema “Demokrasi, Mahasiswa, dan Kepemimpinan Global.” Wakil Rektor II, Prof. Dr. H. Maghfur, M.Ag. mengungkapkan bahwa tema tersebut diangkat sebagaimana isu yang sedang marak saat ini, di mana demokrasi di Indonesia sedang mengalami pembelokan dari tujuan dasarnya. Oleh karenanya diadakanlah Gus Dur Memorial Lecture untuk bersama-sama menyuarakan kemerdekaan demokrasi.

“Demokrasi mengalami pembelokan, yang seharusnya memiliki tujuan dasar untuk pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan membangun partisipasi, tetapi faktanya situasi demokrasi kita saat ini dikendalikan dengan kekuasaan uang. Di forum ini bersama-sama kita akan menyuarakan secara nyaring, bersama-sama tentang kebenaran, keadilan, kemerdekaan, dan kebebasan,” jelasnya.

Savic Ali, dalam pemaparannya mengungkapkan, bahwa dibanding monarki, demokrasi adalah sistem politik terbaik saat ini.

“Hari ini demokrasi mungkin bisa dibeli dengan uang, demokrasi mungkin bisa diatur-atur aturan mainnya, tapi dibanding monarki, di mana rakyat tidak punya hak suara, demokrasi tetap menjadi sistem politik yang terbaik,” jelasnya.

Acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk mendalami dan memahami nilai-nilai demokrasi dalam konteks mahasiswa dan kepemimpinan global. Dengan menghadirkan tokoh-tokoh agama, budaya, dan akademisi, acara ini menekankan pentingnya menjaga kemerdekaan demokrasi di Indonesia, terutama di tengah tantangan yang ada saat ini.

Pengembangan Kampung Moderasi Beragama Kutorojo Melalui Bank Sampah Dan Budi Daya Magot

Pewarta: Nanang, Editor: Sirli Amry

Sebagai tindak lanjut pengukuhan Kampung Moderasi Beragama, warga Desa Kutorojo didampingi LP2M UIN Gus Dur Pekalongan dan Dinas Perkim LH Kab. Pekalongan, berinisiatif mengembangkan program bank sampah, sekaligus budidaya magot.  Pada tanggal 26 Agustus 2024, bertempat di Aula Balai Desa Kutorojo, diadakan kegiatan penguatan program. Kegiatan diisi oleh Nur Wahyu Kuningsih selaku Ketua KP dinas perkim LH, serta Harosi, mahasiswa peserta KKN ke. 82. Nur menyampaikan Teknik pengelolaan Bank Sampah. Pada kesempatan itu, Nur juga mengaku siap mendampingi pembentukan bank sampah Kutorojo dari mulai aspek administrasi, strategi pengelolaan dst. Harosi menyampaikan teknik pengelolaan sampah, terkait budidaya Magot yang dihasilkan dari sampah organik. Kegiatan ini merupakan tahapan kegiatan yang sebelumnya sudah dilakukan dengan pembentukan relawan bank sampah, serta praktek pemilahan sampah.

Dul ajat, selaku Kepala Desa Kutorojo menyampaikan, sampah merupakan persoalan lingkungan yang sudah meresahkan di Kutorojo. Program pengelolaan sampah merupakan sesuatu yang mendesak. Terlebih karena ada program pengembangan wisata Goa Macan. Karenanya, dia mengaku sangat mendukung program ini. Lebih dari itu, magot yang dihasilkan dari sampah organik, dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan sebagai salah satu usaha BUMDES.

Baca Juga: Pelestarian Budaya dan Lingkungan di Tengah Modernisasi saat KKN

Nanang selaku Kepala Pusat Moderasi Beragama menambahkan, sampah yang awalnya menjadi beban, merusak lingkungan, dapat disulap menjadi berkah jika dikelola. Sampah non organik seperti kertas, plastik, logam, kardus dll dapat dijual dan menghasilkan uang. Sampah organik menghasilkan magot (belatung). Kotoran magot bisa menghasilkan pupuk organik untuk tanaman. Sangat bermanfaat untuk Masyarakat Kutorojo yang mayoritas menggantungkan hasil pertanian di satu sisi, serta kelangkaan pupuk di sisi lain. Magotnya sendiri mengandung kandungan protein tinggi, sehingga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti ikan, ayam, burung dst. Apa rahasia merubah sampah dari beban menjadi berkah? Kuncinya adalah inisiatif warga untuk melakukan kebiasaan memilah sampah. Inilah aspek utama pemberdayaan. Menumbuhkan kesadaran kritis warga, untuk melakukan gerakan bersama lintas agama, mengatasi persoalan kehidupan sehari-hari. Demikian paparan Nanang.

Jauhar Ali selaku Kepala Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat menyampaikan, program pengelolaan sampah merupakan salah satu alternatif yang bisa dikembangkan setiap kelompok KKN UIN Pekalongan. Tapi, tentu saja berbasis pada inisiatif dan partisipasi warga setempat. Pada tempat terpisah, Imam Kanafi selaku ketua LP2M mengatakan, visi kemanusiaan yang melekat pada Gus Dur, selaku ikon kampus UIN Pekalongan memberi spirit untuk terus mendampingi masyarakat menyelesaikan persoalan kehidupan sehari-hari. Keilmuan menurutnya harus membumi, serta memiliki aplikasi nyata pada kehidupan sehari-hari.