Kunjungan dan Dialog Aspiratif Desa Kutorojo

Penulis: Muhammad Wafiq Farhan, Editor: Nahla Asyfiyah

Pada Kamis, 23 April 2026, telah dilaksanakan kunjungan silaturahmi dan dialog aspiratif yang bertempat di Wisata Gua Macan, Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen. Pertemuan ini dihadiri oleh Dr. Nur Khafid, S.Th.I., M.Sc., selaku perwakilan dari Kementerian Agama, beberapa dosen UIN Gus Dur, yaitu: Dr. Nanang Hasan Susanto, M.Pd.I., Syamsul Bahri, M.Sos, dan Muhammad Alghiffary, M.Hum. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Desa Kutorojo, Bapak Dulhajat, beserta jajaran kepala dusun setempat. Pemilihan lokasi di Gua Macan menjadi latar belakang penting dalam mendiskusikan kembali sejarah serta identitas desa yang dahulu bernama Desa Kutomulyo.

Sejarah Desa Kutomulyo ini berkaitan erat dengan kisah Mbah Mulyo dan putrinya yang melarikan diri ke wilayah ini untuk menghindari paksaan orang Belanda. Nama tersebut kemudian berubah menjadi Desa Kutorojo yang mengandung filosofi dan harapan agar desa ini tumbuh menjadi sebuah kota kecil (kota mini) yang mandiri serta makmur. Secara geografis, Desa Kutorojo terletak pada ketinggian 450–500 meter di atas permukaan laut (mdpl), posisi yang sangat mendukung potensi pertanian, terutama pada komoditas kopi yang melimpah.

Baca juga: Menanam Harapan, Menumbuhkan Ekoteologi, LP2M UIN Gus Dur Bersama Desa Linggoasri Tanam 1.000 Bibit Kopi di Tanah Wakaf

Selain potensi kopi, kekuatan ekonomi Desa Kutorojo bertumpu pada sektor kehutanan seperti pinus, persawahan, serta industri kreatif berupa kerajinan bambu atau reyeng. Kerajinan ini merupakan mata pencaharian mayoritas warga yang pemasarannya telah menembus pasar ibu kota Jakarta. Desa ini juga memiliki kekayaan alam unik berupa mata air yang mengalir dari batu berlubang di atas bukit sebagai sumber kehidupan warga. Keberadaan sumber daya ini terus didorong pengembangannya guna mengoptimalkan seluruh potensi ekonomi desa yang ada.

Dalam dialog yang berlangsung di Gua Macan tersebut, dipaparkan mengenai keragaman tata cara peribadatan dari berbagai agama dan kepercayaan yang ada di desa. Mulai dari Islam, Hindu, hingga Kapitayan. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Ketua Agama Hindu setempat yang memperkuat potret nyata kerukunan antarumat beragama di Desa Kutorojo. Kehidupan sosial di desa ini memang menjadi teladan moderasi, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang dan organisasi kemasyarakatan dapat hidup berdampingan dengan rukun.

Melalui pertemuan di lokasi wisata ini, muncul harapan besar agar Desa Kutorojo dapat dikenal luas sebagai “Desa Moderasi”, menyamai reputasi desa-desa moderasi lainnya yang sudah terkenal di Indonesia. Harmoni sosial yang ditunjukkan oleh warga dalam keseharian mereka menjadi pondasi utama bagi pembangunan desa ke depannya. Dengan demikian, perpaduan kekayaan alam serta kuatnya nilai toleransi, Desa Kutorojo optimis dapat bertransformasi menjadi desa yang maju dan mandiri.

Lebih lanjut, potensi pertanian kopi di ketinggian 450–500 mdpl diproyeksikan dapat diintegrasikan dengan pengembangan wisata untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Dialog ini menekankan pentingnya penguatan sektor ekonomi lokal agar selaras dengan identitas budaya dan nilai-nilai religius masyarakat setempat. Optimalisasi pasar lokal menjadi salah satu rekomendasi strategis untuk memasarkan potensi-potensi unik tersebut secara lebih luas.

Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan untuk terus menjaga warisan sejarah dan harmoni lintas agama yang telah mengakar sejak zaman Desa Kutomulyo. Sinergi antara tokoh masyarakat dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi Desa Kutorojo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Pekalongan. Melalui semangat kebersamaan, Desa Kutorojo siap melangkah menjadi destinasi yang unggul baik dari segi agrikultur maupun kemasyarakatan.

Penguatan Lembaga Keuangan Sosial Islam dalam Ekosistem Syariah (Islamic Ecosytem)

Penulis: Rinda Asytuti dan Ahmad Fawwaz Rizka

Editor: Atika Puspita Rini

Islamic Ecosytem adalah sistem terintegrasi yang mencakup seluruh elemen halal—keuangan, industri, haji/umrah, dan sosial—yang dikelola berdasarkan prinsip Syariah. Maka pertumbuhan market share Syariah baik dilembaga keuangan perbankan maupun non perbankan sangat berpengaruh dalam pertumbuhan ekosistem Syariah di Indonesia. Peran perbankan Syariah sebagai unsur pembentuk ekosistem Syariah adalah menyediakan jasa layanan perbankan secara paripurna dan Syariah legitimate dalam mendukung pertumbuhan industri halal, masyarakat ,dan institusi sosial kemasyarakatan secara aman, aksesable dan berkelanjutan dengan menjalankan prinsip Syariah secara paripurna.

Baca juga:RMB Sejati Bersamai Kelas Berkah Keuangan Muslimat NU guna Perkuat Resiliensi Keluarga Maslahah

Pertumbuhan Lembaga Keuangan Syariah saat ini belum memenuhi target yang telah ditentukan sebesar 10%. Hingga sampai september 2025 tercatat hanya sebesar 7,7%, hal ini terjadi karena beberapa hal; Pertama, belum masifnya sosialisasi Lembaga Keuangan Syariah di Masyarakat; Kedua, masih terbatasnya jumlah kantor dan variasi produk yang dimiliki oleh Lembaga Keuangan Syariah; Ketiga, belum masifnya dukungan negara atas percepatan pertumbuhan Lembaga Keuangan Syariah; Keempat, masih terbatasnya teknologi yang dimiliki oleh Lembaga Keuangan Syariah; dan Kelima, belum terciptanya ekosistem Syariah yang terintegrasi antar institusi baik institusi bisnis maupun institusi sosial.

Market share Lembaga Keuangan Syariah perbankan memang masih terlalu kecil dibandingkan seluruh market share bank Indonesia. Akan tetapi kinerja ini berbeda dengan market share di pasar modal Syariah. Pasar modal syariah Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan, dengan pangsa pasar (market share) mencapai 40,7% hingga 45,9% dari total pasar modal nasional pada akhir 2025 atau awal 2026.

Dominasi ini didukung oleh peningkatan jumlah investor saham syariah yang mencapai lebih dari 207 ribu per Oktober 2025 serta total aset mencapai triliunan rupiah Islamic ecosystem dijalankan didasarkan pada prinsip maqoshid Syariah. Dimana Maqāṣid al-Sharīʿah memberikan dasar normatif untuk mengevaluasi arsitektur dan orientasi yurisprudensi Islam. Dimana Maqāṣid, sebagaimana diartikulasikan oleh al-Shatibi dan Ibn  Ashur, menggarisbawahi perlunya menjaga lima nilai dasar: agama (ḥifal-dīn), jiwa (ḥifal-nafs), intelek (ḥifal-ʿaql), garis keturunan (ḥifal-nasl), dan properti (ḥifal-māl). Dalam kerangka ini, hukum keluarga Islam memainkan peran penting dalam memastikan alokasi aset yang adil (warisan), kesejahteraan anak-anak dan perempuan  (mata pencaharian dan hak milik), dan keberlanjutan ekonomi.

Keuangan sosial Islam atau biasa disebut dengan filantropi islam meliputi infak, shodaqoh, zakat, dan wakaf merupakan bagian terintegrasi dalam pembentukan ekosistem islam. Di mana variabel sosial ini  adalah cara Islam dapat menyeimbangkan distribusi pendapatan dalam Masyarakat sehingga, tercapai kehidupan yang berkeadilan dalam bingkai muamalah yang berkelanjutan.

Keberadaan institusi sosial seperti Lembaga Filantropi Islam, LazisMU, LazisNU, Badan amil zakat nasional, Badan Wakaf Indonesia, Dhompet Dhuafa dan Lembaga amil Zakat swasta lainnya menjadi sangat penting guna meningkatkan kontribusi dana sosial bagi peningkatan ekonomi umat Islam secara umum. Untuk itu diperlukan roadmap pengembangan kinerja Lembaga Keuangan Islam secara baik dan komprehensif. Hal ini menjadi tugas kerja Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk menjadikan dana sosial ini menjadi turbinase penggerak perekonomian dengan didasarkan pada profesionalitas, transparansi, dan kegiatan kerja berkelanjutan.

Peningkatan kinerja keuangan Islam dalam ekosistem Islam dapat memberikan manfaat; Pertama, meningkatkan jaringan pengaman sosial melalui pemberdayaan ekonomi dhuafa dan miskin, melalui program pemberdayaan ziswaf produktif. Kedua, dapat memberikan lack of gap dalam distribusi kekayaan di masyarakat dengan memberikan kesempatan berusaha yang terintegrasi dengan institusi bisnis Islam dalam program Qordul Hasan. Ketiga, dapat  mendukung pembangunan negara dengan dana berbasis sosial seperti penerbitan Cash Wakaf Link Sukuk (CWLS), Cash Wakaf Link Deposito (CWLD), dan instrument wakaf lain yang dikaitkan dengan produk-produk keuangan lainnya. Keempat, membuat integrasi digital antar lembaga yang terkait dalam ekosistem islam seperti teknologi digital, produk fintech dan pendidikan, bahkan tempat ibadah masjid dan sektor bisnis lainnya.

Dalam penguatan lembaga sosial islam perlu melalui; Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan meningkatkan jumlah pengelola ziswaf yang memiliki sertifikat kompetensi sebagai benchmark kompetensi. Kedua, peningkatan keterlibatan pemerintah sebagai regulator dan pengawasan lembaga sosial yang ada di Indonesia melalui lembaga tertentu di bawah kementrian agama. Dilakukan pengawasan onside dan offside secara berkala.  Ketiga, penguatan teknologi digital dalam menunjang peningkatan keterlibatan masyarakat untuk pengumpulan dan distribusi penggunaan data e-kTP, dan data sosial kependudukan sebagai basis data terintegrasi. Keempat, intergrasi bisnis antara institusi, stakeholder dan Lembaga Pendidikan, pesantren, dan masjid sebagai bagian integral dalam ekosistem islam.

Foto: Freepik.

 

Perkuat Kerukunan Umat, Kemenag Kabupaten Pekalongan Gelar Event Implementasi Kampung Moderasi Beragama

Pewarta: Azzam Nabil H., Editor : Fajri Muarrikh

Paninggaran, — Dalam rangka memperkuat semangat hidup rukun dalam keberagaman, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan kembali menggelar kegiatan “Implementasi Kampung Moderasi Beragama” yang berlokasi di Aula Agroedu Wisata Kali Paingan Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, Selasa (15/7/2025).

Kegiatan ini dihadiri 50 peserta dari berbagai unsur, seperti Bakesbangpol, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Plt. Camat, penyuluh agama, hingga tokoh agama dan perwakilan masyarakat setempat.

Dalam pembukaan acara, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan, Ahmad Farid, menyampaikan sambutan yang menekankan pentingnya memahami agama secara komprehensif sebagai jalan menuju kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan di masyarakat.

“Agama adalah jalan untuk mewujudkan ketertiban, kedamaian, dan keharmonisan. Tidak cukup hanya beribadah, tetapi juga menjalani ajaran agama dengan perilaku yang baik kepada sesama manusia,” ujarnya. Selain itu, Beliau juga menegaskan bahwa implementasi moderasi beragama di kehidupan bermasyarakat merupakan tugas utama Kemenag dalam menjaga kerukunan umat di tengah tantangan intoleransi dan radakilsme.

Baca juga: Nilai-Nilai Asta Protas Kemenag Dalam Tradisi “Umbah Terpal” Warga Mushala Al-Asdiqa’ Kauman Batang

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari beberapa narasumber yang mewakili lembaga pemerintah maupun keagamaan. Pak Agus Alamsyah, dari Bakesbangpol, memaparkan materi pentingnya membangun keamanan berbasis kerukunan. Ia menegaskan bahwa tantangan keberagaman harus dijawab dengan kolaborasi lintas sektor dan semangat gotong royong antarwarga.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Pekalongan, M. Solahudin, menyampaikan urgensi moderasi beragama sebagai pendekatan untuk menjaga keseimbangan dalam beragama dan menghindari sikap ekstrem. Dalam pemaparannya, ia menyoroti prinsip-prinsip moderasi beragama seperti anti kekerasan, komitmen kebangsaan, keadilan, serta penghargaan terhadap budaya lokal.

“Moderasi beragama harus mulai diperkenalkan kepada generasi muda. Jika tidak, maka ruang-ruang kosong akan diisi oleh narasi-narasi yang memecah belah. FKUB ke depan merencanakan kemah lintas agama sebagai sarana edukasi dan penguatan kebangsaan,” jelas Solahudin.

Baca juga: Menteri Agama Ajak Bangun Fondasi Bangsa dengan Nilai Spiritual di Refleksi dan Proyeksi Kemenag 2025

Materi penutup disampaikan oleh Plt. Camat Kajen, Mustofa, yang menyoroti peran kearifan lokal dalam memperkuat kerukunan. Ia mengungkapkan bahwa tradisi dan nilai-nilai budaya masyarakat Paninggaran yang menjunjung toleransi sejatinya telah menjadi modal sosial untuk menghidupkan moderasi beragama secara nyata.

“Melalui pelestarian budaya, dialog antarumat, dan pendidikan multikultural, masyarakat bisa tumbuh dalam lingkungan yang harmonis tanpa harus kehilangan identitas budaya maupun agama,” tuturnya.

Doc. Humas Kemenag Kabupaten Pekalongan (15/7 2025)

Setelah materi, kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi yang membahas kelanjutan dari kegiatan implementasi kampung moderasi beragama. Hasil dari diskusi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar moderasi beragama bukan hanya digaungkan melalui acara formal saja, namun melalui wujud nyata dalam memvisualisasikan kampung moderasi beragama sebagai kampung yang moderat.

Adapun harapan dari kemenag, perlu adanya keberlanjutan dari event implementasi kampung moderasi beragama ini. Sebab, kegiatan yang berkaitan dengan moderasi beragama bukan hanya dilakukan dalam jangka pendek, tetapi menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.

Nilai-Nilai Asta Protas Kemenag Dalam Tradisi “Umbah Terpal” Warga Mushala Al-Asdiqa’ Kauman Batang

Penulis: Muhammad Alghiffary, Editor: Rifa’i Subhi

Tradisi “Umbah Terpal” merupakan salah satu tradisi lokal yang rutin dilaksanakan setiap lebaran idul adha  oleh warga mushala Al-Asdiqa’, Desa Kauman, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Tradisi “Umbah Terpal” adalah suatu kegiatan mencuci terpal yang digunakan untuk alas pengolahan daging kurban. Tradisi ini dilaksanakan di sungai Desa Pandansari, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang sesaat setelah warga selesai membagikan daging kurban kepada masyarakat sekitar.

Tradisi “Umbah Terpal” diikuti oleh warga mushala al-Asdiqa’ dari berbagai latar belakang usia, pekerjaan, hingga perbedaan organisasi, seperti: Nahdlatul Ulama’ dan Muhammadiyyah. Warga bergotong-royong mencuci terpal tanpa mempersoalkan status sosial. Masing-masing warga memiliki peran sendiri-sendiri saat membersihkan terpal. Orang dewasa berperan menyikat terpal sampai bersih. Anak-anak berperan menyiram terpal yang digelar di dinding sungai sampai tidak ada lagi sabun yang menempel. Adapun orang tua berperan menjemur terpal di sekitar sungai dan menunggunya hingga kering. Aktivitas tersebut merupakan cerminan dari kerukunan warga mushala al-Asdiqa’atau wujud internalisasi nilai-nilai peningkatan kerukunan di akar rumput.

Selain meningkatkan kerukunan warga mushala, tradisi “Umbah Terpal” juga mewujudkan cinta kemanusiaan, karena dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kolektif terhadap kebersihan dan keberlanjutan fasilitas ibadah umat. Tidak ada salah satu orang yang dibebankan dalam tugas mencuci terpal. Nilai ini mencerminkan altruisme atau kepedulian sosial, bahwa kebersihan fasilitas ibadah merupakan urusan bersama dan tidak boleh dibebankan kepada segelintir orang saja. Kehidupan warga mushala yang rukun dan cinta kepada sesama tertuang dalam Asta Protas Kemenag point satu, yakni meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan.

Baca juga: Menteri Agama Ajak Bangun Fondasi Bangsa dengan Nilai Spiritual di Refleksi dan Proyeksi Kemenag 2025

Tradisi “Umbah Terpal” menjadi cerminan dari kesadaran ekologis yang selaras dengan prinsip-prinsip ekoteologi dalam Asta Protas Kemenag. Ekoteologi merupakan salah satu pendekatan teologis yang memandang alam sebagai bagian dari sistem keimanan dan spiritualitas manusia. Setelah proses penyembelihan hewan kurban, warga tidak serta merta meninggalkan alat dan fasilitas yang digunakan begitu saja. Mereka membawa terpal yang dijadikan alas pengolahan daging ke sungai Desa Pandansari untuk dicuci, dikeringkan, dan disimpan dengan rapi.

Tindakan ini menunjukkan kesungguhan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan meminimalisir pembuangan sampah. Terpal yang sudah lusuh dan kotor tidak dibuang begitu saja. Terpal tersebut dibersihkan dan dirawat agar bisa dipakai kembali pada penyembelihan kurban tahun berikutnya. Sisa daging yang menempel di terpal di hanyutkan di sungai agar bisa menjadi pakan ikan. Hal ini merupakan cara sederhana warga dalam menjaga ekosistem ikan. Sukron, salah satu warga mushala al-Asdiqa’ menjelaskan, sisa-sisa daging yang menempel di terpal akan hanyut saat dibersihkan dan bisa dijadikan sebagai pakan ikan yang hidup di sungai tersebut.

Aktivitas yang dilakukan warga mushala al-Asdiqa’ merupakan aktivitas yang cukup penting namun sering terabaikan dalam praktik keagamaan. Menteri Agama, Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa mencintai lingkungan (Hablum Bi’ah) merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Sebagai khalifah di bumi, manusia harus selalu menjaga dan merawat bumi agar harmonisasi alam dapat terjaga dengan baik. Hal ini juga tercermin dalam kurikulum cinta yang digagas oleh Menteri Agama. Ada empat aspek yang ditekankan dalam kurikulum cinta, yaitu: membangun cinta kepada Allah (Hablum Minallah), membangun cinta kepada sesama manusia (Hablum Minannas), membentuk kepedulian terhadap lingkungan (Hablum Bi’ah), dan kecintaan terhadap bangsa (Hubbul Wathan).

Baca juga: Kasubdit Bimbingan Jamaah Haji Kemenag RI Soroti Peran Penting Pembimbing Manasik di Sertifikasi Profesional UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Kurikulum, sebagai ruh pendidikan, secara nyata telah diinternalisasi ke dalam kehidupan warga mushala, khususnya anak-anak. Pendidikan adalah suatu proses pembentukan karakter manusia agar menjadi sebenar-benarnya manusia. Pendidikan tidak hanya sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga penanaman nilai-nilai kemanusiaan.  Anak-anak yang dilibatkan dalam proses ini sekaligus belajar tentang nilai-nilai empati, solidaritas, dan mencintai lingkungan sejak dini. Anak-anak diajarkan bahwa beragama tidak hanya sebuah ritual dalam bentuk hubungan dengan Tuhan saja, melainkan juga hubungan kepada sesama manusia dan alam. Beragama tidak hanya sekedar berdoa, shalat, pusasa, dan mengaji, melainkan juga menolong orang, merawat lingkungan, dan peduli kepada sesama. Hal ini tertuang dalam Asta Protas Kemenag, yakni mewujudkan pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi.

Tradisi “Umbah Terpal” juga merupakan bagian dari layanan keagamaan berdampak yang tertuang dalam Asta Protas Kemenag. Dalam hal ini, layanan keagamaan tidak hanya dimaknai sebagai pelayanan adiministratif semata. Lebih dari itu, layanan keagamaan berdampak adalah layanan yang memberi manfaat nyata bagi kemaslahatan umat. Tradisi “Umbah Terpal” menunjukkan bahwa pelayanan keagamaan tidak selesai di meja panitia kurban dan pembagian daging semata, melainkan bentuk fasilitasi persiapan pengolahan daging kurban di tahun berikutnya.

Layanan keagamaan ini berdampak ke berbagai aspek, diantaranya: ekologi, sosial, dan spiritual. Tradisi “Umbah Terpal” menjadikan lingkungan mushala, sebagai tempat menyimpan terpal, menjadi bersih dan sehat. Tradisi ini juga dapat meningkatkan kerukunan warga mushala dan membentuk kehidupan yang lebih harmonis. Selain itu, tradisi ini juga dapat membantu meningkatkan nilai spiritualitas dalam menjalankan amanah dari orang yang berkurban.

Berdasarkan penjelasan tersebut, tradisi “Umbah Terpal” tidak hanya menggambarkan aktivitas warga dalam membersihkan terpal di sungai, melainkan juga sebagai wujud internalisasi nilai-nilai moderasi beragama. Secara implisit, sebagaimana telah dijelaskan, tradisi “Umbah Terpal” menyimpan nilai-nilai yang terkandung dalam Asta Protas Kemenag, yaitu: meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi, layanan keagamaan berdampak, serta mewujudkan pendidikan unggul, ramah dan terintegrasi.

K.H. Subhan Cholid Isi Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umroh di Pekalongan: Bahas Kebijakan Penyelenggaraan Haji Indonesia

Pewarta: Adib ‘Aunillah Fasya Editor: Syam

Pekalongan, 24 Oktober 2024 – K.H. Subhan Cholid, Lc., M.A., Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama Republik Indonesia, menjadi pembicara utama dalam acara Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umroh Profesional. Acara yang diselenggarakan oleh UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan ini berlangsung di Hotel Parkside Mandarin Pekalongan dari 22 hingga 28 Oktober 2024, diikuti oleh 86 peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Dalam presentasinya, K.H. Subhan Cholid membahas tema penting mengenai Taklimatul Hajj, kebijakan penyelenggaraan haji oleh Pemerintah Arab Saudi. Beliau menjelaskan bahwa kebijakan terbaru berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah, mencakup digitalisasi pengurusan visa, layanan akomodasi, serta integrasi sistem transportasi. “Para pembimbing harus memahami perubahan ini agar mampu membimbing jemaah dengan baik, sehingga seluruh proses ibadah dapat berjalan lancar sesuai pedoman yang ada,” jelasnya.

Baca juga: Rektor UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan Buka Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji Profesional 2024

K.H. Subhan juga menyoroti pentingnya profesionalisme dan kompetensi pembimbing manasik dalam mendampingi jemaah. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap kebijakan Arab Saudi sangat diperlukan agar pembimbing dapat menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul selama ibadah haji dan umroh. “Pembimbing manasik yang profesional akan menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah,” tambahnya.

Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah di Pekalongan

Sesi yang diikuti dengan antusiasme tinggi oleh para peserta ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mendalami lebih lanjut tentang kebijakan Taklimatul Hajj dan tantangan yang akan dihadapi pembimbing di lapangan.

Kegiatan sertifikasi ini bertujuan mencetak pembimbing manasik haji dan umroh yang kompeten sesuai standar Arab Saudi, dan diharapkan mampu meningkatkan daya saing pembimbing Indonesia di kancah internasional. Kehadiran K.H. Subhan Cholid pun menjadi inspirasi bagi para peserta untuk terus mengembangkan kemampuan dalam mendampingi jemaah haji dan umroh di masa mendatang.

Baca juga: Inovasi dan Kesuksesan Penyelenggaraan Haji 2024 oleh Pemerintah Indonesia

Batik Warisan Budaya Yang Mendunia

Oleh Shofi Nur Hidayah

Senin, 2 Oktober ditetapkan sebagai hari batik nasional yang menandai perayaan penetapan batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 silam.  Setidaknya batik telah tersebar di seluruh penjuru Indonesia dengan berbagai macam motif dan corak khas dari daerah asal batik itu sendiri. Ada lebih dari 5.800 motif batik yang tercatat oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hal ini menjadi bukti betapa kaya Indonesia dengan budayanya. Setiap motif batik itu bukan hanya sekedar corak atau pola saja, melainkan ada beragama cerita didalamnya.

Beberapa morif batin paling populer di Indonesia antara lain: Pertama motif batik parang dengan pola diagonal tegas dan sekilas mirip huruf S, serta menjadi motif khas Jawa yang konon sudah ada sejak zaman Mataram Islam. Filosofi yang terkandung didalamnya adalah sikap pantang menyerah. Kedua motif batik simbut yang berasal dari Banten dengan pola yang sikilas mirip dengan daun talas, awalnya motif ini di ciptakan oleh suku Baduy namun menyebar hingga ke seluruh Banten dari waktu ke waktu. Filosofi yang dimiliki motif ini adalah kedekatan manusia dengan alam semesta. Ketiga ada motif batik Kawung dengan ciri khas pola mirip buah kawung  atau buah mirip kelapa maupun buah aren yang ditata rapi secara geometris. Motif ini berasal dai Yogyakarta dengan filosofi yang terkandung didalamnya berupa kesempurnaan, kemurnian dan kesucian.

Batik sendiri menjadi item berbusana yang memiliki kesan elegan dan rapi bagi setiap orang yang mengenakannya. Dahulu batik hanya dikenakan pada saat-saat tertentu, khususnya dalam acara kebudayaan. Akan tetapi seiring berjalannya waktu batik diadopsi sebagai bagian utama dalam penggunaan desain pakaian seperti rok, blus, kemeja bahkan jaket. Beberapa desainer bahkan telah mengubah batik menjadi pakaian tradisional menjadi pakaian yang lebih modern dan trendy serta fashionable. Hingga saat ini telah banyak desainer lokal maupun internasional seperti Diane von Furstenberg dan Tommy Hilfiger telah menampilkan koleksi batik dalam pameran fashion mereka, serta Ghea Panggabean yang membawa batik ke kancah Internasional dengan menggelar fashion show, bertajuk Treasures of Indonesia: A Journey Into Indonesian Fashion, Art, and Culture di Milan, Italia pada 14 September 2013.

Di luar negeri sendiri, batik juga mulai digemari oleh masyarakat asing. Beberapa negara seperti Jepang, Korea, dan Singapura telah mengadopsi batik sebagai salah satu pakaian yang digemari oleh masyarakatnya. Beberapa selebriti internasional juga mulai mengenakan batik dalam acara-acara resmi, seperti Beyonce yang mengenakan batik dalam acara Grammy Awards, Rihanna dalam acara Met Gala dan Tom Cruise pada saat syuting film Mission Impossible 5 di Maroko pada 2014 lalu. Hingga saat ini batik telah memiliki tempat tersendiri dalam industri fashion kontemporer yang mana batik tidak lagi sekedar menjadi pakaian tradisional. Namun juga telah berkembang dan diterapkan dalam kode haute couture maupun aksesoris seperti tas bahkan sepatu.

 Dengan ini batik membawa nama baik Indonesia serta mampu mendongkrak perekonomian nasional. Di tangan-tangan terampil dan inovatif batik mampu diaplikasikan dalam padu padan busana dan mode. Sebagai generasi penerus bangsa serta insan kreatif kita perlu bangga terhadap budaya yang bangsa kita miliki serta percaya diri menerapkan budaya tersebut dalam karya-karya kita. Sebab, mengharumkan nama bangsa bisa dilakukan dengan cara apapun yang sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing. Batik merupakan salah satu maha karya budaya bangsa yang harus dirawat dan dilestarikan. Filosofofi nilai-nilai budaya Nusantara juga dapat dijaga melalui penguatan budaya batik. Penguatan batik sebagai upaya membangun kepercayaan diri, sekaligus memperkuat identitas dan jati diri Bangsa.

MENGATASI BULLYING MELALUI EDUKASI AKHLAK USIA DINI

Oleh : Khanifah Auliana

Bullying menjadi hal yang sering dilakukan di kalangan saat ini bahkan anak-anak yang masih di bawah umur. Bullying merupakan suatu perilaku yang menindas atau mengintimidasi seseorang baik secara fisik maupun verbal. Oleh karena itu, bullying atau pembullyan jadi hal yang sangat dilarang untuk siapapun karena dapat mengakibatkan dampak buruk. Pembullyan sekarang ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja namun juga merambah ke anak-anak.

Maraknya bullying saat ini sangat perlu untuk di perhatikan lebih lanjut karena akan berpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, bullying saat ini bahkan sering dianggap wajar atau di normalisasi sebagian masyarakat tanpa melihat dampaknya terutama anak-anak. Kejadian bullying pada anak-anak masih sering terjadi biasanya di sekolah formal maupun non formal. Akhir-akhir ini bahkan sudah viral aksi pembullyan yang ada di salah satu sekolah menengah pertama.

Mirisnya aksi bullying siswa SMP itu sebelumnya di video oleh salah satu siswa dan di unggah pada media sosial. Setelah video itu di unggah, respon masyarakat pun langsung tuai kontra terhadap video bullying itu. Pelaku bullying bahkan langsung ditangkap oleh pihak kepolisian untuk di mintai keterangan terkait pembullyan di kalangan SMP ( siswa menengah pertama ). Akibat buruk dari bullying siswa SMP, korban mengalami luka-luka dan harus di rawat di rumah sakit. Pihak kepolisian juga masih mendalami kasus pembullyan itu sebab pelaku bullying masih dibawah umur dan ada hukum khuhus yang menanganinya.

Dari kejadian viral pembullyan di sekolah, membuat kita semua harus sadar akan pentingnya edukasi dalam berperilaku maupun bertutur kata melalui pembelajaran akhlak. Anak-anak sangat mudah meniru apa saja yang di lihat atau di dengar di lingkungan mereka. Peran penting orangtua dan masyarakat dalam mengedukasi anak-anak lewat penerapan akhlak bisa jadi solusi kedepannya agar mengurangi perilaku bullying. Cara lain yang bisa digunakan dengan menerapkan sanksi atau hukuman ringan untuk membuat anak-anak berfikir ulang setiap melakukan tindakan yang salah.

Penerapan edukasi dan pembelajaran akhlak bisa dimulai melalui media sosial karena anak-anak zaman sekarang lebih aktif menggunakan gadget. Tontonan atau informasi pada media sosial memerlukan penerapan khusus untuk anak-anak seperti yang diterapkan pada YouTube anak sehingga semua konten atau video bisa aman untuk di tonton. Tidak hanya fokus pada penerapan konten diperlukan juga pengawasan orangtua serta pihak-pihak yang berkaitan dengan anak-anak untuk membantu mengarahkan kepada perilaku yang baik. Anak usia dini merupakan usia emas. pada usia dini, seseorang akan mengnyimpan memori yang cukup lama. Hal ini dapat membentuk ruang bawah sadar seseorang, sehingga menentukan tindakan yang akan dilakukan. Siswa yang sejak usia dini dibiasakan untuk menghormati orang lain, terbiasa antri, terbiasa membuang sampah pada tempatnya, itu akan menjadi kebiasaan pada kehidupannya setelah dewasa. Sehingga, pendidikan akhlak yang efektif, idealnya dilakukan sejak usia dini

Judi Online marak tersebar : Begini Tafsir menurut Al Quran

Oleh : Tim Hijratunaa

Kemudahan dalam mengakses media sosial pada saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Meskipun media sosial memiliki dampak positif dan manfaat yang berguna namun ada pula dampak negatif yang perlu di cegah. Hal-hal negatif dari kemudahan media sosial bisa terlihat dari berbagai macam berita atau informasi yang menimbulkan kerugian. Hal tersebut menjadi keresahan masyarakat saat ini salah satunya terkait judi online.

Dalam agama Islam jelas saja judi sangat di haramkan atau di larang. Sebab judi dapat merugikan dan membuat lalai yang melakukannya. Dulu judi biasanya dilakukan dengan cara bergerombol dan sering terjadi di masyarakat pemukiman. Seiring kemajuan teknologi judi tak lekang hilang begitu saja, Nyatanya judi masih saja berkembang hingga ke versi online atau bisa di akses kapan pun hanya dengan gadget.

Maraknya judi online perlu di tindaklanjuti karena akan membawa dampak yang buruk kedepannya. Bahkan sekarang sudah banyak artis atau kalangan selebgram yang terjerat kasus penyebaran situs judi online. Kebanyakan dari mereka tidak mengetahui apa yang di promosikan sebab bentuk judi online yang hampir sama dengan game online. Oleh karena itu, bisa jadi evaluasi terkait pencegahan adanya situs judi online. Adapun Larangan judi dalam agama Islam yang tertera   dalam ayat Al Qur’an surah Al maidah: 90.

 

إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Artinya: Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (Q.S Al Maidah: 90)

Tafsir ayat tersebut menjelaskan adanya kaitan tentang perbuatan  yang haram dilakukan, termasuk salah satunya adalah berjudi. Di larangnya judi dalam agama Islam sudah sangat jelas tak terkecuali dengan judi online. Perbuatan judi harus di hindari karena sama halnya dengan berbuat dosa. Perbuatan judi juga dapat menimbulkan dampak negatif lainnya. Dampak negatifnya yaitu dapat melalaikan manusia terhadap Allah dengan lalai tidak beribadah, judi dapat menimbulkan manusia untuk selalu percaya pada keberuntungan dunia sehingga tidak bergantung dan melupakan rezeki dari  Allah. Selain itu, dengan berjudi akan menambah kemiskinan sebab selalu mempertaruhkan hartanya untuk dihabiskan dengan permainan judi yang akan membuat kecanduan. Ada pula dampak lainnya, yaitu meningkatnya rasa malas, tidak berfikir realistis, inginnya serba instan, dan tidak mau bekerja keras. Dari penjelasan tersebut bahwa kita semua hendaknya selalu menggunakan media sosial dengan baik agar bisa bermanfaat bagi khalayak umum. Serta kita sebagai generasi penerus harus berfikir smart dalam menggunakan gadget.

Kosmologi: Upaya Memahami Sang Pencipta Dengan Mengenal Ciptaan-Nya.

Oleh Shofi Nur Hidayah

Bumi adalah satu-satunya planet di semesta ini yang dapat dihuni oleh manusia, bumi merupakan planet ketiga terdekat dari matahari. Struktur penyusunnya berupa inti pusat, mantel berbatu, dan kerak yang padat sama seperti planet tresial lainnya. Selain itu bumi juga menjadi satu-satunya planet yang diketahui memiliki atmosfer dengan oksigen bebas serta lautan air cair dipermukaannya, sehingga memungkinkan menjadi tempat tinggal makhluk hidup.

Dilansir dari laman NASA, bumi terdiri dari empat lapisan utama yang dimulai dari inti dalam dan berada di pusat bumi. Kemudian lapisan itu diselimuti oleh inti luar, mantel dan kerak bumi. Inti bagian dalam merupakan bola padat yang tersusun atas logam besi dan nikel dengan radius sekitar 1.221 kilometer dengan suhu mencapai 5.400 derajat Celcius. Bila padat tersebut dikelilingi oleh lapisan inti luar dengan ketebalan mencapai 2.300 kilometer, material penyusunya berupa cairan besi dan nikel.

Diantara inti luar dan kerak bumi terdapat mantel bumi, yang merupakan lapisan paling tebal. Lapisan ini terbuat atas batuan cari yang panas dan kental dnegan ketebalan sekitar 2.900 kilometer. Sedangkan lapisan terluar adalah kerak bumi, rata-rata memiliki kedalaman sekitar 30 kilometer di daratan. Di dasar lautan, kerak bumi jauh lebih tipis dan memanjang sekitar 5 kilometer. Hal itu pula yang membuat buku menjadi satu-satunya planet dengan oksigen bebas di lautan air cair di permukaannya.

Alam semesta yang kita tinggali merupakan ciptaan Allah SWT yang luar biasa, termasuk didalamnya terdapat bumi, bulan, matahari dan sebagainya. Dalam Al-Qur’an sendiri persoalan penting yang banyak disebutkan adalah tentang alam semesta, ayat-ayat Al-Qur’an mengajak manusia untuk senantiasa memperhatikan dan memikirkan tentang penciptaan alam semesta, karena didalamnya ada tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Meskipun dalam ayat-ayat Al-Qur’an tersebut tidak dijelaskan secara rinci bagaimana penciptaan alam semesta terjadi, tapi fokus utamanya adalah hubungan antara Tuhan dan alam semesta. Dalam prinsipnya telah disepakati bahwa dalam proses penciptaan alam bahwa Allah SWT adalah Kholiq (Pencipta) dan alam merupakan makhluk (Ciptaan). Kajian tentang alam semesta ini disebut dengan kosmologi, dimana menurut pandangan Seyyed Hussein Nasr prinsip kosmologi islam ialah menetapkan keesaan Tuhan dan martabat wujud (Graduation of being) yang secara metafisik menjelaskan bahwa realitas pada dasarnya hanya satu, namun secara kosmologis, alam yang dapat dirasa dan dipikirkan ini merupakan salah satu dari beragam wujud yang ada.

Seluruh ilmu keislaman dan lebih khusus lagi kosmologi adalah untuk menunjukkan kesatuan dan saling keterkaitan dari segala eksistensi yang membawa kepada keesaan Ilahi. Dengan memahami penciptaan alam semesta kita semua diharapkan mampu mengingat keesaan serta kekuasaan Allah SWT. Bahwa tidak ada entitas lain yang mempu menandingi-Nya, karena itu lah semakin kita mengenal alam semesta yang merupakan hasil Ciptaan-Nya maka akan menambah ketaqwaan kita pada Allah SWT.

Batasi Penggunaan Ecommers Sebagai Usaha Mengikis Kesenjangan

penulis : tim hijratunaa

Hadirnya media sosial memang sangat mempermudah beragam aktivitas manusia, mulai dari ranah komunikasi hingga ekonomi. Tiktok saat ini menjadi trend center media sosial yang digandrungi oleh masyarakat dari anak kecil, remaja, dewasa, hingga orang tua. Mereka menggunakan aplikasi tersebut biasanya untuk sekedar mencari berita atau isu yang sedang hangat namun mereka juga menggunakannya sebagai media rekreasi. Continue reading “Batasi Penggunaan Ecommers Sebagai Usaha Mengikis Kesenjangan”