Korupsi Wujud Nyata Hilangnya Rasa Nasionalisme

Oleh : Khanifah Auliana

Kegiatan kecurangan yang dilakukan oleh para oknum tertentu demi keuntungan semata akan berdampak buruk jika terus dibiarkan. Kecurangan yang terjadi bahkan sudah terbiasa dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Mungkin saja kecurangan bermula dari hal sepele tapi akan sangat serius apabila tidak diberantas. Contoh saja di negara Indonesia ini, akan banyak ditemui fenomena-fenomena kecurangan dari mulai masyarakat bisa sampai kepada orang-orang yang berperan penting dalam memegang jabatan. Seolah kita takkan lupa bagaimana negara Indonesia yang demokrasi ini masih banyak tuntutan dan keresahan masyarakat pada kebijakan atau aturan pemerintahan.

Kebijakan atau aturan pemerintahan yang tak sesuai atau dinilai melenceng mampu membuat masyarakat ikut demo mengutarakan kekecewaan mereka pada pemerintah. Hal itu juga masuk kedalam kegiatan atau aktivitas yang curang jika benar-benar terbukti ada masalah pada kebijakan yang dibuat. Selain itu, tidak terbukanya atau kurangnya komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat membuat sebagian berfikir akan adanya tindak korupsi atau kecurangan dalam bidang aset keuangan. Korupsi bisa dipicu sebab adanya keuntungan yang didapat tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi.

Banyaknya kasus korupsi yang lagi-lagi belum bisa dikurangi hingga saat ini, menjadi masalah besar bagi masyarakat Indonesia. Korupsi bisa berawal dari kecurangan kecil dan akan terus menerus dilakukan. Tampaknya kita semua perlu adanya tindakan untuk bisa mengurangi tindakan kejahatan korupsi yang merugikan banyak orang. Seharusnya ketika kita semua diamanati untuk mengemban tugas dalam mewakili rakyat harus dijalankan sesuai undang-undang. Selain itu perlu ada sanksi tegas agar korupsi tidak diulangi terus menerus, korupsi bukan hanya dalam bentuk uang saja namun bisa barang atau lainnya.

Indonesia yang memiliki masyarakat dengan dominasi agama Islam dalam hal korupsi ini harus kita evaluasi kembali. Apalagi dalam Islam sudah jelas korupsi sangat dilarang bahkan dalam surat Al-Baqarah ayat 188 diterangkan :

وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ࣖ

” Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.”

Sudah jelas maknanya, apabila Allah melarang kita untuk makan harta dari orang lain atau mengambil hak orang lain. Perilaku tersebut sama dengan korupsi atau penyuapan dan akan mendapatkan dosa bagi yang sengaja melakukannya. untuk membentengi diri dari perilaku korupsi bisa dengan mengingat selalu larangan-larangan agama dan resiko yang akan ditanggung nanti di akhirat. Dengan menjauhi orang-orang yang mempengaruhi diri ke hal yang menuju ke korupsi serta selalu ingat akan sanksi yang diterima.

Gelaran MotoGP Mandalika 2023 Memberi Angin Segar Bagi Perekonomian Indonesia

Oleh Shofi Nur Hidayah

Hijratuna, Pekalongan– MotoGP kembali di gelar di sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu, (15/10/2023). Francisco Bagnaia (Ducati Lenovo) mengamankan posisi finish pertama Grand Prix of Indonesia 2023 di depan Maverick Vinales (Aprilia Racing) dan Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha).

Kemenangan Bagnaia  dari tim Ducati Lenovo itu diawali dengan memulai start dari posisi ke-13, dan menanjak naik secara fantastis memghadapi pembalap lainnya hingga akhirnya mencapai posisi pertama dalam seri ke-15 MotoGP 2023. Kemenangan Bagnaia yang sebelumnya pernah diraih di tahun 2022 itu membuatnya mengambil kembali alih klasemen sementara MotoGP 2023 dari Jorge Martin, yang terjatuh pada balapan utama di Mandalika. Gelaran MotoGP di Mandalika tahun ini juga diwarnai banyak hal menarik tak hanya dari sisi kemenangan Bagnaia. Para pembalap, baik dari kelas Moto3, Moto2, dan MotoGP tampak terkesan dengan balapan di Indonesia tahun ini. Beberapa hal unik dan menarik juga terjadi yang sukses membuat masyarakat turut bangga atas gelaran balapan dunia di Indonesia.

Hal menarik yang cukup menghebohkan masyarakat adalah  aksi pembalap tim Aprillia Racing, Maverick Vinales yang naik podium dengan mengenakan kostum Batman. Diketahui bahwa kostum tersebut dia dapatkan dari pengemarnya bernama Fajar, dan mendapat tantangan untuk mengenakan kostum tersebut dari rekan setimnya Aleix Espargaro. Selain Vinales, Jack Miller juga membuat masyarakat heboh karena momennya memanggul galon berisi air mineral di bahunya, layaknya warga lokal. Hak tersebut diunggah oleh akun Resmi MotoGP beberapa waktu lalu.

Tak hanya dari sisi pembalap MotoGP saja, hal menarik yang terjadi selama gelaran balapan Internasional tersebut. Seperti, tiket nonton MotoGP ludes terjual sebanyak 4.150 tiket pada 5 Oktober 2023. Data ini diambil dari Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), data ini juga diambil dari hasil penjualan tiket baik secara online maupun offline. Tidak hanya tiket saja yang habis terjual, beberapa hotel di sekitar sirkuit Internasional Pertamina Mandalika juga laris manis diisi oleh para penonton MotoGP. Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Provinsi NTB, okupansi hotel di NTB hampir penuh, dengan rincian di Mandalika mencapai 90 persen, di Kota Mataram mencapai 70 persen, Daerah Senggigi dan Lombok Barat penuh.

Hal tersebut tentunya menjadi angin segar bagi sektor pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, dampak positif dari adanya gelaran MotoGP di Mandalika ini menaikkan sektor pariwisata. Sekaligus mengenalkan keindahan pariwisata Nusa Tenggara Barat ke dunia luar dan membangkitkan perekonomian daerah. Gelaran MotoGP di Mandalika tahun 2023 ini juga merupakan kesuksesan bagi Indonesia karena akan mendukung 3 poin utama, yakni meningkatkan pariwisata, meningkatkan country branding, dan memastikan multiplier effect serta economy effect.

Hal ini selaras dengan pernyataan Fadjar Djoko Santoso, selaku Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero). Dikutip dari laman Liputan6.com Fadjar menyatakan “Event MotoGP di berbagai negara telah memberikan dampak perekonomian dan multiplier effect, termasuk si Indonesia. Sebagai BUMN, Pertamina mendukung penuh event internasional ini agar bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, termasuk para pelaku UMKM,” ujarnya, Kamis (12/10/2023)

Songsong Perdamaian Dunia Indonesia Terpilih Menjadi Dewan HAM PBB

Oleh: Intan Anggreaeni S

Pergolakan konflik antar negara sekarang ini semakin memanas hingga beberapa diantaranya sampai menimbulkan peperangan seperti yang terjadi pada Israel dan Palestina. Tidak hanya dua negara tersebut beberapa kurun waktu lalu dunia juga sempat dibuat heboh dengan adanya pemberitaan konflik antar dua negara yaitu Rusia dan Ukraina. Pergolakan antar negara tersebut tentunya juga menimbulkan dampak yang cukup serius bagi negara negara lainnya baik dalam bidang ekonomi maupun bidang perpajakan. Hal ini dikarenakan dengan adanya konflik tersebut membuat kenaikan harga pada komoditas tertentu.

Konflik antar bangsa tersebut adalah salah satu hal yang cukup serius dan harus segara diatasi mengingat dampak yang ditimbulkannya juga terbilang cukup luas. PBB merupakan garda terdepan dunia dalam menangani kasus ini. Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB merupakan sebuah asosiasi negara di dunia yang bekerja sama guna menuntaskan permasalahan terkait perdamaian dunia, menegakkan HAM,hingga mengembangkan kerja sama internasional. Melalui organisasi perserikatan bangsa bangsa tersebut diharapkan mampu mencari jalan tengan untuk konflik antar negara yang sedang berlangsung hingga saat ini.

Salah satu misi PBB yang saat ini sedang gencar gencarnya dilakukan adalah mengakan HAM atau Hak Asasi Manusia. PBB bahkan menunjuk beberapa negara anggotanya secara khusus guna mengatasi persoalan yang berkaitan dengan hal tersebut. Indonesia merupakan salah satu dari keempat negara lainnya yang terpilih menjadi dewan HAM PBB periode 2024-2026 mewakili Asia Pasifik. Ini merupakan keenam kalinya Indonesia terpilih menjadi Dewan HAM PBB dan pada tahun ini Indonesia memperoleh suara terbanyak denga hasil suara yang diperoleh mencapai 186 suara dari 192 negara yang hadir pada Sidang Umum di New York yang diselenggarakan pada 10 Oktober 2023 lalu.

Dalam siaran pers Retno Marsudi selaku Mentri Luar Negeri Indonesia menyatakan bahwa pada periode ini Indonesia akan memprioritaskan beberapa hal diantaranya yaitu meningkatkan kapasitas negara- negara dalam memperkenalkan dan melindungi HAM dalam hal ini Indonesia juga akan memastikan agar tidak ada negara yang tertinggal dalam proses pemajuan dan perlindungan terhadap HAM. Fokus Indonesia yang kedua yaitu meningkatkan intensitas dialod HAM antar negara baik di tingakt global maupun kelompok kawasan, misi yang ketiga yakni memperkuat implementasi nilai nilai universal deklarasi hak asasi manusia.

Melalui program tersebut diharapkan Indonesia dapat menjadi garda terdepan dalam pemajuan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Tidak hanya itu melalui program tersebut kita juga secara tidak langsung berperan dalam misi perdamaian dunia. Dengan terpilihnya Indonesia sebagai Dewan HAM PBB merupakan salah satu wujud memperjuangkan kemanusiaan dimana hal tersebut menjadi pilar penting mewujudkan lingkungan yang damai serta wujud nyata adanya moderasi beragama.

Nusaibah binti Ka’ab, sang Perisai Rasulullah

Oleh Shofi Nur Hidayah

Sahabat Rasulullah SAW sangat banyak yang terkenal sebagai pahlawan dengan keberania yang luar biasa baik laki-laki maupun perempuan. Salah satunya adalah Nusaibah binti Ka’ab Al-Anshariyah dia adalah seorang sahabat wanita Rasulullah SAW yang agung dan pemberani dalam berperang. Ia kerap dipanggil dengan nama Ummu Imarah dan dijuluki Sang Perisai Rasulullah. Julukan tersebut juga dia dapatkan atas keberaniannya melindungi Rasullullah di Medan perang

Beliau juga di juluki sebagai Hamra’ul As’ad yang berarti singa merah. Julukan tersebut juga dia dapatkan atas keberaniannya melindungi Rasullullah di Medan perang. Saat perang Uhud berlangsung, dan pasukan muslim dipaksa mundur pasukan musuh justru maju hendak melukai Rasulullah. Nusaibah yang melihatnya pun segera berlari untuk melindungi Rasullullah, tanpa pedang dan perisai. Hanya dengan segenap keberanian yang dia miliki untuk melindungi sang utusan Allah SWT bahkan ketika tubuhnya penuh luka sebab melindungi Rasullullah, Nusaibah malah tersenyum karena Rasulullah SAW berada dalam keadaan baik-baik saja.

Nusaibah merupakan sosok pahlawan yang tak pernah absen meninggalkan kewajibannya untuk berjihad ketika ada panggilan untuknya. Ia tidak takut mati di jalan Allah SWT dan seluruh perjuangannya ditujukan untuk kemuliaan dunia dan akhirat. Kisah tentang keberanian Nusaibah binti Ka’ab dalam melindungi Rasullullah merupakan salah satu kisah dari sekian banyak keberanian para sahabat. Di lansir dari buku 100 Muslim Paling Berpengaruh dan Terhebat Sepanjang Sejarah karya Teguh Pramono, Nusaibah binti Ka’ab pernah bercerita tentang kejadian Perang Uhud.

“Aku melihat orang-orang yang sudah menjauhi Rasulullah SAW hingga tinggal sekelompok kecil yang tidak sampai sepuluh orang. Aku, kedua anakku, dan suamiku berada di depan beliau untuk melindunginya. Kala itu, pasukan berkuda dari pihak musuh menyerang kami. Seandainya mereka berjalan kaki sebagaimana kami, insya Allah kami dapat mengalahkan mereka dengan mudah. Ketika ada seorang laki-laki berkuda mendekat dan memukulku, aku menangkisnya dan ia pun tidak bisa berbuat apa-apa. Ketika ia hendak merunduk untuk memukulkan pedangnya kepadaku, aku pukul urat kaki kudanya hingga jatuh terguling.

Melihat hal itu, Rasulullah SAW berseru, ‘Wahai putra Ummu Imarah! Bantulah ibumu! Bantulah ibumu!’ Kemudian, putraku membantuku untuk mengalahkan musuh hingga aku berhasil membunuhnya.Ketika Rasulullah SAW wafat, ada beberapa kabilah yang murtad dari Islam di bawah pimpinan Musailamah al-Kadzab. Khalifah Abu Bakar kemudian mengambil keputusan untuk memerangi orang-orang tersebut.

Saat itu juga, bersegeralah Nusaibah mendatangi Abu Bakar dan meminta izin untuk bergabung bersama pasukan lainnya. Dalam Perang tersebut, Nusaibah mendapatkan ujian yang berat. Putranya yang bernama Habib tertawan oleh Musailamah al-Kadzab dan disiksa dengan memotong anggota tubuhnya sampai mati syahid. Pada perang Yamamah, Nusaibah dan putranya, Abdullah, juga ikut memerangi Musailamah hingga tewas di tangan mereka berdua. Beberapa tahun usai Perang Yamamah, Nusaibah dinyatakan wafat.

Dari kisah keberanian Nusaibah binti Ka’ab diatas kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran untuk senantiasa berani untuk membela apapun dan siapapun yang berada di jalan yang benar. Karena Allah SWT pasti akan memberikan jalan pada siapapun yang memiliki niat mulia. Di zaman sekarang memang perang jarang terjadi, akan tetapi kita semua bisa berjuang dan berjihad membela kebenaran dengan kompetensi atau keahlian yang kita miliki. Semoga kita bisa seberani Nusaibah binti Ka’ab, sang perisai Rasulullah SAW yang membela Islam, kebenaran dan kemanusiaan, hingga akhir hayat.

Dari Limbah Menjadi Berkah

Oleh: Intan Anggreaeni S

Sampah merupakan permasalahan utama yang dihadapi oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Pemerintah telah berupaya menemukan solusi atas masalah ini, namun kesadaran masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan.Setiap hari, jumlah sampah terus bertambah dan kurangnya penanganan serius dapat mengancam keberlangsungan kehidupan masyarakat. Maka dari itu, penting untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah, dimulai dari diri sendiri. Daur ulang sampah menjadi pilihan efisien untuk mengurangi tumpukan sampah.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya menyikapi hal ini harus terus dipupuk tentunya dengan diiringi ketegasan dari pemerintah terkait hal ini. Jumlah sampah yang setiap hari mengalami lonjakan juga menjadi momok yang menghantui kehidupan kita. Sampai hari ini tercatat sebanyak 35 juta ton pertahunnya dan hanya sekitar 14% diantaranya sampah yang berhasil dimusnahkan. Hingga saat ini sekitar 37% jumlah sampah diantaranya yang belum terkelaola. Jumlah tersebut setara dengan 13 juta ton pertahunnya dan apabila tidak ditangani dengan serius tentunya akan menimbulkan persoalan yang serius bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat Indonesia.

Membahas mengenai persoalan sampah memang tidak akan ada ujungnya, karena sampah tiap harinya akan selalu bertambah namun tidak diimbangi dengan pengeolaannya sehingga sampah akan terus mengumpul menjadi gunungan setinggi puluhan meter. Kesadaran akan pentingnya pengolaan sampah harus kita tanamkan sejak sedini mungkin dan kita mulai dari hal yang paling kecil yaitu diawali dari diri kita sendiri. Mendaur ulang sampah merupakan salah satu cara efisen yang bisa kita lakukan saat ini, setidaknya dengan mendaur ulang sampah menjadi barang yang bernilai guna kembali bisa mengurangi jumlah tumpukan sampah yang ada.

Meskipun tidak semua sampah dapat didaur ulang, seperti sampah organik yang bisa dijadikan kompos atau pupuk, namun sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan botol bekas dapat diubah menjadi berbagai barang yang berguna, bahkan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan mengelola sampah, kita dapat menjaga bumi dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi semua makhluk hidup.

DP3A Bersama PPKB Kabupaten Pekalongan Melakukan Sosialisasi Ramah Perempuan dan Anak di Desa Sinangoh Prendeng, Pekalongan.

Oleh Shofi Nur Hidayah

Pekalongan –  Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) bersama Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Pekalongan melakukan sosialisasi desa ramah perempuan dan peduli anak  di Desa Sinangoh Prendeng pada Jum’at (13/10/2023). Sosialisasi ini bermaksud untuk memberikan pengetahuan terhadap seluruh masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan serta tumbuh kembang anak.

Program Desa Ramah Perempuan dan anak telah berlangsung sejak tahun 2022 di Desa Sinangoh Prendeng. Desa ini merupakan satu dari sekian desa yang terpilih sebagai desa ramah perempuan dan anak atas dasar beberapa pertimbangan oleh dinas terkait. Sejak ditetapkannya perdes yang mengatur hal tersebut perangkat Desa berusaha memberikan informasi mengenai aoatu desa ramah perempuan dan anak pada warga setempat. Sasaran pertama dari sosialisasi adalah organisasi perempuan (PKK) dan juga Forum Anak, agar informasi bisa tersalurkan dengan merata melalui dua organisasi tersebut. Harapannya organisasi perempuan dan anak akan menyalurkan informasi yang diberikan pada seluruh masyarakat.

Desa Sinangoh Prendeng merupakan desa yang nyaman dan memadai untuk mewujudkan program desa ramah perempuan dan anak, sebab masyarakat di sana juga mayoritas sudah mengenyam pendidikan wajib belajar sembilan tahun, bahkan banyak yang melanjutkan hingga ke jenjang SMA dan perguruan tinggi. Selain itu, di desa tersebut tidak ada pekerja dibawah umur maupun kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal ini dibenarkan oleh perangkat desa maupun masyarakat setempat. Robihin, S.pd. selaku Sekertaris Desa mengatakan bahwa “Sejauh ini pihak pemerintah desa belum pernah mendapatkan laporan terkait kasus kekerasan terhadap perempuan maupun anak. Beliau juga berharap bahwa kasus tersebut jangan sampai terjadi di Desa Sinangoh Prendeng.”

Desa  sinangoh Prendeng termasuk desa yang memiliki masalah relatif sedikit terkait isu perempuan dan anak. Messkipun demikian, tidak ada satupun daerah yang luput dari masalah. Salah satu masalah yang ditemukan di desa ini adalah adanya fenomena kecenderungan anak dibawah umur delapan belas tahun yang sudah kecanduan merokok.

Sosialisasi kali ini juga bertujuan untuk menyadarkan masyarakat agar meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat agar berperilaku bersih dan sehat. Sosialisasi ini melibatkan mahasiswa KKN angkatan 57 UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan kelompok 23 serta masyarakat setempat. Sosialisasi yang dilakukan oleh DP3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan juga menjelaskan dan memberi pengetahuan terkait bahaya rokok, hal ini di dasari oleh banyaknya anak di bawah usia delapan belas tahun yang sudah mulai mengkonsumsi rokok.

Dengan adanya sosialisasi ini harapannya dapat menyadarkan dan mencegah anak-anak mengkonsumsi rokok, selain itu juga menjadi perhatian bagi orang dewasa agar lebih bijak saat merokok. Seperti tidak merokok di dekat anak-anak, ataupun perempuan yang sedang hamil maupun menyusui. Sebab resiko kesehatan yang diterima oleh perokok pasif (Anak-anak  ibu hamil dan menyusui dll) jauh lebih besar daripada perokok aktif. Di Desa Sinangoh Prendeng sendiri di setiap kepala keluarga setidaknya ada tiga hingga lima anak. Oleh karena itu sosialisasi ini menjadi sangat penting dilakukan..

KHUTBAH JUMAT :  Larangan berharap selain kepada Allah

Oleh : Khanifah Auliana

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Allah SWT begitu luas baiknya anugerah kepada semua makhluk dengan penuh kelembutan, dengan penuh kasih sayang yang tak ada batasnya. Hadirin yang berbahagia, Sekarang ini kita semua hidup di zaman yang serba ada, seba bisa karena kecanggihan teknologi. Bayangkan kita semua dipermudah, mau makan tinggal klik, mau pulang nggak ada kendaraan tinggal klik hanya menggunakan benda pipih yang sering disebut gadget.

Tapi seiring adanya kemudahan tersebut justru seolah kita semua dijebak, ibaratnya ada 2 dunia yang kita tinggali bukan cuma dunia nyata saja namun dunia Maya atau media sosial. Semua orang bisa berinteraksi melalui media meskipun jaraknya jauh bahkan sampai luar negeri masih bisa berkomunikasi. Tapi balik lagi diantara dampak baik tersebut pasti ada beberapa dampak buruk lainnya. Mudahnya seseorang mengakses informasi itu justru jadi satu pintu menuju hal lain salah satunya melihat berbagai latar belakang orang lain hanya dengan lewat postingan mereka di media sosial. Kita semua berlomba-lomba memposting diri dengan versi terbaik, dengan prestasi bahkan kekayaan agar dipandang luar biasa. Karena hal itu, justru memberikan dampak buruk bisa terjadi, ketika orang lain memposting tentang harta pasti ada yang iri meskipun tujuannya bukan pamer.

Postingan-postingan tentang rumah, pekerjaan atau lainnya memang sah-sah saja namun balik lagi apakah hal itu akan berpengaruh ? Jelas saja setiap hari orang-orang akan melihat betapa enaknya mereka yang selalu memposting kehidupan mewahnya. Dibalik itu semua pasti ada sebagian orang yang merasa insecure dan ingin di posisi tersebut. Jika terus dibiarkan dengan segala cara orang-orang akan berusaha juga meninggikan standar hidup mereka bahkan caranya tak sesuai syariat. Memperkaya kehidupan atau hidup mewah dengan cara pesugihan merupakan cara yang sering digunakan karena enggan merasakan susahnya berusaha sehingga mereka yang melakukan pesugihan biasanya ingi cepat atau instan. Padahal pesugihan sangat dilarang dan diharamkan dalam Islam.

Berkaitan dengan hal ini, Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an :

surat an-Nahl ayat 98-99.

 فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (98) إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (99)

Artinya: Apabila kamu membaca Al–Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya (setan) atas orang-orang yang beriman dan dan berserah diri kepada-Nya.

Dalam makna ayat tersebut menjelaskan, jika hanya kepada Allah kita berharap dan berdoa, sehingga pesugihan dilarang karena menyekutukan Allah dan musyrik. Azabnya juga tidak main-main sebab di neraka nanti sungguh luar biasa bagaimana dosa yang ditanggung. Untuk memperkuat iman, perlunya menanamkan pikiran yang positif serta mendekatkan diri kepada Allah, mengunjungi majlis ta’lim dan belajar keagamaan. Selain itu mengurangi media sosial juga bisa jadi solusi yang baik agar kita tidak terlalu terpatok pada dunia maya. Bahwa berharap hanya kepada Allah dapat menumbuhkan sikap semangat dan optimis. Semangat, karena akan melahirkan jiwa yang profesional, selalu meningkagkan skill dan kwalitas, karena tidak pernah main mata menitpkan kepentingan kepada manusia. Melahirkan sikap optimis karena keyakinan bahwa Allah maha Besar dan Kaya. Fokus pada usaha dan meningkatkan kwalitas, dapat berjalan seiring dengan keyakinan, suatu saat, Sang Maha Besar dan Maha Kaya dapat membesarkan dan Mengkayakan usaha yang dilakukan.

Aniwayang: Cara Baru Kenalkan Budaya Lokal

Oleh:Intan Anggreaeni S

Sebagai negara yang dianugerai berjuta macam kebudayaan, Indonesia tentunya memiliki tantangan sendiri dalam menjaga keaneragamannya tersebut. Globalisasi dan zaman yang terus berkembang, membuat kita harus semakin sungguh sungguh menjaga warisan budaya agar tetap lestari. Generasi bangsa yang tumbuh beriirngan dengan kecanggihan teknologi juga menjadi tantangan sendiri untuk memperkenalkan kepada mereka mengenai apa itu budaya lokal dan beragam jenis kesenian di dalamnya. Pada umumnya mereka acuh tak acuh terhadap kebudayaan lokal dan enggan untuk masuk dan melestarikannya. Minat yang menurun akibat digerus arus globalisasi membuat pemerintah harus memutar otak agar mereka generasi bangsa dapat memiliki ketertaikan pada budaya lokal yang kita miliki.

Kecanggihan teknologi yang ada saat ini merupakan salah satu gerbang perubahan bagi Indonesia. Melalui teknologi dengan segala macam kecanggihannya kita dipermudah dalam mencari hal apa pun. Namun dibalik kecanggihannya tersebut jika tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya kecanggihan tersebut akan menjadi boomerang bagi penggunanya. Teknologi dapat menjadikan kita malas dan enggan untuk bersosialisasi dengan orang lain karena para penggunanya akan berfikit hal tersebut tidak lagi mereka butuhkan selagi ada smartphone digenggamannya. Dari hal hal kecil seperti itu lah yang membuat kita akan lupa mengenai beberapa hal yang besar lainya seperti budaya lokal yang tadi kita bahas.

Budaya adalah aset bangsa dan sudah seharusnya kita sebagai generasi penerus bangsa melestarikan dan memperkenalkan budaya tersebut kepada generasi selanjutnya. Namun pola kehidupan yang sudah berubah akibat kecanggihan teknologi menjadi tantangan sendiri dalam melestarikannya. Sehingga untuk mensiasati hal tersebut pemerintah ini Indonesia membuat inovasi baru yakni Aniwayang. Aniwayang merupakan gabungan dari animasi dan wayang dimana pagelaran wayang dikemas dengan menarik dengan menampilkan animasi sebagai tokoh utamanya sehingga dengan hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda.

Aniwayng memiliki tiga tokoh utama kakak beradik yaitu Cila, Cili dan Cilo. Animasi wayang ini digagas oleg Daud Budi Surya Nugraha yang bertujuan agar wayang tetap terjaga eksistensinya di era gempuran digitalisasi ini. Kepala Balai Media Kebudayaan (BMK) Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) menuturkan bahwa Aniwayang ini merupakan terobosan baru untuk memperkenalkan budaya lokal kepada publik yang dikemas secara digital dan akan tayang di televisi nantinya. Karena menurutnya generasi muda Indonesia membutuhkan alternatif tayangan yang berisi beragam kebudayaan daerah yang ada di Indonesia sekaligus memperkenalkannya kepada mereka.

Pengenalan budaya menggunakan aniwayang diharapkan dapat menuai respon positif dari masyarakat Indonesia, karena berupaya melestarikan budaya lokal yang kita miliki. Memperkenalkan sesuatu melalui wayang juga pernah dilakukan oleh Sunan Kalijaga ketika memperkenalkan agama Islam. Hal ini mencontohkan bagaimana sebuah kebudayaan dapat menjadi media penyebaran nilai-nilai kebaikan. Bangga pada tradisi, merupakan modal penting dalam membangun karakter, sekaligus jatidiri Bangsa.

Semangat Cinta Budaya Galeri Indonesia Kaya (GIK)

Oleh Shofi Nur Hidayah

Hijratuna, Pekalongan- Galeri Indonesia Kaya (GIK) sudah berdiri selama satu dekade dan telah menjadi ruang edutainment, atau ruang publik yang bersifat edukatif serta rekreatif  dengan fokus pada budaya nusantara yang berbasis teknologi digital. Ruang publik ini ditujukan bagi pecinta seni dan seluruh masyarakaat Indonesia.  Ruang edukasi ini merupakan persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation yang merupakan satu-satunya ruang publik, dimana didalamnya menghadirkan budaya Indonesia secara menarik melalui perpaduan konsep edukasi dan digital (12/10/2023)

Galeri Indonesia Kaya berlokasi di West Mall Grand Indonesia lantai delapan, Jakarta. Galeri ini terus menampilkan budaya nusantara berupa penampilan alat musk tradisional dari berbagai daerah, baju adat, seni tari, dan budaya lainnya yang dilakukan secara continue selama sepuluh tahun sejak pertama kali didirikan  pada tahun 2011 dan dibuka untuk umum pada tahun 2013. Ada berbagai pertunjukkan yang ditampilkan, mulai dari berbayar hingga pertunjukan yang dapat dinikmati secara cuma-cuma.

Adanya galeri Indonesia kaya juga membuka lapangan pekerjaan bagi ratusan lebih pekerja seni yang terlibat dalam berbagai kegiatan seni yang dipentaskan. Pementasan ini biasanya menampilkan seni tarian, teater, monolog, pertunjukan music, apresiasi sastra. Dan kunjungan budaya serta berbagai pertunjukan lainnya. Sudah ada ratusan pertunjukan yang pernah digelar selama satu decade terakhir, yang menujukkan seberapa keras penujukan eksistensi budaya nuasantara. Tidak hanya berfokus pada penegnalan budaya secara langsung atau offline dengan berbagai pertunjukan, galeri Indonesia kaya juga berinovasi dengan menghadirkan tujuh aplikasi yang hadir dalam bentuk projector mapping. Tujuh aplikasi ini sudah menggunakan teknologi sensor interaktif dan menenarik yang terdiri dari, Bersatu padu, selaras seirama, sajian rasa, arundaya, cerita kita, arungi, dan pesona alam.

Renitasari Adrian, selaku program director galeri Indonesia kaya (GIK) menjelaskan bahwa selama satu decade ini GIK telah berkontribusi sebagai panggung budaya, baik bagi pekerja seni maupun masyarakat umum dalam menampilkan pertunjukkan maupun kesenian di Indonesia yang bias dilakukan secara gratis. Harapan terbesarnya adalah GIK mampu memberi pengaruh serta dorongan pada seniman untuk berkembang dan mampu mewujudkan potensi dalam diri mereka yang bias diwujudkan dalam berbagai seni yang dimiliki Indonesia.

Dalam momen perayaan satu decade galeri Indonesia kaya ini terdapat program bertajuk #GIK1dekade:Kado untuk Sanggar, dari program ini harapannya dapat menjadi wadah bagi seniman tari dalam mengembangkan potensi, kegiatan belajar mengajar, serta membangun lingkungan atau ekosistem seni tari di daerah masing-masing, dimana sanggar tersebut berada. Program ini memiliki system para seniman tari mengirimkan proposal berisi ide dan konsep kreatif, kemudian dari pengiriman proposal itu akan dipilih sepuluh proposal terbaik yang berkesempatan mendapat uang pembinaan sebesar Rp 50.000.000. Pihak GIK berharap momen ini dapat memberi dukungan agar seni di Indonesia tetap lestari, serta menjadi bukti bahwa GIK menjadi bagian yan tidak terpisahkan dari kekayaan budaya di Indonesia.

Edukasi Langkah Awal Mewujudkan Kesetaraan Gender

Oleh : Khanifah Auliana

 

Pembahasan gender tampaknya tak akan pernah habis untuk dikulik karena terkait dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Baik laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan sifat dan kondratnya sejak lahir. Oleh karena itu, perbedaan sifat gender tersebut menjadi salah satu hal yang sering dipermasalahkan. Tak heran banyak kasus yang terjadi akibat ketidakpahaman terkait gender terutama kekerasan dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan. Apalagi sekarang ini begitu bebas dalam hal bermedia sosial, kita semua bisa melihat bagaimana kasus kekerasan merajalela meskipun tidak secara langsung atau verbal. Kekerasan yang dimaksud buka hanya terfokus pada fisik saja melainkan verbal atau tulisan. Selain itu, kini maraknya kekerasan seksual terjadi kebanyakan pihak perempuan yang jadi korban.

Kekerasan seksual memiliki arti kekerasan yang mengacu pada seks atau sensitif, korban yang mengalami kekerasan seksual ini banyak dari kalangan perempuan. Mengapa demikian? Sebab gender perempuan mengarah pada sifat atau kodrat yang mengartikan bahwa perempuan lemah lembut oleh karena itu, dari gender laki-laki akan menganggap perempuan itu lemah dan kalah. Padahal Allah SWT telah menerangkan pada Al-Qur’an bahwa laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama yang membedakan hanya pada sisi sifat kondratnya saja.

Dalam surat Al Imran ayat 195 menerangkan :

” Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain………”

Dari penggalan arti ayat diatas memiliki makna jika orang yang beramal tidak sia-sia, baik itu laki-laki atau perempuan. Dalam hal itu secara tidak langsung posisi antara laki-laki dan perempuan itu sama di mata Allah SWT. Kasus kekerasan seksual masih jadi masalah yang sampai saat ini perlu ditangani. Sayangnya beberapa pihak hanya menyudutkan korban atau dari sisi gender perempuan. Padahal pihak laki-laki juga perlu untuk sama-sama di edukasi agar tidak hanya menyalahkan terkait pakaian yang dikenakan perempuan. Dari sini kita bisa belajar untuk tidak menghakimi siapapun yang menjadi korban kekerasan seksual. Posisi menjadi korban tidaklah mudah apalagi untuk sekedar speak up pasti banyak pertimbangan karena takut dari tanggapan masyarakat.

Memberikan edukasi dari dini menjadi solusi yang cukup baik untuk laki-laki atau perempuan. Edukasi sejak dini akan menjadi kebiasaan, sekaligus dapat membentuk ruang bawah sadar seseorang. Terlebih bagi anak-anak yang sifat mereka suka mencontoh hal apapun dari melihat atau mendengar. Perlu diperhatikan bagi orangtua untuk membimbing anak-anaknya agar tidak salah mengambil tindakan. Edukasi tidak hanya pada contoh yang baik atau dilarang namun pembelajaran pada keagamaan juga sangat penting. Nilai-nilai agama perlu ditanamkan sejak dini supaya apapun bentuk aktivitas akan dipertimbangkan baik buruknya sehingga kekerasan seksual dapat dicegah. Nilai agama itu, muaranya adalah keadilan, kebaikan keharmonian, serta kesejahteraan bagi kemanusiaan.