KHUTBAH JUMAT : Meningkatkan ketakwaan dengan mengingat Allah

Oleh : Khanifah Auliana

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Allah SWT begitu luas baiknya anugerah kepada semua makhluk dengan penuh kelembutan, dengan penuh kasih sayang yang tak ada batasnya. Hadirin semuanya, kepercayaan atau agama yang kita ambil pasti punya aturan-aturanny sendiri.

Dalam agama Islam kita diperintahkan untuk percaya kepada maha pencipta yaitu Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta ini dengan indahnya. Dengan itu kita  harus percaya dan yakin apapun itu kepada Allah SWT. Berharap dan meminta segela kemudahan atas musibah atau ujian Yang sedang dijalani atau kebimbangan yang ada di kehidupan kita. Percayakan semua pada Allah, kita ikuti alurnya insyaallah jalan yang kita lalui akan selalu Allah ridhoi.

Sebab di dunia ini ibaratnya kita numpang sebentar ketika nanti di akhirat akan ada masa nyatanya kita benar-benar abadi. Oleh karena itu jadikan kehidupan di dunia ini menjadi peluang agar selalu berbuat kebaikan, menjalankan perintah Allah dan menjauhi maksiat-maksiat yang sangat mudah ditemui. Tingkatkan iman untuk selalu mengingat kepada Allah, jangan goyah atas godaan-godaan yang ada. Tetap memegang teguh prinsip kita dalam beribadah kepada Allah SWT. Dalam Quran surat Al-Hadid ayat 20 diterangkan :

اِعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَا لَعِبٌ وَّلَهۡوٌ وَّزِيۡنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٌ فِى الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَوۡلَادِ‌ؕ كَمَثَلِ غَيۡثٍ اَعۡجَبَ الۡكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيۡجُ فَتَرٰٮهُ مُصۡفَرًّا ثُمَّ يَكُوۡنُ حُطٰمًا‌ؕ وَفِى الۡاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيۡدٌ ۙ وَّمَغۡفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضۡوَانٌ‌ؕ وَمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الۡغُرُوۡرِ

Artinya : Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.

Dalam ayat tersebut, dipahami bahwa kehidupan ini memang sementara, kita semua akan ad masanya untuk dipanggil oleh Allah atau ibaratnya meninggalkan dunia ini. Lalu apa yang harus kita lakukan sebelum giliran tersebut? Banyak-banyak beribadah, bersyukur, meningkatkan ketakwaan dengan melaksanakan kebaikan-kebaikan. Masih banyak hal yang perlu kita perbaiki sekarang sebelum terlambat. Karena kematian tak pandang bulu, entah itu bayi, muda atau tua semua akan bergiliran tinggal bagaimana amal kita nanti yang akan dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, mari kita sama-sama introspeksi diri, yang tadinya malas sholat sekarang perbaiki sholatnya agar tidak bolong-bolong. Yang tadinya malas untuk ke masjid usahakan meluangkan waktu ke masjid, hal-hal kecil itu kalau dirubah pelan-pelan akan jadi kebiasaan yang baik pula.

Gelaran Ekspo Kemandirian Pesantren UIN Gusdur Semarakkan Hari Santri Nasional

Oleh Shofi Nur Hidayah

Hijratuna, Pekalongan – Tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN) untuk memeriahkan peringatan tersebut UIN K.H Abdurrahman Wahid mengadakan acara Ekspo Kemandirian Pesantren se-eks Karisidenan Pekalongan.  Pada tanggal 19-20 Oktober 2023 di halaman gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam kampus 2 Jl. Pahlawan, Kajen, Pekalongan. Ekspo ini bertujuan sebagai publikasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait keberadaan pondok pesantren, memberikan ruang bagi santri dan pondok pesantren dalam berkarya dan mempublikasikan hasil karya, menjalin silaturahim dan networking yang moderat antara pesantren, pemerintah, stakeholder, dan perguruan tinggi.

Dr. H Muhlisin M.Ag. selaku wakil rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN K.H Abdurrahman Wahid menjelaskan bahwa, “Dalam ekspo ini terdapat 72 stand, yang terdiri dari 55 stand dari pondok pesantren yang masuk dalam penerima  program Inkubasi Bisnis Kemenag, 3 stand non program Inkubasi Bisnis Kemenag, dan 14 stand dari lembaga internal,” ujarnya dalam laporan kegiatan pada pembukaan Ekspo Kemandirian Pesantren, Kamis (19/10/2023).

Ekspo Kemandirian Pesantren ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) yang bertema “Jihad Santri Jayakan Negeri”. Ekspo ini diikuti oleh beberapa pondok pesantren yang ada di se-eks Karisidenan Pekalongan, mulai dari Kabupaten Brebes hingga Kabupaten Batang. Berbagai produk unggulan dari santri dan pondok pesantren dihadirkan dalam eskpo tersebut. Diantaranya adalah, produk perdagangan, perbengkelan, produk garmen, laundry, jasa/percetakan, dan sebagainya.

Ani Sa’adah M.Si. selaku perwakilan dari Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah juga menyebutkan dalam sambutannya, “Jihad santri saat ini dalam mengisi kemerdekaan bukan lagi tentang mengangkat senjata. Melainkan bagaimana memanfaatkan teknologi, kreativitas, dan produktivitas santri agar bisa mengikuti perkembangan sekaligus mempu bertahan dalam tantangan zaman,” jelasnya. Harapannya dengan diadakannya kegiatan ekspo ini santri menjadi lebih mandiri dan percaya diri atas kemampuan dan kreativitas yang dimiliki. Serta membangun citra positif pondok pesantren di lingkungan masyarakat.

Spirit Agama pada Pembangunan Desa Ramah Perempuan dan Anak

Oleh Shofi Nur Hidayah

Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu desa ramah perempuan dan anak berdasarkan keputusan dari pihak kecamatan setempat. Wacana tersebut sudah ada sejak tahun 2021 namun belum ada Peraturan Desa (Perdes) atau pembentukan kebijakan khusus yang mengatur hal tersebut. Sehingga hingga tahun ini belum ada progres dari wacana Desa Ramah Perempuan dan Anak. Rencananya Perdes akan segera di keluarkan pada akhir tahun 2023 ini.  Meski begitu Desa Kesesi terpilih menjadi salah satu Desa Ramah Perempuan dan Anak karena lingkungannya yang aman dari kekerasan baik pada perempuan maupun anak. Selain itu tidak ada juga pekerja di bawah umur di desa tersebut, sehingga memenuhi indikator desa ramah perempuan dan anak.

Setiap desa tentu memiliki masalahnya sendiri, sama seperti yang dihadapi oleh Desa Kesesi. Mayoritas penduduk di Desa Kesesi termasuk dalam usia produktif, sebab penduduk usia 25-50 tahun cukup banyak dan tersebar di 13 RW dan 50 RT. Taraf pendidikan masyarakat masih mayoritas SD dan SMP meskipun untuk generasi muda sudah banyak yang menempuh pendidikan SMA. Desa Kesesi termasuk dalam desa agraris, dimana banyak wilayah lahan dan sawah di Desa tersebut, akan tetapi petani maupun buruh tani di Desa Kesesi tidak beregenerasi. Hal ini dikarenakan penduduknya memilih merantau ke luar kota ketika lulus sekolah.

Sedangkan yang mendiami desa tersebut adalah orang-orang yang sudah berumahtangga, anak-anak dan remaja yang masih mengeyam pendidikan SMP maupun SMA. Hal ini tentu berdampak pada pemberdayaan masyarakat, sebab organisasi perempuan dan anak tidak bisa berjalan dengan maksimal. Ini juga menjadi tantangan terbesar dari Desa Kesesi dalam merealisasikan program kerja Desa yang telah direncanakan. Asma, selalu Sekertaris Desa Kesesi menyebutkan “Masyarakat di desa ini cenderung memprioritaskan kepentingan pribadi, dibanding dengan mengikuti kegiatan desa seperti PKK. Kader-kader yang ada memang banyak, tapi yang benar-benar mau terus aktif bisa dihitung jari,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kepala Desa Kesesi pada Rabu (18/10/2023).

Asma juga berharap dengan adanya KKN 57 UIN K.H Abdurrahman Wahid yang ada di Desa Kesesi tahun ini bisa membantu dalam membangun desa dan memberdayakan masyarakat. “Anak-anak KKN bisa memberikan contoh kegiatan di masyarakat yang nantinya bisa dilanjutkan oleh masyarakat setempat ketika KKN telah selesai,” ujarnya. Keterlibatan warga setempat dalam membangun desa merupakan hal yang sangat penting, sebab maju atau tidaknya suatu daerah bergantung pada penduduk yang mendiaminya. Lagi-lagi membentuk suatu daerah yang baik, nyaman, dan terberdaya tidak bisa dilakukan oleh satu dua pihak saja melainkan seluruh lapisan masyarakat. Baik dari warga setempat, pemerintah daerah, bahkan dinas-dinas terkait karena hal ini merupakan misi besar yang tidak bisa ditanggung oleh pemerintah atau masyarakat saja.

Dalam Islam membangun sebuah daerah juga telah dijelaskan dalam surah An-Nahl ayat 112 yang artinya: “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rizkinya daya kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; oleh karena itu Allah menimpakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebebabkan apa yang telah mereka perbuat”. (QS. An-Nahl: 112).

Ayat tersebut menyiratkan pentinya agama dan ketakwaan bagi Pembangunan sebuah daerah. Ketakwaan yang dimaksud bukanlah ketakwaan passif yang hanya terjebak pada simbol belaka. Ketakwaan yang membawa kesejahteraan adalah ketakwaan aktif. Misalnya, spirit agama menjadikan jiwa yang tenang, damai, harmoni dst. Dari jiwa yang tenang itu, kegiatan perekonomian dilakukan semata-hata mengharap Ridlo-Nya. Sehingga, tidak ada eksploitasi, keserakahan, saling sikut, saling menjatuhkan dst. Negeri atau daerah yang indah dengan sendirinya akan tercipta jika menjadikan agama dan ketakwaan dalam pengertian yang aktif, sebagai perhiasan dalam kehidupan sehari-hari

Tradisi Manten Kucing Sisi Lain Budaya Lokal

Oleh : Khanifah Auliana

Indonesia saat ini mengalami cuaca yang cenderung cukup panas, tak heran banyak berita-berita bermunculan terkait kabar pemanasan global yang sangat berpengaruh. Selain itu, musim kemarau bulan ini memang memberikan dampak bagi daerah-daerah di Indonesia. Dampak musim kemarau yang berkepanjangan ini membuat sebagian irigasi dan perairan menjadi kering. Banyak pula daerah-daerah yang mengalami kekeringan karena mata air terutama sumur juga ikut mengering. Hal tersebut membuat masyarakat khawatir akan dampak kedepannya jika kekeringan masih terus berlanjut. Apalagi belum ada tanda-tanda hujan akan datang, setidaknya supaya bisa memulihkan kekeringan. Bahkan kabarnya akibat musim kemarau dan panas yang tinggi ini berakibat pada es kutub yang mulai mencair. Kabar itu tentunya tidak baik sebab jika es kutub mencair maka volume air laut akan semakin bertambah ke daratan.

Untuk menanggulangi hal tersebut, masyarakat sekitar memiliki ide masing-masing agar bisa mendapatkan air yang cukup. Dari mulai menggunakan cara religius hingga tradisi lama yang diprediksi bisa menurunkan hujan. Jika dalam agama Islam, ada cara untuk mendatangkan hujan salah satunya yaitu dengan sholat istisqo’ dengan harapan meminta mata air yang akan turun menjadi hujan. Indonesia yang terkenal dengan keanekaragaman pasti ada tradisi unik lain dalam menangani krisis air atau kekeringan, keunikan meminta hujan ada juga di daerah Tulungagung Jawa timur. Masyarakat Tulungagung punya cara tersendiri untuk meminta hujan dan cara ini terlihat sangat unik yang diberi nama manten kucing. Kata manten memang tak asing bagi kita, manten artinya Pengantin sedangkan kucing adalah salah satu hewan yang biasa dipelihara.

Kalau disambung nama manten kucing berarti pengantin kucing, agaknya nama tersebut terdengar asing di telinga kita. Namun tradisi manten kucing memang benar adanya dan jadi ciri khas ketika musim kemarau tiba. Bahkan tradisi tersebut telah ada puluhan tahun lalu didaerah tersebut. Mulanya dulu saat musim kemarau masyarakat sangat sulit mencari air. Nenek moyang masyarakat menggunakan cara manten kucing supaya hujan dengan cara menikahkan dua kucing laki-laki dan perempuan. Nantinya dia kucing tersebut diarak keliling desa seperti layaknya pernikahan manusia. Konon tak berselang lama setelah tradisi manten kucing dilakukan hujan datang. Selain rangkain itu, ada serangkaian lain yaitu berdoa bersama untuk melestarikan gotong royong masyarakat serta menciptakan kedamaian.

Secara logika, mengaitkan tradisi manten kucing dengan cuaca memang tidak ada hubungan. Tradisi ini menunjukkan kuatnya aspek mistik dan tradisionalitas dalam tradisi Masyarakat kita. Di tengah sesaknya polusi modernitas yang membawa rasionalitas tanpa batas, nilai-nilai kearifan lokal seringkali dibutuhkan untuk menetralisirnya. Manten kucing. Tradisi yang cukup unik. Adakah tradisi serupa di daerah lain?

Kronologi Kecelakaan KA Argo Wilis dan Argo Semeru di Wates

Oleh: Intan Anggreaeni S

Hijratuna-Pekalongan, transportasi merupakan salah saru sarana yang sangat urgen dan dibutuhkan oleh masyarakat. Beragam moda transportasi dari mulai darat, udara, hingga laut juga telah mengalami banyak perubahan dan kemajuan. Namun dari ketiga jenis moda transportasi yang ada transportasi darat lah yang paling banyak menyedot atensi dari masyarakat selain karena aksesnya yang mudah dan cepat moda transportasi ini juga gampang dijumpai. Selain itu transportasi jenis ini juga terdapat beragam jenis di dalamnya seperti sepeda, motor, becak, bus, mobil, kereta api, dsb. Namun justru karena banyaknya kendaraan yang ada membuat jalanan menjadi ramai dan macet terutama pada jam jam sibuk ketika berangkat dan pulang jam kerja.

Sehingga untuk mesiasati hal terebut pemerintah juga secara intens dan masif memperkenalkan moda transportasi umum bagi masyarakat. Bahkan dibeberapa kota besar sekarang ini sudah terdapat busway dalam kota seperti transjakarta sebagai opsi agar terhindar dari kemacetan. Moda transportasi umum lainnya yang banyak digandrungi masyarakat ialah kereta api. Transportasi tersebut banyak menjadi pilihan masyarakat karena beberapa kelebihan. Diantaranya yaitu biayanya yang ramah, memiliki daya tampung yang banyak, waktu tempuh yang pasti, dan mudah untuk dijangkau.

Atas beberapa keunggulan tersebut kereta api menjadi moda transportasi unggulan bagi masyarakat Indonesia khususnya. Namun dibalik kelebihannya tersebut tentunya setiap moda transportasi juga memiliki beberapa resiko, tidak hanya kereta api namun juga transportasi yang lainnya. Sehingga kita harus lebih mawas diri dan berhati hati ketika berkendara atau menaiki transportasi umum. seperti yang terjadi pada kasus anjloknya kereta Argo semeru pada selasa, 17 Oktober 2023 lalu. Kereta tersebut tergelincir dari rel sekitar pukul 13.15 WIB ketika sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta.

Kejadian tersebut terjadi di perlintasan jalur kereta ruas 520+4 petak tepatnya di wilayah Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo. Namun naasnya setelah kejadian tersebut dari arah berlawanan terdapat KA Argo Wilis yang juga melintas sehingga menabrak gerbong kereta Argo semeru yang sedang mengalami kendala pada saat itu. Walaupun KA Argo Wilis sempat melakukan pengereman namun senggolan antar gerbong kererta sudah tidak dapat dihindarkan.

Dilansir dari laman berita resmi CNN Indonesia pada kejadian tersebut beruntuk tidak ada korban jiwa, namun menurut keterangan yang dihimpun dari  TRC BPBD DIY terdapat 8 orang luka ringan dan 1 kasus dislok yang dilarikan ke rumah sakit terdekat. Atas kejadian ini beberapa perjalanan kereta yang melintasi wilayah Wates-Sentolo akan diberlakukan rekayasa pola oprasi memutar. Pantauan dilokasi menunjukan saat ini kereta Argo Wilis telah berhasil meninggalkan TKP pada pukul 16.12 namun KA Argo Semeru masih terpantau belum dapat dievakuasi.

Refleksi Ketakwaan Melalui Kekeringan Panjang

Oleh Shofi Nur Hidayah

Tahun 2023 menjadi tahun yang terasa sangat panas, hal ini dikarenakan kekeringan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hal ini rupanya telah di perkirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sejak Februari lalu. Dilansir dari Republika.co.id Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyebutkan bahwa musim kemarau kali ini dipengaruhi oleh angin dari Australia, namun disertai dengan adanya anomali iklim yang disebut El-nino. Perkiraan musim kemarau ini akan berlangsung mulai Juli hingga akhir Oktober 2023 dan hujan diprediksi mulai turun pada bulan November mendatang.

Musim kemarau ini menyebabkan kekeringan di beberapa daerah, beserta cuaca panas terik hampir sepanjang hari. Adanya pengaruh El Nino, Indian Ocean Dipole Positif, dan gerak semu matahari mengakibatkan suhu makin relatif panas dan kekeringan terjadi di mana-mana. Hal ini makin di perparah dengan hujan yang tak kunjung turun. Guna meminimalisir kekeringan makin parah, BMKG telah melakukan persiapan. Diwkorita Karnawati menyebutkan, “Kami melakukan hujan buatan untuk membasahi lahan kering karena sudah tahu sebelumnya tidak kaget,” ujarnya.

Kekeringan ini juga berdampak pada kurangnya debit air yang berguna untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, perkebunan dan lain-lain. Perekonomian masyarakat juga menurun karena adanya kekeringan di tahun ini, terutama bagi para petani. Kekurangan air berpengaruh pada menurunnya produksi hasil tani, terjadinya puso, dan gagal panen sehingga berimbas pada pendapatan para petani maupun buruh tani. Selain itu kekeringan juga memberikan dampak bagi kesehatan manusia.

Dampak kesehatan tersebut diantaranya adalah masalah paru-paru, kemarau panjang dapat mengakibatkan meningkatnya polisi udara. Sebab, frekuensi hujan akan berkurang, padahal hujan bisa membersihkan polutan-polutan. Adanya polusi udara baik di dalam maupun diluar ruangan dapat berhubungan langsung dengan sel paru-paru saat kita bernafas. Selain masalah paru-paru, kemarau juga bisa mengakibatkan masalah berupa dehidrasi, penyebaran agen penyakit seperti diare, kolera, dan wabah penyakit lainnya. Tak hanya itu, kemarau juga berimbas pada mata akibat udara yang panas dan debu berterbangan.

Diantara banyaknya dampak negatif dari adanya kemarau panjang ini, kita juga dituntut untuk memiliki rasa sabar yang tinggi. Terutama dalam menunggu hujan pertama yang akan mengakhiri musim kemarau tahun ini. Adanya fenomena alam ini patutnya mengingatkan kita pada Sang Pencipta, sebab hanya pada-Nya kita bergantung atas segala sesuatu termasuk memohon hilangnya musim kemarau ini. Selain menjadi cobaan bagi semua umat manusia, kemarau juga mengajarkan pada kita untuk yakin atas pemeliharaan Allah SWT pada semua Ciptaan-Nya. Semua yang ada di alam semesta ini tidak luput dari pengawasan-Nya, oleh karena itu kita perlu bertawakal dan semakin memupuk keyakinan bahwa pertolongan Allah akan datang dan nyata.

Keselarasan Budaya Lokal Sintren Dengan Ajaran Islam

Oleh Khanifah Auliana

Indonesia memiliki beragam suku, ras dan budaya tak heran negara kita ini dijuluki sebagai negara dengan keberagaman karena begitu ada banyak macam didalamnya. Salah satu kebudayaan Indonesia yang masih dilestarikan sampai saat ini adalah Sintren. Pagelaran sintren di Indonesia sudah menjadi hal yang tidak asing lagi. Budaya sintren memang ada sejak dulu, pagelaran sintren biasanya dilakukan dengan menampilkan tarian seorang perempuan yang berpakaian kebaya khas dengan berkacamata. Tarian itu juga akan diiringi musik, selain itu Sintren juga masuk dalam kesenian tari tradisional dari suku Jawa.

Kesenian Sintren masih terus dijaga sampai saat ini, ada tujuannya dari terciptanya tari Sintren tersebut. Dahulu kala Sintren diciptakan untuk memanggil hujan atau ritual pemanggil hujan saat masyarakat mengalami kekeringan. Oleh karena itu Sintren mengandung makna magis yang masih melekat dibenak masyarakat sampai saat ini. Bahkan konon katanya penari Sintren tidak sadar saat dirinya menari karena ada tradisi khuhus sebelum melakukannya.  Tak heran pelaksanaan kesenian Sintren masih sakral sampai saat ini, namun ada anggapan lain Sintren bisa jadi hiburan dengan melestarikan budaya. Sisi magis dalam Sintren sebenarnya masih dipertanyakan sampai saat ini apakah masih boleh dilaksanakan atau tidak. Perkembangan zaman serta pemahaman tentang agama terkait Sintren jadi perbincangan. Akan tetapi jika kita memiliki tujuan melestarikan kesenian Sintren agar tidak hilang maka sah-sah saja namun sisi magis nya harus dihilangkan agar tidak muncul kepercayaan selain pada tuhan.

Dalam surat Al-hujurat ayat 13 juga diterangkan tentang adanya keberagaman suku yang ada di muka bumi ini salah satunya kebudayaan.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ –

Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”

Dari ayat tersebut telah disebutkan bahwa memang Allah SWT sudah menciptakan manusia dalam perbedaan suku atau bangsa. Artinya semuanya memang berbeda namun tetap saling menciptakan kesatuan agar damai dan rukun. Tidak ada salahnya perbedaan menghalangi kita semua untuk saling tolong menolong atau toleransi satu sama lain. Sintren jadi salah satu kesenian budaya yang harus terus dijaga dengan tujuan yang baik. Selain itu, mengenalkan para generasi muda supaya cinta tanah air dengan segala ciri khas budaya yang ada. Generasi mudah punya peluang besar untuk mendorong majunya kebudayaan lokal bahkan sampai dikenal ke internasional.

Gerhana Bulan Sebagian, Tanda Kebesaran Allah SWT

Oleh Shofi Nur Hidayah

Gerhana bulan adalah suatu fenomena alam di mana cahaya matahari terhalang oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Bukan ini diperkirakan akan terjadi gerhana bulan sebagian, berdasarkan press release Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Gerhana bulan sebagian diperkirakan akan terjadi pada akhir Oktober 2023 nanti, tepatnya pada Minggu 29 Oktober 2023 yang akan berlangsung selama 4 jam 28 menit 10 detik. Sedangkan lama waktu atau durasi parsialitas, yakni lama waktu dari fase gerhana sebagian mulai hingga gerhana berakhir berlangsung selama 1 jam 18 menit 57 detik.

Gerhana bulan dapat terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan. Pada fase purnama, gerhana bulan sebagian akan terjadi saat posisi bulan -matahari-bumi sejajar. Fase tersebut membuat sebagian piringan bulan masuk ke umbra (Bayangan bagian dalam yang lebih gelap) bumi, akibatnya saat puncak gerhana terjadi bulan akan terlihat berwarna gelap sedikit kemerahan di bagian yang terkena umbra bumi tersebut. Fenomena ini dapat dinikmati di beberapa wilayah, yakni Di Papua, sebagian besar Papua Barat, dan sebagian Maluku. Dimana wilayah ini bisa menyaksikan gerhana bulan sejak awal hingga terbenam saat fase gerhana bulan sebagian sedang berlangsung.

Dilansir dari siaran press idak hanya di tiga wilayah tersebut saja gerhana bulan sebagian juga bisa disaksikan di sebagaian kecil wilayah Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, NTB, NTT, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sebagian Kalimantan Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan sebagian Jawa Barat. Di wilayah-wilayah tersebut bisa melihat fase gerhana bulan sebagian dari awal hingga fase gerhana berlangsung.

Akan tetapi untuk pengamat di wilayah barat, yakni sebagian  Kalimantan Barat, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh berkesempatan menikmati gerhana bulan sebagian dari awal hingga akhir. Adapaun waktu setiap fase gerhana bulan sebagian, antara lain: gerhana dimulai pukul 01.00 WIB, 02.00 WITA,  dan 03.00 WIT, gerhana sebagian mulai pada 02.34 WIB, 03.34 WITA, 04.34 WIT, puncak gerhana bulan mulai pada pukul 03.14 WIB, 04.14 WITA, 05.14 WIT, gerhana bulan berakhir 03.53 WIB, 04.53 WITA, 05.53 WIT dan gerhana bulan berakhir pada pukul 05.28 WIB, 06.28 WITA, 07.28 WIT.

Dalam pandangan Islam sendiri adanya gerhana baik gerhana bulan ataupun matahari terjadi karena merupakan suatu tanda kebesaran Allah SWT. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari. Dari Al-Mughirah Ibn Syubah r.a diriwayatkan bahwa ia berkata terjadi gerhana matahari pada hari meninggalnya Ibrahim. Lalu ada orang yang mengatakan bahwa gerhana itu terjadi karena meninggalnya Ibrahim. Mendengar itu maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua dari tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak gerhana karena meninggal atau hidupnya seseorang, dan apabila melihat itu, maka berdoalah kepada Allah dan kerjakanlah shalat sampai matahari itu terang (gerhana selesai). H.R Bukhari.

Keutamaan Sholat Gerhana Bulan

Oleh :  Khanifah Auliana

Gerhana bulan merupakan suatu fenomena alam yang biasa terjadi setiap periode yang sudah diprediksi. Gerhana bulan terjadi apabila posisi matahari bumi dan bulan bersejajar sehingga sinar matahari hanya akan menyinari bumi dan akan menyebabkan bayangan bumi menutupi bulan. Fenomena gerhana bulan sering kali jadi momen yang ditunggu-tunggu sebab fenomena tersebut unik dan butuh waktu lama untuk melihatnya kembali. Tak heran saat momen gerhana bulan tiba, masyaraka akan melihat langsung ke daerah tertentu yang sudah diprediksi munculnya gerhana bulan. Selain keunikan fenomena alam, ternyata gerhana bulan dalam pandangan Islam memiliki makna atau keutamaan tersendiri. Salah satunya saat gerhana bulan tiba dianjurkan untuk sholat sunah yang biasa disebut sholat gerhana. Bukan hanya semata-mata sholat sunah saja, namu ada keutamaan dibalik itu semua. Ada makna dan manfaat ketika kita melaksanakan sholat sunah gerhana bulan. Bahkan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari menyampaikan seperti berikut ini:

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَة ِ

Artinya: “Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan), maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat,” (HR Bukhari).

Dalam hadis tersebut Rasulullah menganjurkan kepada kita semua untuk melaksanakan sholat sunah saat gerhana bulan tiba. Hukum sholat gerhana bulan juga masuk dalam sunah muakadah yaitu sangat dianjurkan. Tentunya ada keutamaan yang penting jika kita telaah lebih dalam. Salah satu keutamaannya jika dengan niat yang benar beribadah kepada Allah maka akan diampuni segala dosa-dosanya dengan perbanyak doa, dirikan sholat dan takbir saat terjadi gerhana. Lalu bagaimana sih niat sholat sunah gerhana bulan ? dan tata caranya ?

  1. Niat Salat Gerhana Sendiri

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى .

Artinya: Aku niat salat gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala

  1. Niat Salat Gerhana Berjemaah sebagai Imam

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً لله تَعَالَى

Artinya: Aku niat salat gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.

  1. Niat Salat Gerhana Berjemaah sebagai Makmum

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ مَأمُومًا لله تَعَالَى

Artinya: Aku niat salat gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Dari fenomena gerhana bulan, mengingatkan kita semua untuk selalu berdoa dalam keadaan apapun. Mendekatkan diri kepada Allah atas segala kekuasaannya dialam semesta ini yang begitu luar biasa. Dari gerhana bulan telah diperlihatkan jika tidak ada yang tidak mungkin apabila Allah sudah berkehendak jadi harus selalu berdoa kepada-nya.

Perkuat Identitas Bangsa Melalui Bulan Bahasa

Oleh: Intan Anggreaeni S

Hijratuna, Pekalongan- Keaneragaman yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke membuat Indonesia kaya akan segala macam budaya dan bahasa di dalamnya. Setiap daerah tentunya memiliki ciri khas dan bahas masing masing. Namun dibalik ragamnya perbedaan yang ada bangsa Indonesia dipersatukan dengan bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia lahir dan berkembang sejak beberapa abad yang lalu dan hingga sekarang dan seterusnya akan tetap menjadi bahasa ibu bagi rakyat Indonesia.

Mencintai, menggunakan, dan melestarikan bahasa merupakan salah satu wujud kita mecintai tanah air. Menggunakan bahasa dengan baik dan benar adalah bentuk penghormatan kita terhadap bahasa Indonesia. Berbicara mengenai bahasa tentunya tidak akan lepas dari sastra yang ada di dalamnya. Dengan bahasa sastra akan jauh lebih indah dan mendayu sehingga kedua aspek tersebut sejatinya merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu sebagai wujud penghormatan dan penghargaan terhadap bahasa maka pada bulan Oktober ditentukan lah menjadi bulan bahasa dan sastra. Lalu mengapa harus bulan Oktober? Adakah alasan yang mendasar di baliknya? Tentunya penentuan tersebut didasari oleh alasan yang rasionalis.

Bulan Oktober dipilih karena pada bulan tersebut telah terucap ikrar oleh pemuda Indonesia bahkan sebelum bangsa Indonesia merdeka bahwa mereka telah mengakui dan menjunjungi tinggi bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia yang dituangkan dalam salah satu butir sumpah pemuda yang berbunyi:

“Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoengdjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia”

Ikrar tersebut terucap dan tertuang dalam sumpah pemuda yang digagas oleh persatuan pemuda Indonesai pada 28 Oktober 1928 silam. Sepenggal ikrar tersebut telah mengakui bahwasanya bahasa Indonesia merupakan bibit bahasa persatuan dan rakyat indonesia wajib untuk menjunjung tinggi dan menghormatinya. Melalui ikrar ketiga sumpah pemuda tersebutlah sehingga ditetapkan bulan Oktober menjadi bulan bahasa dan sastra.

Dengan adanya bulan bahasa ini diharapkan agar masyarakat Indonesia senantiasa mengiat bahwa kukuhnya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasinal bukan tanpa adanya sebuah perjuangan yang besar di baliknya. Melalui bulan bahasa juga menjadi sebuah pengingat kepada putra putri bangsa agar bangga dan mencitai bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia.