KHUTBAH JUMAT :  Larangan berharap selain kepada Allah

Oleh : Khanifah Auliana

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Allah SWT begitu luas baiknya anugerah kepada semua makhluk dengan penuh kelembutan, dengan penuh kasih sayang yang tak ada batasnya. Hadirin yang berbahagia, Sekarang ini kita semua hidup di zaman yang serba ada, seba bisa karena kecanggihan teknologi. Bayangkan kita semua dipermudah, mau makan tinggal klik, mau pulang nggak ada kendaraan tinggal klik hanya menggunakan benda pipih yang sering disebut gadget.

Tapi seiring adanya kemudahan tersebut justru seolah kita semua dijebak, ibaratnya ada 2 dunia yang kita tinggali bukan cuma dunia nyata saja namun dunia Maya atau media sosial. Semua orang bisa berinteraksi melalui media meskipun jaraknya jauh bahkan sampai luar negeri masih bisa berkomunikasi. Tapi balik lagi diantara dampak baik tersebut pasti ada beberapa dampak buruk lainnya. Mudahnya seseorang mengakses informasi itu justru jadi satu pintu menuju hal lain salah satunya melihat berbagai latar belakang orang lain hanya dengan lewat postingan mereka di media sosial. Kita semua berlomba-lomba memposting diri dengan versi terbaik, dengan prestasi bahkan kekayaan agar dipandang luar biasa. Karena hal itu, justru memberikan dampak buruk bisa terjadi, ketika orang lain memposting tentang harta pasti ada yang iri meskipun tujuannya bukan pamer.

Postingan-postingan tentang rumah, pekerjaan atau lainnya memang sah-sah saja namun balik lagi apakah hal itu akan berpengaruh ? Jelas saja setiap hari orang-orang akan melihat betapa enaknya mereka yang selalu memposting kehidupan mewahnya. Dibalik itu semua pasti ada sebagian orang yang merasa insecure dan ingin di posisi tersebut. Jika terus dibiarkan dengan segala cara orang-orang akan berusaha juga meninggikan standar hidup mereka bahkan caranya tak sesuai syariat. Memperkaya kehidupan atau hidup mewah dengan cara pesugihan merupakan cara yang sering digunakan karena enggan merasakan susahnya berusaha sehingga mereka yang melakukan pesugihan biasanya ingi cepat atau instan. Padahal pesugihan sangat dilarang dan diharamkan dalam Islam.

Berkaitan dengan hal ini, Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an :

surat an-Nahl ayat 98-99.

 فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (98) إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (99)

Artinya: Apabila kamu membaca Al–Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya (setan) atas orang-orang yang beriman dan dan berserah diri kepada-Nya.

Dalam makna ayat tersebut menjelaskan, jika hanya kepada Allah kita berharap dan berdoa, sehingga pesugihan dilarang karena menyekutukan Allah dan musyrik. Azabnya juga tidak main-main sebab di neraka nanti sungguh luar biasa bagaimana dosa yang ditanggung. Untuk memperkuat iman, perlunya menanamkan pikiran yang positif serta mendekatkan diri kepada Allah, mengunjungi majlis ta’lim dan belajar keagamaan. Selain itu mengurangi media sosial juga bisa jadi solusi yang baik agar kita tidak terlalu terpatok pada dunia maya. Bahwa berharap hanya kepada Allah dapat menumbuhkan sikap semangat dan optimis. Semangat, karena akan melahirkan jiwa yang profesional, selalu meningkagkan skill dan kwalitas, karena tidak pernah main mata menitpkan kepentingan kepada manusia. Melahirkan sikap optimis karena keyakinan bahwa Allah maha Besar dan Kaya. Fokus pada usaha dan meningkatkan kwalitas, dapat berjalan seiring dengan keyakinan, suatu saat, Sang Maha Besar dan Maha Kaya dapat membesarkan dan Mengkayakan usaha yang dilakukan.

Aniwayang: Cara Baru Kenalkan Budaya Lokal

Oleh:Intan Anggreaeni S

Sebagai negara yang dianugerai berjuta macam kebudayaan, Indonesia tentunya memiliki tantangan sendiri dalam menjaga keaneragamannya tersebut. Globalisasi dan zaman yang terus berkembang, membuat kita harus semakin sungguh sungguh menjaga warisan budaya agar tetap lestari. Generasi bangsa yang tumbuh beriirngan dengan kecanggihan teknologi juga menjadi tantangan sendiri untuk memperkenalkan kepada mereka mengenai apa itu budaya lokal dan beragam jenis kesenian di dalamnya. Pada umumnya mereka acuh tak acuh terhadap kebudayaan lokal dan enggan untuk masuk dan melestarikannya. Minat yang menurun akibat digerus arus globalisasi membuat pemerintah harus memutar otak agar mereka generasi bangsa dapat memiliki ketertaikan pada budaya lokal yang kita miliki.

Kecanggihan teknologi yang ada saat ini merupakan salah satu gerbang perubahan bagi Indonesia. Melalui teknologi dengan segala macam kecanggihannya kita dipermudah dalam mencari hal apa pun. Namun dibalik kecanggihannya tersebut jika tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya kecanggihan tersebut akan menjadi boomerang bagi penggunanya. Teknologi dapat menjadikan kita malas dan enggan untuk bersosialisasi dengan orang lain karena para penggunanya akan berfikit hal tersebut tidak lagi mereka butuhkan selagi ada smartphone digenggamannya. Dari hal hal kecil seperti itu lah yang membuat kita akan lupa mengenai beberapa hal yang besar lainya seperti budaya lokal yang tadi kita bahas.

Budaya adalah aset bangsa dan sudah seharusnya kita sebagai generasi penerus bangsa melestarikan dan memperkenalkan budaya tersebut kepada generasi selanjutnya. Namun pola kehidupan yang sudah berubah akibat kecanggihan teknologi menjadi tantangan sendiri dalam melestarikannya. Sehingga untuk mensiasati hal tersebut pemerintah ini Indonesia membuat inovasi baru yakni Aniwayang. Aniwayang merupakan gabungan dari animasi dan wayang dimana pagelaran wayang dikemas dengan menarik dengan menampilkan animasi sebagai tokoh utamanya sehingga dengan hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda.

Aniwayng memiliki tiga tokoh utama kakak beradik yaitu Cila, Cili dan Cilo. Animasi wayang ini digagas oleg Daud Budi Surya Nugraha yang bertujuan agar wayang tetap terjaga eksistensinya di era gempuran digitalisasi ini. Kepala Balai Media Kebudayaan (BMK) Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) menuturkan bahwa Aniwayang ini merupakan terobosan baru untuk memperkenalkan budaya lokal kepada publik yang dikemas secara digital dan akan tayang di televisi nantinya. Karena menurutnya generasi muda Indonesia membutuhkan alternatif tayangan yang berisi beragam kebudayaan daerah yang ada di Indonesia sekaligus memperkenalkannya kepada mereka.

Pengenalan budaya menggunakan aniwayang diharapkan dapat menuai respon positif dari masyarakat Indonesia, karena berupaya melestarikan budaya lokal yang kita miliki. Memperkenalkan sesuatu melalui wayang juga pernah dilakukan oleh Sunan Kalijaga ketika memperkenalkan agama Islam. Hal ini mencontohkan bagaimana sebuah kebudayaan dapat menjadi media penyebaran nilai-nilai kebaikan. Bangga pada tradisi, merupakan modal penting dalam membangun karakter, sekaligus jatidiri Bangsa.

Semangat Cinta Budaya Galeri Indonesia Kaya (GIK)

Oleh Shofi Nur Hidayah

Hijratuna, Pekalongan- Galeri Indonesia Kaya (GIK) sudah berdiri selama satu dekade dan telah menjadi ruang edutainment, atau ruang publik yang bersifat edukatif serta rekreatif  dengan fokus pada budaya nusantara yang berbasis teknologi digital. Ruang publik ini ditujukan bagi pecinta seni dan seluruh masyarakaat Indonesia.  Ruang edukasi ini merupakan persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation yang merupakan satu-satunya ruang publik, dimana didalamnya menghadirkan budaya Indonesia secara menarik melalui perpaduan konsep edukasi dan digital (12/10/2023)

Galeri Indonesia Kaya berlokasi di West Mall Grand Indonesia lantai delapan, Jakarta. Galeri ini terus menampilkan budaya nusantara berupa penampilan alat musk tradisional dari berbagai daerah, baju adat, seni tari, dan budaya lainnya yang dilakukan secara continue selama sepuluh tahun sejak pertama kali didirikan  pada tahun 2011 dan dibuka untuk umum pada tahun 2013. Ada berbagai pertunjukkan yang ditampilkan, mulai dari berbayar hingga pertunjukan yang dapat dinikmati secara cuma-cuma.

Adanya galeri Indonesia kaya juga membuka lapangan pekerjaan bagi ratusan lebih pekerja seni yang terlibat dalam berbagai kegiatan seni yang dipentaskan. Pementasan ini biasanya menampilkan seni tarian, teater, monolog, pertunjukan music, apresiasi sastra. Dan kunjungan budaya serta berbagai pertunjukan lainnya. Sudah ada ratusan pertunjukan yang pernah digelar selama satu decade terakhir, yang menujukkan seberapa keras penujukan eksistensi budaya nuasantara. Tidak hanya berfokus pada penegnalan budaya secara langsung atau offline dengan berbagai pertunjukan, galeri Indonesia kaya juga berinovasi dengan menghadirkan tujuh aplikasi yang hadir dalam bentuk projector mapping. Tujuh aplikasi ini sudah menggunakan teknologi sensor interaktif dan menenarik yang terdiri dari, Bersatu padu, selaras seirama, sajian rasa, arundaya, cerita kita, arungi, dan pesona alam.

Renitasari Adrian, selaku program director galeri Indonesia kaya (GIK) menjelaskan bahwa selama satu decade ini GIK telah berkontribusi sebagai panggung budaya, baik bagi pekerja seni maupun masyarakat umum dalam menampilkan pertunjukkan maupun kesenian di Indonesia yang bias dilakukan secara gratis. Harapan terbesarnya adalah GIK mampu memberi pengaruh serta dorongan pada seniman untuk berkembang dan mampu mewujudkan potensi dalam diri mereka yang bias diwujudkan dalam berbagai seni yang dimiliki Indonesia.

Dalam momen perayaan satu decade galeri Indonesia kaya ini terdapat program bertajuk #GIK1dekade:Kado untuk Sanggar, dari program ini harapannya dapat menjadi wadah bagi seniman tari dalam mengembangkan potensi, kegiatan belajar mengajar, serta membangun lingkungan atau ekosistem seni tari di daerah masing-masing, dimana sanggar tersebut berada. Program ini memiliki system para seniman tari mengirimkan proposal berisi ide dan konsep kreatif, kemudian dari pengiriman proposal itu akan dipilih sepuluh proposal terbaik yang berkesempatan mendapat uang pembinaan sebesar Rp 50.000.000. Pihak GIK berharap momen ini dapat memberi dukungan agar seni di Indonesia tetap lestari, serta menjadi bukti bahwa GIK menjadi bagian yan tidak terpisahkan dari kekayaan budaya di Indonesia.

Edukasi Langkah Awal Mewujudkan Kesetaraan Gender

Oleh : Khanifah Auliana

 

Pembahasan gender tampaknya tak akan pernah habis untuk dikulik karena terkait dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Baik laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan sifat dan kondratnya sejak lahir. Oleh karena itu, perbedaan sifat gender tersebut menjadi salah satu hal yang sering dipermasalahkan. Tak heran banyak kasus yang terjadi akibat ketidakpahaman terkait gender terutama kekerasan dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan. Apalagi sekarang ini begitu bebas dalam hal bermedia sosial, kita semua bisa melihat bagaimana kasus kekerasan merajalela meskipun tidak secara langsung atau verbal. Kekerasan yang dimaksud buka hanya terfokus pada fisik saja melainkan verbal atau tulisan. Selain itu, kini maraknya kekerasan seksual terjadi kebanyakan pihak perempuan yang jadi korban.

Kekerasan seksual memiliki arti kekerasan yang mengacu pada seks atau sensitif, korban yang mengalami kekerasan seksual ini banyak dari kalangan perempuan. Mengapa demikian? Sebab gender perempuan mengarah pada sifat atau kodrat yang mengartikan bahwa perempuan lemah lembut oleh karena itu, dari gender laki-laki akan menganggap perempuan itu lemah dan kalah. Padahal Allah SWT telah menerangkan pada Al-Qur’an bahwa laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama yang membedakan hanya pada sisi sifat kondratnya saja.

Dalam surat Al Imran ayat 195 menerangkan :

” Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain………”

Dari penggalan arti ayat diatas memiliki makna jika orang yang beramal tidak sia-sia, baik itu laki-laki atau perempuan. Dalam hal itu secara tidak langsung posisi antara laki-laki dan perempuan itu sama di mata Allah SWT. Kasus kekerasan seksual masih jadi masalah yang sampai saat ini perlu ditangani. Sayangnya beberapa pihak hanya menyudutkan korban atau dari sisi gender perempuan. Padahal pihak laki-laki juga perlu untuk sama-sama di edukasi agar tidak hanya menyalahkan terkait pakaian yang dikenakan perempuan. Dari sini kita bisa belajar untuk tidak menghakimi siapapun yang menjadi korban kekerasan seksual. Posisi menjadi korban tidaklah mudah apalagi untuk sekedar speak up pasti banyak pertimbangan karena takut dari tanggapan masyarakat.

Memberikan edukasi dari dini menjadi solusi yang cukup baik untuk laki-laki atau perempuan. Edukasi sejak dini akan menjadi kebiasaan, sekaligus dapat membentuk ruang bawah sadar seseorang. Terlebih bagi anak-anak yang sifat mereka suka mencontoh hal apapun dari melihat atau mendengar. Perlu diperhatikan bagi orangtua untuk membimbing anak-anaknya agar tidak salah mengambil tindakan. Edukasi tidak hanya pada contoh yang baik atau dilarang namun pembelajaran pada keagamaan juga sangat penting. Nilai-nilai agama perlu ditanamkan sejak dini supaya apapun bentuk aktivitas akan dipertimbangkan baik buruknya sehingga kekerasan seksual dapat dicegah. Nilai agama itu, muaranya adalah keadilan, kebaikan keharmonian, serta kesejahteraan bagi kemanusiaan.

3 Pilar Penting Dalam Beragama : Iman,Ihsan, Islam

Oleh : Khanifah Auliana 

Pedoman hidup beragama Islam tak jauh-jauh dari yang dinamakan 3 pilar yaitu iman, Islam dan Ihsan. Namun sebagian masyarakat khususnya Indonesia masih asing dengan 3 pilar penting tersebut. Jelas makna Iman, Islam dan Ihsan sangatlah berbeda dan mengacu pada perilaku serta hati yang terikat pada Allah SWT. 3 pilar yang ada saling berkesinambungan dan keseimbangan satu sama lain dalam membentuk diri untuk mendekatkan kepada Allah SWT. Arti Iman, Islam dan Ihsan berbeda-beda, Iman yaitu kepercayaan diri manusia kepada Allah, Islam adalah perasaan dari hati untuk melakukan sesuatu atau perbuatan dalam mengamalkan kebaikan. Sedangkan Ihsan berperan sebagai implementasi dari keduanya atau hasilnya untuk memotivasi diri dalam keikhlasan menerima suatu perbuatan dan feedback yang kurang sesuai.

Hadits ini bersumber dari Abu Hurairah RA. Ia berkata,

“Rasulullah SAW sedang duduk bersama para sahabatnya, maka datanglah malaikat Jibril (dalam rupa seorang laki-laki) dan bertanya, apa iman itu? Nabi menjawab: engkau beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, utusan-utusan-Nya, dan hari kebangkitan. Kemudian ia bertanya lagi, apa Islam itu? Nabi menjawab: engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, engkau mendirikan salat, menunaikan zakat, saum di bulan Ramadan dan menunaikan ibadah haji. Kemudian ia bertanya lagi, apa ihsan itu? Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, dan jika engkau tidak melihat-Nya sesungguhnya Allah melihatmu,” (HR Bukhari).

Dari hadis tersebut dapat disimpulkan, bahwasanya seseorang perlu memahami apa itu Islam,Iman dan Ihsan. Begitu pentingnya peran 3 pilar yang harus ada untuk pedoman kehidupan beragama. Ibaratnya 3 pilar jadi pondasi utama jika salah satu runtuh maka yang lainnya akan ikut runtuh. Tidak cukup beragama hanya dengan Iman saja, tapi juga harus melengkapinya dengan menjalankan keimanan itu (Islam), yang bermuara pada kemaslahatan kemanusiaan (Islam). Pun tidak cukup hanya dengan identitas (Islam) saja, namun perlu ada Iman dan Ihsan yang akan berperan sebagai penguat diri dalam beragama. Islam, Iman dan Ihsan saling keterkaitan satu sama lain meski memiliki makna yang beda namun ketiganya menjadi pilar utama. Mengamalkan 3 pilar ini juga dibutuhkan dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus menjauhi larangannya.

Apalagi di era globalisasi yang semakin canggih seolah membawa manusia ke dalam dunia yang berbeda dengan segala kemudahan gadget. Di balik itu semua perlunya 3 pilar Iman, Islam dan Ihsan untuk menguatkan diri agar tidak terjebak dalam dimensi kecanggihan yang bisa membuat kelalaian dan berdampak ke hal-hal yang buruk.

Kumandang Cinta Rasul di Alun-Alun Jepara

Oleh: Intan Anggreaeni S

Bukan hanya dimomentum Maulid Nabi saja umat islam berbondong bondong mengalunkan sholwat nabi namun pada hari hari besar yang lain seperti HUT TNI yang ke-78 juga diiringi dengan seruan merdu menyanjung Nabi Muhammad Saw. HUT TNI sendiri diperingati setiap tanggal 5 oktober oleh seluruh masyarakat Indonesia. Pada tanggal tersebut dulunya merupakan tanggal pembentukan TKR (Tentara Keamanan Indonesia) atau sekarang diubah menjadi Tentara Negara Indonesia (TNI) yang pada saat itu dipimpin oleh Jendral Soedirman sebagai panglima TNI. Itulah alasan mengapa setiap tanggal 5 Oktober diperingati sebagai hari ulang tahun Tentara Negara Indonesia.

Sejak dibentuk dan ditetapkan sebagai garda terdepan keamanan Repbulik Indonesia tepatnya pada 5 Oktober 1945 silam hingga sekarang beragam perhelatan digelar untuk menyambut hari ulang tahun republik indonesia di setiap tahunnya. Dari mulai upacara bendera, beragama ajang perlombaan hingga menggelar tasyakuran. Seperti yang dilakukan di Jepara, nampak ribuan orang dan hadrah secara kompak dan beriringan membacakan sholawat secara bersama sama di Alun-Alun Jepara pada 8 Oktober lalu. Sontak tindakan tersebut berhasil menyedot banyak atensi masyarakat, mereka beranggapan bahwa hal tersebut merupakan sebuah cara yang positif dalam menyambut hari ulang tahun TNI sekaligus juga dapat digunakan sebagai sarana untuk bersilaturahmi.

Acara yang digelar pada minggu malam tertebut dipimpin oleh Habib Ismail Alkaf dan dengan diiringi 1000 hadrah dari daerah setempat. Tidak hanya itu dilansir dari radarkudus.jawapos.com kegiatan ini juga merupakan festival budaya yang dikemas secara bersamaan dengan HUT TNI yang ke-78. Sehingga dapat dikatakan bahwa dengan adanya acara ini dapat mengenalkan budaya dan kesenian lokal kepada masyarakat sekaligus menjadi sebuah langkah yang positif untuk meningkatkan rasa cinta kepada rasul.

Edy Supriyanta selaku PJ Bupati Jepara juga mengetakan bahwa kegiatan ini digelar guna menyambut HUT TNI ke-78 sekaligus gelar budaya dengan harapan dapat menjaga dan membangun budaya serta tradis masyaraka setempat. Acara ini diawali dengan kegiatan gowes bersama, kemudian dilanjutkan dengan festival rebana, gelar ukiran jepara, berbagai macam pentas kesenian budaya setempat, hingga sholawat bersama.

Diadakannya acara tersebut diharapkan dapat menjadi pionir untuk mengakan tradisi dan kesenian budaya lokal serta dapat meningkatkan jalaninan silaturahmi antar masyarakat setempat. Bukan hanya itu dengan digelarnya festival rebana dan sholawat bersama dengan diiirngi 1000 hadroh juga merupakan cara kita untuk menyampaikan rasa cinta kepada baginda Nabi Muhammad Saw. Peristiwa tersebut juga dapat dilihat sebagai wujud melestarikan sekaligus mencintai budaya lokal.  Disini, ekspresi antaratradisi agama dapat bersatu padu, mengalun merdu. Beragama itu perlu, bahkan harus, tapi kita juga harus menjaga serta merawat tradisi budaya lokal, sebagai salah satu identitas dan jatidiri Bangsa.

Bunuh Diri Dalam Kacamata Islam

Oleh Shofi Nur Hidayah

Masyarakat Indonesia saat ini dikejutkan dengan banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi belakangan ini. Seorang mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi di Jawa Tengah ditemukan tewas setelah terjatuh dari lantai tiga pusat perbelanjaan di Semarang, pada Selasa (10/10/2023). Ditemukan pula secarik kertas yang ditinggalkan korban, dalam surat tersebut korban meminta maaf pada orang tuanya karena tidak bisa sekuat yang mereka inginkan.

Dikutip dari laman kompas.id kasus bunuh diri yang terdata di kepolisian RI di tahun 2020 di tahun 671 kasus, di tahun 2021 terdapat 750 kasus, di tahun 2022 sebanyak 826 kasus, sedangkan S1 S2 ditahun 2023 terdapat sekitar 640 kasus bunuh diri terhitung sejak Januari hingga Juli 2023. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 31,7% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya sebanyak 486 kasus.

Berdasarkan dataindonesia.id yang bersimber dari Polri kejadian bunuh diri cenderung meningkat sejak  Desember tahun 2018 hingga Juli 2023 peristiwa paling banyak terjadi pada Juni tahun 2023 yakni sebanyak 111 kasus. Adapun kejadian bunuh diri paling banyak terjadi di Provinsi Jawa Tengah dengan 241 kasus. Disusul dengan Jawa Timur sebanyak 123 kasus, dan Bali dengan 60 kasus. Dilihat dari tempat kejadian, terjadi sebanyak 483 kasus bunuh diri terjadi di wilayah perumahan dan permukiman di sepanjang Januari hingga Juli 2023. Sedangkan kejadian bunuh diri di perkebunan dan perkantoran terjadi sebanyak 71 kasus.

Sumber : Polri  *hingga 19 Juli

Kasus bunuh diri terjadi karena masalah yang kompleks, salah satunya adalah faktor depresi. Kasus bunuh diri bukankalah penyakit yang bisa dengan mudah dideteksi oleh gejala tertentu, oleh karena iti kasus ini termasuk kompleks sebab ada banyak faktor yang bisa menjadi pemicu atau dorongan bunuh diri.  Umumnya bunuh diri adalah tindakan yang dilakukan atas dasar luapan emosi dan telah mengendap lama tanpa pengetahuan orang lain, atau bisa berupa luapan emosi yang terjadi tanpa adanya pertimbangan dan pemikiran yang panjang dan dibuat beberapa waktu sebelum kejadian berlangsung.

Ada banyak alasan logis mengapa seseorang mungkin ingin mengakhiri hidupnya sendiri. Sebagian besar orang yang mencoba bunuh diri memiliki penyakit jiwa. Lebih dari 90 persen orang yang bunuh diri memiliki gangguan mental, seperti depresi, gangguan bipolar, atau diagnosis lainnya. Penyakit kronis, penyalahgunaan zat, trauma kekerasan, faktor sosial ekonomi, hingga putus cinta pun umum menjadi pendorong keinginan bunuh diri.

Dalam kacamata Islam, bunuh diri merupakan dosa besar dan larangan untuk semua penganutnya.  Sebab bunuh diri bukanlah satu-satunya jalan yang dapat ditempuh dalam kesulitan atau masalah apapun. Selain itu bunuh diri juga tindakan terlarang sebab secara alamiah tindakan ini bertentangan dengan kodrat alam serta dipandang sebagai pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia. Dalam Q.S An-Nisa ayat 29-30 yang berarti, “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

Orang yang bunuh diri akan kekal dalam neraka jahanam dan dihukum dengan cara bagaimana dia mengakhiri hidupnya. Apabila dalam cara menghilangkan nyawanya menjatuhkan diri dari gedung, maka di neraka akan dijatuhkan dari tempat yang tinggi di neraka jahanam, Wallahu a’lam. Begitu kerasnya larangan bunuh diri dalam Islam memberikan pesan, bahwa Islam mendorong umatnya untuk memiliki mental yang kuat, berani menghadapi kenyataan, tidak lari dari masalah dst. Putus asa, dimana ujungnya adalah tindakan bunuh diri, merupakan tindakan kesia-siaan, yang justru hanya menurunkan martabat kemanusiaan kita sebagai makhluk yang sempurna. Mental yang kuat, bernai menghadapi kenyataan, terbukti akan mendorong sebuah Bangsa pada kemuliaan.

Hendaknya kita sebagai manusia yang beriman pada Allah SWT senantiasa bertawakal kepada-Nya dan yakin bahwa setiap masalah yang terjadi dalam hidup akan memiliki jalan keluar. Sebab Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hamba-Nya.

Tuai Kontroversi V BTS Kenakan Durag Saat Live Weverse

Oleh Shofi Nur Hidayah

Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan siaran live Weverse V BTS, dimana snag idola mengenakan Durag. Pemilik nama asli Kim Taehyung itu melakukan siaran langsung di aplikasi komunikasi penggemar ke artis, Weverse untuk terhubung dengan para penggemarnya (Army). V BTS melakukan siaran tersebut setelah menghadiri pesta dari rapper dan penyanyi Amerika Lil Uzi Vert yang tampil di One Universe Festival 2023 di Seoul. Dalam siaran Weverse, V BTS mendiskusikan waktunya dan pengalamannya di after party bersama dengan Lil Uzi Vert. Tak lama setelahnya pria berusia 27 tahun itu menunjukkan pada penggemar sebuah Durag berwarna merah dan mengenakannya selama live berlangsung.

Durag sendiri diciptakan sebagai pelindung kepala bagi pria berkulit hitam untuk melindungi rambut bertekstur dari kerusakan serta menjaga gaya rambut dan pola ikal. Menurut terminologi Inggris kontemporer, Durag mulanya dikenakan oleh raja-raja Ethiopia khususnya Manelik II (1841-1921). Kemudian Durag berkembang dan dikenakan oleh para wanita dan pekerja Afrika-Amerika yang diperbudak pada abad ke-19. Lalu pada tahun 1930-an Durag digunakan untuk mempertahankan gaya rambut selama masa Harl Renaissance dan Great Depression.

Sejarah Durag sendiri juga dapat ditelusuri kembali sebagai penutup kepala bagi para budak berkulit hitam di Amerika yang dipandang sebagai “Tanda kemiskinan dan subordinasi.” Bagi kalangan orang kulit hitam Durag digunakan sebagai bentuk pemberdayaan dan reklamasi sebagai simbol kebanggaan. Banyak netizen yang berkomentar atas tindakan V BTS karena mengenakan Durag, netter mengungkapkan kekecewaannya atas pemakaian Durag sebagai aksesori untuk orang yang bukan berkulit hitam.

Padahal V memakai Durag tersebut sebagai bentuk menghormati dan menghargai pemberian seseorang, sebab Durag yang dia kenakan adalah pemberian fans untuknya. Dari peristiwa tersebut kita dapat mengambil pelajaran untuk tidak menjustifikasi seseorang. Kita perlu mengetahui alasan mengapa seseorang melakukan suatu tindakan, karena ada banyak niat yang tidak bisa tersampaikan dengan baik. Atau lebih parahnya banyak orang salah paham atas suatu tindakan karena tak mengerti maksud yang ada di baliknya.

Atasi Hoarding Dirsorder : Peduli Sampah Wujud Nyata Akhlak Mulia

 

Oleh : Khanifah Auliana  

Kebiasaan menimbun barang atau sampah yang sudah tidak gunakan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Jika terus berlanjut kebiasaan tersebut akan berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain yang ada disekitarnya. Orang-orang yang suka menimbun barang tak berguna atau sampah merupakan suatu gejala yang timbul dari psikologis diri masing-masing. Gejala tersebut termasuk dalam gejala depresi yang membuat seseorang akan terus menimbun barang-barang atau sampah. Dalam dunia psikologis, biasa disebut Hoarding Dirsorder, menurut (American psychiatric association ) yang di kutip dari jurnal elibrary Unikom mengungkapkan bahwa 2-6 persen jumlah manusia mengalami hoarding disorder artinya tanpa disadari semua manusia di dunia ini bisa terkena hoarding disorder.

Dari kondisi yang memperihatinkan itu, perlu kita sadari bahwa pentingnya menjaga diri karena akan berdampak pada lingkungan. Apalagi dalam agama Islam mengajarkan kebersihan adalah sebagian dari iman. Seperti yang dijelaskan diatas bahwa Hoarding Dirsorder terkait masalah dari psikologis seseorang yang menimbulkan kebiasaan untuk menimbun barang. Oleh karena itu, untuk mengatasinya perlu kesadaran diri dan menciptakan energi yang positif. Gejala psikologis yang tidak baik bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau bahkan diri sendiri dalam menjalani kehidupan. Faktor lainnya bisa karena seseorang yang kehilangan arah hidup mungkin bisa ditinjau dari sisi keagamaan karena idealnya manusia membutuhkan pedoman hidup dari tuhan atau agama yang dipercayai.  

Salah satu hadis juga menerangkan keterkaitan antara agama dan kebersihan sebagai berikut.

بُنِيَ الدِّيْنُ عَلَى النَّظَافَةِ.

Artinya: “Agama itu didirikan atas kebersihan.” (HR Muslim).

Intinya bahwa Hoarding Dirsorder harus diatasi dan perlu diperhatikan agar tidak menjadi suatu penyakit yang buruk. Sebab Hoarding Dirsorder dapat menimbulkan berbagai macam dampak negatif yaitu sampah yang ditimbun dapat membawa penyakit, rumah yang ditinggali jadi berantakan dan akan menganggu pikiran. Dampak tersebut akan menghambat kegiatan lain sehingga jangan disepelekan. Sedikit demi sedikit harus diubah kebiasaan buruk menimbun barang atau sampah karena jika kebiasaan tidak ubah maka akan sulit untuk dihilangkan. Untuk itu, buatlah kebiasaan baik di mulai tindakan kecil seperti membuang sampah atau mengurangi menimbun barang. Kemudian kita perlu menjaga pikiran untuk tetap positif, membuat rumah nyaman, sehingga pola hidup menjadi sehat dan tak lupa untuk selalu menjalankan ibadah agar selalu dekat dengan sang pencipta. Mewujudkan akhlak mulia itu dengan menebarkan manfaat sebanyak-banyaknya. Salah satunya dengan perduli dan mengelola sampah. Bahwa inti ajaran Islam itu akhlak mulia, dan sebaik-baik orang adalah yg bermanfaat bagi orang lain (kehidupan).

Maulid Nabi Wujud Nyata Merajut Ukhuwah Islamiyah

Oleh: Intan Anggreaeni Safitri

Setiap tanggal 12 Rabiul Awal diperingati oleh kaum muslim sebagai hari Maulid Nabi atau hari lahirnya Rasullah SAW. Rasullah lahir di Makkah pada Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah (570 M) dan tanggal kelahirannya akan diperingati umat islam setiap tahunnya melalui cara yang berbeda beda. Namun pada umumnya umat islam memperingati Maulid Nabi dengan pengajian sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mengutus Nabi Muhammad sebagai Nabi sekaligus Rasul sehingga kita sampai di jalan yang lurus.

Peringatan Maulid Nabi memiliki beragam versi ada yang mengatakan bahwa awal mula adanya acara tersebut ketika masa dinasti Fatimiyah dan ada pula yang mengatakan bahwa peringatan maulid nabi dimulai ketika masa Salahudin Al-Ayyubi. Adapun tujuannya yaitu agar kaum muslim senantiasa memiliki semangat dalam berjihad di jalan Allah dan agar kita semua selalu bersalawat kepada-NYA.

Di Indonesia sendiri perayaan Maulid Nabi dilakukan melalui berbagai hal. Namun di beberapa daerah peristiwa Maulid Nabi juga dirayakan dengan sebutan Grebek Mulud. Grebek Mulud sendiri merupakan sebuah tradisi dari masyarakat Indonesia berupa gelaran upacara adat dengan beberapa gunungan yang kemudian akan dibagikan kepada masyarakat. Sejarah tersebut bermula ketika massa wali songo. Pada massa tersebut peringatan maulid nabi digunakan untuk menarik simpati orang orang untuk memeluk agama islam.

Peringatan Maulid Nabi memiliki makna penting bagi umat muslim, melalui momen tersebut kaum muslimin juga secara tidak langsung dapat meneladani sifat-sifat mulia dari Nabi Muhammad SAW yang telah dicontohkan beliau semasa hidupnya. Selain itu dengan diadakannya peringatan maulid nabi juga dapat memperkuat ukhuwah, baik ukhuwah  islamiyah maupun wathoniyah. Maulid Nabi juga mampu mempererat persatuan dan membangun kesatuan diantara masyarakat, sehingga dapat mewujudkan lingkungan yang harmonis dengan kerukunan antar sesama. Selain itu kegiatan maulid juga dapat memupuk rasa cinta pada nabi muhammad SAW, hal ini ditunjukkan dengan sholawat-sholawat maupun syair yang dibacakan saat  kegiatan berlangsung. Tak hanya itu, masyarakat dapat mengambil ibrah maupun nasehat yang disampaikan selama kegiatan maulid.

Tidak ada alasan untuk menghentikan kita dalam mewujudkan atau mengekspresikan rasa cinta terhadap Nabi Muhammad SAW, sebab nabi pun tetap mencintai seluruh umatnta dengan senantiasa mmemberikan doa-doa terbaik. Oleh karena itulah kita patut meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari. Kelahiran nabi muhammad saw yang diperingati sebagai maulid nabi , yang mana dari kelahiran nabi tersebut lahirlah agama islam, rukun iman, rukun islam, ihsan dan  juga akhlak terpuji. Oleh karena itu, sudah sepantasnya setiap orang merasa senang atas kelahiran rasulullah dengan mengekpresiaknnya dalam berbagai cara masing-masing.