Judi Online marak tersebar : Begini Tafsir menurut Al Quran

Oleh : Tim Hijratunaa

Kemudahan dalam mengakses media sosial pada saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Meskipun media sosial memiliki dampak positif dan manfaat yang berguna namun ada pula dampak negatif yang perlu di cegah. Hal-hal negatif dari kemudahan media sosial bisa terlihat dari berbagai macam berita atau informasi yang menimbulkan kerugian. Hal tersebut menjadi keresahan masyarakat saat ini salah satunya terkait judi online.

Dalam agama Islam jelas saja judi sangat di haramkan atau di larang. Sebab judi dapat merugikan dan membuat lalai yang melakukannya. Dulu judi biasanya dilakukan dengan cara bergerombol dan sering terjadi di masyarakat pemukiman. Seiring kemajuan teknologi judi tak lekang hilang begitu saja, Nyatanya judi masih saja berkembang hingga ke versi online atau bisa di akses kapan pun hanya dengan gadget.

Maraknya judi online perlu di tindaklanjuti karena akan membawa dampak yang buruk kedepannya. Bahkan sekarang sudah banyak artis atau kalangan selebgram yang terjerat kasus penyebaran situs judi online. Kebanyakan dari mereka tidak mengetahui apa yang di promosikan sebab bentuk judi online yang hampir sama dengan game online. Oleh karena itu, bisa jadi evaluasi terkait pencegahan adanya situs judi online. Adapun Larangan judi dalam agama Islam yang tertera   dalam ayat Al Qur’an surah Al maidah: 90.

 

إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Artinya: Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (Q.S Al Maidah: 90)

Tafsir ayat tersebut menjelaskan adanya kaitan tentang perbuatan  yang haram dilakukan, termasuk salah satunya adalah berjudi. Di larangnya judi dalam agama Islam sudah sangat jelas tak terkecuali dengan judi online. Perbuatan judi harus di hindari karena sama halnya dengan berbuat dosa. Perbuatan judi juga dapat menimbulkan dampak negatif lainnya. Dampak negatifnya yaitu dapat melalaikan manusia terhadap Allah dengan lalai tidak beribadah, judi dapat menimbulkan manusia untuk selalu percaya pada keberuntungan dunia sehingga tidak bergantung dan melupakan rezeki dari  Allah. Selain itu, dengan berjudi akan menambah kemiskinan sebab selalu mempertaruhkan hartanya untuk dihabiskan dengan permainan judi yang akan membuat kecanduan. Ada pula dampak lainnya, yaitu meningkatnya rasa malas, tidak berfikir realistis, inginnya serba instan, dan tidak mau bekerja keras. Dari penjelasan tersebut bahwa kita semua hendaknya selalu menggunakan media sosial dengan baik agar bisa bermanfaat bagi khalayak umum. Serta kita sebagai generasi penerus harus berfikir smart dalam menggunakan gadget.

Kosmologi: Upaya Memahami Sang Pencipta Dengan Mengenal Ciptaan-Nya.

Oleh Shofi Nur Hidayah

Bumi adalah satu-satunya planet di semesta ini yang dapat dihuni oleh manusia, bumi merupakan planet ketiga terdekat dari matahari. Struktur penyusunnya berupa inti pusat, mantel berbatu, dan kerak yang padat sama seperti planet tresial lainnya. Selain itu bumi juga menjadi satu-satunya planet yang diketahui memiliki atmosfer dengan oksigen bebas serta lautan air cair dipermukaannya, sehingga memungkinkan menjadi tempat tinggal makhluk hidup.

Dilansir dari laman NASA, bumi terdiri dari empat lapisan utama yang dimulai dari inti dalam dan berada di pusat bumi. Kemudian lapisan itu diselimuti oleh inti luar, mantel dan kerak bumi. Inti bagian dalam merupakan bola padat yang tersusun atas logam besi dan nikel dengan radius sekitar 1.221 kilometer dengan suhu mencapai 5.400 derajat Celcius. Bila padat tersebut dikelilingi oleh lapisan inti luar dengan ketebalan mencapai 2.300 kilometer, material penyusunya berupa cairan besi dan nikel.

Diantara inti luar dan kerak bumi terdapat mantel bumi, yang merupakan lapisan paling tebal. Lapisan ini terbuat atas batuan cari yang panas dan kental dnegan ketebalan sekitar 2.900 kilometer. Sedangkan lapisan terluar adalah kerak bumi, rata-rata memiliki kedalaman sekitar 30 kilometer di daratan. Di dasar lautan, kerak bumi jauh lebih tipis dan memanjang sekitar 5 kilometer. Hal itu pula yang membuat buku menjadi satu-satunya planet dengan oksigen bebas di lautan air cair di permukaannya.

Alam semesta yang kita tinggali merupakan ciptaan Allah SWT yang luar biasa, termasuk didalamnya terdapat bumi, bulan, matahari dan sebagainya. Dalam Al-Qur’an sendiri persoalan penting yang banyak disebutkan adalah tentang alam semesta, ayat-ayat Al-Qur’an mengajak manusia untuk senantiasa memperhatikan dan memikirkan tentang penciptaan alam semesta, karena didalamnya ada tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Meskipun dalam ayat-ayat Al-Qur’an tersebut tidak dijelaskan secara rinci bagaimana penciptaan alam semesta terjadi, tapi fokus utamanya adalah hubungan antara Tuhan dan alam semesta. Dalam prinsipnya telah disepakati bahwa dalam proses penciptaan alam bahwa Allah SWT adalah Kholiq (Pencipta) dan alam merupakan makhluk (Ciptaan). Kajian tentang alam semesta ini disebut dengan kosmologi, dimana menurut pandangan Seyyed Hussein Nasr prinsip kosmologi islam ialah menetapkan keesaan Tuhan dan martabat wujud (Graduation of being) yang secara metafisik menjelaskan bahwa realitas pada dasarnya hanya satu, namun secara kosmologis, alam yang dapat dirasa dan dipikirkan ini merupakan salah satu dari beragam wujud yang ada.

Seluruh ilmu keislaman dan lebih khusus lagi kosmologi adalah untuk menunjukkan kesatuan dan saling keterkaitan dari segala eksistensi yang membawa kepada keesaan Ilahi. Dengan memahami penciptaan alam semesta kita semua diharapkan mampu mengingat keesaan serta kekuasaan Allah SWT. Bahwa tidak ada entitas lain yang mempu menandingi-Nya, karena itu lah semakin kita mengenal alam semesta yang merupakan hasil Ciptaan-Nya maka akan menambah ketaqwaan kita pada Allah SWT.

Memerangi Narkoba, Menyelamatkan Bangsa: Belajar dari Fredy Pratama

Oleh: Tim Hijratuna

Baru baru ini kembali mencuat pemberitaan mengenai Ferdy Pratama, dia merupakan sindikat narkotika internasional yang masih menjadi buronan hingga saat ini sejak tahun 2014 silam. Hingga saat ini sudah terdapat 39 anak buah Ferdy Pratama yang tertangkap dan jumlah ini kemungkinan akan bertambah seiring dengan terbongkarnya sindikat tersebut. Berdasarkan keterangan dari Wahyu Widada selaku Kabareskrim Polri menyebut bahwa hampir seluurhnya sindikat narkotika yang ada di Indonesia berbungan dengan sosok Ferdy Pratama tersebut. dalam keterangnnya Wahyu juga menyebutkan bahwa setiap bulannya komplotan Ferdy Pratama tersebut dapat menyelendupkan sabu dan ekstasi sebanyak 100 hingga 500 kg yang disembunyikannya melalui kantong the.

Terkuaknya kasus ini pihak kepolisian menyita sebanyak 10.2 ton sabu dimana jumlah tersebut merupakan hasil akumulasi kasus ini dari tahun 2020-2023. Salah satu kaki tangan Ferdy Pratama berhasil ditangkap memberikan keterangan bahwa tersangka memiliki anak buah diberbagai daerah dengan tugas yang berbeda beda dari dalam hingga luar negeri. Namun hingga sekarang Ferdy Pratama masih menjadi buronan dan belum tertangkap. Dari hasil pantauan Ferdy sudah meninggalkan Indonesia sejak 2014 dan mengendalikannya di Thailand dan Malaysia.

Tindakan penyalahgunaan narkotika sendiri termasuk kedalam tindak kejahatan dimana pelakunya dapat dikenakan sanksi sesuai dengan undang undang yang berlaku. Tidak hanya itu menggunakan obat terlarang juga merugikan diri sendiri baik ditinjau dari aspek psikis maupun fisik. Penggunaan narkotika yang disalahgunakan dapat menimbulkan dampak negatif seperti depresan yakni memperlamnbat sistem kerja saraf dan fungsional tubuh, selain itu juga dapat mengurangi rasa lapar dan detak jantung yang cepat.

Jika ditinjau dalam hukum islam sendiri tentunya hal tersebut sangat dilarang karena dapat merusak sekaligus membahayakan jiwa kita. Bahkan di dalam Al-qur’an juga disebutkan secara khusus mengenai hal tersebut yang diatur dalam Surah Al-Baqarah ayat 195 yang berbunyi:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al Baqarah: 195).

Dari ayat tersebut dapat kita tangkap bahwa dengan tegas islam telah melarang untuk merusak diri sendiri atau membinasakan diri kita sendiri. Mengkonsumsi narkoba sama saja menjerumuskan kita dengan sengaja pada lubang hitam yang dapat membahayakan keselamatan diri kita sendiri. Dari aspek ini dapat kita lihat bahwa islam benar benar sangat menjaga para pengikutnya dari hal-hal yang buruk termasuk kesehatan jiwa dan raganya.

Human Trafficking, Penghianatan terhadap Kemanusiaan

Penulis : Tim Hijratunaa 

Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna karena diberkahi dengan kesempurnaan akal. Allah SWT juga memuliakan manusia dengan cara membekalinya akal untuk berpikir, kemampuan dalam berbicara, bentuk rupa yang baik serta yang paling penting adalah hak kepemilikan yang Allah sediakan di dunia, dan hal itu tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Akan tetapi meski dibekali dengan kesempurnaan akal, manusia kerap kali mengabaikan hukum-hukum yang ada, salah satunya dengan masih maraknya human trafficking atau peradangan manusia.

Human trafficking sendiri sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan muncul pula di zaman nabi. Pada zaman Nabi Ibrahim as, muncul pula kasus seperti ini dan ditunjukkan dengan kisah Sarah yang memberikan budak wanitanya (jariyahnya) yaitu Hajar kepada Nabi Ibrahim as agar dinikahi. Ketika zaman Nabi Muhammad Saw pun kasus seperti ini masih saja terjadi, buktinya sahabat Bilal bin Rabah yang menjadi budak milik Bani Abdu Ad-dar, tepatnya keluarga Jumah. Sebelum akhirnya di merdekakan oleh Abu bakar dan akhirnya menjadi seorang muadzin.

Di zaman yang serba modern sekarang ini pun praktek perdagangan manusia masih terus terjadi. Dilansir dari detikNews, terdapat kasus perdagangan manusia dengan memperbudak seks remaja perempuan oleh seorang wanita berinisial FEA alias Mami Icha yang melibatkan ABG dalam tindakannya. Saat ini masih dilakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut dalam jaringan tersangka FEA, semua keterlibatan jaringan dalam kasus prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur, jelas Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (26/9/2023)

Manusia memiliki hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya, juga beserta hak-hak lain yang dia miliki sebagai pemberian dari Tuhan. Sudah sepantasnya bagi kita sebagai manusia yang hidup di bawah panji hukum negara dan agama menentang adanya praktik perdagangan manusia dalam bentuk apapun. Dalam pandangan Islam sendiri, hukum perdagangan manusia adalah haram. Disebutkan daDari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: “ Tiga golongan yang Aku akan menjadi musuh mereka di hari Kiamat; pertama: seorang yang bersumpah atas nama-Ku lalu ia tidak menepatinya, kedua: seseorang yang menjual manusia merdeka dan memakan hasil penjualannya, dan ketiga: seseorang yang menyewa tenaga seorang pekerja yang telah menyelesaikan pekerjaan itu akan tetapi dia tidak membayar upahnya.”

Allah SWT telah mengharamkan adanya perdagangan manusia ataupun akad yang mengarah pada hal tersebut apapun alasannya. Tidak ada yang bisa membenarkan hak tersebut di tinjau dari segi manapun, karena manusia adalah makhluk yang merdeka dan memiliki hak kepemilikan bukan untuk dimiliki orang lain. Oleh karena itu hendaknya kita selalu mengutamakan hal yang haq dan menghindari hal batil.

Menolak normalisasi maksiat: Upaya Menegakkan Islam Yang Kaffah

Penulis: Tim Hijratuna

Seiring dengan berkembangnya zaman masyarakat kerap kali mengadopsi pemikiran serta budaya dari luar. Contohnya saja perihal kebebasan individu, beralasan dengan Hak Asasi Manusia banyak orang yang salah kaprah tentang maksud dari adanya kebebasan individu. Terlebih lagi maraknya sikap menormalisasikan hal-hal yang salah terus berkembang dan menjadi buah bibir di masyarakat, khususnya bagi pengguna media sosial. Membahas tentang kebebasan, kita tak bisa melupakan ideologi liberal yakni pandangan yang memperjuangkan kebebasan individu dalam berbagai aspek. Seperti kebebasan ekonomi, politik, kebudayaan, pengetahuan atau bahkan dalam hal bergama.

Sayangnya banyak dari masyarakat kita yang gagal paham dengan ideologi ini, dan menjadikannya sebagai pembelaan atas sikap menormalisasikan hal-hal yang salah. Kita mungkin tak asing lagi dengan istilah open minded, orang-orang yang mengkampanyekan hal ini akan berdalih bahwa setiap individu memiliki kebebasan dalam hal apapun. Baru-baru ini juga beredar mengenai isu sex before marriage dikalangan netizen. Tak sedikit netizen yang menganggapnya sebagai hal yang wajar di zaman sekarang, mereka juga tak mempertimbangkan norma-norma yang ada serta nilai agama. Padahal jelas, di dalam agama manapun tidak ada yang membenarkan adanya hal tersebut (sex before marriage) bahkan dianggap sebagai hal yang tabu.

Akan tetapi kita yang memandang hal-hal tabu ini akan dianggap tidak open minded, oleh orang-orang yang bersembunyi dalam kedok ideologi liberal. Sebenarnya tak ada yang salah dalam ideologi ini, karena pada dasarnya ideologi liberal memiliki arti yang lebih luas mencakup aspek toleransi, kesetaraan dan pluralisme. Dengan adanya normalisasi ini, kepekaan atau sensitivitas pada diri seorang muslim atas kemaksiatan akan hilang. Alasan open minded akan menjadikan segaala sesuatu yang salah sebagai hal yang wajar dan biasa, contohnya sex before marriage tersebut.

Padahal dalam syariat Islam sudah dijelaskan bahwa kita tidak boleh mencampuradukkan antara yang haq dan yang batil. Allah SWT telah berfirman dalam Q.S Al-Baqarah ayat 42 yang artinya: “Dan janganlah kamu mencampur adukkan yang haq dan batil, dan janganlah kamu menyembunyikan sesuatu yang haq itu padahal kamu mengetahui.” Atas dasar firman Allah SWT inilah kita harus berani memerangi hal-hal yang batil. Tetap menjalankan dan menegakkan syariat agama meski harus dianggap aneh serta terasingkan, karena menjaga Islam tetap berjalan dengan kaffah adalah tugas setiap kaum muslim.

Batasi Penggunaan Ecommers Sebagai Usaha Mengikis Kesenjangan

penulis : tim hijratunaa

Hadirnya media sosial memang sangat mempermudah beragam aktivitas manusia, mulai dari ranah komunikasi hingga ekonomi. Tiktok saat ini menjadi trend center media sosial yang digandrungi oleh masyarakat dari anak kecil, remaja, dewasa, hingga orang tua. Mereka menggunakan aplikasi tersebut biasanya untuk sekedar mencari berita atau isu yang sedang hangat namun mereka juga menggunakannya sebagai media rekreasi. Continue reading “Batasi Penggunaan Ecommers Sebagai Usaha Mengikis Kesenjangan”

Cermat Memilah Informasi: Presiden Joko Widodo Bantah Berita Prabowo Cekik Wamen di Istana.

Penulis: Tim Hijratuna

Baru-baru ini beredar rumor bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mencekik salah satu Wakil Menteri atau Wamen di Istana Negara pada sebuah rapat kabinet. Kabar tersebut mendapatkan tanggapan langsung dari Presiden Joko Widodo yang membantah adanya tindakan kurang terpuji tersebut. Beliau menerangkan bahwa tak pernah ada kejadian seperti itu dan beliau juga tak pernah melihatnya. Presiden Joko Widodo mengklaim bahwa berita seperti itu sengaja dibuat karena tahun politik tengah berlangsung.

Dikutip dari CNN Indonesia Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa tidak ada peristiwa seperti itu. Beliau juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu mengklarifikasi semua informasi-informasi yang diterima. Tolong di cross check, di Cross check setiap ada berita. Jangan langsung terima mentah-mentah, ujarnya yang ditemui di Pasar Jatinegara, Jakarta pada Selasa, 19 September 2023.

Pada tahun-tahun politik seperti sekarang ini banyak berita-berita yang belum bisa dipastikan kebenarannya beredar di masyarakat, tujuannya hanya untuk menaikkan bahkan menjatuhkan citra salah satu bakal calon presiden maupun bakal calon wakil presiden. Berita-berita tersebut sengaja dibuat oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab demi kepentingannya. Berdasarkan himbauan dari Presiden Joko Widodo untuk senantiasa waspada dan berhati-hati dalam menerima informasi sesuai dengan Q.S Al-Hujurat ayat 6 yang artinya: “Wahai orang-orang beriman jika seseorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka teliti lah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatan itu.”

Rasulullah SAW sendiri juga telah memerintahkan pada umatnya agar senantiasa mencari kebenaran atas suatu informasi. Hal ini dapat dilihat dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Muslim, yang berarti: “Dari Abdullah bin Mas’ud ra berkata: Nabi Muhammad SAW bersabda, “Perhatikanlah aku akan memberitahukan kepada kalian apa itu al-‘adhu? Al-‘adhu adalah menggunjing dengan menyebarluaskan isu di tengah masyarakat.” Rasulullah SAW juga bersabda, “Sesungguhnya orang yang selalu berkata jujur akan dicatat sebagai seorang jujur dan orang yang selalu berdusta akan dicatat sebagai pendusta” (HR Muslim).

Sebagai seorang muslim dan warga negara yang bijak kita harus bisa memilah segala informasi yang kita peroleh dan memastikan kebenarannya. Di tengah masifnya informasi yang beredar di berbagai media kita perlu cermat dan melakukan verifikasi atas informasi yang diterima. Hal ini dilakukan agar tidak termakan oleh berita-berita hoaks yang jelas merugikan, karena itu setiap mendapatkan informasi perlu Tabayyun terlebih dahulu sebelum mempercayai bahkan membagikannya pada khalayak luas. Karena dengan bertabayyun kita bisa menciptakan kedamaian dengan meredam berita-berita hoaks tersebut.

Sabar dan Dekatnya Kasih Sayang Allah

Penulis: Tim Hijratuna

Sabar merupakan salah satu anjuran bagi umat muslim yang beriman, dengan rasa sabar maka Allah SWT akan menghadirkan pahala serta keberkahan bagi hambanya yang memiliki kesabaran dalam menjalani hidup. Orang yang sabar akan mendapatkan pahala yang sebanding karena mereka mampu menjalani ujian dan cobaan dalam hidup dengan penuh keikhlasan serta percaya akan keadilan yang Allah berikan. Jika berbicara tentang kesabaran, maka kita tak bisa melupakan kisah Nabi Ayub as yang diberi tiga ujian besar dari Allah SWT.

Nabi Ayub as adalah seorang nabi dari bangsa Romawi yang merupakan keturunan Nabi Ishaq, anak Nabi Ibrahim as. Mulanya beliau diberi banyak keberkahan oleh Allah SWT, berupa kekayaan, keturunan yang banyak dan istri yang mencintainya. Kekayaan yang Nabi Ayub as miliki harta berupa lahan perkebunan yang amat luas, lumbung gandum berlimpah serta perkebunan yang banyak, hingga ribuan ternak di daerah Hauran (Damaskus).

Akan tetapi nikmat besar yang dimiliki Nabi Ayub as ini diambil satu persatu sebagai bagian dari ujiannya. Pertama beliau jatuh miskin, seluruh kekayaannya berupa ternak dan perbekebunan lenyap seketika. Ribuan hewan ternaknya mati mendadak dan perkebunannya mengering serta lumbung gandum yang beliau miliki terbakar habis. Karena ujian itu hidup Nabi Ayub dan keluarganya sengsara bahkan sang istri, Rahmah binti Ifrayim harus bekerja kepada orang lain demi memenuhi kebutuhan mereka. Tak hanya kehilangan harta kekayaannya, Nabi Ayub as juga kehilangan anggota keluarganya yang meninggal dunia satu persatu.

Ujian pun masih terus dialami oleh Nabi Ayub as, terakhir beliau menderita penyakit kulit selama delapan belas tahun lamanya. Penyakit kulit itu berupa gatal-gatal hingga menyebabkan kulit beliau panas bahkan melepuh. Karena amat menderita, tubuh Nabi Ayub juga menjadi sangat kurus. Seluruh daging di tubuhnya menghilang dan tersisa tulang serta kulit dan otot. Tak sampai disitu saja, tubuh Nabi Ayub juga mengeluarkan bau anyir yang busuk. Karena bau itu pula Nabi Ayub as diusir oleh tetangganya.

Meski diterpa banyak ujian seperti yang diterangkan diatas, Nabi Ayub tak merasa putus asa bahkan beliau masih terus mengingat Allah SWT  dan tetap tabah serta terus menerus bertasbih pada-Nya. Nabi Ayub as hanya memanjatkan doa yang tertuang dalam surah Al-Anbiya ayat 83 yang artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang”.

Atas kesabaran dan ketabahan yang dimiliki Nabi Ayub as, Allah SWT pun mendengar doanya dan membalas doa itu dengan menurunkan wahyunya yang tertuang dalam surah Shad ayat 42 yang berarti: “(Allah berfirman): Hantamkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.”  Nabi Ayub pun mengikuti apa yang ada dalam wahyu tersebut, seketika keluar air dari tanah yang beliau injak dan dapat menjadi sumber air untuk minum bahkan mandi. Setelah itu seluruh penyakit beliau sembuh.

Buah kesabaran Nabi Ayub as juga membuatnya mendapatkan nikmat Allah SWT dua kali lipat dibandingkan apa yang telah beliau dapatkan sebelumnya. Kekayaan dan keturunan kembali beliau dapatkan hingga akhirnya bisa kembali hidup bahagia bersama istri dan keluarganya. Dari kisah Nabi Ayub ini kita bisa mengambil ibrah atau pelajaran yang amat berharga, sebuah ujian yang datang di hidup kita bukan berarti karena Allah SWT telah mengabaikan kita. Melainkan dengan adanya ujian tersebut Allah SWT memiliki rencana lain yang jauh lebih baik dari apa yang kita pikirkan. Berdasarkan surah Al-Anbiya ayat 83 kita senantiasa diingatkan akan pribadi mulia Nabi Ayub as yang senantiasa bertawakal dan bertasbih hanya pada Allah. Beliau juga tak pernah mengeluh bahkan berputus asa, karena yakin akan pertolongan-Nya. Ibrah yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah, ujian dan cobaan yang Allah berikan pada hamba-nya merupakan bentuk kasih sayang. Allah SWT menginginkan hamba-nya menjadi pribadi yang lebih baik dengan tetap tawakal kepada-Nya.

Implementasi Moderasi Beragama: Belajar Dari Masyarakat Papua

Implementasi Moderasi Beragama: Belajar Dari Masyarakat Papua

Penulis: Tim Hijratuna

Papua adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Nugini bagian barat, atau biasa disebut sebagai west New Guinea. Papua disebut sebagai Papua  Barat karena nama Papua bisa merujuk pada seluruh wilayah di Pulau Nugini, termasuk pula belahan timur negara tetangga yakni East New Guinea atau Papua Nugini. Papua juga terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan. Pulau Papua memiliki ekosistem yang beragam seta warisan budaya yang khas. Tak hanya itu, Papua juga menjadi rumah bagi banyak suku unik dan asli dengan berbagai bahasa, adat istiadat dan tradisi yang kaya khas masing-masing. Jika membahas tentang Papua, masih banyak orang yang salah kaprah dengan mengira bahwa provinsi ini cukup tertinggal dan tak tersentuh infrastruktur serta masih sangat kental akan kegiatan kesukuannya.

Padahal Papua tak jauh berbeda dari provinsi-provinsi lain yang ada di negara kita Indonesia. Provinsi Papua juga memiliki sarana dan prasarana yang sama seperti di beberapa provinsi di Pulau lainnya, hanya saja memang penduduk setempat masih menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan dan budaya yang mereka miliki. Alhasil Papua masih kental akan budayanya yang beragam, meski diterpa banyak pengaruh serta perubahan zaman. Hal itu pula yang menjadi alasan utama adanya toleransi yang kuat dan saling menghargai perbedaan di provinsi tersebut dalam hal apapun, termasuk toleransi antar umat beragama.

Pada tahun 2022 kemarin, tepatnya pada bulan Juli mahasiswa dari UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan mengikuti KKN Nusantara yang bertempat di Provinsi Papua. Pengalaman serta pelajaran yang tak ternilai juga mereka dapatkan, seperti bisa berbaur dengan masyarakat setempat yang memiliki pemikiran kritis terhadap isu-isu yang ada serta belajar bagaimana menghidupkan sebuah desa. Berbagai program kerja dan rangkaian kegiatan tercanangkan dengan baik serta maksimal dengan antusiasme warga setempat. Program kerja bisa lebih efisien pula karena keikutsertaan masyarakat dalam penyusunannya dan pemikiran kritis yang mereka miliki.

Berdasarkan keterangan dari Elok Widiana Sukmawati dan Sofyan mahasiswa UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan angkatan 2019, ada beberapa tantangan yang mereka hadapi selama berada di provinsi Papua. Hal ini lumrah terjadi, seperti halnya sebuah kegiatan di tempat-tempat baru. Mahasiswa dari luar Provinsi Papua tentu memerlukan adaptasi khususnya pada kendala bahasa, penerapan norma budaya yang berbeda dari tempat asal mereka. Serta bagaimana mereka harus berhati-hati dalam memilih dan mencari makanan halal, karena mayoritas penduduk di sana merupakan penganut agama Nasrani.

Selama kegiatan KKN berlangsung ada banyak pelajaran yang didapat, termasuk nilai-nilai moderasi beragama yang diimplementasikan oleh warga setempat dan menjadi sumber inspirasi bagi para mahasiswa. Selain sikap toleransi yang dijunjung tinggi, masyarakat juga masih sangat mencintai tanah air mereka. Ini bukan omong kosong belaka, karena masyarakat Provinsi Papua masih mempertahankan nilai-nilai budaya mereka serta menjalankan peraturan maupun kegiatan adat dengan baik. Semua masyarakat memiliki sikap tersebut, dibuktikan dengan ketaatan mereka terhadap peraturan-peraturan adat setempat oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tak hanya itu, masyarakat Papua juga tidak mempermasalahkan perbedaan, adapun perkelahian atau konflik muncul karena konflik internal masyarakat atau suku. Biasanya ini terjadi karena perebutan wilayah atau miskomunikasi yang terjadi. Oleh karena itu, masyarakat memerlukan pendekatan dengan komunikasi interpersonal secara langsung dan intens serta dilakukan secara berkala. Sejatinya nilai-nilai moderasi beragama dapat dilakukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai manusia yang hidup ditengah berbagai perbedaan haruslah saling menghargai. Menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang dimiliki sama seperti masyarakat Papua juga diperlukan. Dengan begitu kita bisa hidup berdampingan dnegan damai dan harmonis tanpa adanya perpecahan, itu lah tujuan utama dari adanya moderasi beragama.

Menyemai Kerukunan Bangsa Melalui KKN

Berbicara mengenai moderasi beragama tanah tojara menjadi center atau miniatur moderasi beragama. Toleransi yang amat kuat dimiliki oleh seluruh masyarakat daerah setempat. Berlokasi di Sulawesi Selatan, dominasi agama di sana mayoritas ialah nasrani baik katolik maupun protrestan. Akan tetapi masyarakat setempat dapat hidup berdampingan dan menerima baik masyarakat yang beragama lain khususnya islam. Secara umum masyarakat dapat hidup rukun dan damai dalam kehidupan sehari hari. Ketika terdapat kegiatan kemasyarakatan yang bersifat umum mereka akan saling bergotong royong mensukseskan acara atau kegiatan tersebut tanpa membeda bedakan. Saat ada kegiatan yang bersifat keagamaan masyarakat secara spontan akan saling mentoleransi dan tolong menolong dalam mensukseskan kegiatan yang akan berlangsung seperti ketika kaum muslim akan mengadakan acara maulid nabi, masyarakat non muslim lainnya akan membantu memeriahkan acara tersebut begitu pula sebaliknya.

Kaum muslim akan membantu dan mentoleransi kegiatan keagamaan kaum nasrani seperti periangatan kenaikan Isa Almasih. Masyarakat akan saling menghargai perbedaan tanpa mencampuradukan aqidah mereka masing masing. Berdasarkan keterangan dari mahasiswa yang mengikuti KKN Nusantara “moderasi beragama” yang ditempatkan di Tanah Toraja mengatakan bahwa pandangan masyarakat setempat mengenai umat muslim dan juga perbedaan, semua orang memiliki kedudukan dan derajat yang sama tidak ada perbedaan baik suku, ras, budaya, kasta, etnik, maupun agama. Sebisa mungkin mereka memperlakukan secara adil dengan prinsip saling memanusiakan manusia.

Mulanya para mahasiswa yang berasal dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan merasa kesulitan tinggal di daerah tersebut lantaran kesulitan mencari bahan makanan yang halal. Selain itu mereka juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi terkait norma kebudayaan setempat terkait tindak tanduk mereka selama KKN berlangsung. Sebanyak empat mahasiswa UIN Gusdur di kirim ke Tanah Toraja untuk mengikuti program kuliah kerja nyata selama 40 hari.

Selama berada di Tanah Toraja ada beberapa kegiatan yang telah direalisasikan seperti lomba kebersihan dan menghias kelas di tingkat sekolah dasar, launching produk dan sosialisasi digital marketing, hingga beberapa sosialisasi lainnya. Dengan adanya beberapa kegiatan tersebut sangat diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta peserta KKN itu sendiri. Moderasi beragama tidak hanya berfokuskan pada kegiatan keagamaan melainkan dapat terwujud dalam aspek kehidupan lainnya.

Melalui program KKN, mahasiswa diajak untuk terbiasa bergaul, berkomunikasi serta menjalin kerjasama dengan komunias agama yang berbeda. Kerukunan beragama memang harus dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Pada tataran asumsi, perbedaan seringkali memicu terjadinya prasangka. Hal ini menyulitkan bagi tersemainya kerukunan anak Bangsa. Setiap anak Bangsa pada dasarnya memiliki jiwa yang sama, mencintai tanah airnya. Program KKN lintas agama membuktikan hal ini dilakukan dengan damai, saling membantu, menghargai, menghormati dana bekerjasama…