Upaya Lestarikan Budaya Lokal KKN 57 UIN Gusdur Ciptakan Wayang Animasi

Oleh : Intan Anggreaeni

Sebagai negara yang dianugerahi oleh beragam kekayaan tentunya Indonesia memiliki tantangan sendiri untuk melestarikannya. Terlebih lagi diera sekarang dimana gempuran gedget sangat pesat adanya sehingga generasi muda lebih suka berselencar di dunia maya alih alih bermain bersama teman sebayanya. Sebenarnya ada beragam cara yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk melestarikan budaya dimulai dari pembentukan UU, mengajarkan budaya lewat mata pelajaran di bangku sekolah, hingga membuat trobosan baru untuk mengenalkan budaya kepada generasi penerus bangsa.

Seperti yang telah dikatakan di atas bahwa ada banyak cara yang dapat kita tempuh untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda. Misalnya saja dengan membuat membuat beberapa inovasi seperti yang dilakukan oleh mahasiswa KKN 57 UIN Gudsur kelompok 25, mereka membuat wayang dengan gaya yang modern. Mereka membuat inovasi dengan mengubah tokoh pewayangan menjadi animasi atau kartun yang anak anak kecil sukai, seperti doraemon, hello kitty, keropi. Dsb.

Hal tersebut dinilai jauh lebih efisien dibandingkan dengan mengenalkan wayang lewat tokoh yang aslinya. Karena biasanya nama tokoh pewayangan zaman dahalu lebih susah dihapalkan dibandingkan dengan tokoh tokon kartun yang biasa mereka tonton dilayar televisi. Tentunya hal tersebut juga akan memudahkan mereka dalam proses belajar wayang. Tidak hanya itu mereka juga melakukan inovasi pada bahan baku utama pembuatan wayang. Jika biasanya wayang dibuat menggunakan kulit namun kali ini mereka menggunakan kardus sebagai bahan utamanya.

Pemilihan kardus sebagai bahan utama karena kardus biasanya lebih gampang untuk dijumpai dan selain itu ini juga merupakan sebuah langkah mendaur ulang sampah. Adapaun tujuan Tujuan utama dari adanya inovasi permainan tradisional ini adalah untuk memfasilitasi, serta menjadi media untuk membantu dan mempermudah orang tua dalam mengawasi anak agar tidak terus menerus terpapar gadget dan juga bahaya media sosial yang anak-anak belum bisa memfilter hal tersebut. Selaij itu juga untuk melatih anak-anak agar lebih terampil serta kemahiran mereka dalam bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Lestarikan Permainan Tradisional:  Kelompok 25 KKN 57 UIN Gusdur Adakan  Permainan Jengklek Bersama Anak-Anak Desa Talun

Di zaman yang serba modern seperti sekarang banyak sekali inovasi-inovasi yang masuk ke setiap lini kehidupan. Salah satunya adalah pada mainan anak-anak, di zaman sekarang anak-anak cenderung menyukai permainan modern bahkan tak jarang mereka lebih memilih game online ketimbang permainan tradisional. Penggunaan gadget ini tentunya berpengaruh besar terhadap tingkat kemampuan anak dalam bersosialisasi terhadap teman sebaya.

Permainan tradisional di Indonesia sangat beragam, diantaranya adalah petak umpet, cublak-cublak suweng, gobak sodor dan lain sebagainya. Selain kenarik dan seru saat dimainkan, permainan tradisional juga memiliki nilai-nilai positif yang terkandung didalamnya. Nilai-nilai tersebut diantaranya adalah melatih kekompakan, membangun kebersamaan, gotong royong, hingga saling menghargai.

Permainan tradisional sejak dahulu sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, disebut tradisional karena permainan tersebut menggunakan alat dan bahan sederhana yang mudah didapat disekitar tempat masyarakat tinggal. Namun, lagi-lagi karena perkembangan zaman permainan tradisional semakin sepi peminatnya dan mulai kehilangan eksistensinya. Untuk menghindari hilangnya permainan tradisional di kalangan masyarakat dan anak-anak mahasiswa KKN angkatan 57 UIN Gusdur Pekalongan, mengadakan kegiatan bermain jengklek bersama bersama anak-anak Desa Talun kegiatan ini dilakukan pada Sabtu (28/10/2023) di sekitar posko KKN.

Dimas Surya Pratama, selaku Koordinator Desa ( Kordes) KKN Desa Talun mengatakan tujuan dari adanya kegiatan ini adalah, “Untuk melestarikan permainan tradisional yang mulai ditinggalkan. Serta berusaha mengikis jarak antara anak-anak dan remaja. Supaya bisa saling berinteraksi dengan baik dan solid,” tuturnya.

Kegiatan ini juga disambut baik oleh anak-anak Desa Talun, terbukti dengan antusiasme mereka saat mengikuti kegiatan ini. Mereka cukup senang dan semangat saat kegiatan berlangsung. Harapannya anak-anak bukan hanya dari Desa Talun saja, melainkan seluruh anak-anak yang ada di Indonesia tidak meninggalkan permainan tradisional daerah mereka masing-masing. Karena permainan tradisional juga menjadi bagian dari kekayaan budaya yang perlu dilestarikan agar tidak hilang tergerus zaman.

Tren Budaya Flexing yang Berdampak Negatif

Oleh: Khanifah Auliana

Trend sekarang ini tentunya banyak sekali bermunculan mulai dari tren fashion, tren konten dan lainnya. Kehidupan trend TKA jauh-jauh yang namanya dari anak muda karena memang media sosial di dominasi para generasi muda. Hampir semua platform memiliki trendnya berbeda-beda bahkan akan mudah di ikuti oleh kalangan lain. Pengguna media sosial yang banyak lantas membawa berbagai trend baru yang mulai bermunculan. Namun tak selamanya trend itu berdampak positif ada pula trend yang membawa dampak buruk bagi diri sendiri atau bahkan orang lain.

Salah satu trend yang sedang marak tersebar yaitu Flexing, mungkin sebagiaj kalangan tak sadar telah mengikuti trend tersebut. Flexing memiliki arti menyebarkan sesuatu yang bernilai dari diri kita sendiri atau suatu pencapaian-pencapaian dan barang yang dinilai berharga lalu di posting pada media sosial. Memang tak salah jika kita hendak menyebarkan atau memposting sesuatu apa yang kita punya atau di rasa langka. Namun perlu diingat kembali tujuan dari memposting hal-hal tersebut. Banyak dari kita menwajarkan saja trend Flexing yang berlalu lalang pada media sosial. Padahal Flexing yang dilakukan bisa menyebabkan seseorang secara tidak langsung memamerkan apa yang dia punya dan akan berakhir pada perasaan sombong.

Meskipun di nilai biasa dan wajar bagi sebagian kalangan akan tetapi perlu untuk menghindari yang namanya Flexing. Hal itu akan berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang sekitar, dengan memosting sesuatu pencapaian dan kekayaan bisa menjadi faktor masalah lain. Bisa saja orang-orang terdekat menjadi iri dengki atau bahkan berusaha menjatuhkan. Selain itu dengan Flexing seseorang akan mudah merasa dirinya paling di atas dan menjadi sombong. Flexing juga sama halnya dan bahkan mirip dengan yang namanya Riya’ ( pamer). Oleh karena itu kita harus waspada dan hati-hati jika ingin membagikan atau share sesuatu ke.media sosial. Jangan biarkan hal itu menjadi kesombongan dan akan berujung pada dosa.

Dalam Al Qur’an sudah dijelaskan tentang larangan berbuat sombong : surat An-nisa ayat 142

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْۚ وَاِذَا قَامُوْٓا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰىۙ يُرَاۤءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًا

Artinya: Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah membalas tipuan mereka (dengan membiarkan mereka larut dalam kesesatan dan penipuan mereka). Apabila berdiri untuk salat, mereka melakukannya dengan malas dan bermaksud riya di hadapan manusia. Mereka pun tidak mengingat Allah, kecuali sedikit sekali.

Dengan adanya peringatan dari surat yang ada di Al Quran tersebut, perlu kita belajar lagi agar bisa memahami kaidah-kaidah penting dalam Islam. Mana yang baik dan buruk agar tidak salah dalam bertindak. Boleh-boleh saja jika akan membagikan sesuatu yang berharga lewat media sosial asalkan dengan niat yang baik agar bisa memotivasi banyak orang dan pastinya tidak berlebihan karena akan mengundang masalah-masalah lain terutama Riya’.

Hari Sumpah Pemuda : Tingkatan kesadaran pemuda untuk bangsa

Oleh : Khanifah Auliana

 

Tepat pada hari ini 28 Oktober kembali memperingati hari sumpah pemuda yang di resmikan sebelumnya pada tahun 1928. Dengan adanya hari sumpah pemuda ini, mengingatkan kita kembali pada era dulu dimana masyarakat terutama para pemuda-pemudi Indonesia membuat sebuah ikrar atau janji yang berisikan untuk persatuan bangsa Indonesia. Isi dari sumpah pemuda yaitu kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia, kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia, dan yang ketiga kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

Ikrar tersebut secara tidak langsung menyampaikan beberapa pesan penting untuk para pemuda pemudi Indonesia sebagai penerus generasi bangsa. Negara Indonesia memiliki banyak generasi penerus yang harus di dukung dan menciptakan kemajuan bangsa kita. Selain itu peran generasi muda sangatlah penting dengan era modernisasi saat ini dengan berbagai perkembangan teknologi dan informasi. Jadikan generasi muda sebagai generasi yang mampu mengubah negara kita menjadi lebih baik dengan melakukan pembaruan sesuai perkembangan zaman. Di hari sumpah pemuda ini mengingatkan kita kembali bagaimana perjuangan para pemuda untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Mereka semua bekerjasama dan gotong royong agar Indonesia bisa mencapai masa jaya seperti sekarang ini.

Untuk itu, sebagai pemuda yang lahir di tengah-tengah segala kemudahan dan modernisasi saat ini patut bersyukur dan terus menciptakan karya-karya luar biasa untuk Indonesia. Meningkatkan sumber daya manusia lebih banyak dan berkualitas dari segi generasi mudanya. Tak heran jika generasi muda sangat-sangat dibutuhkan bahkan dalam pidato presiden Soekarno saat ini mengatakan ” beri saya 10 pemuda maka akan ku guncangkan dunia” dari sepenggal kata tersebut telah kita pahami bahwa peran generasi muda sangat berpengaruh kedepannya. Jika generasi muda tidak mau belajar dan mengembangkan kemampuan untuk meningkatkan kualitas maka akan sulit pula suatu negara memiliki sumber daya manusia yang baik. Oleh karenanya mari semua generasi muda mulai memikirkan dan mau berjuang bersama dengan meningkatkan kualitas diri dan mampu mendorong Indonesia menjadi negara yang maju. Dalam Al-Qur’an saja diterangkan:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْبَيِّنٰتُۗ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌۙ

Artinya: “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat.” (Q.S. Ali Imran: 105)

Janganlah suatu kaum atau kelompok bercerai berai atau sengaja memutus hubungan lalu pertikaian karena semuanya akan hancur. sama halnya dengan suatu negara, pilarnya ada di generasi muda atau penerusnya maka dari itu, generasi muda harus saling merangkul satu sama lain untuk bekerjasama. Jangan hanya karena perbedaan pendapat lalu bermusuhan itu tidak baik. Generasi muda adalah generasi penerus bangsa, harusnya kalian bangga dan masa depan negara ada di tangan kalian semua.

 

Seni Ukir Jepara dan Nilai Keabsahan Kebesaran Allah SWT

Oleh Shofi Nur Hidayah

Berbicara tentang Kota Jepara, mungkin tidak akan lepas dari seni ukir yang begitu menyatu dengan kota tersebut. Jepara seolah menjadi ibu bagi seni ukir dan juga para pengerajin yang tinggal di sana. Kegiatan mengukir dan memahat untuk dijadikan mebel atau karya seni memang sudah dilakukan sejak bertahun-tahun lamanya. Kegiatan ini diwariskan dari generasi ke generasi, bahkan mayoritas penduduk Kota Jepara berprofesi sebagai pengerajin ukir. Hasil seni ukir yang dihasilkan sudah tersebar keseluruh negeri bahkan hingga ke mancanegara.

Rupanya kebiasaan memgukir dan melukis sudah ada sejak zaman Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, menurut legenda masyarakat setempat. Dilansir dari laman  Indonesia.go.id Raja Brawijaya pernah memanggil ahli lukis dan ukir bernama Prabangkara untuk melukis sang istri dalam keadaan tanpa busana, tetapi harus mengandalkan imajinasinya tanpa melihat objek yang sebenarnya yakni sang permaisuri Raja. Prabangkara melakukan tugasnya dengan baik, lukisannya benar-benar indah tapi terdapat tahu cecak yang nampak seperti tahi lalat.

Raja Brawijaya pun marah karena letak tahi lalat di lukisan itu sama persis seperti aslinya. Dia kemudian menghukum Prabangkara dengan mengikatnya di layang-layang dan menerbangkannya. Prabangkara laku jatuh di Kota Jepara tepatnya di belakang gunung, yang kini dikenal dengan Desa Mulyoharjo. Prabangkara kemudian mengajarkan masyarakat setempat mengukir dan melukis, sehingga keahlian tersebut masih ada hingga zaman sekarang.

Ukiran Jepara sudah ada sejak zaman pemerintahan Ratu Kalinyamat sekitar tahun 1549. Ada banyak pihak yang berperan besar dalam perkembangan seni ukir di zaman tersebut. Diantara orang-orang tersebut ada Retno Kencono (anak Ratu Kalinyamat), menteri Kerajaan Sungging Badarduwung dari Campa, dan sekelompok pengukir daerah Belakang Gunung yang bertugas melayani kebutuhan ukir keluarga Kerajaan. Sepeninggal Ratu Kalinyamat, perkembangan seni ukir di Jepara sempat mangkrak dan kembali hidup di zaman RA. Kartini.

Melihat kondisi perekonomian pengerajin yang tidak beranjak dari kemiskinan, membuat Kartini berinisiatif memasarkannya ke luar kota dan hasilnya cukup memuaskan. Akhirnya diketahuilah kualitas karya seni ukir Jepara ini di kanca lokal hingga mancanegara dan memang mampu mengembalikan ekonomi para perajin seni ukir Jepara.  Seni ukir juga tidak hanya cerminan dari budaya lokal saja, seni ukir ini juga bisa berkolaborasi dalam aspek keagamaan.

Dimana mimbar Masjidil Al Aqsa, Palestina juga pernah di ukir replikanya oleh warga Jepara. Yakni Nuruddin Zanki, dia bersama empat orang temannya mengerjakan ukiran tersebut selama lima tahun lamanya. Replika mimbar Masjidil Al Aqsa itu dikerjakan karena sebelumnya mimbar masjid pernah dibakar oleh Israel pada tahun 1969.  Hal ini membuktikan bahwa budaya lokal bisa bersatu padu dengan unsur kesilaman. Kita perlu melestarikan dan menjaga budaya yang ada. Serta memiliki rasa bangga dan mencintai budaya tersebut sebagai bentuk rasa syukur pada Allah SWT karena diberikan keberkahan pengetahuan yang berlimpah khususnya dalam kreativitas melestarikan budaya yang ada. Sebab budaya pun tidak akan pernah ada jika tanpa campur tangan Allah SWT. kekayaan budaya, merupakan bukti kebesaran Allah. Menjaga, melestarikan, serta mengembangkan budaya merupakan bukti syukur sekaligus kekaguman kepada yang maha kaya. Menafikan budaya sendiri, kemudian hanya menerima satu budaya (arab) atas nama agama, justru merendahkan martabat agama itu sendiri, karena menafikan kebesaran dan kekayaan Allah SWT.

Mentafakuri Tanda Kebesaran Allah SWT melalui Pohon Tabebuya ‘Menangis’

Oleh Shofi Nur Hidayah

Pohon Tabebuya ‘menangis’ di Kepanjen, Malang pohon tersebut mengeluarkan air dari rantingnya seperti sedang menangis. Fenomena tersebut membuat geger masyarakat setempat, terutama masyarakat di dekat SMP NU Sunan Kalijogo, Desa Sukaharjo, Kepanjen, Malang tempat dimana pohon Tabebuya tersebut berada. Purwanto, salah satu pemilik toko yang ada di sekitar lokasi kejadian melihat pohon tersebut mengeluarkan air pertama kali pada pukul 18.00 WIB pada Sabtu (20/10/2023).

Purwanto memberikan keterangan bahwa, “Air yang keluar dari pohon Tabebuya tersebut bergantian dari batangnya. Di daerah situ juga ada banyak pohon lain tapi hanya pohon tersebut lah yang mengeluarkan air,” terangnya dilansir dari laman detik.jatim. Atas fenomena tersebut warga sekitar beramai-ramai datang untuk melihat dan mengabadikan momen tersebut secara langsung. Sedangkan menurut pandangan ahli terkait, pohon Tabebuya yang mengeluarkan air tersebut kemungkinan terkena penyakit karena saat ini musimnya bagi pohon Tabebuya berbunga.

Sedangkan sebuah Pohon Tabebuya di Desa Sukoraharjo, Kepanjen, Kabupaten Malang, seolah menangis dengan mengeluarkan air dari batangnya. Pakar menyebut Pohon Tabebuya tersebut bisa jadi terserang penyakit. Menurut keterangan Citra Gilang Qur’ani selaku Dosen Studi Kehutanan Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) mengatakan “Jika melihat kasus itu, memang ada ketidaknormalan. Bisa jadi karena pohon terserang penyakit,” tuturnya. Citra juga menambahkan bahwa “Ada ketidaknormalan. Karena pohon normal tidak sampai mengeluarkan air. Fenomena itu kemungkinan ada penyakit yang menyebabkan pohon itu menyerang batang utamanya dan penyakit itu bisa merusak jaringan yang di tengah dan menyebabkan air. Bisa jadi air tanah yang dibawa pohon atau masuk sistem perakarannya itu banyak. Kandungan air melimpah dan ada penyakit di dalam pohon sehingga air bisa menyembur keluar. Ada hipotesis seperti itu. Tapi untuk kepastiannya butuh penelitian lebih dalam,” sambungnya.

Dari fenomena tersebut kita bisa belajar dan menyadari bahwa hal tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak tanda-tanda Kebesaran Allah SWT. Mengetahui hal tersebut hendaknya kita mengingat Allah, bahwa di dunia ini tidak luput dari pengawasan dan pemeliharaannya atas segala yang ada di alam semesta. Hewan, tanaman, dan manusia adalah segelintir dari sekian banyaknya makhluk Ciptaan-Nya yang jelas-jelas sangat terpelihara. 

Fans BTS Indonesia Tuai Pujian Kumpulkan Donasi 1M untuk Palestina

Oleh: Intan Anggreaeni S

Konflik antara Palestina dan Israel semakin memanas, kedua negara tersebut saling melemparkan serangan satu sama lain hingga mengakibatkan ribuan nyawa melayang. Senjata perang seperti nuklir, bom, hingga senjata mematikan lainnya juga turut andil dalam pertempuran kedua negara tersebut. suara sirine ambulance juga tak henti hentinya bersaut sautan membawa para korban jiwa entah sebab pengoboman, penembakan, ataupun yang lainnya. Semakin hari justru semakin banyak korban berjatuhan hingga banyak diantara korban yang meninggal dunia belum sempat untuk dikebumikan. Bahkan sempat beberapa waktu saking banyaknya korban meninggal hingga truk es krim dialih fungsikan menjadi kamar jenazah.

Banyaknya korban yang berjatuhan dan kerugian yang menimpa saudara kita di Palestina tentunya mengetuk pintu nurani hati kita. Bahkan dari Indonesia sendiri telah menerjunkan bantuan keamanan untuk turut menjaga dan membantu Palestina. Bahkan dewan Persetikatan Bangsa Bangsa (PBB) juga telah lama mengangkat isu ini dan memberikan perintah kepada negara anggtanya untuk turut membantu persoalan tersebut baik dalam bentuk bantuan keamanan maupun logistik. S

Seperti yang dilakukan penggemar BTS dari Indonesia, mereka mengumpulkan donasi hingga mencapai 1 Miliyar untuk Palestina. Penggemar BTS atau yang kerap disapa ARMY tersebut sebetulnya telah beberapa kali melakukan penggalangan dana bukan hanya untuk Palestina namun juga kerap beberapakali mereka melakukan penggalangan dana untuk korban bencana seperti banjir, tsunami, dll.

Dikutip dari laman resmi akun penggembar BTS Indonesia yaitu @army_indonesia jumlah donasi tersebut per 23 Oktober lalu telah mencapai Rp. 1.020.561.414. jumlah tersebut dikumpulkan dalam selang waktu yang tergolong singkat yaitu pada 18-20 Oktober 2023. Dana tersebut kemudian nantinya akan disalurkan kepada Palestina melalui dua Mitra Lokal yakni Human Initiative di Gaza. Penyaluran bantuan tersebut dalam bentuk berupa obat obatan yang terbagi ke dalam dua tahapan, tahapan pertama senilai Rp. 412 juta dan tahapan kedua Rp. 608.561.414

Dalam keterangnnya Tim Army Indonesia menyampaikan bahwa keberhasilan proyek ini buka hanya karena Army semata, nemun juga karena keterlibatan banyak pihak di dalamnya. Semoga dengan adanya donasi tersebut dapat membantu kebutuhan di Palestina. Dan juga mereka berharap agar peperangan segara dihentikan. Sikap dan perilaku yang dilakukan oleh Army Indonesia merupakan salah satu sikap yang sangat terpuji. Membantu saudara saudara kita di Palestina dapat dilakukan melalui berbagai cara, tidak harus kita terjun ke medan peperanagn untuk membantu sahabat di Palestina. Melainkan dengan apa saja hal-hal yang bisa kita berikan, seperti bantuan moril dan juga materil.

Pentingnya pendidikan bagi perempuan

Oleh : Khanifah Auliana

 

Zaman sekarang ini banyak kita lihat kecanggihan teknologi dan informasi yang semakin pesat. Tak heran apabila semua sektor bidang menggunakan teknologi yang modern, mudah dan sangat cepat. Apalagi dalam bidang pendidikan, semakin majunya teknologi informasi membuat kemudahan bagi pelajar atau guru. Jika dulu para anak-anak atau bahkan mahasiswa harus ke gedung pendidikan tempat menimba ilmu dengan adanya kecanggihan teknologi sekarang orang-orang yang akan menuntut ilmu tak perlu secara tatap muka hanya menggunakan gadget. Pendidikan di Indonesia menjadi hal yang sangat diperhatikan dari dulu sampai sekarang. Sistem pendidikan terus diperbaiki dan adanya kemajuan teknologi sangat membantu pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan ilmu lebih luas lagi.

Pandangan orang zaman dulu, saat Indonesia dijajah belum banyak orang yang sekolah atau menuntut ilmu hanya khuhus kalangan atas saja. Saat sudah mulai merdeka, Indonesia mengalami perkembangan dalam pendidikan yang cukup signifikan dilihat dari orang-orang kalangan biasa yang diperbolehkan untuk menuntut ilmu. Bahkan dulu hanya dari kalangan laki-laki saja yang harus bersekolah atau berpendidikan sedangkan perempuan dipandang sebelah mata karena pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga. Namun sistem itu di hapus sebab tidak hanya laki-laki saja yang harus berpendidikan tapi perempuan juga memerlukan pendidikan. Oleh karena itu, pandangan masyarakat dulu terkait gender antara perempuan dan laki-laki sangat dibedakan.

Mirisnya dulu, para anak-anak perempuan hanya diwajibkan untuk melayani orang rumah saja. sedangkan anak laki-laki sangat diagungkan, karena dapat menjadi pemimpin bagi dan lebih mendominasi. Perbedaan gender yang menyimpang itu membuat sebagian orang tak setuju dan era modern ini masyarakat mulai bisa menyetarakan diri antara baik laki-laki dan perempuan. Dunia pendidikan bukan hanya berhak untuk laki-laki saja namun perempuan juga perlu karena seorang perempuan akan menjadi madrasah atau sekolah pertama bagi anak-anaknya nanti. Jadi tak perlu minder atau memandang sebelah gender perempuan, jangan saling mendominasi tapi bekerjasama sesuai kewajiban gender masing-masing. Dalam Al-Qur’an juga telah dijelaskan betapa pentingnya menuntut ilmu bagi semua manusia.

Surat Al-’Alaq ayat 1-5: Ilmu Pengetahuan.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ . خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ . اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ . الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ . عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan qalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

 Dalam surat Al-alaq ayat 1-5 tersebut dijelaskan bahwa manusia untuk pertama kalinya saat nabi Muhammad mendapat Wahyu, nabi Jibril memberikan pesan dengan kata “Bacalah” kata perintah tersebut berfokus kepada belajar, dengan membaca manusia akan mendapatkan ilmu baru atau informasi yang salah satunya tak pernah hilang dari pendidikan. Kata “baca” akan selalu menjadi hal yang sangat penting, apalagi Indonesia dalam urutan salah satu negara dengan minat baca sedikit. Oleh karenanya, tingkatkan membaca dengan bacaan-bacaan pengetahuan yang luas serta menanamkan pikiran serta menambah wawasan luas. Selain itu membaca Alqur’an juga jangan pernah ketinggalan, satu Wahyu yang jadi pedoman umat Islam dengan segala petunjuk di dalamnya. memahami aspek tersebut dapat kita lihat Pentingnya pendidikan bagi perempuan dapat dilihat dari 2 sisi. Pertama, pendidikan yang terdidik dapat mengikis ketidaksetaraan gender yang menjadi perhatian banyak kalangan. Kedua, bagi yang meyakini bahwa tugas perempuan di rumah untuk mendidik anak-anak, maka seorang pendidik yang baik adalah yang memiliki pendidikan cukup.

Buku Bajakan dan Dampaknya

Oleh : Khanifah Auliana

Membeli buku kerap identik dengan seseorang yang ambisius dan suka belajar, padahal nyatanya tak semua orang membeli buku bukan hanya karena suka membaca. Hal itu bisa dilihat dari tujuan tertentu bisa jadi membeli buku untuk kepentingan ujian atau memang ingin menghilangkan rasa jenuh dari bermain gadget seharian. Dengan membaca buku, bisa membantu kita memperluas ilmu pengetahuan dan wawasan dunia yang belum kita ketahui. Dulu sebelum terkenalnya media sosial, orang-orang akan gemar ke toko buku karena ingin mengetahui informasi atau belajar dari yang belum diketahui. Ketebalan buku juga berbeda-beda ada yang memiliki halaman banyak sehingga sangat tebal biasanya di dominasi buku kamus bahasa atau novel dan yang memiliki halaman sedikit seperti majalah serta buku khusus anak-anak agar tidak bosan saat membacanya.

Dari dulu sampai sekarang harga buku memang jauh berbeda, bahkan sekarang ini standar harga buku kisaran 50.000 keatas. Oleh karena ini ketika berencana membeli buku hendaknya menabung atau menyisipkan uang supaya tidak membuat kantong kering. Tapi, harga buku memang sesuai kualitas yang ada, apalagi buku-buku yang dibeli pasti ada manfaatnya bagi diri kita atau orang lain yang meminjamnya. Harga buku yang sekarang cenderung mahal membuat sebagian masyarakat khususnya pelajar berbondong-bondong mencari cara supaya bisa belajar dengan cara yang praktis dan mudah. Segala kemudahan dan kepraktisan bisa langsung dipenuhi ketika sudah membuka media sosial. Tak heran buku pun ikut terseret kedalam sistem media sosial yang serba mudah ini.

Namun bukannya untung, justru buku yang masuk ke dalam jajaran media sosial membuat para pemilik toko buku offline rugi. Loh kok bisa hal tersebut terjadi? Permasalahan ini belum kunjung usai sampai sekarang, apalagi bukan hanya pemilik toko buku yang rugi tapi penulis buku juga ikut dirugikan. Hal itu dikarenakan harga buku yang memang mahal diakali dengan adanya beberapa oknum yang menjual buku dengan harga miring untuk menarik minat pembeli. Cara itu dinilai ilegal karena secara tidak langsung mengambil hak cipta dari penerbit dan penulis. Meski demikian mirisnya ternyata banyak  masyarakat Indonesia yang lebih minat membeli buku ilegal atau biasa disebut bajakan. Dalam hal ini, pemerintah dan masyarakat perlu kerjasama agar bisa menuntaskan dan menyingkirkan para oknum penjual buku bajakan. Selain itu ada juga hadis Rasulullah yang menerangkan terkait hal ini.

“Sesungguhnya Allah memaafkan umatku ketika ia tidak sengaja, lupa atau dipaksa.”

[H.R. Ibnu Majah, no. 2043].

Untuk itu sebelum membeli atau akan menjauh suatu barang di cek terlebih dulu apakah boleh dalam syariat agama. Sebab jika membeli atau menjual barang bajakan terus dilakukan maka akan masuk dalam kategori dosa yang disengaja. Ibaratnya ketika kita sengaja membeli atau menjual buku bajakan khawatirnya rezeki atau ilmu yang kita baca dari buku tersebut tidak barokah dan rezekinya tidak halal.

Solusinya bagi para pelajar sebelum membeli buku, cek lebih dulu harganya jika murah patut dipertanyakan apakah memang benar-benar asli/ORI. Apabila belum memiliki rezeki untuk membeli buku ori yang harga cukup mahal maka usahakan saja meminjam dan sembari menabung karena memulai langkah kecil yang baik akan membawa dampak besar yang baik pula.

Orkestra Meteor Orinoid: Konfigurasi Nyata Kebesaran Allah SWT

Oleh Shofi Nur Hidayah

Hujan meteor Orinoid terjadi pada tanggal 22 Oktober sejak malam hari hingga fajar di langit Indonesia. Hujan meteor Orinoid ini merupakan fenomena alam yang terjadi setiap pertengahan Oktober setiap tahunnya. Menurut National Aeronautics and Space Administration (NASA)  Amerika Serikat, mengatakan bahwa hujan meteor Orinoid disebut sebagai salah satu hujan meteor terindah sepanjang tahun. Orinoid sendiri terkenal dengan kecerahan dan  kecepatannya, yakni sekitar 148.000 mph (66 km/s) ke atmosfer bumi.

Karena kecepatannya pula meteor Orinoid meninggalkan puing-puing pijar yang mampu bersinar beberapa detik bahkan menit. Meteor Orinoid juga mampu membentuk bola api yang bisa menjadi ledakan cahaya. Dilansir dari lama Instagram resmi Observatorium Bosscha, Jum’at (20/10/2023), pada kalender astronomi bukan Oktober 2023 disampaikan bahwa puncak hujan meteor Orinoid di Indonesia terjadi pada Minggu, 22 Oktober 2023 pukul 22.14 WIB hingga fajar. Disebutkan pula bahwa hujan meteor Orinoid ini dapat dilihat dari arah rasi Orion. Cara untuk melihat fenomena ini adalah dengan memberi jarak 45-90 derajat dari pancaran cahaya rasi Orion.

Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) hujan meteor atau meteor shower adalah fenomena meteor yang jatuh dan melewati permukaan bumi dalam jumlah yang banyak. Apabila dilihat dari bumi fenomena tersebut terlihat seperti hujan yang turun. Secara singkat hujan meteor terjadi karena adanya meteoroid yang memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi. Sementara meteor adalah sebutan untuk sesuatu (benda-benda luar angkasa) yang jatuh dari luar angkasa. Hujan meteor terjadi mulanya karena sebuah batuan di luar angkasa yang berpapasan dengan bumi. Batuan ini merupakan serpihan dari komet tang sebelumnya telah hancur maupun batuan berbeda di luar angkasa.

Karena adanya gaya gravitasi bumi yang lebih besar menarik batuan tersebut, maka batuan itu bertemu dan bergesekan dengan atmosfer pelindung bumi. Gesekan yang terjadi pun mengakibatkan timbulnya tekanan pada batuan tersebut dan juga panas. Panas yang ditimbulkan mengakibatkan munculnya api atau pembakaran pada batuan tersebut. Hal ini yang dapat menimbulkan cahaya, serupa dengan bintang jatuh karena itulah dinamakan hujan meteor. Saat malam puncaknya, hujan meteor Orionid mampu memproduksi sebanyak 25 meteor/jam dengan laju 66 km/detik. Radian hujan meteor Orionid terbit pada malam hari dan dapat disaksikan sampai jelang fajar esok harinya. Kenampakan hujan meteor Orionid berwarna hijau maupun kuning. Meskipun meteor jatuh benda langit itu tidak akan mengenai bumi, sehingga tidak berbahaya.

Fenomena alam ini sudah dijelaskan oleh Allah SWT dalam surah Al-Anbiya’ ayat 33 yang artinya: “Di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.”  Hal ini sangat sesuai dan tidak terbantahkan, karena semua planet dan benda langit lainnya bergerak sesuai dengan garis edarnya masing-masing. Jikalau pun bertemu, seperti halnya meteori dengan bumi maka mereka hanya bersinggungan dan tidak berbahaya.

Rasullullah SAW juga telah bersabda yang diriwayatkan dalam kitab Sahih Bukhari yang artinya: “Dari Abu Hurairah yang menyampaikannya dari Nabi Saw., bahwa Nabi Saw. Pernah bersabda: Apabila Allah memutuskan urusan di langit, malaikat mengepakkan sayapnya karena tunduk patuh kepada firman-Nya. (yang bunyinya) seakan-akan seperti suara rantai (yang dijatuhkan) di atas batu yang licin (berbunyi gemerincing). Sesungguhnya Allah SWT telah mengatur alam semesta dengan sedemikian rupa dan juga detail serta mendasar, hujan meteor juga terjadi karena sunnatullah atau bentuk kebesaran Allah SWT.