Atasi Hoarding Dirsorder : Peduli Sampah Wujud Nyata Akhlak Mulia

 

Oleh : Khanifah Auliana  

Kebiasaan menimbun barang atau sampah yang sudah tidak gunakan menjadi hal yang perlu diperhatikan. Jika terus berlanjut kebiasaan tersebut akan berdampak buruk bagi diri sendiri maupun orang lain yang ada disekitarnya. Orang-orang yang suka menimbun barang tak berguna atau sampah merupakan suatu gejala yang timbul dari psikologis diri masing-masing. Gejala tersebut termasuk dalam gejala depresi yang membuat seseorang akan terus menimbun barang-barang atau sampah. Dalam dunia psikologis, biasa disebut Hoarding Dirsorder, menurut (American psychiatric association ) yang di kutip dari jurnal elibrary Unikom mengungkapkan bahwa 2-6 persen jumlah manusia mengalami hoarding disorder artinya tanpa disadari semua manusia di dunia ini bisa terkena hoarding disorder.

Dari kondisi yang memperihatinkan itu, perlu kita sadari bahwa pentingnya menjaga diri karena akan berdampak pada lingkungan. Apalagi dalam agama Islam mengajarkan kebersihan adalah sebagian dari iman. Seperti yang dijelaskan diatas bahwa Hoarding Dirsorder terkait masalah dari psikologis seseorang yang menimbulkan kebiasaan untuk menimbun barang. Oleh karena itu, untuk mengatasinya perlu kesadaran diri dan menciptakan energi yang positif. Gejala psikologis yang tidak baik bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan atau bahkan diri sendiri dalam menjalani kehidupan. Faktor lainnya bisa karena seseorang yang kehilangan arah hidup mungkin bisa ditinjau dari sisi keagamaan karena idealnya manusia membutuhkan pedoman hidup dari tuhan atau agama yang dipercayai.  

Salah satu hadis juga menerangkan keterkaitan antara agama dan kebersihan sebagai berikut.

بُنِيَ الدِّيْنُ عَلَى النَّظَافَةِ.

Artinya: “Agama itu didirikan atas kebersihan.” (HR Muslim).

Intinya bahwa Hoarding Dirsorder harus diatasi dan perlu diperhatikan agar tidak menjadi suatu penyakit yang buruk. Sebab Hoarding Dirsorder dapat menimbulkan berbagai macam dampak negatif yaitu sampah yang ditimbun dapat membawa penyakit, rumah yang ditinggali jadi berantakan dan akan menganggu pikiran. Dampak tersebut akan menghambat kegiatan lain sehingga jangan disepelekan. Sedikit demi sedikit harus diubah kebiasaan buruk menimbun barang atau sampah karena jika kebiasaan tidak ubah maka akan sulit untuk dihilangkan. Untuk itu, buatlah kebiasaan baik di mulai tindakan kecil seperti membuang sampah atau mengurangi menimbun barang. Kemudian kita perlu menjaga pikiran untuk tetap positif, membuat rumah nyaman, sehingga pola hidup menjadi sehat dan tak lupa untuk selalu menjalankan ibadah agar selalu dekat dengan sang pencipta. Mewujudkan akhlak mulia itu dengan menebarkan manfaat sebanyak-banyaknya. Salah satunya dengan perduli dan mengelola sampah. Bahwa inti ajaran Islam itu akhlak mulia, dan sebaik-baik orang adalah yg bermanfaat bagi orang lain (kehidupan).

Maulid Nabi Wujud Nyata Merajut Ukhuwah Islamiyah

Oleh: Intan Anggreaeni Safitri

Setiap tanggal 12 Rabiul Awal diperingati oleh kaum muslim sebagai hari Maulid Nabi atau hari lahirnya Rasullah SAW. Rasullah lahir di Makkah pada Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah (570 M) dan tanggal kelahirannya akan diperingati umat islam setiap tahunnya melalui cara yang berbeda beda. Namun pada umumnya umat islam memperingati Maulid Nabi dengan pengajian sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mengutus Nabi Muhammad sebagai Nabi sekaligus Rasul sehingga kita sampai di jalan yang lurus.

Peringatan Maulid Nabi memiliki beragam versi ada yang mengatakan bahwa awal mula adanya acara tersebut ketika masa dinasti Fatimiyah dan ada pula yang mengatakan bahwa peringatan maulid nabi dimulai ketika masa Salahudin Al-Ayyubi. Adapun tujuannya yaitu agar kaum muslim senantiasa memiliki semangat dalam berjihad di jalan Allah dan agar kita semua selalu bersalawat kepada-NYA.

Di Indonesia sendiri perayaan Maulid Nabi dilakukan melalui berbagai hal. Namun di beberapa daerah peristiwa Maulid Nabi juga dirayakan dengan sebutan Grebek Mulud. Grebek Mulud sendiri merupakan sebuah tradisi dari masyarakat Indonesia berupa gelaran upacara adat dengan beberapa gunungan yang kemudian akan dibagikan kepada masyarakat. Sejarah tersebut bermula ketika massa wali songo. Pada massa tersebut peringatan maulid nabi digunakan untuk menarik simpati orang orang untuk memeluk agama islam.

Peringatan Maulid Nabi memiliki makna penting bagi umat muslim, melalui momen tersebut kaum muslimin juga secara tidak langsung dapat meneladani sifat-sifat mulia dari Nabi Muhammad SAW yang telah dicontohkan beliau semasa hidupnya. Selain itu dengan diadakannya peringatan maulid nabi juga dapat memperkuat ukhuwah, baik ukhuwah  islamiyah maupun wathoniyah. Maulid Nabi juga mampu mempererat persatuan dan membangun kesatuan diantara masyarakat, sehingga dapat mewujudkan lingkungan yang harmonis dengan kerukunan antar sesama. Selain itu kegiatan maulid juga dapat memupuk rasa cinta pada nabi muhammad SAW, hal ini ditunjukkan dengan sholawat-sholawat maupun syair yang dibacakan saat  kegiatan berlangsung. Tak hanya itu, masyarakat dapat mengambil ibrah maupun nasehat yang disampaikan selama kegiatan maulid.

Tidak ada alasan untuk menghentikan kita dalam mewujudkan atau mengekspresikan rasa cinta terhadap Nabi Muhammad SAW, sebab nabi pun tetap mencintai seluruh umatnta dengan senantiasa mmemberikan doa-doa terbaik. Oleh karena itulah kita patut meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari. Kelahiran nabi muhammad saw yang diperingati sebagai maulid nabi , yang mana dari kelahiran nabi tersebut lahirlah agama islam, rukun iman, rukun islam, ihsan dan  juga akhlak terpuji. Oleh karena itu, sudah sepantasnya setiap orang merasa senang atas kelahiran rasulullah dengan mengekpresiaknnya dalam berbagai cara masing-masing.

Krisis Kemanusiaan ditengah Perang Hamas dan Israel

Oleh Shofi Nur Hidayah

Sudah sejak 15 Mei 1948 silam perang antara Israel dan Palestina muncul, perang tersebut bermula karena para pemuka Yahudi mendeklarasikan pembentukan negara Israel. Atas usulan tersebut memicu penolakan dari Bangsa Arab Palestina. Sejak saat itu hingga di tahun 2023 ini perang diantara kedua negara belum juga padam. Israel belum juga pulih dari serangan-serangan militer, lalu pada Minggu (8/10/2023) telah menyatakan perang melawan Hamas.

Hamas, atau Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah yaitu gerakan Islam Sunni dan nasionalisme Palestina yang menentang kependudukan zionis di wilayah tersebut. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan sangat berduka atas perang yang panjang dan sulit yang dialami oleh negerinya. Setidaknya ada lebih dari 1.000 orang menjadi korban tewas setelah kelompok militan Palestina melancarkan serangan besar-besaran dari Gaza. Hamas juga menembakkan ribuan roket ke Israel dan mengirimkan gelombang milisi yang menembak mati warga sipil serta menyandera sedikitnya 100 orang.

Atas peristiwa tersebut ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat dan menewaskan lebih dari 700 orang dari pihak Israel, belum lagi dengan kerugian materiil bagi negara tersebut sejak perang Arab-israel di tahun 1973 setidaknya mencapai 322 juta dolar AS. Sementara itu Pejabat Gaza telah melaporkan sedikitnya ada 413 kematian di daerah miskin dan terblokade dengan penduduk mencapai 2,3 juta orang. Hal itu disebabkan oleh serangan udara Israel terhadap 800 sasaran, yang menjadi kekhawatiran banyak orang sebagai invasi darat.

Dari perang dan kasus tersebut yang telah menewaskan banyak orang serta mengakibatkan kerugian besar, rasa kemanusiaan tentu dipertanyakan. Sebab banyak korban perang tersebut yang merupakan warga sipil, perempuan bahkan anak-anak. Padahal setiap manusia memiliki hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya. Meskipun Hak Asasi Manusia hanya bisa diterapkan saat masa-masa damai, namun masih ada Hukum Humaniter Internasional yang berlaku saat perang dan masa sengketa bersenjata. Hukum ini merupakan sekelompok peraturan yang dibuat dengan tujuan membatasi dampak dari konflik bersenjata atas dasar kemanusiaan.

Secara garis besar Hukum Humaniter Internasional mengatur tentang perlindungan terhadap orang-orang yang tidak terlibat langsung dalam perang seperti, warga sipil, tentara yang sudah tidak mampu berperang, dan lain-lain. Selain itu juga mengatur tentang metode dan pembatasan alat perang yang bersumber pada Dua Protokol Tambahan Konvensi Janewa. Adanya perang yang berkepanjangan memberikan pengaruh yang besar bagi para masyarakat setempat. Di mana hidupnya merasa tidak aman dan hak-hak sebagai manusia tidak didapatkan dengan baik, banyak anak yang mengalami trauma serta kesehatan mental yang terganggu. Perang memang sudah tidak mampu dieelakkan lagi diantara kedua negera, akan tetapi tetap mempertahankan kemanusiaan dengan tidak menyerang para warga sipil tentunya bisa dilakukan. Sebab masyarakat amat sangat dirugikan oleh berbagai serangan-serangan miiliter yang berjatuhan.

Perang, seringkali mengabaikan sisi penting dari kemanusiaan. Bagaimanamungkin Masyarakat sipil yang tidak berdosa dan tidak tahu menahu, ikut menjadi korban dari adanya peperangan yang tidak berkesudahan. Setiap harinya mereka merasa was-was untuk menjalani hidup dengan aman. Atas nama kemanusiaan, sudah seharusnya konflik tak berkesudahan itu segera dihentikan. Desakan-desakan perdamaian yang menguntungkan semua pihak harus terus menerus di dorong. Bagaimanapun, prinsip kemanusiaan untuk melindungi dan menjamin harkat dan martabat kehidupan manusia, harus menjadi prioritas utama.

HARMONI DALAM PERBEDAAN: BELAJAR DARI DESA KUTOROJO

oleh Nabil Abdullah aziz

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, menjadikan moderasi beragama sebagai salah satu upaya penting untuk menjaga kerukunan di masyarakat. Moderasi beragama dianggap sebagai sarana untuk mencegah konflik sosial yang dapat terjadi akibat perbedaan agama. Kita sebagai masyarakat perlu menyadari bahwa moderasi beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pemuka agama, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai individu. Ini adalah cara kita menjaga Indonesia dari konflik yang bisa merusak kerukunan sosial dan kebebasan beragama.

Melalui moderasi beragama, kita dapat menjaga keharmonisan dalam keberagaman, menghormati perbedaan pendapat, dan mencegah ekstremisme serta intoleransi. Yang sebaiknya di ajarkan sejak usia kanak-kanak agar mencegah sifat intoleransi, seperti yang dikatakan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, yang menegaskan akan menghapus tiga hal yang dianggap sebagai “Dosa besar” dalam pendidikan nasional. Ketiga hal tersebut adalah intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual “Tiga dosa ada di sistem pendidikan kita saat ini, dan tiga dosa tersebut nomor satu adalah intoleransi, nomor dua adalah perundungan atau bullying dan nomor tiga adalah kekerasan seksual,” ujarnya.

Contoh nyata bagaimana moderasi beragama dapat dilihat di Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, adalah sebuah contoh nyata bagaimana moderasi beragama dapat menjadi landasan kuat bagi kerukunan antar-anak-anak yang berbeda agama. Di tengah mayoritas Muslim dan minoritas Hindu, warga Desa Kutorojo telah mempraktikkan moderasi beragama secara alamiah, menjalani hidup dengan rasa hormat, toleransi dan tolong menolong satu sama lain. Mereka telah membuktikan bahwa perbedaan keyakinan tidak harus menjadi sumber konflik.

Ilustrasi moderasi beragama. (Pixabay/@MoteOo)

Anak-anak di Desa Kutorojo juga telah menerima pelajaran berharga dari orang tua mereka. Mereka tumbuh dalam lingkungan di mana perbedaan agama tidak diperdebatkan, melainkan dihormati. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan moderasi beragama dimulai dari rumah, dan generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang kuat dalam menjaga kerukunan beragama di masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa moderasi beragama tidak hanya menjadi sebuah wacana belaka, melainkan benar-benar dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan dan moderasi beragama merupakan cara yang efektif untuk menumbuhkan toleransi dan persatuan bangsa. Pendidikan dan moderasi beragama harus terus diajarkan sejak dini kepada anak-anak secara terus-menerus dan berkesinambungan. Dengan demikian, nilai nilai dalam moderasi beragama  seperti toleransi akan tumbuh dengan kuat dan persatuan bangsa akan semakin kokoh.

Ternyata, penghormatan terhadap perbedaan itu tidak butuh teori besar. Orang desa lugu di Kutorojo, yang tidak pernah sekolah formal sekalipun, mampu menghormati perbedaan (agama). Kuncinya, perbedaan itu terbiasa, disaksikan sehari2 sejak kecil. Perbedaan menjadi sensitif manakala info yang kita dapatkan dipenuhi prasangka. Info yang kita terima sendiri syarat kepentingan dari yang memproduksi wacana.

Moderasi beragama memang sedang digaungkan oleh pemerintah. Dimana, Kementerian agama sebagai leadersector dari program moderasi beragama. Dari beberapa hasil pembacaan saya, moderasi beragama bukanlah suatu ajaran baru, bukan pula suatu mazhab baru melainkan merupakan salah satu ajaran inti dalam agama Islam. Di dalam Islam, moderasi beragama dekat dengan istilah wasathiyyah.

Perlu diketahui bahwa moderasi beragama ini bermakna memposisikan diri di jalan tengah. Maksudnya, cara pandang dan sikap keberagamaan yang berorientasi pada keseimbangan dan jalan tengah. Moderasi beragama tidak ekstrem, tidak radikal, dan tidak intoleran. Moderasi beragama juga tidak mengabaikan ajaran agamanya, tetapi juga menghargai dan menghormati ajaran agama lain. Mengutip Prof. Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul wasathiyyah wawasan islam tentang moderasi beragama beliau menyebutkan bahwa berada di jalan tengah bukan berarti tidak tegas. Moderasi beragama ini meliputi beberapa prinsip diantaranya tawazun, tawassuth, musawah, syura, i’tidal dan tasamuh.

Dalam era ini, di mana tantangan ekstremisme dan intoleransi masih ada, moderasi beragama adalah senjata yang kuat untuk menjaga keharmonisan dan keberagaman Indonesia. Mari kita terus menjalankan dan mendorong nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga kita dapat terus membangun negeri ini dengan damai, berdampingan dengan saling menghormati, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Salah satu tujuan dari menjaga moderasi beragama adalah Menghindari Ekstremisme: Salah satu tujuan utama dari menjaga moderasi beragama adalah untuk mencegah ekstremisme agama. Ini melibatkan penolakan terhadap pandangan dan tindakan ekstrem yang dapat menyebabkan konflik dan kekerasan. Menghormati Nilai-nilai Kemanusiaan: Moderasi beragama mencakup penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, seperti hak asasi manusia, persamaan gender, dan keadilan sosial. Ini membantu mencegah penyalahgunaan agama untuk tujuan politik atau sosial yang merugikan.

Jesica Wongso dan Keadilan Hukum Indonesia

Oleh Shofi Nur Hidayah

Keadilan adalah hal yang semestinya didapat oleh seluruh manusia, terlepas dari latar belakang yang menyertainya  karena sebagai manusia, kita memiliki hal untuk diperlukan secara adil dalam berbagai aspek kehidupan termasuk keadilan di bidang hukum. Dalam hukum keadilan artinya prinsip atau suatu konsep yang mengacu pada keseimbangan serta perlakuan yang tidak membeda-bedakan bagi semua individu didalam sistem hukum. Terlepas dari ras, agama, gender, atau status sosial yang mana dalam hukum semua individu berhak diperlukan sama secara adil dan setara

Semenjak film dokumenter berjudul Ice Cold: Murder, Coffee and Jesica Wongso tayang di paltform Netflix banyak orang yang mempertanyakan realitas keadilan dalam sistem hukum di Indonesia. Pasalnya film dokumenter yang diangkat dari kasus meninggalnya I Wayan Mirna Salihin di cafe Olivier pada 2016 lalu pasca meminum kopi yang diduga mengandung racun sianida. Dalam kejadian tersebut, Jesica Kumala Wongso yang merupakan teman Mirna ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti-bukti tidak langsung. Jesica Wongso juga telah dijatuhi hukuman  20 tahun kurungan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sikap warganet yang mempertanyakan realitas keadilan hukum di Indonesia juga bukan tanpa sebab, karena berdasarkan film dokumenter tersebut terdapat setidaknya empat kejanggalan yang menonjol dalam kasus meninggalnya Mirna. Kejanggalan pertama yakni temuan sianida yang ada pada jasad korban hanya sebesar 0.2 mg dan itu didapatkan setelah tiga hari kematian. Sedangkan dosis tersebut tidak menyebabkan kematian, serta tidak adanya tanda-tanda sianida di tubuh Mirna saat meninggal. Kedua, keanehan barang bukti dimana cangkir kopi yang digunakan untuk dihadirkan sebagai barang bukti sudah melewati banyak tangan dan diragukan keasliannya serta foto mayat Mirna yang dibawa oleh sang ayah, Edi Darmawan yang mana foto mayat berwarna merah padahal menurut ahli sebelumnya jasad korban berwarna kebiruan. Ketiga, wawancara terhadap Jesica selaku tersangka yang tiba-tiba dipotong oleh petugas dengan alasan melanggar aturan dan tidak mengantongi izin. Keempat tidak adanya proses autopsi jenazah korban, hal ini cukup janggal karena untuk menentukan penyebab kematian korban metode ini cukup efektif namun demikian autopsi tidak dilakukan.

Meski Jesica Wongso telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, masih terdapat banyak pertanyaan yang belum terpecahkan. Fakta yang ditampilkan dalam film dokumenter tersebut memberi sudut pandang baru yang sebelumnya tidak atau bahkan terlewat selama masa penyelidikan dan persidangan berlangsung di tahun 2016 silam. Hal ini juga menjadi perhatian khusus bagi warganet.  Terlepas dari siapa pelakunya, sejak awal fokus kasus tersebut sudah berpindah bukan lagi mencari apa penyebab kematian korban melainkan berfokus pada siapa yang akan menjadi tersangka dan harus bertanggungjawab atas kematian Mirna selaku korban. Dari kasus tersebut kita bisa belajar bahwa menerapkan nilai-nilai keadilan bukanlah sesuatu yang sederhana, sehingga harus terus menerus diperjuangkan. Keadilan bisa didapatkan dengan kontribusi banyak pihak, karena itulah mewujudkan keadilan juga menjadi tantangan bagi kita semua.

Keadilan menjadi nilai penting yang terdapat dalam Pancasila butir ke kelima, yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebab keadilan merupakan prinsip moral yang menjaga martabat manusia. Merujuk pada arti keadilan sosial, dalam hal-hal tertentu kita semua harus adil dan memperlakukan orang lain dengan adil atau setara pula. Artinya keadilan dalam Pancasila mewajibkan masyarakat termasuk negara untuk sama-sama bertindak agar terwujudnya kesejahteraan umum. Nilai Pancasila inilah yang seharusnya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi ideologi bagi sistem hukum di Indonesia. Dalam hal apapun keadilan harus dijunjung tinggi tanpa membedakan seseorang, jangan sampai suatu kepentingan menunggangi suatu peristiwa dan menciderai hukum yang ada hingga mengesampingkan nilai keadilan.

Pandawara Group Contoh Nyata Implementasi Cinta Lingkungan

Oleh : khanifah Auliana

Pembahasan tentang kebersihan dan sampah masih jadi topik menarik di negara Indonesia ini. Sebab Indonesia sampai sekarang ini permasalahan soal kebersihan dan sampah belum ada solusi untuk menanganinya. Apalagi Jumlah masyarakat dari tahun ke tahun jumlahnya semakin naik sehingga pemukiman penduduk di beberapa wilayah menjadi padat. Dengan banyaknya penduduk otomatis penggunaan barang atau konsumsi makanan juga ikut naik. Di tahun 2023 ini tercatat dari kemenko PMK yang menyebut jika ada 7,2 juta ton sampah yang belum terkelola dengan baik. Hal itu akan berpengaruh pada jumlah sampah yang dihasilkan jika satu orang saja bisa menghasilkan beberapa sampah apalagi nanti akan di tambah dari jumlah masyarakat di suatu daerah atau bahkan semua masyarakat di negara ini betapa banyaknya sampah yang terkumpul.

Untuk mencegah jumlah sampah yang semakin besar, di harapkan adanya kesadaran dari kita semua agar bisa mengurangi sampah. Para anak muda menjadi pendorong bagi bangsa dalam menciptakan perubahan yang baik kedepannya termasuk kebersihan. Para anak muda patut di apresiasi dan di dukung untuk bersama-sama melestarikan lingkungan supaya tetap bersih. Salah satu bentuk inspirasi anak muda sekarang muncul pertama kali dan viral di media sosial yaitu Pandawa group, sekumpulan anak muda yang memiliki misi membersihkan sampah. dari laman beautynesia, Pandawara Group merupakan sekumpulan 5 teman tongkrongan semasa SMA dan Pandawara tercipta pada tahun 2022. Anggota nya sendiri yaitu, Muchamad Ikhsan, Gilang Rahma, Agung Permana, Rafly Pasya, dan Rifki Sa’dulah. Adanya kesadaran dari para anak muda tersebut bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat lain. Selain itu dengan kita sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, secara tidak langsung juga berperan dalam melaksanakan kewajiban peraturan pemerintah yaitu cinta tanah air.

Pandawa group menjadi contoh yang baik, mereka sekumpulan anak muda yang rela kotor-kotoran untuk membersihkan sampah yang ada di lingkungan setempat. Aksi Pandawara group menarik simpati pemerintah untuk berkontribusi bersama dalam menciptakan lingkungan bersih. Kemudahan media sosial membuat Pandawara group merambah ke berbagai kalangan dengan mengunggah video membersihkan sampah. Mereka keliling ke kota-kota yang memiliki banyak sampah termasuk sungai, selokan kecil bahkan laut yang tercemar oleh sampah.

Tidak sendirian, mereka mengajak segenap masyarakat untuk membersihkan bersama agar cepat bersih dan menanamkan kesadaran. Tak lupa meminta izin kepada para pemerintah pusat dan daerah yang berkaitan supaya mempermudah proses pembersihan sampah. Secara tidak langsung di sini kita berkontribusi bersama dan kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah dalam menjaga lingkungan. Sampah jangan di jadikan kesalahan para individu saja namun menjadi masalah kita semua untuk menanggulangi dan mengatasi. Solusi untuk mencegah dampak buruk sampah yang berakibat fatal bisa dengan mengubah kebiasaan kecil dari membuang sampah pada tempatnya, lalu jika hendak berbelanja usahakan membawa kantong berbahan kain dari rumah, dan mengganti wadah plastik dengan menggunakan bahan-bahan organik yang mudah terurai. khuhusnya bagi pengguna e-commerce yang biasanya menumpuk dengan bubble wrap dari plastik bisa dihindari dan diganti dengan kardus akan jauh lebih baik.

Dalam agama Islam juga mengajarkan untuk menjaga alam semesta ini dan akan berdampak jika terjadi kerusakan pada bumi.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Artinya : ” Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) “.

Dari ayat tersebut mengajarkan tentang pentingnya menjaga lingkungan sebab kita tinggal di bumi dalam artian seperti menjaga hunian dengan merawatnya. Ketika tidak dijaga bumi akan rusak dan akan mempengaruhi manusia serta makhluk lain. Dalam agama menjaga khuhusnya hal kebersihan jadi point’ yang sangat penting apalagi jika itu sebagian dari iman. Adanya contoh dari Pandawara group berharap semua masyarakat dapat saling kerjasama satu sama lain membangun lingkungan yang bersih tidak memandang perbedaan suku ras atau agama karena kita semua tinggal di tempat yang sama yaitu bumi Pertiwi.

Mencegah Perilaku Seksual Menyimpang Melalui Penampilan

    Fenomena yang terjadi saat ini pada lingkungan masyarakat cukup banyak menyita perhatian. Salah satu fenomena yang dianggap sepele atau bahkan sudah biasa dilakukan oleh sebagian masyarakat yaitu terkait penampilan. Kemajuan teknologi yang cepat membuat banyak hal yang berubah dari sisi kehidupan manusia sehari-hari termasuk dalam hal penampilan. Namun, banyak dari kalangan masyarakat yang  ada saja menyeleweng dari aturan-aturan tak tertulis terkait berpakaian atau sesuatu yang menempel pada tubuh seperti aksesoris.

    Hal tersebut sering dibahas terutama dalam kaidah agama. Seorang perempuan dianjurkan untuk memakai pakaian yang sopan, sesuai dengan kodratnya. Biasanya para perempuan identik feminim dengan aksesoris dan memakai warna-warna yang cantik. Sedangkan laki-laki identik dengan hal yang maskulin atau perilaku yang diciptakan secara biologis. Namun seiring berjalannya waktu perilaku atau sikap antara perempuan maupun laki-laki sering menyimpang dari kodratnya masing-masing.

    Perubahan perilaku bisa terlihat dari cara berpenampilan atau berpakaian. Sebagian dari mereka ada yang tidak sengaja maupun sudah menjadi kebiasaan dalam berpakaian, misalnya, laki-laki yang berpakaian menyerupai perempuan ataupun sebaliknya. Contoh tersebut sering kali kita lihat bahkan berseliweran di media sosial untuk keperluan eksistensi semata. Namun, jika hal tersebut di biasakan akan berpengaruh pada sifat kodratnya. Dalam agama pun menyampaikan hendaknya kita harus berperilaku sesuai dengan kodrat jenis kelaminnya masing-masing. Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad menjelaskan :

لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Ahmad no. 3151, 5: 243, sahih sesuai syarat Bukhari).

    Dari hadis tersebut diterangkan bahwasanya perilaku yang sering kita anggap sepele dalam hal berpakaian antar laki-laki yang menyerupai perempuan atau sebaliknya ternyata sangat dilarang. Bahkan Allah akan melaknat seseorang yang dengan sengaja berpenampilan tidak sesuai dengan kodrat kelaminnya entah itu perempuan atau laki-laki. Untuk itu, penting bagi kita semua memperhatikan hal-hal kecil meskipun itu untuk keperluan media sosial namun jika diterapkan terus menerus tentunya bisa saja berdampak buruk untuk diri seseorang yang melakukan. Dampaknya akan ke psikologis dan bisa saja merubah sifat dari yang tadinya asli laki-laki menjadi selayaknya perempuan. Memperkuat iman serta identitas diri mampu memberikan jembatan agar tidak terseret dalam fenomena tersebut. Mendekatkan diri kepada Allah serta bergaul dengan lingkungan yang positif mampu memberikan dorongan untuk tidak terjebak dari hal yang terlarang dalam agama. Upaya untuk mencegah perilaku seksual menyimpang, bisa dilakukan dari hal terkecil, seperti menjaga penampilan, sesuai dengan jenis kelaminnya.

Menghargai Perbedaan: Mengakui Kebesaran Tuhan 

Oleh Shofi Nur Hidayah

Perbedaan adalah hal mutlak yang terjadi dan sewajarnya dimiliki oleh manusia. Di Indonesia sendiri, perbedaan tak bisa jauh dari masyarakat baik itu perbedaan agama, suku, ras maupun bahasa. Tentu ada banyak tantangan yang dialami ketika perbedaan itu muncul di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Semua orang memiliki pandangan dan keyakinan pribadi atas segala sesuatu, ada beberapa hal yang dianggap sebagai sebauh kebenaran oleh suatu kelompok tapi kebenaran tersebut tidak diakui oleh kelompok lain. Kembali lagi masing-masing orang memiliki cara pandang atau prespektif tersendiri dalam memandang segala sesuatu.

Inti dari ajaran agama manapun adalah menebarkan kedamaian dan kebaikan dalam hidup bermasyarakat di dunia ini. Memahami hal itu, tentu kita mampu menyikapi setiap perbedaan dengan bijak. Jika saja kalau Allah SWT menginginkan, bisa saja seluruh umat manusia dijadikan sama (satu kaum).

Hal itu telah disebutkan dalam firman Allah SWT surat An-Nahl ayat 93 yang artinya: “Dan jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Tetapi kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” Tapi Allah tidak menginginkan itu. Karena, sesungguhnya, dalam perbedaan itu ada hikmah atau pelajaran yang bisa dipetik. Membuat kita saling mengenal antara satu dan lainnya, sekaligus membuat kita yang berbeda, berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan.

Moderasi beragama atau menjalankan nilai-nilai keagamaan dengan semestinya dan memahaminya sebagai pedoman hidup bermasyarakat dan berbangsa, tidak hanya dilakukan oleh umat islam saja. Karena dasar atau inti ajaran agama adalah menebarkan kedamaian dan kebaikan, maka seharusnya sebuah perbedaan bukanlah hal yang bisa menimbulkan masalah. Kita tidak bisa menafikan adanya perbedaan  diantara masyarakat Indonesia, namun jika kita mempu memahami agama dengan baik. Apapun agamanya, maka sebuah perbedaan adalah hal yang wajar dan tidak perlu dipermasalahkan.

Saling menghargai setiap perbedaan yang ada adalah tugas kita sebagai manusia dan bangsa Indonesia. Dalam ajaran Islam sendiri menyebutkan bahwa adanya perbedaan adalah bentuk kekuasaan Allah SWT sebagai Yang Maha Esa, Allah SWT menghendaki adanya perbedaan di antara umat manusia dan menganjurkannya agar saling mengenal satu sama lain. Hal itu tertuang dalam Q.S Al Hujurat ayat 13 yang berarti: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.” Oleh karena itu, menghargai perbedaan juga berarti menghargai kehendak Allah SWT. Menghargai adanya perbedaan bukanlah hak yang buruk, justru karena itu kita mampu hidup berdampingan dengan banyak orang dari latar belakang yang berbeda dan itu menjadikannya sebagai sebuah keindahan. Menghargai perbedaan juga berarti mengakui kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

Batik Warisan Budaya Yang Mendunia

Oleh Shofi Nur Hidayah

Senin, 2 Oktober ditetapkan sebagai hari batik nasional yang menandai perayaan penetapan batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 silam.  Setidaknya batik telah tersebar di seluruh penjuru Indonesia dengan berbagai macam motif dan corak khas dari daerah asal batik itu sendiri. Ada lebih dari 5.800 motif batik yang tercatat oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hal ini menjadi bukti betapa kaya Indonesia dengan budayanya. Setiap motif batik itu bukan hanya sekedar corak atau pola saja, melainkan ada beragama cerita didalamnya.

Beberapa morif batin paling populer di Indonesia antara lain: Pertama motif batik parang dengan pola diagonal tegas dan sekilas mirip huruf S, serta menjadi motif khas Jawa yang konon sudah ada sejak zaman Mataram Islam. Filosofi yang terkandung didalamnya adalah sikap pantang menyerah. Kedua motif batik simbut yang berasal dari Banten dengan pola yang sikilas mirip dengan daun talas, awalnya motif ini di ciptakan oleh suku Baduy namun menyebar hingga ke seluruh Banten dari waktu ke waktu. Filosofi yang dimiliki motif ini adalah kedekatan manusia dengan alam semesta. Ketiga ada motif batik Kawung dengan ciri khas pola mirip buah kawung  atau buah mirip kelapa maupun buah aren yang ditata rapi secara geometris. Motif ini berasal dai Yogyakarta dengan filosofi yang terkandung didalamnya berupa kesempurnaan, kemurnian dan kesucian.

Batik sendiri menjadi item berbusana yang memiliki kesan elegan dan rapi bagi setiap orang yang mengenakannya. Dahulu batik hanya dikenakan pada saat-saat tertentu, khususnya dalam acara kebudayaan. Akan tetapi seiring berjalannya waktu batik diadopsi sebagai bagian utama dalam penggunaan desain pakaian seperti rok, blus, kemeja bahkan jaket. Beberapa desainer bahkan telah mengubah batik menjadi pakaian tradisional menjadi pakaian yang lebih modern dan trendy serta fashionable. Hingga saat ini telah banyak desainer lokal maupun internasional seperti Diane von Furstenberg dan Tommy Hilfiger telah menampilkan koleksi batik dalam pameran fashion mereka, serta Ghea Panggabean yang membawa batik ke kancah Internasional dengan menggelar fashion show, bertajuk Treasures of Indonesia: A Journey Into Indonesian Fashion, Art, and Culture di Milan, Italia pada 14 September 2013.

Di luar negeri sendiri, batik juga mulai digemari oleh masyarakat asing. Beberapa negara seperti Jepang, Korea, dan Singapura telah mengadopsi batik sebagai salah satu pakaian yang digemari oleh masyarakatnya. Beberapa selebriti internasional juga mulai mengenakan batik dalam acara-acara resmi, seperti Beyonce yang mengenakan batik dalam acara Grammy Awards, Rihanna dalam acara Met Gala dan Tom Cruise pada saat syuting film Mission Impossible 5 di Maroko pada 2014 lalu. Hingga saat ini batik telah memiliki tempat tersendiri dalam industri fashion kontemporer yang mana batik tidak lagi sekedar menjadi pakaian tradisional. Namun juga telah berkembang dan diterapkan dalam kode haute couture maupun aksesoris seperti tas bahkan sepatu.

 Dengan ini batik membawa nama baik Indonesia serta mampu mendongkrak perekonomian nasional. Di tangan-tangan terampil dan inovatif batik mampu diaplikasikan dalam padu padan busana dan mode. Sebagai generasi penerus bangsa serta insan kreatif kita perlu bangga terhadap budaya yang bangsa kita miliki serta percaya diri menerapkan budaya tersebut dalam karya-karya kita. Sebab, mengharumkan nama bangsa bisa dilakukan dengan cara apapun yang sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing. Batik merupakan salah satu maha karya budaya bangsa yang harus dirawat dan dilestarikan. Filosofofi nilai-nilai budaya Nusantara juga dapat dijaga melalui penguatan budaya batik. Penguatan batik sebagai upaya membangun kepercayaan diri, sekaligus memperkuat identitas dan jati diri Bangsa.

MENGATASI BULLYING MELALUI EDUKASI AKHLAK USIA DINI

Oleh : Khanifah Auliana

Bullying menjadi hal yang sering dilakukan di kalangan saat ini bahkan anak-anak yang masih di bawah umur. Bullying merupakan suatu perilaku yang menindas atau mengintimidasi seseorang baik secara fisik maupun verbal. Oleh karena itu, bullying atau pembullyan jadi hal yang sangat dilarang untuk siapapun karena dapat mengakibatkan dampak buruk. Pembullyan sekarang ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja namun juga merambah ke anak-anak.

Maraknya bullying saat ini sangat perlu untuk di perhatikan lebih lanjut karena akan berpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, bullying saat ini bahkan sering dianggap wajar atau di normalisasi sebagian masyarakat tanpa melihat dampaknya terutama anak-anak. Kejadian bullying pada anak-anak masih sering terjadi biasanya di sekolah formal maupun non formal. Akhir-akhir ini bahkan sudah viral aksi pembullyan yang ada di salah satu sekolah menengah pertama.

Mirisnya aksi bullying siswa SMP itu sebelumnya di video oleh salah satu siswa dan di unggah pada media sosial. Setelah video itu di unggah, respon masyarakat pun langsung tuai kontra terhadap video bullying itu. Pelaku bullying bahkan langsung ditangkap oleh pihak kepolisian untuk di mintai keterangan terkait pembullyan di kalangan SMP ( siswa menengah pertama ). Akibat buruk dari bullying siswa SMP, korban mengalami luka-luka dan harus di rawat di rumah sakit. Pihak kepolisian juga masih mendalami kasus pembullyan itu sebab pelaku bullying masih dibawah umur dan ada hukum khuhus yang menanganinya.

Dari kejadian viral pembullyan di sekolah, membuat kita semua harus sadar akan pentingnya edukasi dalam berperilaku maupun bertutur kata melalui pembelajaran akhlak. Anak-anak sangat mudah meniru apa saja yang di lihat atau di dengar di lingkungan mereka. Peran penting orangtua dan masyarakat dalam mengedukasi anak-anak lewat penerapan akhlak bisa jadi solusi kedepannya agar mengurangi perilaku bullying. Cara lain yang bisa digunakan dengan menerapkan sanksi atau hukuman ringan untuk membuat anak-anak berfikir ulang setiap melakukan tindakan yang salah.

Penerapan edukasi dan pembelajaran akhlak bisa dimulai melalui media sosial karena anak-anak zaman sekarang lebih aktif menggunakan gadget. Tontonan atau informasi pada media sosial memerlukan penerapan khusus untuk anak-anak seperti yang diterapkan pada YouTube anak sehingga semua konten atau video bisa aman untuk di tonton. Tidak hanya fokus pada penerapan konten diperlukan juga pengawasan orangtua serta pihak-pihak yang berkaitan dengan anak-anak untuk membantu mengarahkan kepada perilaku yang baik. Anak usia dini merupakan usia emas. pada usia dini, seseorang akan mengnyimpan memori yang cukup lama. Hal ini dapat membentuk ruang bawah sadar seseorang, sehingga menentukan tindakan yang akan dilakukan. Siswa yang sejak usia dini dibiasakan untuk menghormati orang lain, terbiasa antri, terbiasa membuang sampah pada tempatnya, itu akan menjadi kebiasaan pada kehidupannya setelah dewasa. Sehingga, pendidikan akhlak yang efektif, idealnya dilakukan sejak usia dini