Sedekah Bumi: Budaya Lokal yang Masih Lestari

Oleh: Intan Anggreaeni Safitri

Berbicara mengenai budaya lokal yang ada di Indonesia tidak akan ada habisnya. Jutaan kebudayaan tumbuh berdampingan dengan masyarakat Indonesia, pluralitas ini lah yang  membedakan Indonesia dengan negara lain. Kerukunan antar masyarakatnya juga patut untuk diajungi jempol. Masyarakat Indonesia memliki berbagai macam budaya yang menarik di daerahnya mulai dari tarian, rumah adat, lagu daerah, dan semacamnya.

Salah satu dari sekian banyak tradisi budaya yang masih berjalan dan masih banyak ditemui hingga kini yaitu sedekah bumi. Sedekah bumi merupakan sebuah tradisi dari zaman nenek moyang yang masih terjaga hingga sekarang ini. Rangkaian acara sedekah bumi biasanya setiap tempat memiliki ciri khas tersendiri. Sedekah bumi ini merupakan upacara adat yang melambangkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmatnya.

Biasanya acara ini dilakukan pada awal bulan Muharam atau Syura dengan membawa gunung gunungan hasil bumi sebagai bentuk kuasa atas Tuhan yang telah memberikan rezekinya melalui tanah atau bumi yang mereka pijak. Tidak hanya itu sedekah bumi sekarang ini juga telah mengalami sedikit perubahan, jika pada zaman dahulu masyarakat hanya membawa gunungan hasil sawah atau kebunnya tanpa adanya iring iringan musik atau hiburan. Berbeda dengan sekarang masyarakat tetap akan membawa gunungan sebagai simboliknya namun terdapat pula penampilan peserta seperti tarian atau musik terntu yang mengiringi jalannya upacara adat ini.

Bukan hanya itu dari segi pakaian pun sudah jauh berbeda masyarakat sekarang jauh lebih kreatif dibandingkan dengan yang dulu, mereka akan mengenakan busana adat, pakaian hasil modifikasi pribadi, hingga pakaian yang terbuat dari daur ulang sampah dimana hal ini tidak bisa kita temukan pada upacara adat sedekah bumi orang zaman dahulu.

Melalui tradisi sedekah bumi kita juga dapat belajar mengenai beberapa nilai kehidupan seperti nilai ketuhanan, sosial, hingga moral. Nilai ketuhanan tertuang pada ungkapan rasa syukut kita kepada Tuhan atas nikmat dan rezeki yang diberikan kepada kita. Nilai sosial yaitu kita dapat belajar untuk merangkai kerukunan dengan masyarakat lewat upacara sedekah bumi ini. Dan nilai moral yaitu dapat kita implementasikan pada sikap kita yang berusaha untuk melestrikan budaya ini agar tetap terjaga. Setiap kegiatan akan selalu ada pesan yang termaktub di dalamnya sehingga upayakan agar kita selalu memberikan yang terbaik pada setiap kegiatan yang kita jalani.

Upaya Lestarikan Budaya Lokal KKN 57 UIN Gusdur Ciptakan Wayang Animasi

Oleh : Intan Anggreaeni

Sebagai negara yang dianugerahi oleh beragam kekayaan tentunya Indonesia memiliki tantangan sendiri untuk melestarikannya. Terlebih lagi diera sekarang dimana gempuran gedget sangat pesat adanya sehingga generasi muda lebih suka berselencar di dunia maya alih alih bermain bersama teman sebayanya. Sebenarnya ada beragam cara yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk melestarikan budaya dimulai dari pembentukan UU, mengajarkan budaya lewat mata pelajaran di bangku sekolah, hingga membuat trobosan baru untuk mengenalkan budaya kepada generasi penerus bangsa.

Seperti yang telah dikatakan di atas bahwa ada banyak cara yang dapat kita tempuh untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda. Misalnya saja dengan membuat membuat beberapa inovasi seperti yang dilakukan oleh mahasiswa KKN 57 UIN Gudsur kelompok 25, mereka membuat wayang dengan gaya yang modern. Mereka membuat inovasi dengan mengubah tokoh pewayangan menjadi animasi atau kartun yang anak anak kecil sukai, seperti doraemon, hello kitty, keropi. Dsb.

Hal tersebut dinilai jauh lebih efisien dibandingkan dengan mengenalkan wayang lewat tokoh yang aslinya. Karena biasanya nama tokoh pewayangan zaman dahalu lebih susah dihapalkan dibandingkan dengan tokoh tokon kartun yang biasa mereka tonton dilayar televisi. Tentunya hal tersebut juga akan memudahkan mereka dalam proses belajar wayang. Tidak hanya itu mereka juga melakukan inovasi pada bahan baku utama pembuatan wayang. Jika biasanya wayang dibuat menggunakan kulit namun kali ini mereka menggunakan kardus sebagai bahan utamanya.

Pemilihan kardus sebagai bahan utama karena kardus biasanya lebih gampang untuk dijumpai dan selain itu ini juga merupakan sebuah langkah mendaur ulang sampah. Adapaun tujuan Tujuan utama dari adanya inovasi permainan tradisional ini adalah untuk memfasilitasi, serta menjadi media untuk membantu dan mempermudah orang tua dalam mengawasi anak agar tidak terus menerus terpapar gadget dan juga bahaya media sosial yang anak-anak belum bisa memfilter hal tersebut. Selaij itu juga untuk melatih anak-anak agar lebih terampil serta kemahiran mereka dalam bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Lihai dalam Mengelola Keuangan Life Skill  Utama yang Sangat dibutuhkan

Oleh: Intan Anggreaeni S

Sebagai makhluk hidup tentunya setiap harinya kita membutuhkan berbagai macam kebutuhan. Mulai dari kebutuan primer hingga sekunder, dari yang kecil hingga besar, dan dari yang mahal hingga yang murah. Berbagai kebutuhan tersebut tentunya harus kita beli untuk menunjang kehidupan kita. Namun sering kali harga kebutuhan tersebut jauh lebih tinggi dari pada pemasukan atau gaji kita. Oleh karenanya diperlukan kecakapan dalam mengelola keuangan. Belum lagi harga bahan makanan yang terus melambung membuat kita harus pintar pintar dalam berbelanja dan memage keuangan. Ada beberapa tips yang dapat kita lakukan dalam hal ini diataranya yaitu

Pertama catatlah pemasukan dan pengeluaran, sering kali kita lalai dan menganggap sepela tentang hal ini dan pada akhirnya setelah keuangan sudah menipis kita baru menyadari bahkan merasa bingung kemana sebenarnya uang kita “pergi”. Oleh karena itu penting bagu kita sebenarnya untuk menulis beberapa kebutuhan kita selama jangka waktu ke depan sehingga dengan mudah kita akan mengerti dimana uang kita “pergi” tersebut. hal tersebut dapa kita mulai dengan mencatat kebutuhan pokok dan beberapa kebutuhan lainnya yang dirasa penting, kemudia catat pula pemasukan kita. Jika dirasa dalam catatan tersebut jumlah pengeluaran kita sudah melebihi batas maka catatan ini dapat menjadi alarm bagi kita sendiri.

Kedua perhatikan lah hal-hal kecil, acapkali kita mengeluarkan uang untuk membeli hal sepele seperti kopi, cemilan, dsb. Pengeluaran seperti itulah yang sebenarnya jika ditotal akan menjadi jumlah yang terbilang cukup lumayan. Namun beberapa orang justru meanggap sepele akan hal ini sehingga membuat jumlah pengeluaran tidak terkontrol setiap bulannya. Sering kali kita sangat memikirkan matang matang untuk membeli barang mahal. Namun justru barang yang dianggap kita sepele ini jika ditotalkan jumlahnya bisa membeli barang tersebut.

Ketiga berbelanjalah sesuai kebutuhan, sering kali kita membeli beberapa barang bukan karena kebutuhan melainkan keinginan. Hal tersebut sebenarnya sangat tidak dibenarkan dalam hal ini karena jumlah pengeluaran nantinya akan sangat membengkak. Berbelanjalah sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan apa yang kita perlukan, hindari membuang uang kita hanya untuk membeli barang yang tidak terlalu perlu apalagi membeli barang hanya karena gengsi.

Keempat yaitu disipilin dalam menabung, buatlah target tabungan sendiri sendiri sesuai dengan keadaan ekonomi kita masing masing. Jangan menabung dari sisa uang di akhir bulan itu adalah langkah yang salah dan membuat uang tabungan kita akan jauh terkumpul. Oleh karenanya sebaiknya sisikanlah sebagian uang untuk ditabung dan jangan lupa juga siapkan uang darurat yang dapat kita gunakan apabila terjadi keadaan yang diluar prediksi seperti sakit, dsb.

Mengelola uang merupakan sebuah life skill yang sangat kita butuhkan. Skill ini terkesan sepele namun sesungguhnya adalah prinsip yang harus kita terapkan sejak muda. Terlebih lagi apabila ada target yang harus kita capai tentunya konsistensi dalam mengelola keuangan ini harus benar benar diperhatikan. Mengatur keuangan berarti kita menyelamatkan kehidupan kita dimasa yang akan datang.

Seni Ukir Jepara dan Nilai Keabsahan Kebesaran Allah SWT

Oleh Shofi Nur Hidayah

Berbicara tentang Kota Jepara, mungkin tidak akan lepas dari seni ukir yang begitu menyatu dengan kota tersebut. Jepara seolah menjadi ibu bagi seni ukir dan juga para pengerajin yang tinggal di sana. Kegiatan mengukir dan memahat untuk dijadikan mebel atau karya seni memang sudah dilakukan sejak bertahun-tahun lamanya. Kegiatan ini diwariskan dari generasi ke generasi, bahkan mayoritas penduduk Kota Jepara berprofesi sebagai pengerajin ukir. Hasil seni ukir yang dihasilkan sudah tersebar keseluruh negeri bahkan hingga ke mancanegara.

Rupanya kebiasaan memgukir dan melukis sudah ada sejak zaman Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, menurut legenda masyarakat setempat. Dilansir dari laman  Indonesia.go.id Raja Brawijaya pernah memanggil ahli lukis dan ukir bernama Prabangkara untuk melukis sang istri dalam keadaan tanpa busana, tetapi harus mengandalkan imajinasinya tanpa melihat objek yang sebenarnya yakni sang permaisuri Raja. Prabangkara melakukan tugasnya dengan baik, lukisannya benar-benar indah tapi terdapat tahu cecak yang nampak seperti tahi lalat.

Raja Brawijaya pun marah karena letak tahi lalat di lukisan itu sama persis seperti aslinya. Dia kemudian menghukum Prabangkara dengan mengikatnya di layang-layang dan menerbangkannya. Prabangkara laku jatuh di Kota Jepara tepatnya di belakang gunung, yang kini dikenal dengan Desa Mulyoharjo. Prabangkara kemudian mengajarkan masyarakat setempat mengukir dan melukis, sehingga keahlian tersebut masih ada hingga zaman sekarang.

Ukiran Jepara sudah ada sejak zaman pemerintahan Ratu Kalinyamat sekitar tahun 1549. Ada banyak pihak yang berperan besar dalam perkembangan seni ukir di zaman tersebut. Diantara orang-orang tersebut ada Retno Kencono (anak Ratu Kalinyamat), menteri Kerajaan Sungging Badarduwung dari Campa, dan sekelompok pengukir daerah Belakang Gunung yang bertugas melayani kebutuhan ukir keluarga Kerajaan. Sepeninggal Ratu Kalinyamat, perkembangan seni ukir di Jepara sempat mangkrak dan kembali hidup di zaman RA. Kartini.

Melihat kondisi perekonomian pengerajin yang tidak beranjak dari kemiskinan, membuat Kartini berinisiatif memasarkannya ke luar kota dan hasilnya cukup memuaskan. Akhirnya diketahuilah kualitas karya seni ukir Jepara ini di kanca lokal hingga mancanegara dan memang mampu mengembalikan ekonomi para perajin seni ukir Jepara.  Seni ukir juga tidak hanya cerminan dari budaya lokal saja, seni ukir ini juga bisa berkolaborasi dalam aspek keagamaan.

Dimana mimbar Masjidil Al Aqsa, Palestina juga pernah di ukir replikanya oleh warga Jepara. Yakni Nuruddin Zanki, dia bersama empat orang temannya mengerjakan ukiran tersebut selama lima tahun lamanya. Replika mimbar Masjidil Al Aqsa itu dikerjakan karena sebelumnya mimbar masjid pernah dibakar oleh Israel pada tahun 1969.  Hal ini membuktikan bahwa budaya lokal bisa bersatu padu dengan unsur kesilaman. Kita perlu melestarikan dan menjaga budaya yang ada. Serta memiliki rasa bangga dan mencintai budaya tersebut sebagai bentuk rasa syukur pada Allah SWT karena diberikan keberkahan pengetahuan yang berlimpah khususnya dalam kreativitas melestarikan budaya yang ada. Sebab budaya pun tidak akan pernah ada jika tanpa campur tangan Allah SWT. kekayaan budaya, merupakan bukti kebesaran Allah. Menjaga, melestarikan, serta mengembangkan budaya merupakan bukti syukur sekaligus kekaguman kepada yang maha kaya. Menafikan budaya sendiri, kemudian hanya menerima satu budaya (arab) atas nama agama, justru merendahkan martabat agama itu sendiri, karena menafikan kebesaran dan kekayaan Allah SWT.

Kekerasan anak akan jadi trauma yang sulit dihilangkan

Oleh : Khanifah Auliana

Akhir-akhir ini banyak pemberitaan tentang kasus kekerasan yang terjadi pada anak usia dini. Pelakunya bukan hanya dari orang luar saja, bahkan ada yang sampai dari keluarganya sendiri. Peristiwa itu begitu mengiris hati yang melihatnya ketika seorang anak yang seharusnya dijaga dengan baik malah diperlakukan dengan tidak manusiawi. Beredar pula berita tentang seorang anak yang meninggal karena dipukuli oleh ibunya sendiri, sungguh sangat tidak menyangka jika hal tersebut terjadi.

Sampai kapanpun orangtua adalah tiang penting bagi anak-anaknya untuk tumbuh kembang mereka hingga dewasa nanti. Namun sekarang banyak kejadian kekerasan anak yang seharusnya sangat dilarang. Kita memang tidak tahu sebab dari adanya tindakan kekerasan tersebut namun sebagai manusia yang diberi akal sehat sebaiknya memikirkan dengan logika bagaimana kondisi anak-anak jika mereka merasakan kekerasan yang tidak patut dilakukan. Orang dewasa saja akan merasakan sakit apabila mendapat kekerasan fisik apalagi anak-anak yang menerima kekerasa itu, dampaknya akan sangat berpengaruh sampai ia dewasa nanti.

Sebagai masyarakat yang berpedoman pada agama, seharusnya kita semua mengevaluasi satu sama lain terkait pentingnya menangani kekerasan pada anak. Sudah banyak terjadi dari mulai di perkotaan hingga desa terpencil sekalipun. Kekerasan tidak bisa dibenarkan dan harus di cegah jika tidak maka anak-anak akan dibayangi-bayangi rasa takut dan trauma luarbiasa karena sulit untuk melupakan memori yang kurang mengenakan. Sejatinya semua kekerasan memang di larang tidak hanya pada anak-anak maupun orang dewasa baik fisik atau pun perkataan. Majunya era globalisasi yang modern semakin menampakkan segala sudut berita yang ada di belahan dunia. Sampai-sampai kita semua tahu bahwa masih krisis kesadaran terhadap lingkungan dan antar sesama.

Kasus kekerasan anak yang baru-baru ini terjadi, saat anak berusia 5 tahun di ikat kaki dan tangannya lalu dipukuli oleh seluruh anggota  keluarganya sendiri. Mirisnya baru 2 tahun para tetangga dan orang-orang terdekat tahu mengenai kejadian itu. Betapa takutnya anak kecil yang tak berdosa diberi kekerasan yang membuat tubuhnya sampai lebam dan kurus. Dari kasus tersebut pentingnya kesadaran masyarakat dan pemerintah untuk saling mengedukasi supaya tidak terjadi hal buruk sedemikian rupa. Bahkan dalam Al-Qur’an saja sudah diterangkan terkait dilarangnya kekerasan terhadap anak.

 عَلَيۡكُمۡ‌ اَلَّا تُشۡرِكُوۡا بِهٖ شَيۡـًٔـــا وَّبِالۡوَالِدَيۡنِ اِحۡسَانًا‌ ۚ وَلَا تَقۡتُلُوۡۤا اَوۡلَادَكُمۡ مِّنۡ اِمۡلَاقٍ‌ؕ نَحۡنُ نَرۡزُقُكُمۡ وَاِيَّاهُمۡ‌ ۚ وَلَا تَقۡرَبُوا الۡفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَمَا بَطَنَ‌ ۚ وَلَا تَقۡتُلُوا النَّفۡسَ الَّتِىۡ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالۡحَـقِّ‌ ؕ ذٰ لِكُمۡ وَصّٰٮكُمۡ بِهٖ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُوۡنَ

” Katakanlah (Muhammad), “Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, berbuat baik kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji, baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi, janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti. ( Surat Al-Anam ayat 151)

Diterangkan setiap seorang anak yang lahir sudah ada rezekinya sendiri-sendiri yang diatur oleh Allah langsung bahkan sebelum anak itu lahir. Jadi jangan merasa takut kekurangan ekonomi jika sudah memiliki anak apalagi sampai membunuh karena itu perbuatan yang keji dan haram. Berharaplah hanya kepada Allah, jangan risau dan khawatir tentang apapun kalau kita percaya semua akan teratasi dengan baik. Semua masalah yang terjadi pasti ada solusinya, begitu pula bagi para orangtua, anak adalah anugerah yang Allah kasih. Jagalah anak-anak dengan baik, sayangi dengan sepenuh hati dan ajari mereka dengan agama. Jangan sekali-kali mengasari atau melakukan kekerasan kepada anak, jika mereka tumbuh dewasa rasa trauma itu pasti akan tetap melekat dibenaknya. Jadi mulai sekarang terapkan perkataan yang baik-baik ke anak, ucapan adalah doa.

Tips Hidup Sehat Sesuai dengan Tuntunan Rasullah

Oleh: Intan Anggreaeni S

Kesehatan merupakan nikmat yang paling berharga bahkan diluaran sana jutaan orang rela menggelontorkan uangnya demi kesehatannya. Oleh karena itu penting bagi kita semua untuk menjaga kesehatan tubuh kita agar tetap stabil. Ada banyak cara yang dapat kita gunakan untuk menjaga kestabilan tubuh kita, mulai dari memakan maknan yang sehat tanpa penawet hingga berolah raga. Selain itu ada banyak pula tips yang tersebar luas di internet untuk memulai hidup sehat, salah satunya ialah tips hidup sehat ala rasullah. Rasullah juga mengajarkan umatnya agar memlihara kesehatannya, beliau telah mencontohnya pada setiap perilakunya bukan hanya sekedar berdakwah saja melainkan hal hal kecil seperti ini juga sudah beliau ajarkan sejak zamannya. Ada beberapa tips yang rasullah ajarkan diantaranya:

Pertama, makanlah dengan porsi yang cukup artinya konsumsilah makanan dengan porsi yang tidak kurang atau berlebihan. Porsi yang cukup dan seimbang akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan organ pecernaan dan sebaliknya porsi yang terlalu kurang atau berlebihan akan menimbulkan berbagai resiko dibaliknya. Hal ini dibuktikan dengan beberapa literatur yang menyatakan bahwa seseorang yang teratur mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang maka resiko akan terkena penyakit akan jauh lebih sedikit. Selain itu manfaat mengkonsumsi makanan yang seimbang juga dapat memilihara kestabilan berat badan, membantu meningkatkan energi, hingga memperbaiki suasana hati.

Tips yang kedua yaitu makan dan minumlah dengan perlahan. Studi menyatakan bahwa dibutuhkan sekitar 20 menit dari sejak seorang mulai makan agar otak dapat mengirimkan sinya kenyang. Makan dan minum yang lambat akan membatu dalam memperbaiki sistem pencernaan kita. Bahkan di Amerika Utara menunjukan bahwa kebanyakan orang yang memiliki berat badan berlebih akan mengkonsumsi makanan atau kalori dalam jumlah yang lebih sedikit ketika makan dengan perlahan.

Adapaun tips yang ketiga yaitu berolahraga, rasullah sangat menganjurkan para umatnya untuk melakukan latihan fisik setiap harinya. Beliau juga mencontohkannya engan beberapa cabang olahraga favoritnya seperti memanah, menunggang kuda dan unta, hingga berlari. Sejumlah research juga menyatakan bahwa orang yang memiliki kebiasaan berolahraga akan memiliki resiko 24% lebih rendah untuk terkena penyakit.

Keempat adalah berpuasa, ketika sedang berpuasa kita hanya mengkonsumsi sekitar 0-25% kalori dari yang kita butuhkan. Sehingga dengan berpuasa juga dapat menyeimbangkan hormon, menvegah stres oksidatif, hingga mengurangi peradangan secara keseluruhan. Tidak lupa juga ketika berpuasa konsumsilah makanan yang bergizi seperti madu dan kurma. Dan usahakan pula untuk menjaga kebersihan tangan.

Di atas tersebut merupakan beberapa tips sehat ala rasullah, menjaga kesehatan merupakan hal yang wajib kita lakukan dan hal tersebut juiga telah diajarkan pula oleh rasul dan agama islam. Ini membuktikan bahwa islam sangat menjaga umatnya dan bahkan telah mengatur segala hal-hal kecil yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari hari.

Spirit Agama pada Pembangunan Desa Ramah Perempuan dan Anak

Oleh Shofi Nur Hidayah

Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu desa ramah perempuan dan anak berdasarkan keputusan dari pihak kecamatan setempat. Wacana tersebut sudah ada sejak tahun 2021 namun belum ada Peraturan Desa (Perdes) atau pembentukan kebijakan khusus yang mengatur hal tersebut. Sehingga hingga tahun ini belum ada progres dari wacana Desa Ramah Perempuan dan Anak. Rencananya Perdes akan segera di keluarkan pada akhir tahun 2023 ini.  Meski begitu Desa Kesesi terpilih menjadi salah satu Desa Ramah Perempuan dan Anak karena lingkungannya yang aman dari kekerasan baik pada perempuan maupun anak. Selain itu tidak ada juga pekerja di bawah umur di desa tersebut, sehingga memenuhi indikator desa ramah perempuan dan anak.

Setiap desa tentu memiliki masalahnya sendiri, sama seperti yang dihadapi oleh Desa Kesesi. Mayoritas penduduk di Desa Kesesi termasuk dalam usia produktif, sebab penduduk usia 25-50 tahun cukup banyak dan tersebar di 13 RW dan 50 RT. Taraf pendidikan masyarakat masih mayoritas SD dan SMP meskipun untuk generasi muda sudah banyak yang menempuh pendidikan SMA. Desa Kesesi termasuk dalam desa agraris, dimana banyak wilayah lahan dan sawah di Desa tersebut, akan tetapi petani maupun buruh tani di Desa Kesesi tidak beregenerasi. Hal ini dikarenakan penduduknya memilih merantau ke luar kota ketika lulus sekolah.

Sedangkan yang mendiami desa tersebut adalah orang-orang yang sudah berumahtangga, anak-anak dan remaja yang masih mengeyam pendidikan SMP maupun SMA. Hal ini tentu berdampak pada pemberdayaan masyarakat, sebab organisasi perempuan dan anak tidak bisa berjalan dengan maksimal. Ini juga menjadi tantangan terbesar dari Desa Kesesi dalam merealisasikan program kerja Desa yang telah direncanakan. Asma, selalu Sekertaris Desa Kesesi menyebutkan “Masyarakat di desa ini cenderung memprioritaskan kepentingan pribadi, dibanding dengan mengikuti kegiatan desa seperti PKK. Kader-kader yang ada memang banyak, tapi yang benar-benar mau terus aktif bisa dihitung jari,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kepala Desa Kesesi pada Rabu (18/10/2023).

Asma juga berharap dengan adanya KKN 57 UIN K.H Abdurrahman Wahid yang ada di Desa Kesesi tahun ini bisa membantu dalam membangun desa dan memberdayakan masyarakat. “Anak-anak KKN bisa memberikan contoh kegiatan di masyarakat yang nantinya bisa dilanjutkan oleh masyarakat setempat ketika KKN telah selesai,” ujarnya. Keterlibatan warga setempat dalam membangun desa merupakan hal yang sangat penting, sebab maju atau tidaknya suatu daerah bergantung pada penduduk yang mendiaminya. Lagi-lagi membentuk suatu daerah yang baik, nyaman, dan terberdaya tidak bisa dilakukan oleh satu dua pihak saja melainkan seluruh lapisan masyarakat. Baik dari warga setempat, pemerintah daerah, bahkan dinas-dinas terkait karena hal ini merupakan misi besar yang tidak bisa ditanggung oleh pemerintah atau masyarakat saja.

Dalam Islam membangun sebuah daerah juga telah dijelaskan dalam surah An-Nahl ayat 112 yang artinya: “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rizkinya daya kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; oleh karena itu Allah menimpakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebebabkan apa yang telah mereka perbuat”. (QS. An-Nahl: 112).

Ayat tersebut menyiratkan pentinya agama dan ketakwaan bagi Pembangunan sebuah daerah. Ketakwaan yang dimaksud bukanlah ketakwaan passif yang hanya terjebak pada simbol belaka. Ketakwaan yang membawa kesejahteraan adalah ketakwaan aktif. Misalnya, spirit agama menjadikan jiwa yang tenang, damai, harmoni dst. Dari jiwa yang tenang itu, kegiatan perekonomian dilakukan semata-hata mengharap Ridlo-Nya. Sehingga, tidak ada eksploitasi, keserakahan, saling sikut, saling menjatuhkan dst. Negeri atau daerah yang indah dengan sendirinya akan tercipta jika menjadikan agama dan ketakwaan dalam pengertian yang aktif, sebagai perhiasan dalam kehidupan sehari-hari

Tradisi Manten Kucing Sisi Lain Budaya Lokal

Oleh : Khanifah Auliana

Indonesia saat ini mengalami cuaca yang cenderung cukup panas, tak heran banyak berita-berita bermunculan terkait kabar pemanasan global yang sangat berpengaruh. Selain itu, musim kemarau bulan ini memang memberikan dampak bagi daerah-daerah di Indonesia. Dampak musim kemarau yang berkepanjangan ini membuat sebagian irigasi dan perairan menjadi kering. Banyak pula daerah-daerah yang mengalami kekeringan karena mata air terutama sumur juga ikut mengering. Hal tersebut membuat masyarakat khawatir akan dampak kedepannya jika kekeringan masih terus berlanjut. Apalagi belum ada tanda-tanda hujan akan datang, setidaknya supaya bisa memulihkan kekeringan. Bahkan kabarnya akibat musim kemarau dan panas yang tinggi ini berakibat pada es kutub yang mulai mencair. Kabar itu tentunya tidak baik sebab jika es kutub mencair maka volume air laut akan semakin bertambah ke daratan.

Untuk menanggulangi hal tersebut, masyarakat sekitar memiliki ide masing-masing agar bisa mendapatkan air yang cukup. Dari mulai menggunakan cara religius hingga tradisi lama yang diprediksi bisa menurunkan hujan. Jika dalam agama Islam, ada cara untuk mendatangkan hujan salah satunya yaitu dengan sholat istisqo’ dengan harapan meminta mata air yang akan turun menjadi hujan. Indonesia yang terkenal dengan keanekaragaman pasti ada tradisi unik lain dalam menangani krisis air atau kekeringan, keunikan meminta hujan ada juga di daerah Tulungagung Jawa timur. Masyarakat Tulungagung punya cara tersendiri untuk meminta hujan dan cara ini terlihat sangat unik yang diberi nama manten kucing. Kata manten memang tak asing bagi kita, manten artinya Pengantin sedangkan kucing adalah salah satu hewan yang biasa dipelihara.

Kalau disambung nama manten kucing berarti pengantin kucing, agaknya nama tersebut terdengar asing di telinga kita. Namun tradisi manten kucing memang benar adanya dan jadi ciri khas ketika musim kemarau tiba. Bahkan tradisi tersebut telah ada puluhan tahun lalu didaerah tersebut. Mulanya dulu saat musim kemarau masyarakat sangat sulit mencari air. Nenek moyang masyarakat menggunakan cara manten kucing supaya hujan dengan cara menikahkan dua kucing laki-laki dan perempuan. Nantinya dia kucing tersebut diarak keliling desa seperti layaknya pernikahan manusia. Konon tak berselang lama setelah tradisi manten kucing dilakukan hujan datang. Selain rangkain itu, ada serangkaian lain yaitu berdoa bersama untuk melestarikan gotong royong masyarakat serta menciptakan kedamaian.

Secara logika, mengaitkan tradisi manten kucing dengan cuaca memang tidak ada hubungan. Tradisi ini menunjukkan kuatnya aspek mistik dan tradisionalitas dalam tradisi Masyarakat kita. Di tengah sesaknya polusi modernitas yang membawa rasionalitas tanpa batas, nilai-nilai kearifan lokal seringkali dibutuhkan untuk menetralisirnya. Manten kucing. Tradisi yang cukup unik. Adakah tradisi serupa di daerah lain?

Aniwayang: Cara Baru Kenalkan Budaya Lokal

Oleh:Intan Anggreaeni S

Sebagai negara yang dianugerai berjuta macam kebudayaan, Indonesia tentunya memiliki tantangan sendiri dalam menjaga keaneragamannya tersebut. Globalisasi dan zaman yang terus berkembang, membuat kita harus semakin sungguh sungguh menjaga warisan budaya agar tetap lestari. Generasi bangsa yang tumbuh beriirngan dengan kecanggihan teknologi juga menjadi tantangan sendiri untuk memperkenalkan kepada mereka mengenai apa itu budaya lokal dan beragam jenis kesenian di dalamnya. Pada umumnya mereka acuh tak acuh terhadap kebudayaan lokal dan enggan untuk masuk dan melestarikannya. Minat yang menurun akibat digerus arus globalisasi membuat pemerintah harus memutar otak agar mereka generasi bangsa dapat memiliki ketertaikan pada budaya lokal yang kita miliki.

Kecanggihan teknologi yang ada saat ini merupakan salah satu gerbang perubahan bagi Indonesia. Melalui teknologi dengan segala macam kecanggihannya kita dipermudah dalam mencari hal apa pun. Namun dibalik kecanggihannya tersebut jika tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya kecanggihan tersebut akan menjadi boomerang bagi penggunanya. Teknologi dapat menjadikan kita malas dan enggan untuk bersosialisasi dengan orang lain karena para penggunanya akan berfikit hal tersebut tidak lagi mereka butuhkan selagi ada smartphone digenggamannya. Dari hal hal kecil seperti itu lah yang membuat kita akan lupa mengenai beberapa hal yang besar lainya seperti budaya lokal yang tadi kita bahas.

Budaya adalah aset bangsa dan sudah seharusnya kita sebagai generasi penerus bangsa melestarikan dan memperkenalkan budaya tersebut kepada generasi selanjutnya. Namun pola kehidupan yang sudah berubah akibat kecanggihan teknologi menjadi tantangan sendiri dalam melestarikannya. Sehingga untuk mensiasati hal tersebut pemerintah ini Indonesia membuat inovasi baru yakni Aniwayang. Aniwayang merupakan gabungan dari animasi dan wayang dimana pagelaran wayang dikemas dengan menarik dengan menampilkan animasi sebagai tokoh utamanya sehingga dengan hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda.

Aniwayng memiliki tiga tokoh utama kakak beradik yaitu Cila, Cili dan Cilo. Animasi wayang ini digagas oleg Daud Budi Surya Nugraha yang bertujuan agar wayang tetap terjaga eksistensinya di era gempuran digitalisasi ini. Kepala Balai Media Kebudayaan (BMK) Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) menuturkan bahwa Aniwayang ini merupakan terobosan baru untuk memperkenalkan budaya lokal kepada publik yang dikemas secara digital dan akan tayang di televisi nantinya. Karena menurutnya generasi muda Indonesia membutuhkan alternatif tayangan yang berisi beragam kebudayaan daerah yang ada di Indonesia sekaligus memperkenalkannya kepada mereka.

Pengenalan budaya menggunakan aniwayang diharapkan dapat menuai respon positif dari masyarakat Indonesia, karena berupaya melestarikan budaya lokal yang kita miliki. Memperkenalkan sesuatu melalui wayang juga pernah dilakukan oleh Sunan Kalijaga ketika memperkenalkan agama Islam. Hal ini mencontohkan bagaimana sebuah kebudayaan dapat menjadi media penyebaran nilai-nilai kebaikan. Bangga pada tradisi, merupakan modal penting dalam membangun karakter, sekaligus jatidiri Bangsa.

Edukasi Langkah Awal Mewujudkan Kesetaraan Gender

Oleh : Khanifah Auliana

 

Pembahasan gender tampaknya tak akan pernah habis untuk dikulik karena terkait dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Baik laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan sifat dan kondratnya sejak lahir. Oleh karena itu, perbedaan sifat gender tersebut menjadi salah satu hal yang sering dipermasalahkan. Tak heran banyak kasus yang terjadi akibat ketidakpahaman terkait gender terutama kekerasan dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan. Apalagi sekarang ini begitu bebas dalam hal bermedia sosial, kita semua bisa melihat bagaimana kasus kekerasan merajalela meskipun tidak secara langsung atau verbal. Kekerasan yang dimaksud buka hanya terfokus pada fisik saja melainkan verbal atau tulisan. Selain itu, kini maraknya kekerasan seksual terjadi kebanyakan pihak perempuan yang jadi korban.

Kekerasan seksual memiliki arti kekerasan yang mengacu pada seks atau sensitif, korban yang mengalami kekerasan seksual ini banyak dari kalangan perempuan. Mengapa demikian? Sebab gender perempuan mengarah pada sifat atau kodrat yang mengartikan bahwa perempuan lemah lembut oleh karena itu, dari gender laki-laki akan menganggap perempuan itu lemah dan kalah. Padahal Allah SWT telah menerangkan pada Al-Qur’an bahwa laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama yang membedakan hanya pada sisi sifat kondratnya saja.

Dalam surat Al Imran ayat 195 menerangkan :

” Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain………”

Dari penggalan arti ayat diatas memiliki makna jika orang yang beramal tidak sia-sia, baik itu laki-laki atau perempuan. Dalam hal itu secara tidak langsung posisi antara laki-laki dan perempuan itu sama di mata Allah SWT. Kasus kekerasan seksual masih jadi masalah yang sampai saat ini perlu ditangani. Sayangnya beberapa pihak hanya menyudutkan korban atau dari sisi gender perempuan. Padahal pihak laki-laki juga perlu untuk sama-sama di edukasi agar tidak hanya menyalahkan terkait pakaian yang dikenakan perempuan. Dari sini kita bisa belajar untuk tidak menghakimi siapapun yang menjadi korban kekerasan seksual. Posisi menjadi korban tidaklah mudah apalagi untuk sekedar speak up pasti banyak pertimbangan karena takut dari tanggapan masyarakat.

Memberikan edukasi dari dini menjadi solusi yang cukup baik untuk laki-laki atau perempuan. Edukasi sejak dini akan menjadi kebiasaan, sekaligus dapat membentuk ruang bawah sadar seseorang. Terlebih bagi anak-anak yang sifat mereka suka mencontoh hal apapun dari melihat atau mendengar. Perlu diperhatikan bagi orangtua untuk membimbing anak-anaknya agar tidak salah mengambil tindakan. Edukasi tidak hanya pada contoh yang baik atau dilarang namun pembelajaran pada keagamaan juga sangat penting. Nilai-nilai agama perlu ditanamkan sejak dini supaya apapun bentuk aktivitas akan dipertimbangkan baik buruknya sehingga kekerasan seksual dapat dicegah. Nilai agama itu, muaranya adalah keadilan, kebaikan keharmonian, serta kesejahteraan bagi kemanusiaan.