Pentingnya Edukasi pada Remaja, Mahasiswa KKN Kolaborasi PTKIN Adakan Sosialisasi Perkembangan Remaja di SMP N 04 Bumijawa

Penulis: Muhammad Afin Mursida, Editor: Rifa’i dan Kharisma Shafrani

Masa remaja merupakan periode kritis dalam pembentukan identitas dan karakter seorang individu. Pada tahap ini, remaja mengalami perubahan fisik, emosional, dan sosial secara signifikan, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan remaja di masa depan. Oleh sebab itu, edukasi perkembangan remaja sangat dibutuhkan untuk membantu remaja dalam memahami dan mengelola perubahan ini dengan cara yang sehat, serta membekali remaja dengan keterampilan hidup. Selain itu, edukasi perkembangan remaja juga memiliki peranan dalam mencegah perilaku berisiko, seperti penyalahgunaan narkoba dan seks bebas, dengan memberikan informasi yang akurat dan mendukung pembentukan nilai-nilai positif.

Mahasiswa KKN Kolaborasi PTKIN turut andil dalam memberikan edukasi kepada remaja di Bumijawa, Tegal, Jawa Tengah dengan mengadakan sosialiasi perkembangan remaja dengan judul “Aku adalah Remaja.” Acara ini diadakan pada Rabu, 23 Juli 2024 bertempat di SMP N 04 Bumijawa. Sosialisasi dihadiri oleh peserta didik baru yang sedang melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sosialisasi yang dibawakan oleh mahasiswa KKN Kelompok 108 Sokatengah bertujuan untuk memberikan pengenalan tumbuh kembang remaja agar dapat mengetahui tugas perkembangannya.

Baca Juga: Upaya Lestarikan Budaya Lokal KKN 57 UIN Gusdur Ciptakan Wayang Animasi

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, Rizqi Faisal Muzaqi dan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai perkembangan remaja oleh Muhammad Afin Mursida. Materi yang disampaikan mencakup definisi remaja, karakteristik, tugas perkembangan, permasalahan dan cara mengarahkan diri seorang remaja untuk mengisi kegiatannya yang positif. Di sela-sela waktu sosialisasi, diisi dengan sesi ice breaking yang dipandu oleh Rifal Faruq dan Eliza Zuhrul. Kemudian dilanjutkan dengan refleksi diri dari peserta didik dengan menuliskan biodata dan cita-cita. Kertas yang berisi tulisan tersebut dibuat pesawat dan diterbangkan bersama-sama. Hal ini menjadi simbol agar seseorang dapat menerbangkan diri lebih tinggi untuk menggapai impiannya. Acara sosialiasi ditutup dengan sesi Fun Games yang dipandu oleh Fajar Ismail dan Atik dengan tujuan membangun kebersamaan dan kerja sama antar peserta didik.

Sosialisasi ini menjadi bukti kepedulian mengenai perkembangan remaja bahwa mereka harus senantiasa dibimbing dan dibina agar menjadi generasi penerus yang gemilang. Harapannya, acara ini dapat menambah pengetahuan terhadap perkembangan bagi remaja agar dapat mempersiapkan diri dan menghadapi masa remaja dengan baik.

Akankah AI dapat Menggantikan Peran Seorang Guru dalam Pendidikan?

Penulis: Khairun Nisa, Editor: Tegar Dwi Pangestu

Perkembangan teknologi yang sangat pesat menawarkan berbagai kemudahan dalam menjalani kehidupan. Salah satu perkembangan teknologi yang sedang popular saat ini yaitu kecerdasan buatan (Artificial Intellegence/AI). Indonesia termasuk pengguna AI terbanyak. Dilansir dari databoks.katadata.co.id, Indonesia menjadi negara pengguna AI terbanyak ke-3 di dunia. Sebanyak 1,4 miliar pengguna internet mengunjungi aplikasi AI pada kurun waktu September 2022-Agustus 2023. AI banyak digunakan karena menyediakan berbagai fitur yang mempermudah pekerjaan manusia seperti kemampuan pemrosesan data cepat, prediksi dengan akurat, dan pengambilan keputusan yang tepat.

Saat ini AI banyak digunakan di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Terdapat banyak AI yang dapat dimanfaatkan untuk mempermudah tugas tenaga pendidik maupun peserta didik. AI dapat membantu guru untuk mengelola administrasi, membuat perangkat ajar, dan rencana pembelajaran. Tidak hanya sebagai asisten guru saja, AI juga dapat membantu peserta didik dalam proses belajar seperti sebagai mentor virtual yang dapat memberikan umpan balik, asisten suara (voice assintant) yang memberikan informasi terkait materi, serta konten cerdas (smart content) yang menyediakan materi pembelajaran menarik, Penerjemah bahasa digunakan untuk memfasilitasi peserta didik untuk belajar bahasa asing. Sehingga peserta didik lebih termotivasi untuk belajar dengan mudah tanpa batasan waktu dan tempat. Dari berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh AI, akhir-akhir ini bermunculan banyak pertanyaan atau isu terkait “apakah masih diperlukan peran guru dalam dunia pendidikan?”.

Baca Juga: https://hijratunaa.com/tanggap-teknologi-digital-bsi-bersama-mahasiswa-kkn-uin-gusdur-desa-adakan-pembuatan-qris-di-desa-gondang/

Sejatinya pendidikan itu bukan sekedar proses transfer ilmu pengetahuan saja, tetapi juga berperan dalam proses transfer nilai. Dalam hal ini AI tidak memiliki kemampuan untuk memberikan nilai-nilai moral, etika, dan kepribadian yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Aspek kebersamaan, empati, dan kepedulian yang dihadirkan oleh seorang guru tidak dapat digantikan oleh teknologi. Guru berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik, mengajarkan nilai moral, memberikan dukungan, dan memberikan motivasi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Interaksi antara guru dan peserta didik juga sangat penting dalam memfasilitasi pembelajaran yang efektif. Kemampuan guru untuk membaca kebutuhan dan keberagaman peserta didik, serta memberikan respons yang sesuai secara individual. Guru adalah sosok yang memberikan inspirasi, memotivasi, dan membimbing peserta didik untuk mencapai potensi terbaik mereka.

Mengajar dengan cinta adalah inti dari profesionisme guru yang berkualitas. Cinta dalam konteks ini bukan hanya sekedar perasaan romantic saja, tetapi lebih kepada kasih sayang, kepedulian, dan dedikasi yang tulus terhadap peserta didik. Seorang guru yang mengajar dengan cinta akan memberikan pengaruh yang positif dan mendalam dalam kehidupan peserta didiknya. Pentingnya mengajar dengan cinta terletak pada pengaruhnya terhadap perkembangan holistik peserta didik. Ketika seorang guru mengajar dengan cinta, ia tidak hanya memperhatikan aspek akademik, tetapi juga aspek emosional, sosial, dan moral dari setiap peserta didiknya. Guru yang mengajar dengan cinta akan memberikan perhatian ekstra, dukungan, dan motivasi kepada peserta didiknya, membantu mereka tumbuh dan berkembang sebagai individu yang berdaya dan berempati. Selain itu, cinta juga memainkan peran penting dalam membangun hubungan antara guru dan peserta didik. Ketika peserta didik merasakan bahwa mereka didukung dan dicintai oleh guru mereka, mereka akan lebih terbuka untuk belajar, lebih percaya diri, dan lebih termotivasi untuk mencapai potensi terbaik mereka.

Kesimpulannya Meskipun AI dapat memberikan bantuan dalam beberapa aspek pembelajaran, teknologi terus berkembang pesat, peran guru dalam dunia pendidikan tetap tak tergantikan. Sebaliknya, integrasi teknologi dan peran guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang baik dan efektif bagi peserta didik. AI tidak dapat memberikan cinta dan kepedulian yang diperlukan untuk membentuk hubungan yang bermakna antara guru dan peserta didik. Cinta adalah hal yang manusiawi dan tidak dapat digantikan oleh teknologi. Oleh karena itu, dalam era di mana teknologi semakin mendominasi, penting bagi guru untuk tetap mengingat bahwa cinta dan kepedulian adalah inti dari profesi mereka. Guru yang mengajar dengan cinta akan menjadi panutan dan teladan bagi peserta didiknya, memberikan inspirasi, harapan, dan motivasi untuk meraih mimpi mereka.

Mengenal Lebih Dekat Sosok Habib Ja’far atau yang Lebih Dikenal Habib Milenial

Penulis : Adinda Suci Fadilah, Editor : Ryuu Pangestu

Nama asli Habib Ja’far adalah Husein Ja’far Al-Hadar, lahir di Bondowoso, Jawa Timur, pada tanggal 21 Juni 1988, dan merupakan keturunan sah Nabi Muhammad SAW. Ia mendapat gelar Habib dari garis keturunan Nabi Muhammad SAW melalui Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah. Dia mendapat kalimat ini dari ayahnya. Habib Husein Ja’far lahir dan besar di keluarga Arab.

Berawal dari kakeknya yang datang ke Indonesia untuk berdagang, Habib Husein terlahir dalam sebuah keluarga. Terlahir dari keluarga Habib yang sangat religius, ia harus menjaga harkat dan martabat keluarganya serta menjaga Islam itu sendiri sebagai agama. Sejak kecil, Habib Husein harus membiasakan diri dengan aturan, norma, dan nilai yang dianggap membatasi oleh sebagian orang. Mengutip wawancara di channel YouTube Tretan Universe, ia mengatakan jika ia terlambat menunaikan salat Asri di SMA, ia akan diolok-olok oleh teman-temannya.

Baca juga : Panggung FEBIFEST UIN Gus Dur Pekalongan Dimeriahkan oleh Habib Husein ja’far Al-Hadar Usung Tema “Milenial Merawat Peradaban”

Di bangku SMA, Habib Husein belajar tentang kitab-kitab filsafat dan tokoh-tokohnya. Habib Ja’far cukup terkenal di kalangan pemuda sebagai pencerah pemuda yang tersesat. Habib Ja’far mempunyai narasi yang lancar dan mudah dipahami. Hal ini akan selalu membuat pesan dakwahnya bergema di kalangan generasi muda. Selain itu, Habib Ja’far juga mengutarakan keresahan generasi muda sehari-hari, sehingga pesan khotbahnya relevan dengan situasi generasi muda saat ini.

Habib Ja’far selalu update berita terkini. Ia juga selalu memahami apa yang diinginkan pasar media saat ini, yakni budaya pop. Habib Ja’far selalu aktif membuat konten di Instagram dan YouTube. Konten terpopuler adalah Lost Youth, konten yang dibuat atas kerja sama Coki Pardede dan Tretan Muslim. Konten ini menimbulkan beberapa pertanyaan aneh, namun Habib menjawabnya dengan keseriusan individu.

Baca juga : Mengenal Lebih Dekat Lukman Hakim Saifuddin: Pembawa Obor Toleransi ala Gus Dur Muda

Hal ini menimbulkan minat generasi muda untuk mendengarkan khotbah santai Habib Ja’far. “Selama dia baik dan mendorong kebaikan. Orang tidak bertanya tentang agama.” Gus Dur mengucapkan kata-kata itu. Bacaan Habib Ja’far ini sejalan dengan pernyataan Gus Dur. Padahal, perilaku Habib Ja’far merupakan bentuk toleransi sejati sesuai kaidah Rasulullah.

Habib menjadi sahabat baik dan akrab dengan tokoh agama non-Muslim. Perlu diketahui bahwa Islam sebenarnya adalah agama yang damai dan sederhana. Habib Ja’far juga memadukan humor dan dakwah. Humor Habib Ja’far mampu menyampaikan warna dakwah Islam yang tidak kaku, toleran, kontestasi, kontemplatif dan menghibur.

Dari sini terlihat bahwa suatu persoalan yang serius dan seringkali disampaikan secara kaku juga dapat disampaikan dengan santai dan bersahabat. Di masyarakat tertentu, dakwah jenis ini lebih populer dibandingkan ceramah di kelas. Dari Habib Ja’far kita dapat belajar bahwa Islam adalah agama yang terbuka terhadap inovasi dan perkembangan seiring berjalannya waktu.

Maka tidak salah jika ada ungkapan Islam shalih likulli masa wa makan (menyesuaikan diri dengan segala waktu dan tempat). Tentu saja, penebusan ini kembali kepada kita melalui cara penafsirannya, cara pemahamannya, dan cara penerapannya. . Apa yang dilakukan Habib Ja’far merupakan bagian dari wajah Islam yang progresif, terbuka dan inovatif.

Baca juga : Sosok KH. Taufiqul Hakim dalam Modernisasi Pendidikan Pesantren: Menyatukan Tradisi dan Inovasi dalam Pembangunan Karakter dan Kualitas Manusia

Habib Ja`far juga mendorong semua kalangan untuk menggunakan platform digital sebagai sarana dakwah. Sebab, media sosial kini telah menjadi domain dakwah Islam mainstream. Ia mencontohkan penelitian Pusat Pengkajian Islam dan Sosial (PPIM), UIN Jakarta, yang menemukan lebih dari 63 persen pengguna internet belajar agama melalui internet. Dengan demikian, dakwah menjadi penting di dunia digital dengan segala tantangannya.

Dakwah digital dinilai jauh lebih efektif, murah, dan mudah. Alat ini mudah dibuat dan dapat dibuat bahkan di rumah, murah karena tidak memerlukan transportasi dan efektif di tangan serta dapat dimainkan berkali-kali. Habib Ja`far yang merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW pun menanggapi sinisme pembelajaran di media sosial yang dinilai jauh secara ilmiah dari pesantren. Bagi Habib Ja`far, media digital dan pertemuan taklim hanyalah alat, seperti pesantren dan sekolah.

Dakwah sendiri, ditegaskan Habib Jafar, tidak hanya mengajak umat beribadah kepada magdhoh (kepala), tapi juga kebaikan dan dakwah. Termasuk transmisi nilai-nilai kebangsaan, kebaikan spiritual, seni, dan lain-lain. Pesan Dakwah Habib Ja`far di Instagram meningkatkan pemahaman agama. Dengan isi yang sesuai dan bahasa yang mudah dipahami, Habib Jafar membantu masyarakat lebih memahami ajaran agama.

Postingannya di Instagram dapat menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi para pengikutnya. Meningkatnya penyebaran dakwah di jejaring sosial Instagram memungkinkan Habib Jafar menjangkau calon pengikutnya di berbagai daerah. Hal ini akan membantu memperluas jangkauan dakwah dan menjangkau lebih banyak orang. Ciptakan Komunikasi Positif Dengan menanggapi komentar dan pesan, Habib Ja`far menciptakan suasana komunikasi positif antara dirinya dan pengikutnya.

Hal ini memperkuat ikatan antara jemaah dan khatibnya dalam membangun komunitas yang saling mendukung. Habib Ja`far juga menggunakan kutipan religi dalam tulisannya yang dibagikannya di Instagram. Ini menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan teks yang diselingi dengan kutipan keagamaan yang relevan. Ini membantu menyampaikan pesan secara efektif dan efisien.

Habib Jafar menggunakan ekspresi wajah yang ekspresif untuk menunjukkan emosi dan menekankan pesan yang disampaikan. Frasa yang tegas, penuh kasih sayang, atau serius dapat membantu menyampaikan pesan dengan lebih efektif. Gestur tubuh Habib Jafar merupakan gestur yang tepat untuk menekankan poin-poin penting dalam ceramahnya.

Baca juga : K.H. Abdul Hamid Pasuruan: Sosok Ulama Sufi dan Tokoh Panutan

Ia tahu bagaimana menggunakan gerakan tangan atau tubuh yang mendukung penyampaian pesan yang disampaikan. menawarkan visualisasi yang lebih jelas kepada para pengikutnya. Habib Jafar juga menggunakan gambar dan grafik yang relevan untuk memperkuat pesan yang disampaikan. Ia juga menggunakan ilustrasi, infografis atau gambar dengan font yang indah untuk menyampaikan pesan secara visual.

 

DAFTAR PUSTAKA

https://idr.uin-antasari.ac.id/19938/6/BAB%20IV.pdf

https://kumparan.com/tengku-passa/kita-harus-belajar-dari-habib-jafar-20C6FGd9SLs/full

https://plus.kapanlagi.com/sempat-nakal-saat-kecil-cerita-motivasi-habib-jafar-curi-rel-kereta-api-83a031.html?page=7

https://jurnal.umj.ac.id/index.php/JKII/article/viewFile/17675/9048

Memprediksi Masa Depan Pendidikan: Tren Digital dalam Mempersiapkan Perubahan

Penulis : Dwi Maya Meilina, Editor : Amarul Hakim

Dalam era sekarang, tren digital menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari- hari. Dalam konteks pendidikan dengan kehadiran tren digital telah mengubah transformasi secara signifikan. Oleh karena itu, memahami tren digital dalam pendidikan menjadi esensial bagi semua pendidik dan semua sektor pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Namun, percepatan digitalisasi perlu merujuk pada rancangan yang ditetapkan tidak hanya sekedar mengikuti tren – tren dari negara lain melainkan harus sesuai dengan kebutuhan nasional dan masyarakat Indonesia.

Dari data yang dihimpun Unpi-Cianjur, AC.ID melalui Cambridge International merilis hasil penelitian Global Education Census dilakukan secara global pertama kalinya. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa pelajar Indonesia termasuk pengguna teknologi tertinggi dalam sektor pendidikan dibandingkan pelajar lainya. Pelajar Indonesia menduduki peringkat tertinggi secara global penggunaan IT di sekolah sekitar 40% dan menduduki peringkat kedua di dunia dalam penggunaan komputer desktop sekitar 54%, setelah negara Amerika Serikat. Sekitar 67% pelajar di Indonesia menggunakan smartphone saat belajar dikelas dan sekitar 81% pelajar menggunakan smartphone untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Pentingnya teknologi digital memudahkan para guru dan institusi pendidikan dalam mengelola data atau materi secara lebih efisisien dan praktis.

Baca juga : Gus Dur: Pengaruh, Perspektif, dan Pemikiran tentang Pendidikan Islam

Tren digital memberikan manfaat bagi pendidikan, seperti mudahnya akses ilmu pengetahuan dan informasi yang luas, materi ajar bisa melalui online, serta siswa bisa belajar secara mandiri kapan dan dimanapun. Munculnya aplikasi-aplikasi pendukung pembelajaran seperti multimedia berbasis digital, Youtube dan sumber belajar berbasis Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) menjadi bentuk tren digital yang merubah model dan cara belajar siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Kemendikbudristek telah mengembangkan platform digital seperti SIPlah (Sistem Informasi Pengadaan Di Sekolah), ARKAS (Aplikasi Rencana Kegiatan Dan Anggaran Sekolah), Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan sebagainya. Aplikasi- aplikasi ini membantu dalam mendata anggaran disekolah dan membantu proses belajar mengajar.

Tren digital pastinya memiliki tantangannya. Salah satunya adalah kesenjangan akses teknologi. Tidak semua siswa dan sekolah memiliki perangkat dan akses internet yang baik dan memadai. Daerah yang sulit dalam akses jalan dan jauh dari hingar bingar kota sulit mendapatkan kualitas dan fasilitas sekolah yang baik, perangkat pembelajaran, keterbatasan tenaga dan akses internet yang tidak merata seperti pada daerah Papua.

Baca juga : Tradisi dan Transformasi: Pendidikan Pesantren dalam Era Modern

Pemerintah perlu mengupayakan dan memastikan pemerataan fasilitas, perangkat dan akses internet dalam menunjang tren digital yang semakin terus maju. Oleh karena itu, setiap detik waktu yang berjalan, munculnya tren – tren digital akan merubah masa depan pendidikan. Pendidikan tidak akan luput dari perangkat digital dan pendidik serta pemangku instansi pendidikan sehingga perlu memanfaatkan dan mengikuti tren yang ada. Perlu kita ingat, teknologi digital bukanlah pengganti guru, melainkan jembatan menuju pengetahuan tanpa batas.

Mengikuti tren digital dalam pendidikan bukan hanya sekedar model dan mengikuti zaman saja, melainkan menjadikan langkah yang strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era digital saat ini. Pemanfaatan teknologi digital secara bijak, praktis dan kondusif tanpa melanggar undang-undang. Kita sebagai pengguna dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif, efisien, dan menyenangkan bagi semua kalangan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Syaifulloh, Muhammad dan Desy Fitriana. (2023). Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru XV Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Universitas Terbuka. Vol. 15 (1)

https://gurudikdas.kemdikbud.go.id/news/%E2%80%9C-digitalisasi-pendidikan-

%E2%80%9C–mendorong-peningkatan-daya-saing diakses pada 2 Juni 2024 pukul 13.00

https://www.unpi-cianjur.ac.id/berita-5771-survey–pelajar-indonesia-pengguna- teknologi-tertinggi-di-bidang-pendidikan diakses pada 2 Juni 2024 pukul 13.15.

https://www.voaindonesia.com/a/mendikbud-10-2-juta-pengguna-pakai-platform- pendidikan/6828882.html diakses pada 2 Juni 2024 pukul 13.30

https://www.rri.co.id/daerah/713912/kekuragan-guru-menjadi-masalah-utama pendidikan-di papua#:~:text=Faktor%20yang%20membuat%20pendidikan%20di,21%2F05% 2F2024 diakses pada 2 Juni 2024 pukul 13.45.

Peringatan Tahun Baru Islam di Linggo Asri: Santunan Anak Yatim dan Pelantikan IPNU-IPPNU dalam Semangat Moderasi Beragama

Pewarta : Wildan, Nastain, Danny, Editor : Syam

Dukuh Yosorejo, Desa Linggo Asri, merayakan Tahun Baru Islam 1446 H dengan mengadakan acara santunan anak yatim/piatu ke-26 dan pelantikan pengurus IPNU-IPPNU Ranting Linggo Asri pada Senin, 15 Juli 2024.

Acara ini telah menjadi tradisi selama hampir 26 tahun, pelaksanaan kali ini santunan diberikan kepada 21 anak yatim/piatu. Selama empat tahun terakhir, kegiatan ini tidak hanya menyantuni anak yatim muslim tetapi juga non-muslim. Desa Linggo Asri, yang dikenal sebagai desa moderasi beragama, dan telah meraih juara kedua tingkat nasional dalam kategori rumah moderasi beragama. Desa ini kembali memberikan contoh bagaimana moderasi beragama di praktikan.

baca juga : Refleksi Tahun Baru Islam dengan Pendidikan Kita Bangun Kemajuan Peradaban Islam

Rangkaian acara dimulai dengan tahlil, dilanjutkan dengan sambutan dari kepala desa, panitia, serta pengurus masjid dan mushola. Acara ini juga mencakup pelantikan pengurus IPNU dan IPPNU. Kegiatan santunan ini mengalami peningkatan setiap tahunnya, dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Mustajirin, salah satu tokoh masyarakat, menyatakan, “Acara ini harus terus diadakan karena merupakan adat yang baik dan sesuai dengan kaidah Ushul Fiqh, yaitu kita menjaga adat istiadat yang tidak bertentangan dengan syariat Islam.”

baca juga : Desa Kutorojo Resmi Menjadi Kampung Moderasi Beragama Ke 3 di Pekalongan

Nur, ketua pelaksana, menambahkan, “Kegiatan santunan ini sudah diadakan kurang lebih 26 kali. Pada awalnya, tidak sebanyak ini, tetapi sekarang kita menyantuni anak dari semua agama. Alhamdulillah, donatur juga luar biasa. Pada tahun 2016, kami bahkan membeli kambing untuk 17 anak. Semoga generasi selanjutnya dapat melanjutkan kegiatan ini dan terus berkembang.”

Desa Kutorojo Resmi Menjadi Kampung Moderasi Beragama Ke 3 di Pekalongan

Pewarta : Rista dan Hilma, Editor : Nanang dan Syam

Menindaklanjuti terbitnya Surat Keputusan (SK) Kemenag Kabupaten Pekalongan No. 96 Tahun 2024 tentang penetapan Desa Kutorojo sebagai Kampung Moderasi Beragama, peluncuran Kampung Moderasi Beragama Desa Kutorojo dilaksanakan pada 17 Juli 2024. Sebelumnya UIN Gusdur bersama Kemenag Kabupaten Pekalongan juga telah membina dan melaunching Kampung Moderasi Beragama Linggoasri dan Jolotigo. Acara ini berlangsung di Candi Kutomoyo Desa Kutorojo bersamaan dengan ritual adat Nyadran.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten 1 Pemerintah Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan Wiryo Santoso, Kepala Desa Kutorojo Dulajat, Wakil Rektor 3 UIN Pekalongan Muslih, P.hD.,Ketua LP2M Prof. Dr. Imam Kanafi, Kemenag Kabupaten Pekalongan, Ketua FKUB, Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Camat Kajen, Kapolsek Kajen, dan Danramil Kajen Kabupaten Pekalongan.

Pada kesempatan itu, Dulajat selaku Kepala Desa Kutorojo memaparkan sejarah Desa Kutorojo dan filosofi ritual adat Nyadran di situs Candi Kutomoyo. Ia berharap pengurus Moderasi Beragama yang dikukuhkan pada acara tersebut dapat terus merawat kerukunan dan memiliki kreativitas untuk membangun kemandirian ekonomi.

Nanang, Syamsul, Rifa’i, dan Hanif dari tim pemberdayaan masyarakat Kutorojo UIN Pekalongan menyampaikan bahwa moto membangun kemandirian ekonomi pada pengurus Moderasi Beragama sangat tepat. Ini merupakan respons terhadap Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama. Semangat peraturan ini memberikan amanah bahwa penguatan moderasi beragama adalah tanggung jawab semua kementerian dan pemerintahan di semua tingkatan, sehingga isu kemandirian ekonomi dapat terhubung dengan berbagai instansi tersebut. Meskipun memiliki semboyan kemandirian ekonomi, pengurusnya tetap lintas agama dan organisasi masyarakat. Berbagai program dan kerja sama yang dilakukan dalam membangun kemandirian ekonomi dapat mempererat persaudaraan meskipun berbeda agama.

Imam Kanafi, Ketua LP2M, menjelaskan bahwa berbagai program telah dilakukan oleh LP2M untuk mendampingi Desa Kutorojo hingga ditetapkan sebagai Kampung Moderasi Beragama. Program-program tersebut meliputi dialog antaragama, komunikasi untuk membangun kontrak sosial kerukunan antaragama, dan dialog kerja sama dalam membangun kemandirian ekonomi lintas agama. Berdasarkan berbagai kegiatan ini, LP2M mengajukan Desa Kutorojo kepada Kemenag Kabupaten Pekalongan untuk ditetapkan sebagai Kampung Moderasi Beragama.

Muslih, Wakil Rektor 2 UIN Pekalongan, menambahkan bahwa tokoh Gus Dur sebagai ikon kampus memberikan inspirasi untuk terus melakukan kerja-kerja kemanusiaan. Sementara itu, Kemenag Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa Desa Kutorojo memiliki keunikan berupa keragaman agama masyarakat. Bahkan, dalam satu agama (Islam) pun terdapat beragam organisasi masyarakat. Maka, sangat layak jika Desa ini ditetapkan sebagai Kampung Moderasi Beragama.

Wiryo Santoso, Asisten 1 Bupati Pekalongan, mengapresiasi Desa Kutorojo. Menurutnya, desa ini telah menunjukkan bahwa kerukunan dan toleransi dapat menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera. Ia mengajak semua pihak untuk terus mengedepankan dialog dan kerja sama antarumat beragama.

Kegiatan ditutup dengan doa lintas agama serta deklarasi dan komitmen bersama untuk terus memelihara kerukunan antarumat beragama. Para peserta berharap bahwa dengan adanya Kampung Moderasi Beragama ini, Desa Kutorojo dapat semakin dikenal sebagai simbol kerukunan dan toleransi di Kabupaten Pekalongan.

Refleksi Tahun Baru Islam dengan Pendidikan Kita Bangun Kemajuan Peradaban Islam

Penulis : Dr. Taufiqur Rohman, M.Sy, Editor : Fajri Muarrikh

Khutbah I:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم صلي علي سيدنا محمد وعلي اله واصحا به اجمعين اما بعد فيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

 قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Jamaah Jum’at rahimakumullah….

Dari mimbar ini pula kami serukan kepada diri saya pribadi, tidak henti-hentinya mengajak dan mengingatkan kita sendiri, keluarga kita, dan semua orang yang hadir pada shalat Jumat ini untuk terus meningkatkan iman dan takwa kita, serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan terus berusaha meningkatkan iman dan takwa kita, dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Jamaah Jum’at rahimakumullah….

Pada hari Senin yang lalu, tepatnya pada tanggal 8 Juli 2024, kita semua sudah memasuki tahun baru Islam, yaitu 1 Muharrom 1446 H, yang mungkin dengan alasan yang berbeda-beda, ada yang dengan alasan kecintaan dan keinginan yang besar untuk mengambil pelajaran dari hijrahnya Nabi Muhammad saw, atau dengan alasan semata-mata karena rasa cinta dan kekaguman kepahlawanan Nabi Muhammad saw ketika berhijrah, atau mungkin karena sebatas memenuhi tradisi tahunan semata ? Apapun alasannya, peringatan-peringatan seperti ini selalu mengandung manfaat bagi orang-orang yang yang beriman.

فـــذ كر  فان الــذ كــرى  تنـــفع  المـؤ مـنــــين

“Sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman“ (Adz-Dzariyaat : 55).

Maka pada kesempatan khutbah kali ini, khotib akan menyampaikan khutbahnya yang dikemas dalam tema “Refleksi Makna Tahun Baru Islam, melalui Pendidikan kita bangun Kemajuan Peradaban Islam”.

Jamaah Jum’at rahimakumullah….

Dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia Peradaban yang dalam bahasa Inggris  disebut Civilization, atau Al-Hadlarah dalam bahasa Arabnya, adalah suatu kebudayaan yang  dianggap halus, maju dan indah yang memiliki sistem teknologi dan ilmu pengetahuan yang  maju pada  masyarakat  yang kompleks (banyak) dan modern  “

Belajar dari sejarah Islam ketika di utusnya Nabi Muhammad saw, Beliau membangun peradaban Islam yang maju, dengan melakukan reformasi (perubahan menuju arah yang lebih baik), melalui reformasi teologi (agama), ideologi (aqidah/keyakinan),  epistemologi (keilmuan/pendidikan) dan kultural/ kebudayaan.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَالْعَصْرِ . إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ . سورة العصر

Demi masa. (QS. 103:1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, (QS. 103:2) kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. 103:3)

Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam:

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلاَهُ (رواه الترمذي وقَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ )

Tidak akan bergeser kedua kaki manusia pada hari Kimat hingga (ia) ditanya tentang:

  • tentang umurnya, untuk apa ia habiskan ?
  • tentang ilmunya, sudahkan ia amalkan ?
  • tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan untuk apa ia belanjakan ?
  • tentang jasadnya, untuk apa ia gunakan ?

(HR. At-Tirmidzi)

Jamaah Jum’at rahimakumullah….

Sebagai bahan ‘muhasabah’ atau mawas diri  menjelang tahun baru hijriyah ini, seorang  ulama’ atau cendekiawan Muslim yang berasal dari  Syria bernama  al-Amir  Syakib  Arsalan, menulis sebuah buku “Limaadza  Ta’akhkhara al-Muslimun, wa Limaadza  Taqadama  Ghairuhum “. (Mengapa  orang-orang  Islam terbelakang,  dan  mengapa  orang-orang  lain  menjadi  maju ?).

beliau menulis  sebab-sebab  kemunduran  umat  Islam, antara lain  adalah   :

  • Karena kebodohan, kurang ilmu dan imannya sehingga menjadikan mereka tidak mampu membedakan antara tuak dan cuka (tidak mampu membedakan antara yang  manfaat dan madlarrat), mudah dibohongi dan gampang tertipu .

 

  • Karena kebobrokan moral, sehingga tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya dan tidak sanggup mengontrol sikap dan perilakunya sebagai seorang yang seharusnya hidup terhormat dan menjadi teladan. Lebih parah lagi, apabila kebobrokan moral ini sudah merasuki kaum elite mereka .

 

  • Karena kehilangan karakter/ kepribadian, menjadiorang-orang yang tidak memiliki harga diri dan tidak mempunyai keberanian, kehilangan sifat dan sikap  patriotisme/kepahlawanan, tidak sanggup menyampaikan kebenaran di hadapan

 

Jamaah Jum’at rahimakumullah….

Permasalahan diatas, Pendidikan Islamlah sebagai kunci jawaban yang dapat  membangun “Citra  Peradaban Islam“  di era globalisasi yang penuh persaingan seperti sekarang ini, kemudian pertanyaanya pendidikan yang bagaimana?:

  • Dinamis, yang terus bergerak maju dan berubah sejalan dengan tantangan yang dihadapi dan dalam menjawab keinginan masyarakat.
  • Relevan, sesuai dengan tuntutan kebutuhan hidup umat (social demand), kebutuhan  perjuangan, dan kebutuhan pembangunan bangsa di tengah-tengah persaingan global
  • Professional, dalam rekruitmen ketenagaan, dalam manajemen kependidikan, dalam proses pembelajaran, dalam kualitas output dan akuntabilitasnya .
  • Kompetitif, siap bersaing (dalam penampilan, dalam inovasi program, dalam membangun karakater dan kepribadian, dan dalam kualitas produk) dengan  pendidikan lain.

 

Mantan Perdana Menteri Malaysia Ahmad menyatakan:

“Umat Islam harus tahu, bahwa mereka dapat menjadi modern tanpa harus menjadi orang  Barat. Umat Islam yang benar-benar modern adalah mereka yang dapat menyelaraskan   Wahyu Islam (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul (Hadis) di satu sisi, dan pemikiran manusia  serta ilmu pengetahuan di sisi lain“.

“Allah akan mengangkat beberapa derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan  orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu lakukan“.(Al-Mujadilah: 11)

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ. وقل رب اغفر وارحم وانت خير الراحمين

 

Khotbah II:

الْحَمْدَ لِلَّهِ رب العالمين والصلاة والسلام علي سيد المر سلين وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُوَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}

ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ واشكروه علي نعمه يزدكم ولذكر الله اكبر.

Perspektif Islam tentang Tradisi Lokal dan Pemaknaan Tradisi Rebo Wekasan di Pekalongan

Penulis : Ahmada Ghina Ghoniah, Editor : Kharisma Shafrani

Istilah “rebo wekasan” tidaklah asing bagi orang Pekalongan, biasanya ada yang menyebutnya “rebu pungkasan.” Rebo Wekasan merupakan “hari keramat” yang dipercaya masyarakat pada hari itu akan diturunkan bencana dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Rabu wekasan berakar dari dua kata, yaitu “Rabu” yang artinya Hari Rabu dan “wekasan” atau pungkasan yang artinya terakhir artinya hari rabu terakhir pada bulan safar. Tradisi “Rebo Wekasan” merupakan tradisi yang dimulai sejak para waliyullah dan dilestraikan sampai saat ini, masyarakat setempat biasanya merayakan ini agar mensyukuri nikmat Allah SWT serta menolak berbagai musibah, bahkan akan diturunkan sebanyak 3.200 musibah. 

Abu Hurairah berkata, Rasullah Bersabda “tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula ramalan sial, tidak ada burung dan juga tidak ada kesialan pada bulan Shafar. Menghindarilah dari peyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa.” H. R. Imam Al- Bukhari dan Muslim). Tasa’um (anggapan sial) ini sudah terkenal pada umat jahiliyah dan sisa-sisanya masih ada pada kalangan muslimin saat ini. Ungkapan hadits la ‘adwaa’ atau tidak ada penularan penyakit itu, meluruskan keyakinan golongan jahiliyah, karena pada masa itu mereka berkeyakinan bahwa penyakit itu dapat menular dengan sendirinya, tanpa bersandar pada ketentuan takdir Allah.  

Masyarakat Jawa dikenal sebagai masyarakat yang kental dengan ritual-ritual atau berdasarkan tradisi suatu komunitas tertentu, sebagai salah satu ciri masyarakat Jawa yaitu melestarikan budaya nenek moyangnya. Terlepas dari ciri masyarakat Jawa, mereka juga sangat mendambakan hubungan dinamis antara manusia, alam dan Tuhan. Di tanah Jawa, ada ritual rebo wekasan yaitu ritual tolak bala. Biasanya kegiatan rebo wekasan diisi dengan puasa sunnah, sholat sunnah, pembacaan doa, membaca Al-Quran dan membaca Berzanji. Di Kota Pekalongan saat rebo wekasan banyak masyarakaat yang melakukan tradisi yaitu yang biasa dilakukan oleh para kyai dan orang yang tahu tentang rebo wekasan ini mereka setiap malam rebo wekasan selalu mengadakan membaca sholawat tolak bala’, tahlilan, dan melakukan shalat mutlak dengan harapan semua dihindarkan dari bencana yang sudah disebutkan oleh waliyullah bahwa allah akan menurunkan 320.000 bala’ dalam satu malam. 

Kemudian ada juga masyarakat yang melakukan tradisi udik-udik atau udik-udikan, tradisi ini adalah sebuah kegiatan sedekah dengan cara melakukan penebaran uang recehan di kerumunan massa yang berkumpul yang bertujuan untuk Selamatan, sedekah, silaturrahim dan berbuat baik kepada sesama. Tradisi Rebo Wekasan pada mulanya berawal dari anjuran Syeikh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi dalam kitab “Fathul Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf Li Naf’il ‘Abid Wa Qam’i Kulli Jabbar ‘Anid”, yang disebut dengan “Mujarrabat ad-Dairobi.” Pemahaman lain mengenai Rebo Wekasan berasal dari Islam. Biasanya uang recehan itu dicampur dengan beras kuning dan kembang. Selanjutnya Masyarakat Pekalongan biasanya melakukan tradisi ini mulai dari pagi setelah sholat subuh dari sebelum fajar muncul sampai terbenamnya matahari, tujuannya agar mereka bisa mendapatkan lebih banyak uang recehan. Tradisi ini biasanya tersebar dibeberapa desa di Kota Pekalongan seperti, desa Jenggot, Krapyak, Setono, Gamer, dan beberapa desa lainnya. 

Masyarakat kota Pekalongan sangat antusias menyambut rebo wekasan mulai dari anak kecil sampai orang dewasa mereka berbondong-bondong mencari rumah warga yang akan melakukan tradisi udik-udikan. Biasanya, para Masyarakat sudah mulai mencari tradisi ini dari pagi hari hingga sore hari, dengan berkeliling ke tetangga, gang-gang sebelah, bahkan sampai ke tetangga desa. Dengan begitu, tradisi ini juga memiliki dampak negatif di lingkungan Masyarakat seperti, terjadinya kerusuhan karena berdesak-desakan dengan warga sekitar yang bisa menyebabkan luka bahkan korban jiwa. Walaupun begitu, tradisi ini juga memiliki dampak positif seperti, menjaga kelestarian tradisi rebo wekasan di Kota Pekalongan. Melalui adanya tradisi rebo wekasan kita dapat mengetahui bagaimana antusias masyarkat saat menyambut tradisi tersebut, kemudia kita juga tau bagaiman rebo wekasan dalam islam, serta kita tahu bahwa Masyarakat masih menjunjung tinggi nilai ketuhanan, sosial hingga moral, dengan begitu kita sebagai Masyarakat harus bisa melestarikan tradisi tersebut.

Menguak Misi Terselubung: Strategi Israel dalam Konflik Palestina

Penulis: Nala Qurota Aeni, Editor: Tegar Dwi Pangestu

Konflik Israel-Palestina telah berkembang seiring berjalannya waktu. Perselisihan ini mencakup politik, batas-batas wilayah, kekhawatiran tentang keamanan, serta berbagai faktor lainnya sekarang dominan dalam menghadapi masalah yang sebelumnya hanya didominasi oleh Agama. Perselisihan antara keduanya mencerminkan salah satu tantangan paling kompleks dalam hubungan Internasional.

Dilansir dari CNBC, konflik ini dimulai pada 2 November 1917 dengan Deklarasi Balfour oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur Balfour, yang mendukung pendirian rumah nasional bagi Yahudi di Palestina. Pada 1923-1948, Eropa menjanjikan dukungan kepada gerakan Zionis di wilayah yang 90% penduduknya adalah Arab Palestina. Akibatnya, PBB mengadopsi Resolusi 181 untuk membagi wilayah antara Palestina dan Yahudi. Namun, Palestina menolak karena resolusi ini akan memberikan 56% wilayahnya kepada Yahudi. Konflik ini adalah salah satu tantangan paling kompleks dalam hubungan internasional, dan menggambarkannya hanya sebagai konflik agama mengabaikan banyak elemen kritis yang diperlukan untuk mencapai resolusi yang adil dan berkelanjutan.

Konflik Israel-Palestina telah berkembang menjadi perselisihan yang melibatkan banyak negara dan mengancam stabilitas global. Pasukan Zionis menyerang dengan dalih mencari teroris di antara warga Palestina, namun seringkali menargetkan semua orang, terutama anak-anak dan wanita. Konflik ini mencerminkan benturan identitas nasional, sejarah panjang penindasan dan perlawanan, serta kepentingan politik dan ekonomi yang bersaing. Meskipun aspek agama memainkan peran dalam identitas dan motivasi, konflik ini jauh lebih kompleks daripada sekadar pertikaian agama. Berikut adalah beberapa poin penting yang menjelaskan kompleksitas konflik ini :

1. Sejarah Kolonial dan Nasionalisme

Konflik ini memiliki akar sejarah yang mendalam, termasuk periode kolonial di bawah kekuasaan Inggris dan kebangkitan Nasionalisme baik di kalangan Yahudi maupun Arab. Periode Kolonial yang meliputi Kekuasaan Ottonom (1577-1917), Mandat Inggris (1920-1948) serta Deklarasi Balfour (1917). Sedangkan kebangkitan Nasionalisme yang terjadi pada saat itu Zionisme dan Nasionalisme Arab. Hal ini menyebabkan dampak jangka panjang meninggalkan masalah perbatasan yang disengketakan, pemisahan, dan ketidakpercayaan yang mendalam antara komunitas Yahudi dan Arab.

2. Isu Perbatasan dan Tanah

Salah satu inti permasalahan adalah klaim teritorial yang tumpang tindih dan perbatasan yang disengketakan. Kedua belah pihak mengklaim tanah yang sama sebagai tanah air mereka: Israel berdasarkan hubungan historis dan religius, sementara Palestina berdasarkan hak nasional dan sejarah panjang tinggal di wilayah itu. Yerusalem, kota suci bagi tiga agama besar, adalah titik sengketa utama. Israel mengklaim seluruh Yerusalem sebagai ibu kotanya, sementara Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan mereka. Konflik ini diperumit oleh perang, perubahan perbatasan, pembangunan pemukiman oleh Israel di wilayah yang diduduki, dan kesulitan mencapai kesepakatan damai yang komprehensif.

3. Keamanan dan Kekerasan

Kekhawatiran akan keamanan menjadi isu utama bagi Israel, sementara warga Palestina seringkali menghadapi kekerasan dan penindasan, termasuk pengusiran paksa dan pembatasan gerak. Kekerasan yang di alami Palestina diantaranya yaitu pengeboman di Gaza, peristiwa ini merupakan aspek paling tragis dan kompleks dari konflik Israel-Palestina. Insiden pengeboman sering terjadi selama eskalasi konflik, biasanya antara militer Israel dan kelompok militan Palestina seperti Hamas dan Jihad Islam. Insiden pengeboman juga terjadi di Rafah baru-baru ini, semua mata tertuju ke Rafah.  Secara keseluruhan, situasi di Rafah mencerminkan tantangan yang lebih luas di jalur Gaza, dimana blokade, kekerasan dan kondisi hidup yang sulit saling memperburuk satu sama lain.

4. Identitas Nasional

Konflik ini juga merupakan perjuangan Identitas Nasional, dimana baik Israel maupun Palestina berusaha mempertahankan eksistensi dan hak untuk menentukan nasib sendiri dengan setiap sisi mengklaim kedaulatan atas wilayah tertentu sebagai bagian dari Identitas Nasional mereka. Disisi lain upaya kedua belah pihak untuk mempertahankan Budaya, Bahasa, dan Identitas Agama mereka masing-masing. Jadi, konflik Israel-Palestina juga tentang perjuangan untuk mempertahankan Identitas Nasional, Budaya, dan Hak-hak Asasi Manusia masing-masing pihak.

5. Diplomasi dan Negoisasi Politik

Berbagai upaya diplomasi dan negoisasi politik telah dilakukan untuk mencapai pendamaian, namun sering terhambat oleh kurangnya kepercayaan dan kepentingan politik yang berbeda. Contoh konkret diantaranya Perjanjian Oslo (1993), Konferensi Camp David (2000), Rencana Perdamaian Donald Trump (2020). Upaya-upaya tersebut sering terhambat oleh kurangnya kepercayaan di antara kedua belah pihak dan kepentingan politik yang berbeda. Misalnya, isu-isu sensitif seperti status Yarusalem, pengungsi Palestina, dan kekerasan yang terus berlanjut di wilayah tersebut seringkali menghambat upaya perdamaian di antara kedua belah pihak.

6. Ekonomi dan Pembangunan

Kondisi ekonomi dan akses terhadap sumber daya juga menjadi faktor penting. Blokade dan pembatasan ekonomi seringkali memperburuk kondisi hidup warga Palestina. Misi terselubung mereka untuk melemahkan umat Islam melalui 3F (food, fun, fashion) adalah bagian dari strategi soft power mereka untuk memperbaiki citra negara dan memperluas pengaruhnya secara global. Di sisi lain ada pula upaya boikot internasional terhadap produk-produk israel dalam sektor-sektor tersebut, yang dapat berdampak negatif pada perekonomian Israel. Dengan menarik dukungan finansial, boikot dapat memberikan tekanan ekonomi yang signifikan, yang dapat mendorong perubahan dalam kebijakan pemerintah Israel.

Dari analisis yang disampaikan, dapat disimpulkan bahwa konflik Israel-Palestina merupakan permasalahan yang kompleks dan tidak dapat disederhanakan menjadi sekedar pertikaian agama. Sejarah Kolonialisme, Isu Perbatasan dan Tanah, Keamanan, Identitas Nasional, Diplomasi, Ekonomi, serta strategi terselubung seperti “3F” semuanya memainkan peran penting dalam dinamika konflik ini. Dalam melihat konflik Israel-Palestina kita harus mengingat bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi yang luas dan mempengaruhi banyak kehidupan. Penting untuk memperlakukan semua pihak dengan empati dan mempertimbangkan perspektif mereka dalam mencari solusi yang berkelanjutan. Dengan  mengedepankan dialog, toleransi, dan kerjasama antara Israel dan Palestina, kita bisa berharap untuk melihat terciptanya perdamaian yang mensejahterakan kedua belah pihak serta masyarakat di kawasan tersebut.

Sikap Moderasi Beragama dapat memainkan peran penting dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina dengan mempromosikan sikap saling menghormati dan Toleransi, sikap Moderasi juga dapat membantu memperkuat upaya perdamaian dengan menekankan pentingnya menghargai Hak-hak Asasi Manusia dan mencari solusi yang adil bagi semua pihak tanpa memandang latar belakang. Dengan demikian, Integrasi Nilai-nilai Moderasi Beragama dalam penyelesaian konflik dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan stabil bagi masyarakat di Israel dan Palestina.

Membentuk Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas: Tiga Universitas Islam Adakan Seminar dan Tanda Tangani MoU

Pewarta: Azzam Nabil Hibrizi, Editor: Syam

Jumat, 12 Juli 2024 – Universitas Wahid Hasyim, Semarang mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Islam Nusantara dan Regenerasi Kepemimpinan Nasional Menyongsong Indonesia Emas” yang berlangsung dari pukul 08:00 hingga 11:20. Kegiatan ini dihadiri rektor dari tiga universitas sebagai pembicara kunci, yakni Rektor Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., Rektor Universitas Hasyim Asy’ari, Prof. Dr. H. Haris Supratno., Rektor Universitas Wahid Hasyim, Prof. Dr. H. Mudzakkir Ali, M.A.

Kehadiran para rektor tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, acara seminar ini sekaligus menjadi momentum awal berlangsungnya kerjasama antara Universitas Hasyim Asy’ari, Jombang; Universitas Wahid Hasyim, Semarang; dan Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid, Pekalongan. Kerjasama ini diawali dengan penandatanganan MoU dan MoA antar fakultas dari masing-masing Universitas.

Disamping itu, para rektor dari ketiga universitas tersebut juga sepakat bahwa penandatanganan ini bukanlah akhir, namun menjadi awal sebuah perjalanan untuk menjalin hubungan kerjasama yang kedepannya dapat diimplementasikan dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti penelitian kolaboratif, hingga pertukaran mahasiswa atau dosen. Hal ini tentunya dapat menjadi langkah dalam membentuk generasi yang unggul dan mampu memimpin Indonesia untuk mewujudkan Indoensia Emas di tahun 2045.

Berlangsungnya kegiatan ini menjadi pertama kali dalam sejarah, yaitu berkumpulnya keluarga besar Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, dalam artian penamaan dari ketiga universitas tersebut. Sehingga, hal ini dapat menjadi penyemangat dalam melaksanakan kerjasama dan kolaborasi antar universitas dengan berbagai bentuk dukungan antar kampus. Selain itu, melalui kerjasama keluarga besar Syaikh Hasyim Asy’ari ini juga sebagai implementasi dalam meneruskan perjuangan beliau sebagai pahlawan nasional dan pendiri organisasi Islam terbesar di Indonesia yakni Nahdlatul Ulama’, sekaligus dalam rangka mengembangkan generasi Jamiyah Nahdlatul Ulama menjadi generasi yang unggul dengan menerapkan sikap beragama yang moderat.

Sebagai langkah awal mewujudkan harapan-harapan tersebut, setelah penandatanganan dan penyampaian dari para rektor selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi yang relevan melalui seminar yang berisikan tiga judul besar. Materi pertama mengangkat judul, “Menyiapkan Regenerasi Kepemimpinan Publik Melalui Peningkatan Akses Pendidikan Tinggi” yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama, dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan yaitu Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag.

Beliau menjelaskan bahwa perguruan tinggi merupakan faktor penting dalam menciptakan generasi yang unggul serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kompeten dan mampu membawa Indonesia menuju Indonesia emas 2045. Sebab, tren kepemimpinan masa depan harus di imbangi dengan digitalisasi yang rawan akan pergeseran nilai-nilai yang ada di masyarakat. Sehingga melalui strategi peningkatan akses pendidikan tinggi, baik dari segi fasilitas, beasiswa, kerjasama dan program-program lain, nantinya diharapkan dapat membentuk calon pemimpin sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki keterampilan kompeten di bidangnya, dapat menjaga nilai dan etika budaya bangsa, memiliki pemahaman yang mendalam terhadap isu-isu yang kompleks serta mempunyai kemampuan berpikir kritis dan analitis.

Kemudian, karena trend kepemimpinan masa depan yang perlu diimbangi teknologi, maka generasi penerus bangsa harus memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi yang terus berkembang, seperti yang sudah ada saat ini yakni artificial intellegence. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh pemateri kedua, Prof. Dr. Ir. Helmy Purwanto, ST. MT., IPM. selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Teknologi, Inovasi, dan Kerjasama dari Universitas Ahmad Dahlan. Materi yang beliau sampaikan adalah “Peran Inovasi dan Teknologi dalam Regenerasi Kepemimpinan Nasional Menuju Indonesia Emas.” Dalam pemaparannya beliau juga menyampaikan tentang prediksi perkembangan teknologi dalam bidang sumber daya. Melihat kondisi saat ini dimana sumber daya alam seperti batu bara dan minyak bumi tentunya akan habis apabila diambil terus menerus. Sehingga perlu ada teknologi energi terbarukan. Hal ini menjadi salah satu trend teknologi yang terus berkembang dalam menuju Indonesia Emas 2045. Trend teknologi lainnya yang juga terus mengalami pertumbuhan yang cepat adalah teknologi digital, teknologi yang dapat mengurangi keterbatasan fisik dan jarak, serta teknologi di bidang kesehatan.

Setelah memahami teknologi, generasi penerus bangsa yang unggul dan layak menjadi pemimpin juga perlu meneladani para tokoh nasional pendiri bangsa, seperti Syekh Hasyim Asyari. Dengan meneladani beliau, maka calon pemimpin ini nantinya akan memiliki jiwa spiritualitas yang tinggi selalu menjaga integritas, serta menjunjung tinggi kedaulatan. Seperti strategi kepemimpinan Hadratussyaikh K.H. M. Hasyim Asy’ari dalam mempertahankan kedaulatan Bangsa Indonesia. Materi terkait hal ini disampaikan oleh Dr. Fathur Rahman, M.PdI selaku Wakil Dekan Fakultas Agama Universitas Hasyim Asy’ari. Ada tiga strategi kepemimpinan Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari, yakni membangun generasi melalui pondok pesantren dan lembaga pendidikan, kemudian memperjuangkan kemerdekaan dengan mendirikan sebuah organisasi Nahdlatul Ulama, menjadi ketua Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) serta menjadi ketua kantor jawatan agama shunubu yang kemudian diserahkan kepada anaknya, Wahid Hasyim. Hal ini menjadi strategi yang tentunya bertujuan untuk dapat memudahkan mobilisasi dan membantu menuju kemerdekaan. Sedangkan strategi terakhir yang cukup sulit adalah mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sebagaimana diketahui bahwa pasca kemerdekaan Indonesia, masih ada tentara sekutu yang kembali menyerang Indonesia. Melihat hal ini, Hadratussyaikh K.H. M. Hasyim Asy’ari mengeluarkan Fatwa Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945. Selain itu, beliau juga menjadi ketua Majelis Pertimbangan Masyumi.

Dengan demikian, maka materi mendasar terakhir yang dapat diambil kegiatan seminar ini adalah pemaknaan terhadap kata “Islam Nusantara” itu sendiri. Sebagaimana tema yang diangkat dalam seminar ini, perlu diluruskan bahwa Islam Nusantara tidaklah sama dengan “mengislamkan Nusantara”, akan tetapi Islam Nusantara merupakan bentuk implementasi nilai-nilai keislaman di Nusantara dengan segala budaya dan adat istiadatnya. Seperti halnya Nahdlatul Ulama yang terus melaksanakan budaya nusantara tanpa merusak nilai-nilai agama Islam itu sendiri. Sehingga lengkap sudah penyampaian materi seminar nasional dengan tema “Islam Nusantara dan Regenerasi Kepemimpinan Nasional Menyongsong Indonesia Emas.” Melalui materi ini, diharapkan generasi penerus bangsa mampu memiliki sifat religius dengan tetap mempertahankan budaya dan kearifan lokal, serta mampu menjadi pemimpin Indonesia yang kompeten, khususnya dalam mendorong terwujudnya Indonesia Emas di tahun 2045 nanti.