BERSATU DALAM PERBEDAAN: BELAJAR DARI TIMNAS INDONESIA

Pada gelaran laga kualifikasi piala asia U-23 antara Timnas Indonesia melawan Turkmenistan yang digelar di Stadion Manahan Solo selasa, 12 September 2023 membawa kabar baik bagi Timnas Indonesia yang lolos ke putaran final piala asia U-23 di Qatar usai membobol gawang Turkmenistan 2-0. Dengan akumulasi enam poin dari dua pertandingan, Indonesia dipastikan jadi juara grup K dan berhasil lolos ke putaran final piala Asia U-23.

Kemenangan ini menorehkan sejarah baru dalam dunia sepak bola Indonesia karena untuk pertama kalinya garuda Indonesia bermain ditunamen tersebut. Sejak digulirkan pertama kali pada 2013 silam sudah ada enam edisi piala AFF U-23 namun tak sekalipun Indonesia lolos keputaran final. Pada 2022 lalu Indonesia hanya menjadi runner up grup G setelah gagal menaklukan Australia.

Tidak hanya Indonesia ada beberapa negara ASEAN yang melaju ke babak final yaitu Vietnam dan Thailand yang lolos sebagai juara grup serta Malaysia yang lolos usai menjadi runner up terbaik. Namun sejauh ini AFC belum merilis jadwal lengkap piala asia U-23 tapi secara umum jadwal penyeleggaraan sudah rilis, piala Asia akan digelar pada 15 April hingga 23 Mei 2024. Terdapat fakta menarik dari gelaran ini, ajang piala AFC juga menjadi kualifikasi untuk olimpiade musim panas 2024 di Prancis. Nantinya akan ada tiga wakil Asia yang bermain di olimpiade tersebut. Tiga tim diambil dari dua finalis dan peringkat ketiga piala Asia U-23.

Dalam rangkaian pertandingan semifinal Timnas melawan Thailand tepatnya di bulan Agustus lalu Indonesia berhasil menakluklan lawan mainnya dengan skor 3-1. Pada pertandingan tersebut ada sebuah momen menarik ketika tiga pemain Timnas melakukan selebrasi atas kemenanganya, yaitu Frenky Missa, Kelly Sroyer, dan Arkhan Muhammad. Mereka bertiga melakukan selebrasi sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Sikap yang mereka lakukan tersebut menuai banyak perhatian dan pujian warganet. Hal tersebut menunjukan besarnya rasa toleransi yang mereka miliki, sesuai dengan semboyan Indonesia yakni Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tetaPi tetap satu jua).

Sikap dari tiga pemain Timnas tersebut sarat akan nilai nilai moderasi beragama yang menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama dan menghargai perbedaan. Di zaman Rasulullah SAW sikap toleransi telah diperlihatkan secara jelas ketika beliau memperlakukan ahli kitab baik yahudi maupun nasrani dengan menghormati dan memuliakan mereka. Rasulullah juga sering mengunjunginya dan jika diantara mereka ada yang sakit beliau  pun menjenguknya. Meskipun perbedaan amat kentara diantara mereka namun Rasul tidak membatasi interaksi dengan umat yang berbeda agama serta tetap mengayominya seperti beliau memperlakukan umatnya. Berdasarkan teladan Rasulullah dan juga sikap tiga pemain timnas Indonesia u-23 kita bisa mengambil pelajaran yang amat berharga terkait toleransi dan menghargai perbedaan. Tak ada alasan bagi kita untuk membedakan orang lain meskipun terdapat differensasi dalam banyak hal seperti suku, ras, budaya, etnik, bahasa, hingga agama. Perbedaan merupakan sunatullah atau ketetapan-Nya yang tidak bisa ditolak. Karenanya, perbedaan tidak boleh menghalangi kita untuk bersaudara, Bersatu, bersama-sama membangun kehidupan yang sejuk, damai, toleran, saling menghargai antara satu dan lainnya.

Belajar dari Prewedding dan Kebakaran Savana Bromo

Kegiatan Prewedding memakai flare di Bukit Teletubbies sebabkan kebakaran hutan dan lahan di Bromo semakin menggila. Polisi sudah tetapkan seorang tersangka yang menjadi penanggung jawab prewedding tersebut. Sementara lima orang lainnya yang terdiri dari pasangan dan crew wedding organizer telah diperiksa sebagai saksi. Kepala BB TNBTS  Hendro Winarko menyampaikan bahwa ada enam titik api yang sudah dipastikan padam dan menyisakan satu titik api di Gunung Watangan. Dilansir dari detik jatim Hendro menyampaikan pihaknya sedang fokus pada proses pemadaman api dan asap.

Setelah proses tersebut selesai baru akan diadakan identifikasi terkait seberapa luas lahan yang terbakar. Dalam keterangannya juga disampaikan bahwa akan diadakan kajian ulang terkait pembukaan wisatawan ke Gunung Bromo. Kebakaran tersebut mengakibatkan api merambat hingga kawasan Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Malang. Kabag BB TNBTS, Septi Eka Wadhani mengkonfirmasi bahwa kebakaran hutan terjadi sejak Rabu September lalu dan meluas hingga ke kawasan Bromo Hillside. Kebakaran juga membentuk semacama garis api yang memunculkan asap cukup tebal.

Dalam kasus kebakaran Flare prewedding tersebut menjadi tamparan keras untuk kita semua supaya lebih bijak dalam bertindak agar tidak mengakibatkan kerugian orang lain dan alam. Sejatinya manusia hidup di muka bumi sebagai khalifah bertugas menjadi perlindungan bagi umat dan menjaga kelestarian ekosistem serta kemakmuran. Sehingga dalam tindak-tanduk perlu diperhatikan sebab-akibatnya, jangan sampai tindakan yang kita lakukan berdasarkan keinginan dan ego semata.

Dalam moderasi beragama terdapat nilai cinta tanah air yang perlu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, berdasarkan kasus kebakaran di Bromo kita dapat melihat dampak yang ditimbulkan bagi alam akibat dari kecerobohan dan pemenuhan ego manusia. Islam juga mengajarkan untuk tidak merusak lingkungan, Nabi muhammad SAW  telah bersabda dalam hadits riwayat An-Nasai, Ibnu Hibban, dan Ahmad yang artinya “Barang siapa menghidupkan tanah yang mati maka baginya pahala. Apa yang dimakan binatang darinya, maka itu baginya pahala sedekah.”

Berdasarkan hadits tersebut Rasulullah menegaskan bahwa kerusakan lingkungan akan berdampak bagi manusia itu sendiri. Pada dasarnya lingkungan tanpa adanya manusia akan tetap hidup, tetapi tidak dengan manusia yang tak mampu hidup tanpa adanya lingkungan. Sebagai manusia yang beriman baiknya kita menebarkan kedamaian dimanapun berada, sehingga sejalan dengan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

Kasus kebakaran Savana Bromo mengingatkan kita untuk bersikap moderat, dan tidak berlebih-lebihan. Sebelum melakukan sesuatu, berbagai dampak yang ditimbulkannya harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Prewedding memang boleh-boleh saja, apalagi hanya dilakukan sekali seumur hidup. Meskipun begitu, jangan hanya atas nama sensasi, kemudian kita mempertaruhkan segalanya. Kelestarian alam untuk kehidupan adalah hal paling utama, dibandingkan sensasi yang sifatnya hanya sesaat.

Tebarkan Kedamaian Majelis Ulama Indonesia Redam Berita Hoax Oklin Fia Jadi Duta MUI

Beberapa waktu lalu netizen Indonesia digemparkan dengan isu pengangkatan Oklin Fia sebagai Duta MUI. Sebelumnya nama Okin Fia mencuat setelah video yang dibuatnya viral lantaran dugaan adanya pelecehan agama. Kontroversi yang dibuatnya semakin memanas setelah PB SEMMI dan Umi Pipik melaporkannya kepihak berwajib.  Namun pada Selasa, 5 September 2023 lalu Oklin meminta maaf secara langsung kepada MUI terkait tindakannya. Budiansyah selaku kuasa hukum Oklin Fia justru mengklaim bahwa yang bersangkutan akan ditunjuk sebagai Duta MUI. Dalam keterangannya MUI menilai Oklin sebagai selebgram yang bisa menginspirasi para pemuda untuk berubah jadi lebih baik. Continue reading “Tebarkan Kedamaian Majelis Ulama Indonesia Redam Berita Hoax Oklin Fia Jadi Duta MUI”

Implementasi Moderasi Beragama: Menparekraf Ajak Delegasi KTT ASEAN Berkunjung Ke Belitung

Konverensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 resmi digelar di Indonesia, Jakarta berkesemapatan menjadi tuan rumah. Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, pada 5-7 Sepetmber 2023. Adapun tujuan utama diselenggarakannya acara ini adalah untuk membahas perkembangan dan penguatan kerja sama anggota ASEAN dengan mitra eksternal. Ini berbeda dengan acara sebelumnya yang berlokasi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur yang membahas mengenai isu-isu internal serta isu penting dalam dan luar kawasan ASEAN. Setiap tahunnya KTT ASEAN digelar sebanyak dua kali oleh negara anggota yang memegang kekuatan pada tahun tersebut, dan tahun ini Indonesia berkempatan untuk menjadi tuan rumah baik KTT ASEAN ke-42 maupun 43.

Pada KTT ASEAN ke-43 ini terdapat beberapa rangkaian acara bersifat persidangan maupun non persidangan. Diawali dengan opening ceremony pada tanggal 5 September, kemudian dilajutkan diskusi oleh masing-masing delegasi negara yang hadir, dan ditutup dengan konferensi pers oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Sebagai ajang pertemuan pemimpin negara-negara di Asia Tenggara dan negara mitra KTT ASEAN ke-43 memiliki tujuan utama yakni menguatkan pencapian dan fondasi visi ASEAN 2045. Adanya KTT ASEAN ke-43 sebagai penguatan kelembagaan ASEAN baik dalam pembuatan keputusan yang efektif dan efisien di masa mendatang.

Dilansir dari laman resmi Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia setidaknya ada beberapa side event KKT ASEAN ke-43 yaitu ASEAN Bussiness Summit, The 30th ASCC Councill Meeting, ASEAN Investment Forum, AEC Councill For 43rd ASEAN Summit, ASEAN Plus Youth Summit, dan yang terakhir ialah kegiatan Post Event Trip di Belitung, Kepualauan Bangka Belitung. Menparekraf (Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Sandiaga Salahudin Uno merekomendasikan tempat tersebut atas beberapa alasan, yakni Belitung memiliki keberagaman geologis berupa lancape alam, bebatuan, mineral, proses geologis, dan tektonik, serta evolusi bumi. Belitung juga menyimpan perpaduan budaya, biologis, dan geografis yang berkaitan. Karena kelebihan potensial tersebut Belitung memperoleh gelar sebagai Globak Geopark.

Secara eksplisit tidakan Menparekraf tersebut merupakan perwujudan dari nilai moderasi beragama yaitu cinta tanah air. Dimana beliau berusaha untuk mengenalkan potensi alam dan budaya Indonesia ke kancah Internasional. Dengan demikian, moderasi beragama tidak sekedar berfokus pada ajaran keagamaan, melainkan dapat diimplementasikan melalui sikap cinta tanah air. Salah satunya dengan mempromosikan berbagai keunikan dan keunggulan tanah air, pada kancah Internasional. Sikap cinta tanah air juga merupakan sunnah Nabi yang utama, dimana beliau menegaskan untuk melindungi dan membangun tanah yang ditempati umatnya sebagai sebuah kewajiban.

Best Practice Moderasi Beragama dari Papua, ke UIN Gus Dur: Bupati Kaimana Papua Barat Freddy Thei, Kristian yang menguliahkan “anaknya” di Kampus Islam

Freddy Thei seorang politikus Tionghoa-Indonesia yang menjabat sebagai Bupati Kaimana Papua Barat periode 2021-2024 yang berpasangan dengan Wakil Bupati Hasbulla Furuada. Freddy memulai karir politiknya dengan menjadi ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) partai Demokrat Kabupaten Kaimana pada tahun 2007. Adanya toleransi yang tinggi di Kaimana menjadi faktor eksternal bagaimana sikap toleransi yang dia miliki. Terpilihnya Freddy Thei sebagai kepala daerah menjadi bukti adanya toleransi yang tinggi tersebut. Dimana Freddy Thei datang dari kalangan minoritas dan satu-satunya di Papua.

“Toleransi yang dimiliki oleh rakyat Kalimana merupakan sebuah kearifan lokal, ketika di kampung muslim hendak membangun sebuah masjid dibantu oleh masyarakat kristen dan sebaliknya. Kita tidak pernah melihat perbedaan.” Tuturnya pada saat berpidato di wisuda sarjana dan magister UIN Gusdur Pekalongan pada Rabu, 30 Agustus 2023. Sebagai bentuk perwujudan dari sikap toleransi beliau sebagai kepala daerah Kaimana, Freddy Thei juga mengirimkan putra-putri Kaimana untuk melakukan pertukaran pelajar di UIN Gusdur Pekalongan. Hal itu diresmikan melalui MOU antara pemerintah daerah Kaimana dengan UIN Gusdur Pekalongan.

Pertukaran pelajar itu tak hanya terjadi di UIN Gusdur Pekalongan saja, melainkan tersebar di beberapa Universitas Islam lainnya. Sikap toleransi yang ditunjukkan oleh Freddy Thei tak hanya dalam bidang pendidikan saja, melainkan dalam berbagai bentuk kegiatan sehari-hari. Freddy Thei juga kerap diundang untuk memberikan motivasi atau pidato di yayasan Islam maupun non Islam. Sikap yang ditunjukkan oleh Freddy Thei sejalan dengan pilar-pilar moderasi beragama, yakni toleransi, menerbarkan kedamaian dan hidup rukun. Kita bisa mencontoh perilaku beliau untuk menerapkan nilai-nilai moderasi beragama tersebut dengan baik agar terwujud kedamaian dan ketenteraman bersama.

Pekalongan jadi Tuan Rumah Muktamar Sufi Internasional dihadiri dan dibuka Langsung oleh Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo hadiri Muktamar Sufi Internasional yang digelar di Pekalongan pada 29 Agustus 2023,  Acara tersebut diawali dengan kirab bendera merah putih sepanjang 1.001 meter. Kirab tersebut diikuti oleh sekitar 2.000 peserta yang terdiri atas TNI, Polri, Pemkot Pekalongan, ormas dan pelajar yang memeriahkan serangkaian kegiatan muktamar Sufi Internasional atau word sufi assembly conference 2023 pada Senin, 28 Agustus 2023. Kegiatan kirab bendera ini dipimpin langsung oleh Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahluth Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Yahya dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat setempat di sepanjang jalan yang dilalui peserta kirab.

Parade alutsista hingga drum band juga turut memeriahkan kegiatan kirab bendera merah-putih tersebut. Kirab dimulai dari Stadion Hoegeng Pekalongan menuju Jalan Kemakmuran, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Dr. Cipto dan panggung kehormatan di depan Hotel Nirwana Jalan Wahidin serta finish tepat di depan gedung Kanzus sholawat Kota Pekalongan. Habib Luthfi bin Yahya yang merupakan panitia pelaksana muktamar Sufi Internasional secara langsung mengarahkan dan mengkoordinir jalannya kegiatan tersebut. Selain Habib Luthfi, Mentri Pertahanan Prabowo Subianto juga merupakan Ketua Umum Pusat Multaqo Sufi Al-Alamy.

Muktamar Sufi Internasional akan dilaksanakan pada tanggal 29-31 Agustus 2023 dan diikuti oleh 68 mozaik dari luar negeri, 1.500 ulama habaib dalam negeri, hingga tokoh masyarakat. Dalam agendanya akan membahas empat bidang. Prabowo membeberkan empat bidang itu adalah pendidikan sufi dan pengaruhnya dalam penyucian jiwa, ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, industri media dan opini publik, serta peran penting tasawuf dalam membangun manusia dan mengembangkan peradaban. Empat bidang yang akan menjadi fokus dalam muktamar Sufi Internasional tersebut erat kaitannya dengan nilai-nilai moderasi beragama. Salah satunya yang paling erat adalah nilai menebarkan kedamaian dan hidup rukun yang mana bisa dilakukan dengan menerapkan empat bidang pembahasan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Meski dilakukan dalam bentuk yang sederhana, akan tetapi dapat memberikan manfaat serta kesinambungan. Adapaun tujuan utama diselenggarakannya kegiatan tersebut ialah untuk mempertahakankann kedamaian dunia.

Abadikan Momen Berharga, SBY Resmikan Museum dan Galeri Seni SBY – Ani di Pacitan

Penulis : Tim Hijratunaa

Bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Museum dan Galeri Seni SBY-Ani di Pacitan pada tanggal 17 Agustus 2023. Pacitan dipilih sebagai lokasi pembangunan Museum dan Galeri Seni tersebut sebab Pacitan merupakan tanah kelahiran SBY. Museum yang bertempat di Plelen, Sidoarjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur ini telah resmi dan bisa dikunjungi oleh masyarakat umum. Bentuk bangunan museum cukup megah, dengan mengusung arsitektur yang mirip seperti White House di Amerika Serikat.

Desain bangunan museum didominasi dengan warna putih, SBY disebut merancang museum dengan enam pilar di bagian fasadnya. Enam pilar tersebut merupakan representasi jabatan tertinggi yang pernah SBY dapatkan yakni sebagai presiden ke-6 RI. Di atas bangunan terukir bunga Flamboyan yang merupakan bunga kecintaan mendiang Ani Yudhoyono. Museum tersebut berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare dengan luas total bangunan sekitar 7.500 meter persegi.

Museum dan Galeri Seni SBY-Ani berisi perjalanan SBY baik sejak masa remaja hingga akhirnya resmi menjabat sebagai presiden selama dua periode sejak 2004 sampai 2014. Selain itu, museum juga menyimpan koleksi seni dan foto-foto hasil jepretan mendiang Ani Yudhoyono. Dalam satu ruangan khusus, terdapat kisah lengkap kehidupan Ani Yudhoyono mulai dari kelahirannya hingga akhirnya menikah dengan SBY dan mendampinginya sebagai Ibu Negara. Tak hanya berkisah tentang bagaimana kehidupan SBY-Ani, museum tersebut juga memiliki perpustakaan dengan 1.500 koleksi buku didalamnya. Dari museum dan Galeri Seni tersebut kita bisa melihat sekelumit kisah SBY dan Ani Yudhoyono yang tentunya menginsipirasi banyak orang.

Dibangunnya museum SBY-Ani tersebut merupakan amanah dari sang mendiang ibu negara ke-6 yang telah wafat sejak 2019 lalu. Untuk harga tiket masuk sendiri terdapat perbedaan antara pengunjung domestik dan mancanegara. Warga lokal pacitan dikenakan biaya sebesar Rp. 25.000 untuk orang dewasa, warga diluar Pacitan sendiri dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 50.000 dan untuk pengunjung internasional dikenakan biaya sebesar Rp. 100.000 per orang. Hal tersebut dijelaskan secara langsung oleh Direktur Eksekutif Museum Ossy Dermawan. Adapun untuk jam oprasional museum dimulai pukul 09:00 hingga 17:00 waktu setempat.

Beginilah Makna Sebenarnya Lagu Bad Religion dalam Postingan RM BTS yang Dianggap Islamophobia

Baru baru ini dunia internasional digegerkan dengan postingan instagram story Leader BTS yaitu Rap Monster (RM) yang mengunggah lagu dari musisi Frank Ocean berjudul Bad Religion. Sebelumnya lagu tersebut terbilang sudah cukup lama dirilis terhitung sejak tahun 2012. Netizen menganggap bahwa postingan RM tersebut merupakan dukungan terhadap kaum LGBT dan islmophobia. Hingga saat ini daru pihak agensi maupun RM sendiri belum memberikan klarifikasi terkait hal tersebut. Continue reading “Beginilah Makna Sebenarnya Lagu Bad Religion dalam Postingan RM BTS yang Dianggap Islamophobia”

Ini Dia Alasan Habib Umar Memberikan Nama Abu Bakar Ash-Siddiq Kepada Seorang Mualaf yang diislamkannya Di Masjid Istiqlal

Penulis : Tim Hijratunaa

Habib umar merupakan seorang pendakwah tersohor dari Yaman yang akhir akhir ini banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Kedatangan beliau sudah dinanti-nantikan oleh banyak jamaah di Indonesia. Habib umar sendiri merupakan seorang pendakwah yang nazabnya secara langsung bersambung hingga ke Rasullah. Kedatangannya ke Indonesia kali ini dimulai pada tanggal 19-23 Agustus tahun 2023 dan akan menyambagi beberapa kota yang ada di Indonesia seperti Serabaya, Jakarta, dan Palangkaraya.

Ketika menyambangi Jakarta pada tanggal 21 Agustus 2023 tepatnya berlokasi di Masjid Istiqlal dalam Acara Tabligh Akbar Majelis Rasullah SAW, Habib Umar membimbing seorang pemuda membaca dua kalimat syahadat. Di saksikan ribuan jamaah Habib Umar memberikan nama islam pemuda tersebut dengan nama Abu Bakar Ashsiddiq. Nama tersebut disematkan karena Abu Bakar merupakan seorang sahabat Rasul yang paling dekat sekaligus satu-satunya orang yang menemani Nabi di Gua Hiro dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinnah.

Habib Umar bin Hafidz sangat berpegang teguh dalam aqidah Ahlusunnah wal Jamaah. Beliau juga merupakan pendiri pondok pesantren Darul Mustafa di Yaman. Tak sampai itu saja beliau memiliki banyak murid yang menjadi ulama besar seperti Habib Mundzir Al Musawwa dan Habib Jindan bin Novel bin Jindan. Melansir dalam laman resmi UKM AL-Qur’an Study Clube beliau mengabdikan seluruh hidupnya untuk berdakwah di jalan Allah sesuai dengan ketentuan Al-Qur’an dan Hadist.

Hingga saat ini Habib Umar telah memiliki banyak karya yang dibukukan salah satunya ialah Khulasoh Madad An-nabawiy (Dzikir). Karya karya berliau mencakup berbagai aspek keilmuan mulai dari aqidah, fiqih, haidst, tata bahasa atau nahwu, hingga karya yang berkaitan dengan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW dan dzikir. Dengan karya-karya tersebut membuktikan bahwa Habib Umar tak hanya seorang tokoh besar agama islam saja melaikan juga seorang ilmuan dibidang keagamaan.

PUSAT MODERASI BERAGAMA UIN GUS DUR PEKALONGAN MEMBERI SOSIALISASI PENCANANGAN KAMPUNG MODERASI BERAGAMA DI DESA JOLOTIGO, TALUN, KAB. PEKALONGAN

Pusat Moderasi Beragama LP2M UIN Gus Dur Pekalongan membersamai Kemenag, Kesbangpol dan FKUB Kab. Pekalongan, melakukan sosialisasi kampung moderasi beragama di Desa Jolotigo Kecamatan Talun, kab. Pekalongan. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kemenag Kab. Pekalongan ini dilaksanakan di Balai Desa Jolotigo, pada tanggal 17 Mei 2023. Desa Jolotigo sendiri diproyeksikan sebagai salah satu model kampung moderasi beragama, dimana keharmonian dalam perbedaan sudah dipraktekkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan tersebut, narasumber dari UIN Gus Dur, Kesbangpol dan FKUB mengapresiasi kekayaan nilai masyarakat Talun, yang sudah mempraktekkan moderasi beragama. Secara spesifik, Nanang selaku Kepala Pusat Moderasi Beragama UIN Gus Dur menyampaikan, bahwa penghormatan terhadap perbedaan merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi sebuah masyarakat dalam menjalani kehidupan sosialnya.  Penghormatan terhadap perbedaan ini seringkali terjadi pada masyarakat yang beragam. Perbedaan yang sudah disaksikan dalam kehidupan sehari-hari, secara alamiah membuat seseorang memiliki pandangan yang inklusif, meskipun Pendidikan formalnya tidak terlalu tinggi.  Sebaliknya, orang yang tidak terbiasa dengan perbedaan, dia akan merasa kaget dengan perbedaan, sehingga rentan dengan tindakan intoleran, meskipun pendidikan formalnya tinggi.

Perwakilan dari Kesbangpol Subkhan menyampaikan mengenai wawasan kebangsaan dan nasionalisme, bahwa pada dasarnya, masyarkat Indonesia itu toleran. Politik dan kepentingan lah yang membuat berbagai paham intoleran, bahkan konflik bermunculan. Perwakilan dari FKUB Solehudin mengatakan, bahwa dialog antar umat agama yang berbeda perlu dipupuk dan dilestarikan. Tidak hanya antar umat beragama, di dalam satu agama, namun berbeda aliran pun perlu dilakukan dialog. Dialog, seharusnya menjadi gaya hidup keseharian masyarakat Indonesia. Inilah ptototype masyarakat Pancasila yang tetap harmoni dalam perbedaan.