Mencegah Perilaku Seksual Menyimpang Melalui Penampilan

    Fenomena yang terjadi saat ini pada lingkungan masyarakat cukup banyak menyita perhatian. Salah satu fenomena yang dianggap sepele atau bahkan sudah biasa dilakukan oleh sebagian masyarakat yaitu terkait penampilan. Kemajuan teknologi yang cepat membuat banyak hal yang berubah dari sisi kehidupan manusia sehari-hari termasuk dalam hal penampilan. Namun, banyak dari kalangan masyarakat yang  ada saja menyeleweng dari aturan-aturan tak tertulis terkait berpakaian atau sesuatu yang menempel pada tubuh seperti aksesoris.

    Hal tersebut sering dibahas terutama dalam kaidah agama. Seorang perempuan dianjurkan untuk memakai pakaian yang sopan, sesuai dengan kodratnya. Biasanya para perempuan identik feminim dengan aksesoris dan memakai warna-warna yang cantik. Sedangkan laki-laki identik dengan hal yang maskulin atau perilaku yang diciptakan secara biologis. Namun seiring berjalannya waktu perilaku atau sikap antara perempuan maupun laki-laki sering menyimpang dari kodratnya masing-masing.

    Perubahan perilaku bisa terlihat dari cara berpenampilan atau berpakaian. Sebagian dari mereka ada yang tidak sengaja maupun sudah menjadi kebiasaan dalam berpakaian, misalnya, laki-laki yang berpakaian menyerupai perempuan ataupun sebaliknya. Contoh tersebut sering kali kita lihat bahkan berseliweran di media sosial untuk keperluan eksistensi semata. Namun, jika hal tersebut di biasakan akan berpengaruh pada sifat kodratnya. Dalam agama pun menyampaikan hendaknya kita harus berperilaku sesuai dengan kodrat jenis kelaminnya masing-masing. Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad menjelaskan :

لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Ahmad no. 3151, 5: 243, sahih sesuai syarat Bukhari).

    Dari hadis tersebut diterangkan bahwasanya perilaku yang sering kita anggap sepele dalam hal berpakaian antar laki-laki yang menyerupai perempuan atau sebaliknya ternyata sangat dilarang. Bahkan Allah akan melaknat seseorang yang dengan sengaja berpenampilan tidak sesuai dengan kodrat kelaminnya entah itu perempuan atau laki-laki. Untuk itu, penting bagi kita semua memperhatikan hal-hal kecil meskipun itu untuk keperluan media sosial namun jika diterapkan terus menerus tentunya bisa saja berdampak buruk untuk diri seseorang yang melakukan. Dampaknya akan ke psikologis dan bisa saja merubah sifat dari yang tadinya asli laki-laki menjadi selayaknya perempuan. Memperkuat iman serta identitas diri mampu memberikan jembatan agar tidak terseret dalam fenomena tersebut. Mendekatkan diri kepada Allah serta bergaul dengan lingkungan yang positif mampu memberikan dorongan untuk tidak terjebak dari hal yang terlarang dalam agama. Upaya untuk mencegah perilaku seksual menyimpang, bisa dilakukan dari hal terkecil, seperti menjaga penampilan, sesuai dengan jenis kelaminnya.

Menghargai Perbedaan: Mengakui Kebesaran Tuhan 

Oleh Shofi Nur Hidayah

Perbedaan adalah hal mutlak yang terjadi dan sewajarnya dimiliki oleh manusia. Di Indonesia sendiri, perbedaan tak bisa jauh dari masyarakat baik itu perbedaan agama, suku, ras maupun bahasa. Tentu ada banyak tantangan yang dialami ketika perbedaan itu muncul di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Semua orang memiliki pandangan dan keyakinan pribadi atas segala sesuatu, ada beberapa hal yang dianggap sebagai sebauh kebenaran oleh suatu kelompok tapi kebenaran tersebut tidak diakui oleh kelompok lain. Kembali lagi masing-masing orang memiliki cara pandang atau prespektif tersendiri dalam memandang segala sesuatu.

Inti dari ajaran agama manapun adalah menebarkan kedamaian dan kebaikan dalam hidup bermasyarakat di dunia ini. Memahami hal itu, tentu kita mampu menyikapi setiap perbedaan dengan bijak. Jika saja kalau Allah SWT menginginkan, bisa saja seluruh umat manusia dijadikan sama (satu kaum).

Hal itu telah disebutkan dalam firman Allah SWT surat An-Nahl ayat 93 yang artinya: “Dan jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Tetapi kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” Tapi Allah tidak menginginkan itu. Karena, sesungguhnya, dalam perbedaan itu ada hikmah atau pelajaran yang bisa dipetik. Membuat kita saling mengenal antara satu dan lainnya, sekaligus membuat kita yang berbeda, berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan.

Moderasi beragama atau menjalankan nilai-nilai keagamaan dengan semestinya dan memahaminya sebagai pedoman hidup bermasyarakat dan berbangsa, tidak hanya dilakukan oleh umat islam saja. Karena dasar atau inti ajaran agama adalah menebarkan kedamaian dan kebaikan, maka seharusnya sebuah perbedaan bukanlah hal yang bisa menimbulkan masalah. Kita tidak bisa menafikan adanya perbedaan  diantara masyarakat Indonesia, namun jika kita mempu memahami agama dengan baik. Apapun agamanya, maka sebuah perbedaan adalah hal yang wajar dan tidak perlu dipermasalahkan.

Saling menghargai setiap perbedaan yang ada adalah tugas kita sebagai manusia dan bangsa Indonesia. Dalam ajaran Islam sendiri menyebutkan bahwa adanya perbedaan adalah bentuk kekuasaan Allah SWT sebagai Yang Maha Esa, Allah SWT menghendaki adanya perbedaan di antara umat manusia dan menganjurkannya agar saling mengenal satu sama lain. Hal itu tertuang dalam Q.S Al Hujurat ayat 13 yang berarti: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.” Oleh karena itu, menghargai perbedaan juga berarti menghargai kehendak Allah SWT. Menghargai adanya perbedaan bukanlah hak yang buruk, justru karena itu kita mampu hidup berdampingan dengan banyak orang dari latar belakang yang berbeda dan itu menjadikannya sebagai sebuah keindahan. Menghargai perbedaan juga berarti mengakui kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

Mencintai Budaya Bangsa Melalui Peringatan Hari Batik Nasional

Oleh Intan Anggreaeni Safitri

Indonesia merupakan negara yang memiliki beraneka ragam kebudayaan dan tradisi. Keanekaragaman tersebut membentang dari Sabang sampai Merauke dan dipersatukan oleh semboyan bangsa yaitu Bhineka Tunggal Ika. Beberapa jenis kekayaan sumber daya Indonesia meliputi kekayaan alam, laut, tradisi lokal, adat istiadat, dan sebagainya. Beberapa kekayaan tersebut juga dikenal dan menjadi warisan dunia seperti wayang dan batik.

Batik sendiri merupakan sebuah lukisan atau gambar pada kain yang memiliki banyak titik. Kata batik tersebut berasal dari kosa kata ambatik yang artinya adalag sebuah kain yang memiliki banyak titik. Berdasarkan laman data yang dilansir dari laman resmi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud, kaya batik juga berasal dari bahasa Jawa yaitu tritik. Dalam sejarah bangsa Indonesia batik sudah mulai berkembang sejak zaman nenek moyang tepatnya pada abad ke-17. Pada saat itu motif batik didominasi oleh lukisan binatang dan tanaman, namun kemudian seiring dengan perkembangan zaman motif tersebut berubah menjadi lebih moderen dan kekinian.

Perkembangan batik di Indomesia sangat erat kaitannya dengan kerajaan Majapahit dan penyebaranya meluas ketika zaman kesultanan Mataram hingga pada massa Kasunanan Surakarta dan Yogyakarta. Semenjak saat itu batik terus mengalami perkembangan hingga sekarang ini. Hingga pada tanggal 9 Januari 2009 silam batik ditetapkan menjadi warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbenda oleh UNESCO. Dan pencatatan resminya bertempat di Abu Dhabi pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu. Sehingga oleh hal tersebut pula setiap tanggal 2 Oktober akan diperingati sebagai hari Batik Nasional oleh bapak Presiden RI ke-6 yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ditetapkannya hari Batik Nasional oleh presiden bertujuan agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya mencintai, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya negara sendiri. Batik bukan hanya sekedar pakaian biasa melainkan wujud nyata dari persatuan keanegaraman budaya indonesia yang dikemas dalam setip motifnya.

Melestarikan, memakai, dan mencintai batik merupakan salah satu wujud nyata kita sebagai warga negara Indonesia atas sikap cinta tanah air. Hal tersebut dapat dimulai dengan memakai batik dalam kegiatan sehari-hari atau saat menghadiri acara formal. Bahkan umtuk sekarang ini batik dapat pula dikenakan dalam kegiatan non formal berkat inovasi para deainer bangsa. Bangga memiliki dan memakai batik merupakan cara kita untuk memberikan apresiasi nyata terhadap budaya lokal yaitu batik. Selain itu, batik menjadi identitas bangsa Indonesia yang bisa menjadi ciri khas dan patut untuk dipertahankan. Selain usaha tadi kita juga perlu mengenalkan batik ke kancah internasional dengan berbagai cara sesuai dengan keahlian dibidang masing-masing. Hal yang paling penting dalam melestarikan batik sebagai warisan budaya adalah rasa memiliki yang wajib kita tanamkan dalam diri, karena dengan rasa memiliki inilah kita akan menghargai dan mempertahankan bahkan berani memperjuangkan batik sebagai salah satu identitas bangsa Indonesia.

Batik Warisan Budaya Yang Mendunia

Oleh Shofi Nur Hidayah

Senin, 2 Oktober ditetapkan sebagai hari batik nasional yang menandai perayaan penetapan batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 silam.  Setidaknya batik telah tersebar di seluruh penjuru Indonesia dengan berbagai macam motif dan corak khas dari daerah asal batik itu sendiri. Ada lebih dari 5.800 motif batik yang tercatat oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hal ini menjadi bukti betapa kaya Indonesia dengan budayanya. Setiap motif batik itu bukan hanya sekedar corak atau pola saja, melainkan ada beragama cerita didalamnya.

Beberapa morif batin paling populer di Indonesia antara lain: Pertama motif batik parang dengan pola diagonal tegas dan sekilas mirip huruf S, serta menjadi motif khas Jawa yang konon sudah ada sejak zaman Mataram Islam. Filosofi yang terkandung didalamnya adalah sikap pantang menyerah. Kedua motif batik simbut yang berasal dari Banten dengan pola yang sikilas mirip dengan daun talas, awalnya motif ini di ciptakan oleh suku Baduy namun menyebar hingga ke seluruh Banten dari waktu ke waktu. Filosofi yang dimiliki motif ini adalah kedekatan manusia dengan alam semesta. Ketiga ada motif batik Kawung dengan ciri khas pola mirip buah kawung  atau buah mirip kelapa maupun buah aren yang ditata rapi secara geometris. Motif ini berasal dai Yogyakarta dengan filosofi yang terkandung didalamnya berupa kesempurnaan, kemurnian dan kesucian.

Batik sendiri menjadi item berbusana yang memiliki kesan elegan dan rapi bagi setiap orang yang mengenakannya. Dahulu batik hanya dikenakan pada saat-saat tertentu, khususnya dalam acara kebudayaan. Akan tetapi seiring berjalannya waktu batik diadopsi sebagai bagian utama dalam penggunaan desain pakaian seperti rok, blus, kemeja bahkan jaket. Beberapa desainer bahkan telah mengubah batik menjadi pakaian tradisional menjadi pakaian yang lebih modern dan trendy serta fashionable. Hingga saat ini telah banyak desainer lokal maupun internasional seperti Diane von Furstenberg dan Tommy Hilfiger telah menampilkan koleksi batik dalam pameran fashion mereka, serta Ghea Panggabean yang membawa batik ke kancah Internasional dengan menggelar fashion show, bertajuk Treasures of Indonesia: A Journey Into Indonesian Fashion, Art, and Culture di Milan, Italia pada 14 September 2013.

Di luar negeri sendiri, batik juga mulai digemari oleh masyarakat asing. Beberapa negara seperti Jepang, Korea, dan Singapura telah mengadopsi batik sebagai salah satu pakaian yang digemari oleh masyarakatnya. Beberapa selebriti internasional juga mulai mengenakan batik dalam acara-acara resmi, seperti Beyonce yang mengenakan batik dalam acara Grammy Awards, Rihanna dalam acara Met Gala dan Tom Cruise pada saat syuting film Mission Impossible 5 di Maroko pada 2014 lalu. Hingga saat ini batik telah memiliki tempat tersendiri dalam industri fashion kontemporer yang mana batik tidak lagi sekedar menjadi pakaian tradisional. Namun juga telah berkembang dan diterapkan dalam kode haute couture maupun aksesoris seperti tas bahkan sepatu.

 Dengan ini batik membawa nama baik Indonesia serta mampu mendongkrak perekonomian nasional. Di tangan-tangan terampil dan inovatif batik mampu diaplikasikan dalam padu padan busana dan mode. Sebagai generasi penerus bangsa serta insan kreatif kita perlu bangga terhadap budaya yang bangsa kita miliki serta percaya diri menerapkan budaya tersebut dalam karya-karya kita. Sebab, mengharumkan nama bangsa bisa dilakukan dengan cara apapun yang sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing. Batik merupakan salah satu maha karya budaya bangsa yang harus dirawat dan dilestarikan. Filosofofi nilai-nilai budaya Nusantara juga dapat dijaga melalui penguatan budaya batik. Penguatan batik sebagai upaya membangun kepercayaan diri, sekaligus memperkuat identitas dan jati diri Bangsa.

MENGATASI BULLYING MELALUI EDUKASI AKHLAK USIA DINI

Oleh : Khanifah Auliana

Bullying menjadi hal yang sering dilakukan di kalangan saat ini bahkan anak-anak yang masih di bawah umur. Bullying merupakan suatu perilaku yang menindas atau mengintimidasi seseorang baik secara fisik maupun verbal. Oleh karena itu, bullying atau pembullyan jadi hal yang sangat dilarang untuk siapapun karena dapat mengakibatkan dampak buruk. Pembullyan sekarang ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja namun juga merambah ke anak-anak.

Maraknya bullying saat ini sangat perlu untuk di perhatikan lebih lanjut karena akan berpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, bullying saat ini bahkan sering dianggap wajar atau di normalisasi sebagian masyarakat tanpa melihat dampaknya terutama anak-anak. Kejadian bullying pada anak-anak masih sering terjadi biasanya di sekolah formal maupun non formal. Akhir-akhir ini bahkan sudah viral aksi pembullyan yang ada di salah satu sekolah menengah pertama.

Mirisnya aksi bullying siswa SMP itu sebelumnya di video oleh salah satu siswa dan di unggah pada media sosial. Setelah video itu di unggah, respon masyarakat pun langsung tuai kontra terhadap video bullying itu. Pelaku bullying bahkan langsung ditangkap oleh pihak kepolisian untuk di mintai keterangan terkait pembullyan di kalangan SMP ( siswa menengah pertama ). Akibat buruk dari bullying siswa SMP, korban mengalami luka-luka dan harus di rawat di rumah sakit. Pihak kepolisian juga masih mendalami kasus pembullyan itu sebab pelaku bullying masih dibawah umur dan ada hukum khuhus yang menanganinya.

Dari kejadian viral pembullyan di sekolah, membuat kita semua harus sadar akan pentingnya edukasi dalam berperilaku maupun bertutur kata melalui pembelajaran akhlak. Anak-anak sangat mudah meniru apa saja yang di lihat atau di dengar di lingkungan mereka. Peran penting orangtua dan masyarakat dalam mengedukasi anak-anak lewat penerapan akhlak bisa jadi solusi kedepannya agar mengurangi perilaku bullying. Cara lain yang bisa digunakan dengan menerapkan sanksi atau hukuman ringan untuk membuat anak-anak berfikir ulang setiap melakukan tindakan yang salah.

Penerapan edukasi dan pembelajaran akhlak bisa dimulai melalui media sosial karena anak-anak zaman sekarang lebih aktif menggunakan gadget. Tontonan atau informasi pada media sosial memerlukan penerapan khusus untuk anak-anak seperti yang diterapkan pada YouTube anak sehingga semua konten atau video bisa aman untuk di tonton. Tidak hanya fokus pada penerapan konten diperlukan juga pengawasan orangtua serta pihak-pihak yang berkaitan dengan anak-anak untuk membantu mengarahkan kepada perilaku yang baik. Anak usia dini merupakan usia emas. pada usia dini, seseorang akan mengnyimpan memori yang cukup lama. Hal ini dapat membentuk ruang bawah sadar seseorang, sehingga menentukan tindakan yang akan dilakukan. Siswa yang sejak usia dini dibiasakan untuk menghormati orang lain, terbiasa antri, terbiasa membuang sampah pada tempatnya, itu akan menjadi kebiasaan pada kehidupannya setelah dewasa. Sehingga, pendidikan akhlak yang efektif, idealnya dilakukan sejak usia dini

Tempati Posisi Ke Empat Putri Ariani Harumkan Nama Indonesia di AGT 2023

Oleh : Intan Anggreaeni safitri

Perjuangan Putri Ariani di Amerikan Got Tallent telah usai dengan memperoleh juara ke empat yang diumumkan pada kamis 28 September 2023. Raut kekecewaan dari sang diva tidak dapat disembunyikan lantaran perjuangnnya terhenti di peringkat ke empat saja. Meskipun demikian penampilan Putri Ariani tersebut juga merupakan capaian tertinggi dari peserta asal Indonesia setelah sebelumnya Sacred Riana tersingkir di perempat final pada tahun 2018 lalu.

Putri Ariani sendiri sudah berkecimpung di industri musik sejak sembilan tahun yang lalu tepatnya ketika usianya baru menginjak delapan tahun. Perjalanan kariernya dimulai ketika ia mengikuti ajang pencarian bakat Indonesia’s Got Talent pada 2014 lalu dan menghantarkannya menjadi juara satu ajang perlombaan tersebut. Di tengah keterbatasannya tersebut Purti Ariani selalu berusaha dan terus belatih hingga beberapa kali menjuarai ajang perlombaan. Bahkan sang diva tersebut juga pernah menjadi bagian pengisi acara pada pembukaan Asian Para Games 2018 bersama dengan artis tanah air seperti Vidi Aldiano, Maudy Ayunda, Lesty Kejora, dan yang lainnya.

Namanya mulai merangkak naik seiring dengan prestasi yang ia torehkan di dunia permusikan Indonesia. Hingga pada tahun 2020 lalu Putri Ariani berhasil merilis album sendiri termasuk lagu “loneliness” di dalamnya. Dan lagu tersebut pula yang mengawali kariernya di America’s Got Talent 2023. Berkat suaranya yang merdu pada audisi tersebut Putri Ariani berhasil melaju ke babak live show semifinal America’s Got Talent setelah Simon Cowell menekan golden buzzer untuknya.

Sebelum penampilannya di live semifinal AGT 2023 Putri Ariani juga sempat kembali ke tanah air. Kepulanganya tersebut menuai banyak pujian dari masyarakat Indonesia dan karena hal tersebut pula Putri berkesempatan untuk menghibur Presiden RI dan warga negara Indonesia pada Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-78 di Istana Negara.

Meskipun berada diurutan ke empat Putri Ariani telah berhasil membawa nama Indonesia ke ajang pencarian bakat bergengsi di dunia. Walaupun raut kekecewaan tampak terlihat jelas namun menurut Simon  Cowell salah satu juri di ajang pencarian bakat tersebut mengatakan performancenya sudah sangat luar biasa dan kekalahannya pada ajang pencarian bakat ini tidak akan menghilangkan kenyataanya bahwa dia adalah sosok yang sangat menginpirasi dan luar biasa. Tindakan dan sikap yang ditunjukan oleh Putri Ariani tersebut merupakan implementasi dari sikap cinta tanah air. Putri Ariani memperjuangkan dan mengharumkan nama bangsa lewat lantunan suara indahnya. Perilaku tersebut dapat menjadi contoh bagi kita semua agar tetap berusaha untuk menggapai cita-cita dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang kita miliki. Karena sesungguhnya manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

Tekhnologi (AI) VS Kemanusiaan

Oleh Shofi Nur Hidayah

Zaman terus berkembang begitu juga dengan teknologi yang ada. Semakin maju sebuah zaman, maka akan ada keterbaruan yang terjadi diberbagai lini kehidupan salah satunya teknologi. Adanya keterbaruan dalam teknologi tentu memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia, serta merupakan wujud nyata dari majunya peradaban manusia pada zaman tersebut.

Baru-baru ini muncul gebrakan baru di bidang teknologi dengan hadirnya AI atau Artificial Intelligence. AI merupakan teknologi kecerdasan buatan yang dirancang untuk membuat sistem komputer mampu meniru kemampuan intelektual manusia. Cara kerja AI adalah dengan menggabungkan sejumlah besar data dengan cepat, pengolahan yang berulang, dan disertai algoritma cerdas. Hal ini memungkinkan perangkat lunak untuk belajar secara otomatis dari pola atau fitur dalam data.

AI bertujuan dalam membangun sistem komputer yang mampu memodelkan perilaku manusia sehingga dapat mengunakan proses berpikir layaknya manusia, bahkan digunakan pula untuk memecahkan permasalahan yang kompleks. Demi mencapai tujuan tersebut, sistem AI akan menggunakan seluruh rangkaian teknik serta berbagai macam teknologi yang berbeda dalam prosesnya agar permasalahan atau tugas yang diberikan dapat diselesaikan dengan baik. Pada dasarnya AI atau teknologi kecerdasan buatan bukanlah hal yang baru, karena istilah ini sudah digunakan sebelumnya. Contoh penerapan AI yang paling sederhana adalah membuka ponsel, baik menggunakan biometrik atau face ID maka itu adalah pemanfaatan AI paling sederhana.

Teknologi AI memberikan banyak kemudahan bagi kita semua, seperti menghemat waktu, meminimalisir adanya human error atau kesalahan manusia, membantu dalam pekerjaan berulang dan mampu bekerja tanpa henti. Ada banyak penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari. Contoh aplikasi pengguna AI adalah Grammarly yang digunakan untuk mengecek tata bahasa dan ejaan dengan penerapan AI. Google dokumen yang berfungsi untuk membantu penulisan kolaboratif, serta Trello aplikasi manajemen proyek untuk membantu mengorganisir tugas dan proyek.

Selain menawarkan berbagai kemudahan dan manfaat, AI juga memiliki sisi negatif yang berhubungan dengan pertumbuhan kreativitas manusia. Adanya kemudahan yang ditawarkan AI cenderung memanjakan manusia dengan fitur-fitur yang ditawarkan. AI juga memberikan dampak negatif diantaranya, kecerdasan buatan yang mandiri (Autonomus AI), pengangguran dan disparitas sosial, serta pelanggaran privasi. Maraknya penggunaan AI juga membuat masyarakat cenderung malas, dan kreativitas mereka akan tumpul. Manusia akan merasa ketergantungan pada kemudahan AI tanpa mempertimbangkan dampak negatif yang ditimbulkan.

Oleh karena itu kita perlu cermat dalam menggunakan teknologi, mempertimbangkan dampak positif dan negatif yang ditimbulkan. Selain menggunakan teknologi yang berkembang pada zaman itu, kita juga perlu mengembangkan kreativitas dalam diri. Adanya teknologi bukan membatasi atau malah menyurutkan semangat manusia dalam berkembang. Jatidiri kemanusiaan merupakan sesuatu yang unik, sebagai hadiah tertinggi dari Tuhan. Kreatifitas manusia yang unik itu tidak bisa digantikan oleh teknologi sehebat apapun. Karenanya, secanggih apapun tekhnologi, prioritas terhadap pengembangan kreatifitas manusia tetap harus diutamakan. Terlebih, kreatifitas itu diarahkan untuk terwujudnya kemaslahatan, keadilan dan kesejahteraan manusia di muka bumi.

KHUTBAH JUMAT : MENJAGA LISAN DALAM DALAM BERMEDIA SOSIAL

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Di bulan berkah ini menjadi salah satu bulan istimewa karena kelahiran nabi Muhammad Saw atau biasa dinamakan maulid nabi. Bulan yang penuh kebahagiaan sebab pada saat itu terjadi kelahiran manusia yang sangat istimewa yaitu nabi Muhammad Saw. Dengan adanya pengingat kelahiran nabi Muhammad, kita semua di ingatan kembali untuk senantiasa meneladani sikap yang Rasulullah ajarkan. Bagaimana cara kita untuk mencontoh sikap-sikap yang Rasulullah ajarkan ? Di mulai dengan sikap yang paling mudah adalah menjaga lisan.

Sikap menjaga lisan menjadi hal yang perlu kita semua lestarikan, sebab dengan hal itu akan berpengaruh kedepannya. Untuk itu, di era media sosial ini sangat penting dalam bersikap meskipun hanya melalui gadget namun tulisan atau informasi juga jadi hal yang di perhatikan. Hidup antar sesama manusia di butuhkan kerjasama untuk saling merangkul satu sama lain. terciptanya kerjasama dari interaksi atau komunikasi satu sama lain. Apabila interaksi yang terjadi salah maka bisa menjadi boomerang, sebabnya bisa dari sikap lisan kita sendiri. Dalam sebuah hadis menuturkan terkait menjaga lisan :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari, no. 1903).

Makna hadis tersebut menerangkan bahwa perkataan atau sikap lisan sangatlah berpengaruh bahkan bisa berdampak kepada hal-hal lain terutama dusta atau berbohong yang berakibat akan menjadi dosa. Bahkan pahala berpuasa pun akan berkurang ketika kita berbohong. Oleh karena itu, hati-hati saat hendak mengucapkan sesuatu atau menyebarkan informasi apapun baik secara langsung maupun di  media sosial. Karena kesalahan  distribusi informasi dapat berakibat fatal dan menumbuhkan hoaks. Parahnya dari adanya kesalahan distribusi informasi atau penyebaran informasi yang tidak benar dapat mengakibatkan konflik diantara masyarakat. Solusi dalam menanggulangi hal tersebut mengarah pada menjaga lisan, menjaga sikap untuk tidak berkata atau berucap sembarangan. Ucapan lisan atau tulisan harus yang baik-baik atau positif karena ucapan merupakan doa sehingga jagalah lisan dan perkataan.

Menjaga lisan dalam bermedsos, bisa dimulai dari menyaring informasi yang diterima di medsos. Tidak jarang diantara kita yang termakan hoaks dan hasutan di medsos. Setelah terpapar hoaks, kita memiliki rasa kebencian terhadap seseorang atau kelompok tertentu. Pada tahap ini, kita seringkali tidak mampu menjaga lisan kita sendiri. Jangan sampai jihad dan perjuangan yang kita Yakini, pada hakekatnya justru berseberangan dengan tujuan utama agama itu sendiri, yakni menebarkan keselamatan, kedamaian, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan…

 

Tradisi khitanan Massal Wonobodro: Sinergi Terbaik Antara Nilai Agama dan Budaya Lokal

Oleh Shofi Nur Hidayah

Bulan Rabiiul awal merupakan salah satu bulan istimewa dalam penanggalan hijriah. Karena pada bulan tersebut, terdapat peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang biasa diperingati pada tanggal 12 Rabiiul Awal pada kalender hijriah. Di tahun 2023 ini, peringatan maulid Nabi jatuh pada hari Kamis, 28 September. Memperingati maulid nabi juga berarti mengingat kembali Rasullullah Saw sebagai sosok teladan dalam kebaikan dan kemanusiaan.

Dilansir dari DetikHikmah, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qaumas berujar dalam keterangan pers pada Kamis, (28/9/2023) Maulid menjadi momentum kita bersama memahami perjalanan hidup, sekaligus belajar dari kebaikan dan rasa kemanusiaan Rasulullah. Masyarakat Indonesia sendiri melakukan berbagai kegiatan positif sebagai bentuk merayakan maulid nabi. Mereka berbondong-bondong dalam fastabiqul Khoirot, atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Serangkaian kegiatan bernuansa islami yang diakulturasi dengan budaya setempat juga dilakukan di berbagai daerah.

Contohnya saja tradisi khitanan massal yang terjadi di Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang yang dilakukan bertepatan dengan peringatan maulid nabi. Tradisi ini sudah ada sejak bertahun-tahun, dan pada tahun ini tepat 50 tahun perayaan tersebut dilestarikan. Selama 50 tahun tradisi ini dilakukan dengan meriah, serta terdiri dari beberapa kegiatan lain. Seperti, pawai obor, dan arak-arakan yang diikuti oleh masyarakat setempat dengan kreativitas berbeda-beda setiap tahunnya. Dahulu tradisi ini bernama Damar Sewu karena konon, masyarakat setempat menggunakan pelita berupa damar ceplik yang digunakan untuk penerangan. Akan tetapi seiring berkembangnya zaman, damar ceplik ini berganti menjadi lampu-lampu listrik dan ketika tradisi khitanan massal serta peringatan maulid diganti dengan obor dari bambu.

Masyarakat setempat begitu antusias dalam memperingati maulid mabi mereka akan membacakan sholawat sepanjang jalan yang dilewati ketika pawai atau arak-arakan berlangsung. Khitanan massal juga bentuk kegiatan positif serta implementasi nilai kebaikan dan kemanusiaan yang diterapkan masyarakat. Prinsip hidup rukun dan saling menebarkan kebaikan mereka dapatkan dari kisah-kisah inspiratif Rasulullah SAW semasa hidupnya, dari kisah tersebut banyak nilai-nilai kebaikan yang dapat diambil dan dijadikan sebagai teladan hidup. Budaya lokal yang terbentuk di Desa Wonobodro merupakan perpaduan apik antara nilai kebaikan dan budaya setempat, hal ini menunjukkan bahwa kebudayaan dan nilai-nilai keagaman mampu bersatu padu menjadi hasil pemikiran atau akal budi manusia secara alami.

Seiring dengan berkembangnya zaman, banyak budaya lokal yang mulai terkikis eksistensinya akibat dari globalisasi. Karena itu melestarikan budaya lokal perlu gencar dilakukan agar integrasi nasional tetap bertahan serta bentuk keutuhan NKRI. Oleh sebab itu seluruh lapisan masyarakat berkewajiban untuk melestarikan budayanya. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk melestarikan budaya lokal, seperti mempelajari budaya setempat, mencari tahu sejarah serta mengenal lebih dalam budaya lokal yang dimiliki, memperkenalkan budaya lokal pada orang lain dan terakhir adalah menggunakan teknologi untuk mengembangkan budaya lokal.

Dengan demikian kita mampu menjadi bangsa yang kuat dengan tidak melupakan budaya daerah dan tidak kehilangan ciri khas negeri kita tercinta. Menerapkan nilai-nilai keagamaan dan mengkombinasikannya dengan budaya yang ada merupakan bentuk nyata bahwa agama bukan pembatas dari adanya tradisi. Hal penting yang perlu kita ingat dan amalkan adalah kebaikan selalu ada dalam setiap lini kehidupan, baik dari segi agama maupun budaya yan apabila digabungkan justru melahirkan sinergi terbaik.

Kredit Emisi Karbon Solusi Indonesia Atasi Krisis Iklim?

Oleh Intan Anggreaeni Safitri

Bumi yang kita tempati saat ini setiap harinya selalu berevolusi dan berkembang searah dengan kemajuan peradaban manusia. Semua orang mungkin tahu juga bahwa bumi setiap harinya selalu bertambah usianya menjadi lebih tua namun tidak ada yang tahu persis berapa umur bumi kita saat ini tetapi menurut para ilmuan bumi kita berusia sekitar 4,54 miliar tahun. Dengan usia yang terbilang tersebut bukan tidak mungkin bumi akan menghadapi masalah masalah baru nantinya contohnya saja adalah krisis iklim.

Krisis iklim merupakan ancaman serius dan sudah menjadi permasalahan global. Perubahan iklim yang terjadi dalam kurun waktu terntu dan sangat drastis membuat bumi mengalami global warming dimana biasnaya hal tersebut terjadi karena efek gas rumah kaca yang terjebak di lapisan statosfer bumi. Dunia perindustrian seringkali dianggap menjadi sumber nomor satu penyumbang karbon terbanyak termasuk di Indonesia. Bahkan berdasarkan data yang dihimpun dari laman katadata.co.id yang sebelumnya mengutip data dari Enegy Institute Indonesia berada diurutan ke-6 dunia sebagai negara yang penyumbang emisi karbon terbanyak di dunia yaitu sebesar 691,97 juta ton karbon dioksida. Sedangkan Tiongkok berada diurutan pertama dengan jumlah emisi yang dihasilkan yaitu sebesar 10,55 miliay ton karbon dioksida. Jumlah tersebut tentunya akan selalu mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan dunia perindustrian.

Waktu terus berjalan dan krisis iklam akan terus menjadi momok yang menakutkan bagi kita semua, oleh karena itu diperlukan adanya solusi untuk mengatasi hal tersebut. Baru baru ini pemerintah Indonesia mencanangkan adanya sistem kredit karbon bagi para perusahaan tentunya tujuannya adalah untuk menekan jumlah karbon yang diproduksi sehingga dapat membantu mengurangi dampak krisis iklim tersebut.

Kredit karbon adalah suatu sistem yang sebelumnya sudah diterapkan oleh negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika dimana sederhananya setiap perusahaan diberikan ‘hak’ untuk mengeluarkan emisi karbon sesuai dengan batas yang telah ditentukan dan apabila batas tersebut telah mencapai jumlah maksimal maka perusahaan harus meminjam ‘hak’ emisi dari perusahaan lain dengan melakukan pembayaran sesuai dengan pertaturan yang ada. Satu kredit karbon setara dengan penurunan emisi satu ton karbon dioksida. Adanya kebijakan ini disinyalir dapat menurunkan emisi karbon pada tahun tahun yang mendatang dan diharapkan pula dapat mengurangi efek krisis iklim.

Secara alami memang tumbuhan hijau dapat menyerap karbon yang ada melalui proses fotosintesis namun laju pertumbuhan tersebut jauh lebih lambat jika dibandingan dengan arus pertumbuhan dunia industri. Belum lagi lahan hutan yang ada terus mengalami penyempitan karena pembangunan. Tentunya kredit emisi karbon ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi krisis iklim yang sedang kita hadapi sekarang ini. Berdasarkan data dari Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Indonesia memilki hutan tropis selebar 125,9 juta ha yang disinyalir dapat menyerap emisi karbon sebanyak 25,18 miliar ton. Sedanglan luas hutan mangrove sendiri yaitu mecapai 3,31 juta ha dan mampu menyerap sekitar 33 miliar karbon. Jumlah tersebut belum termasuk laham gambut seluas 7,5 ha yang dapat menyerap kitar 55 miliar ton karbon.

Dari data di atas jumlah maksimal yang dapat diserap oleh hutan di Indonesia sekitar 113,18 gigaton. Jika pemerintah Indonesia dapat menjual kredit karbon sebesar 5 USD maka pendapatan Indonesai dapat mencapai Rp.8000 triliun. Solusi kredit tersebut diharapkan dapat memiliki dampak yang signifikan dalam upaya penurunan emisi karbon di dunia. Dan upaya ini merupakan salah satu wujud dari pilar perdamaian dunia yang berusaha untuk mengatasi permasalahan krisis iklim tersebut secara bersama sama sehingga bumi kita bisa menjadi lebih sehat dan terbebas dari asap polusi. Selain itu mencintai bumi juga berarti mencintai lingkungan dan negara kita Indonesia. Menyehatkan lingkungan juga salah satu upaya untuk menyehatkan diri kita sendiri.