Penerimaan Diri Bentuk dari Rasa Ikhlas kepada Allah

Oleh : Khanifah Auliana

 

Kehidupan di dunia ini hanya sementara, manusia hanya akan diberikan kesempatan 1x seumur hidup. Dari sebelum lahir ke dunia, Allah sudah mengatur semua takdir yang akan terjadi sampai ia meninggal nanti. Bahkan ada hadis yang menyebutkan manusia sebelum lahir akan ditanya 77 kali oleh malaikat untuk memastikan apakah benar-benar ingin lahir ke dunia. Oleh karena itu, jika sudah terlahir ke dunia berarti memang sudah di takdirkan oleh Allah dan harus bersyukur telah diberikan kesempatan untuk hidup di dunia.

Ketika kita sudah terlahir ke dunia yang luas ini, tidak serta merta mudah begitu saja ada banyak rintangan yang harus kita jalani. Di dunia ini juga kita hidup tak sendirian banyak sekali orang, mulai dari kalangan muda sampai tua. Tak menjamin pula hidup kit akan sampai umur berapa sehingga dengan kita menjalani penuh keyakinan kepada sang maha pencipta akan membantu menemukan jalan yang baik. Sebagai penghuni bumi, semua mahluk yang ada di dalamnya mesti harus mengikuti aturan yang ada secara alamiah. Kita semua bukan apa-apa, hanya manusia yang telah di ciptakan dari segumpal darah. Oleh karenanya, menjalani kehidupan di dunia ini penuh lika-liku dan juga hal-hal luar biasa yang tak pernah disangka.

Setiap manusia pasti memiliki momen disaat senang atau sedih ketika ia sudah menginjak umur yang cukup setelah beberapa tahun lahir ke dunia. Banyak sekali hal-hal yang akan di alami oleh setiap manusia dari kecil hingga dewasa. Sebagian ada yang menjalani kehidupan seperti biasa-biasa saja ada pula yang sangat bersemangat menjalani hari-harinya. Ada pula bagi mereka yang harus berusaha keras untuk tidak merasa menyesal lahir ke dunia ini. Memang setiap yang lahir sudah di takdirkan oleh Allah, namun beberapa dari kita semua ada yang lahir secara sempurna fisik dan sebagian lagi dilahirkan dalam keadaan berbeda. Dalam hal ini orang-orang banyak menilai hidupnya kurang bahagia atau bahkan sangat menyesal hidup karena begitu banyak masalah yang hadir. Padahal jika kita pikirkan kembali dan melihat kehidupan sekitar yang kurang dari kita, hal tersebut akan membuat kita semakin bersyukur.

Setiap manusia pasti di uji dengan masalahnya masing-masing, jangan melihat seberapa susahnya diri kita saja namun lihatlah orang-orang sekitar. Yang perlu kita terapkan untuk menjalani kehidupan yang penuh kejutan ini salah satunya dengan penerimaan diri. Bentuk penerimaan diri sangat penting, kita perlu menerima kondisi yang ada pada diri kita sendiri. Bagaimana bisa kita ingin diterima orang lain sedangkan diri kita saja belum menerima sepenuhnya kekurangan sendiri? Penerimaan Diri juga bisa mengajarkan kita secara tidak langsung bentuk ikhlas yang sesungguhnya. Menerima segala takdir yang telah Allah tentukan akan membantu menjalani hidup tenang dan damai. Rasa ikhlas yang sedikit demi sedikit diterapkan bisa menjadi salah satu cara memperbaiki diri kepada Allah.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa’i, Rasulullah Saw. bersabda,

“Sesungguhnya Allah tidak menerima amal perbuatan kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya”

Dalam hal ibadah pun atau segala aktivitas harus dilandasi dengan rasa ikhlas karena sangat penting dan menyangkut kepada keyakinan kita terhadap Allah SWT. Dengan hadis tersebut, bisa kita petik makna untuk penerimaan diri atas segala sesuatu yang telah Allah rencanakan. Mulailah menanamkan rasa ikhlas dari beribadah sampai hal kecil yang telah menjadi bagian hidup , dan selalu berharap ridho kepada-nya agar hidup dalam keberkahan dan hal-hal kebaikan.

Semarakan Hari Batik Nasional Pemkot Pekalongan Gelar Batik Night Carnival

Oleh: Intan Anggreaeni S

Memeriahkan hari batik nasional pemerintah Kota Pekalongan menggelar batik karnval pada sabtu 28 Oktober 2023 lalu. Acara ini merupakan salah satu rangkaian Pemkot Pekalongan untuk ikut menyemarakan hari batik nasional sekaligus memperkenalkan dan membangkitkan kembali industri batik di kotanya itu. Berlangsung dari pukul 18:30-22:30 acara tersebut berlangsung meriah dengan berbagai hiburan dan penampilan peserta karnaval.

Meskipun dilangsungkan pada malam hari acara ini dapat menyedot atensi masyarakat. Adapun alur jalan peserta karnaval dimulai dari Gor Jetayu kemudian berlajan ke arah selatan menuju museum batik lalu ke jalan diponegoro dan berakhir di Maybank Kota Pekalongan. Dengan mengangkat tema tentang Kawijayan Nagari diharapkan bahwa melalui acara tersebut dapat menjadi tonggak bangkitnya batik pekalongan. Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid juga berharap bahwa agar kedepannya kegiatan ini lebih meriah lagi dan tentunya dengan persiapan yang jauh lebih matang.

Setidaknya tercatat ada 77 peserta yang ikut dalam ajang karnaval batik ini yang tentunya tampil spektakuler dengan busana batik yang dikreasikannya. Adapun peserta tersebut berasal dari 30 penampil yang berasal dari organisasi perangkat daerah, pemkot pekalongan, pelajar sekolah dasar hingga sekolah menegah atas, serta masyarakat umum. Nantinya dari semua peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut akan diambil pemenang berdasarkan keunikan kostum yang mereka pakai. Adapun kriteria penilainnya yaitu dari aspek pembuatan busana, penampilan, hingga keunikan busana yang mereka kenakan.

Batik Night Carnaval ini juga merupakan salah satu cara kita sebagai warga Indonesia untuk melestarikan budaya lokal. Memperkenalkan budaya kepada generasi muda lewat acara seperti ini juga adalah langkah strategis dalam upaya menjaga dan melestarikan budaya yang kita punyai. Jangan sampai karena perkembangan zaman yang kian modern ini kita kehilangan jati diri bangsa yaitu budaya yang sudah melegenda dan dirawat oleh leluhur bangsa.

Perayaan Hari Pangan Sedunia, Masyarakat Desa Mendolo Kenalkan Komoditi Pangan Lokal.

Kolaborasi Paguyuban Petani Muda (PPM) Desa Mendolo, Yayasan Swara Owa, dan KKN 57 Kelompok 6 UIN Gusdur. menyelenggarakan acara Perayaan Hari Pangan Sedunia dan Launching Kebun Brayan Urip pada minggu (29/10/23) bertempat di Dukuh Sawahan Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan.

Peringatan Hari Pangan Sedunia Tahun ini mengambil tema Air itu Pangan, Air itu Kehidupan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pangan dan Air bagi kehidupan Manusia dan Alam.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Karanganyar Perum Perhutani, Kepala Cabang Dinas Kehutanan 4 Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Camat Lebakbarang, Kapolsek dan Ramil Kecamatan Lebakbarang, Kepala Desa Mendolo, Ketua PKK Desa Mendolo, Direktur Yayasan Swara Owa, Biolaska UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Mahasiswa KKN UIN GUSDUR Pekalongan.

Acara yang dilaksanakan dalam kurun waktu 2 hari berlangsung lancar, dimana pada hari pertama pada hari Sabtu (28/10/23) dilaksanakan kegiatan meramban yang diikuti oleh masyarakat baik lintas usia, yakni mencari berbagai tanaman di hutan sekitar desa tinggal untuk dimasak pada 2 hari, sebagai wujud memperkenalkan pangan lokal.

Ketua panitia mengungkapkan harapan adanya kebun Brayan Urip ini agar digunakan sebagai sarana belajar bagi masyarakat di segala usia

“Harapan dilaunchingnya kebun Brayan Urip ini tentunya agar dapat dijadikan sebagai sarana belajar masyarakat di segala usia sekaligus sebagai konservasi lingkungan sesuai dengan namanya Brayan Urip artinya berbagi kehidupan, bukan hanya kehidupan kita sebagai manusia melainkan juga kehidupan segenap makhluk hidup yang ada di sekitar kita.” ungkap Restu saat sambutan launching kebun Brayan Urip (29/10/23)

Acara ini ditutup dengan hiburan ketoprak sayur yang menceritakan mengenai persaingan antara sayur lokal (kluwek, pakis, dan keji) bersama dengan sayur modern (kentang dan kubis). Dalam ketoprak sayur ini memunculkan adegan dimana lebah yang menyerbuki sayur lokal tanpa mendapatkan nektar dan adegan ini munculkan kalimat “brayan urip” yang mempunyai makna hidup itu harus bersama atau bareng-bareng, begitu pula dengan kebun yang dilaunching pada hari pangan ini. Ketoprak sayur pun berakhir dengan sayur lokal yang tetap dipilih.

Memahami Aturan Pernikahan bagi Gen Z

Oleh : Khanifah Auliana

Generasi Z dikenal dengan generasi yang lahir pada kisaran tahun 1995 – 2010 an. Generasi tersebut bisa juga menjadi tahapan peralihan ke masa modern. Biasanya anak-anak yang lahir kisaran tahun itu masih ingat dengan permainan jadul dan begitu pula mengikuti era zaman yang modern. Namun bagi mereka para Gen Z butuh adaptasi untuk memahami setiap perkembangan zaman yang penuh dengan kemudahan ini. Selain itu Gen Z sekarang ini memasuki tahun masuknya trend yang mulai digandrungi. Semua trend hampir di ikuti para Gen Z yang memang sudah terbiasa dengan mengikuti era kemajuan.

Trend yang sampai sekarang masih di nilai pro dan kontra serta banyak di ikuti kalangan anak muda yaitu nikah muda. Dalam hal tersebut banyak generasi muda yang berbondong-bondong ingin segera menikah. Boleh saja jika sudah memasuki umur yang sudah di tentukan namun banyak dari mereka yang belum mengetahui makna dalam pernikahan atau bahkan aturan-aturan yang harus dilakukan sebelum menikah. Apabila kita telisik lebih luas, peraturan tentang menikah sudah diajarkan Islam melalui Fikih munakahat yang khusus membahas soal pernikahan. Peraturannya sudah sangat detail dan teliti mulai dari rukun nikah, wali, syarat sampai ijab kobul bahkan keterangan larangan-larangan lain yang harus di hindari saat akan menikah.

Oleh karena itu bagi generasi Z atau Gen Z wajib untuk mempelajari apa saja yang harus dilakukan ketika akan menikah. Karena makan pernikahan sangatlah sakral dan tidak boleh sembarangan karena akan hidup bersama dalam atap yang sama maka harus dengan ikatan pernikahan yang benar. Dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 32 telah dijelaskan :

وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

” Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”

Surat An-Nur ayat 32 tersebut telah menerangkan bahwa Allah menganjurkan kepada setiap manusia untuk menikah antara laki-laki dan perempuan telah berpasang-pasangan. Menikah saat sekiranya sudah mampu fisik serta finansial dan itu lebih baik segera dilaksanakan agar menghindari dari kemaksiatan. Namun jangan khawatir apabila jika menikah nanti kalian takut tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, sebab Allah akan memberi kemampuan dan rezeki bagi orang yang dengan niat sungguh-sungguh menikah. Jadi bagi Gen Z yang akan menikah pikirkan baik-baik persiapan dan aturan-aturan yang dalam fikih serta mengetahui lebih dulu hak dan kewajiban dari masing-masing pasangan. Mendiskusikan tentang masa depan pernikahan dengan orangtua serta orang-orang yang kalian percaya agar bisa memperoleh ilmu pengetahuan baru soal pernikahan dan tidak salah dalam mengambil langkah kedepan.

 

Selain Dosa Besar Minuman Keras Merupakan Sumber Kemaksiatan

Oleh Shofi Nur Hidayah

Kasus mengenai minuman keras sepertinya tidak ada habisnya, apalagi baru-baru ini sebanyak 12 warga di Subang, Jawa Barat tewas setelah menenggak minuman keras oplosan. Minuman haram tersebut rupanya diracik oleh pasangan suami-isteri berinisial NN (59) dan RH (43). Dilansir dari laman detikJabar keduanya telah ditangkap oleh polisi setelah sempat melarikan diri ke Kabupaten Bandung Barat. Berdasarkan hasil serangkaian penyelidikan kedua tersangka mengaku telah melakukan pengoplosan miras dengan melebihi batas normal.

AKBP Ariel Indra Sentanu membenarkan adanya korban tewas pasca menenggak miras oplosan tersebut. “Korban meninggal dunia smapai saat jni sebanyak 12 orang,” ujarnya pada Senin, (30/10). Kedua pelaku diketahui telah lama melakukan pengoplosan, yakni sejak Maret 2023.

Dalam pandangan Islam sendiri minuman keras (khamar) dihukumi haram, karena memabukkan dan menimbulkan banyak bahaya atau madharat dan kerusakan bagi agama seseorang. Allah SWT telah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 219 yang artinya “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” Berdasarkan ayat tersebut disimpulkan bahwa meminum minuman khamar merupakan sebuah dosa. Meskipun ada manfaat dalam khamar, tapi bahaya atau madharat yang ditimbulkannya jauh lebih banyak sehingga dengan alasan itulah Allah mengharamkannya.

Sedangkan dalam surah Al-Maidah ayat 90-91 dijelaskan bahwa Allah berfirman terkait minuman keras (khamar) adalah termasuk perbuatan setan yang keji. Setan yang dimaksudkan di sini adalah menghalangi seseorang mukmin beriman dan menyembah pada Allah SWT. Serta memecah belah mereka dengan menimbulkan permusuhan dan kebencian diantaranya. Sehingga orang-orang tersebut tidak beruntung dalam mendapatkan surga Allah SWT. Mengkonsumsi minuman keras adalah perbuatan dosa dan diharamkan, begitu juga dengan transaksi atau jual beli miras sendiri.

Menurut hadist Nabi Muhammad SAW dari Jabir bin Abdullah dalam Ash-Shahihain yang artinya:”Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli khamar, bangkai, babi dan berhala.” (H.R Bukhari dan Muslim). Maka sudah sangat jelas hukumnya bagi seorang muslim yang memperjual belikan khamar (minuman keras) sebab sumber dosa dan kemaksiatan. Jadi apa pun yang berkaitan dengan khamar, baik mengkonsumsi maupun transaksi jual belinya di haramkan dan tidak sah.

Upaya Lestarikan Budaya Lokal KKN 57 UIN Gusdur Ciptakan Wayang Animasi

Oleh : Intan Anggreaeni

Sebagai negara yang dianugerahi oleh beragam kekayaan tentunya Indonesia memiliki tantangan sendiri untuk melestarikannya. Terlebih lagi diera sekarang dimana gempuran gedget sangat pesat adanya sehingga generasi muda lebih suka berselencar di dunia maya alih alih bermain bersama teman sebayanya. Sebenarnya ada beragam cara yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk melestarikan budaya dimulai dari pembentukan UU, mengajarkan budaya lewat mata pelajaran di bangku sekolah, hingga membuat trobosan baru untuk mengenalkan budaya kepada generasi penerus bangsa.

Seperti yang telah dikatakan di atas bahwa ada banyak cara yang dapat kita tempuh untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda. Misalnya saja dengan membuat membuat beberapa inovasi seperti yang dilakukan oleh mahasiswa KKN 57 UIN Gudsur kelompok 25, mereka membuat wayang dengan gaya yang modern. Mereka membuat inovasi dengan mengubah tokoh pewayangan menjadi animasi atau kartun yang anak anak kecil sukai, seperti doraemon, hello kitty, keropi. Dsb.

Hal tersebut dinilai jauh lebih efisien dibandingkan dengan mengenalkan wayang lewat tokoh yang aslinya. Karena biasanya nama tokoh pewayangan zaman dahalu lebih susah dihapalkan dibandingkan dengan tokoh tokon kartun yang biasa mereka tonton dilayar televisi. Tentunya hal tersebut juga akan memudahkan mereka dalam proses belajar wayang. Tidak hanya itu mereka juga melakukan inovasi pada bahan baku utama pembuatan wayang. Jika biasanya wayang dibuat menggunakan kulit namun kali ini mereka menggunakan kardus sebagai bahan utamanya.

Pemilihan kardus sebagai bahan utama karena kardus biasanya lebih gampang untuk dijumpai dan selain itu ini juga merupakan sebuah langkah mendaur ulang sampah. Adapaun tujuan Tujuan utama dari adanya inovasi permainan tradisional ini adalah untuk memfasilitasi, serta menjadi media untuk membantu dan mempermudah orang tua dalam mengawasi anak agar tidak terus menerus terpapar gadget dan juga bahaya media sosial yang anak-anak belum bisa memfilter hal tersebut. Selaij itu juga untuk melatih anak-anak agar lebih terampil serta kemahiran mereka dalam bersosialisasi dengan teman sebayanya.

Lestarikan Permainan Tradisional:  Kelompok 25 KKN 57 UIN Gusdur Adakan  Permainan Jengklek Bersama Anak-Anak Desa Talun

Di zaman yang serba modern seperti sekarang banyak sekali inovasi-inovasi yang masuk ke setiap lini kehidupan. Salah satunya adalah pada mainan anak-anak, di zaman sekarang anak-anak cenderung menyukai permainan modern bahkan tak jarang mereka lebih memilih game online ketimbang permainan tradisional. Penggunaan gadget ini tentunya berpengaruh besar terhadap tingkat kemampuan anak dalam bersosialisasi terhadap teman sebaya.

Permainan tradisional di Indonesia sangat beragam, diantaranya adalah petak umpet, cublak-cublak suweng, gobak sodor dan lain sebagainya. Selain kenarik dan seru saat dimainkan, permainan tradisional juga memiliki nilai-nilai positif yang terkandung didalamnya. Nilai-nilai tersebut diantaranya adalah melatih kekompakan, membangun kebersamaan, gotong royong, hingga saling menghargai.

Permainan tradisional sejak dahulu sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, disebut tradisional karena permainan tersebut menggunakan alat dan bahan sederhana yang mudah didapat disekitar tempat masyarakat tinggal. Namun, lagi-lagi karena perkembangan zaman permainan tradisional semakin sepi peminatnya dan mulai kehilangan eksistensinya. Untuk menghindari hilangnya permainan tradisional di kalangan masyarakat dan anak-anak mahasiswa KKN angkatan 57 UIN Gusdur Pekalongan, mengadakan kegiatan bermain jengklek bersama bersama anak-anak Desa Talun kegiatan ini dilakukan pada Sabtu (28/10/2023) di sekitar posko KKN.

Dimas Surya Pratama, selaku Koordinator Desa ( Kordes) KKN Desa Talun mengatakan tujuan dari adanya kegiatan ini adalah, “Untuk melestarikan permainan tradisional yang mulai ditinggalkan. Serta berusaha mengikis jarak antara anak-anak dan remaja. Supaya bisa saling berinteraksi dengan baik dan solid,” tuturnya.

Kegiatan ini juga disambut baik oleh anak-anak Desa Talun, terbukti dengan antusiasme mereka saat mengikuti kegiatan ini. Mereka cukup senang dan semangat saat kegiatan berlangsung. Harapannya anak-anak bukan hanya dari Desa Talun saja, melainkan seluruh anak-anak yang ada di Indonesia tidak meninggalkan permainan tradisional daerah mereka masing-masing. Karena permainan tradisional juga menjadi bagian dari kekayaan budaya yang perlu dilestarikan agar tidak hilang tergerus zaman.

Tren Budaya Flexing yang Berdampak Negatif

Oleh: Khanifah Auliana

Trend sekarang ini tentunya banyak sekali bermunculan mulai dari tren fashion, tren konten dan lainnya. Kehidupan trend TKA jauh-jauh yang namanya dari anak muda karena memang media sosial di dominasi para generasi muda. Hampir semua platform memiliki trendnya berbeda-beda bahkan akan mudah di ikuti oleh kalangan lain. Pengguna media sosial yang banyak lantas membawa berbagai trend baru yang mulai bermunculan. Namun tak selamanya trend itu berdampak positif ada pula trend yang membawa dampak buruk bagi diri sendiri atau bahkan orang lain.

Salah satu trend yang sedang marak tersebar yaitu Flexing, mungkin sebagiaj kalangan tak sadar telah mengikuti trend tersebut. Flexing memiliki arti menyebarkan sesuatu yang bernilai dari diri kita sendiri atau suatu pencapaian-pencapaian dan barang yang dinilai berharga lalu di posting pada media sosial. Memang tak salah jika kita hendak menyebarkan atau memposting sesuatu apa yang kita punya atau di rasa langka. Namun perlu diingat kembali tujuan dari memposting hal-hal tersebut. Banyak dari kita menwajarkan saja trend Flexing yang berlalu lalang pada media sosial. Padahal Flexing yang dilakukan bisa menyebabkan seseorang secara tidak langsung memamerkan apa yang dia punya dan akan berakhir pada perasaan sombong.

Meskipun di nilai biasa dan wajar bagi sebagian kalangan akan tetapi perlu untuk menghindari yang namanya Flexing. Hal itu akan berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang sekitar, dengan memosting sesuatu pencapaian dan kekayaan bisa menjadi faktor masalah lain. Bisa saja orang-orang terdekat menjadi iri dengki atau bahkan berusaha menjatuhkan. Selain itu dengan Flexing seseorang akan mudah merasa dirinya paling di atas dan menjadi sombong. Flexing juga sama halnya dan bahkan mirip dengan yang namanya Riya’ ( pamer). Oleh karena itu kita harus waspada dan hati-hati jika ingin membagikan atau share sesuatu ke.media sosial. Jangan biarkan hal itu menjadi kesombongan dan akan berujung pada dosa.

Dalam Al Qur’an sudah dijelaskan tentang larangan berbuat sombong : surat An-nisa ayat 142

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْۚ وَاِذَا قَامُوْٓا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰىۙ يُرَاۤءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًا

Artinya: Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah membalas tipuan mereka (dengan membiarkan mereka larut dalam kesesatan dan penipuan mereka). Apabila berdiri untuk salat, mereka melakukannya dengan malas dan bermaksud riya di hadapan manusia. Mereka pun tidak mengingat Allah, kecuali sedikit sekali.

Dengan adanya peringatan dari surat yang ada di Al Quran tersebut, perlu kita belajar lagi agar bisa memahami kaidah-kaidah penting dalam Islam. Mana yang baik dan buruk agar tidak salah dalam bertindak. Boleh-boleh saja jika akan membagikan sesuatu yang berharga lewat media sosial asalkan dengan niat yang baik agar bisa memotivasi banyak orang dan pastinya tidak berlebihan karena akan mengundang masalah-masalah lain terutama Riya’.

SADAR POTENSI: WARGA SIDOMULYO IKUTI WORKSHOP MANAJEMEN PENGELOLAAN WISATA  OLEH KKN 57 UIN GUSDUR PEKALONGAN

Banyaknya potensi wisata yang ada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan membuat mahasiswa KKN UIN Gusdur mengadakan workshop manajemen pengelolaan wisata di Balaidesa Sidomulyo pada Kamis (26/10/2023). Workshop ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Wisata” dengan mendatangakan pemateri dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DINPORAPAR) Pekalongan yakni,  bapak Purwo Susilo, S. STP, M.M.

Tedi Sigit Pramono selaku ketua pelaksana workshop manajemen pengelolaan wisata mengungkapkan bahwa, “Adanya workshop ini diharapkan dapat  membangkitkan kembali semangat para pengelola Curug Jlarang yang ada di Desa Sidomulyo dengan mengadakan Workshop Manajemen Pengelolaan Wisata,” tuturnya. Acara ini dihadiri oleh peserta dari masyarakat Desa Sidomulyo, dengan serangkaian acara yang dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan- sambutan, pemaparan materi tentang manajemen pengelolaan wisata, tanya jawab, do’a dan penutup.

Peserta dibuat antusias oleh acara workshop manjemen pengelolaan wisata. Hal tersebut turut dirasakan oleh Dedi Prianto, salah satu  peserta yang mengaku senang mendapatkan ilmu mengenai pengelolaan wisata dan ia juga mendapat kesempatan untuk bertanya secara langsung mengenai materi yang telah disampaikan pemateri.

Ketua pelaksana workshop manajemen pengelolaan wisata berharap dengan diadakannya workshop tersebut semua peserta dapat menerima dan memanfaatkan ilmu yang diberikan dengan baik. Serta dengan diadakannya workshop ini pengelola tempat wisata dapat mengaplikasikan aspek-aspek yang sudah dijelaskan untuk diaplikasikan ke tempat wisata tersebut.

“semoga semua peserta bisa menerima ilmu dan mempraktikkan materi yang disampaikan,  sehingga semnagat pengelola untuk membangkitkan kembali wisata bisa terwujud,” imbuh Tedi. Dengan adanya workshop tersebut, mahasiswa KKN 57 UIN Gusdur telah berusaha menjadi fasilitator yang baik bagi masyarakat. Kedepannya kegiatan semacam ini bisa membantu masyarakat dalam mengelola potensial yang dimiliki oleh desa, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Lihai dalam Mengelola Keuangan Life Skill  Utama yang Sangat dibutuhkan

Oleh: Intan Anggreaeni S

Sebagai makhluk hidup tentunya setiap harinya kita membutuhkan berbagai macam kebutuhan. Mulai dari kebutuan primer hingga sekunder, dari yang kecil hingga besar, dan dari yang mahal hingga yang murah. Berbagai kebutuhan tersebut tentunya harus kita beli untuk menunjang kehidupan kita. Namun sering kali harga kebutuhan tersebut jauh lebih tinggi dari pada pemasukan atau gaji kita. Oleh karenanya diperlukan kecakapan dalam mengelola keuangan. Belum lagi harga bahan makanan yang terus melambung membuat kita harus pintar pintar dalam berbelanja dan memage keuangan. Ada beberapa tips yang dapat kita lakukan dalam hal ini diataranya yaitu

Pertama catatlah pemasukan dan pengeluaran, sering kali kita lalai dan menganggap sepela tentang hal ini dan pada akhirnya setelah keuangan sudah menipis kita baru menyadari bahkan merasa bingung kemana sebenarnya uang kita “pergi”. Oleh karena itu penting bagu kita sebenarnya untuk menulis beberapa kebutuhan kita selama jangka waktu ke depan sehingga dengan mudah kita akan mengerti dimana uang kita “pergi” tersebut. hal tersebut dapa kita mulai dengan mencatat kebutuhan pokok dan beberapa kebutuhan lainnya yang dirasa penting, kemudia catat pula pemasukan kita. Jika dirasa dalam catatan tersebut jumlah pengeluaran kita sudah melebihi batas maka catatan ini dapat menjadi alarm bagi kita sendiri.

Kedua perhatikan lah hal-hal kecil, acapkali kita mengeluarkan uang untuk membeli hal sepele seperti kopi, cemilan, dsb. Pengeluaran seperti itulah yang sebenarnya jika ditotal akan menjadi jumlah yang terbilang cukup lumayan. Namun beberapa orang justru meanggap sepele akan hal ini sehingga membuat jumlah pengeluaran tidak terkontrol setiap bulannya. Sering kali kita sangat memikirkan matang matang untuk membeli barang mahal. Namun justru barang yang dianggap kita sepele ini jika ditotalkan jumlahnya bisa membeli barang tersebut.

Ketiga berbelanjalah sesuai kebutuhan, sering kali kita membeli beberapa barang bukan karena kebutuhan melainkan keinginan. Hal tersebut sebenarnya sangat tidak dibenarkan dalam hal ini karena jumlah pengeluaran nantinya akan sangat membengkak. Berbelanjalah sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan apa yang kita perlukan, hindari membuang uang kita hanya untuk membeli barang yang tidak terlalu perlu apalagi membeli barang hanya karena gengsi.

Keempat yaitu disipilin dalam menabung, buatlah target tabungan sendiri sendiri sesuai dengan keadaan ekonomi kita masing masing. Jangan menabung dari sisa uang di akhir bulan itu adalah langkah yang salah dan membuat uang tabungan kita akan jauh terkumpul. Oleh karenanya sebaiknya sisikanlah sebagian uang untuk ditabung dan jangan lupa juga siapkan uang darurat yang dapat kita gunakan apabila terjadi keadaan yang diluar prediksi seperti sakit, dsb.

Mengelola uang merupakan sebuah life skill yang sangat kita butuhkan. Skill ini terkesan sepele namun sesungguhnya adalah prinsip yang harus kita terapkan sejak muda. Terlebih lagi apabila ada target yang harus kita capai tentunya konsistensi dalam mengelola keuangan ini harus benar benar diperhatikan. Mengatur keuangan berarti kita menyelamatkan kehidupan kita dimasa yang akan datang.