Lestarikan Permainan Tradisional:  Kelompok 25 KKN 57 UIN Gusdur Adakan  Permainan Jengklek Bersama Anak-Anak Desa Talun

Di zaman yang serba modern seperti sekarang banyak sekali inovasi-inovasi yang masuk ke setiap lini kehidupan. Salah satunya adalah pada mainan anak-anak, di zaman sekarang anak-anak cenderung menyukai permainan modern bahkan tak jarang mereka lebih memilih game online ketimbang permainan tradisional. Penggunaan gadget ini tentunya berpengaruh besar terhadap tingkat kemampuan anak dalam bersosialisasi terhadap teman sebaya.

Permainan tradisional di Indonesia sangat beragam, diantaranya adalah petak umpet, cublak-cublak suweng, gobak sodor dan lain sebagainya. Selain kenarik dan seru saat dimainkan, permainan tradisional juga memiliki nilai-nilai positif yang terkandung didalamnya. Nilai-nilai tersebut diantaranya adalah melatih kekompakan, membangun kebersamaan, gotong royong, hingga saling menghargai.

Permainan tradisional sejak dahulu sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, disebut tradisional karena permainan tersebut menggunakan alat dan bahan sederhana yang mudah didapat disekitar tempat masyarakat tinggal. Namun, lagi-lagi karena perkembangan zaman permainan tradisional semakin sepi peminatnya dan mulai kehilangan eksistensinya. Untuk menghindari hilangnya permainan tradisional di kalangan masyarakat dan anak-anak mahasiswa KKN angkatan 57 UIN Gusdur Pekalongan, mengadakan kegiatan bermain jengklek bersama bersama anak-anak Desa Talun kegiatan ini dilakukan pada Sabtu (28/10/2023) di sekitar posko KKN.

Dimas Surya Pratama, selaku Koordinator Desa ( Kordes) KKN Desa Talun mengatakan tujuan dari adanya kegiatan ini adalah, “Untuk melestarikan permainan tradisional yang mulai ditinggalkan. Serta berusaha mengikis jarak antara anak-anak dan remaja. Supaya bisa saling berinteraksi dengan baik dan solid,” tuturnya.

Kegiatan ini juga disambut baik oleh anak-anak Desa Talun, terbukti dengan antusiasme mereka saat mengikuti kegiatan ini. Mereka cukup senang dan semangat saat kegiatan berlangsung. Harapannya anak-anak bukan hanya dari Desa Talun saja, melainkan seluruh anak-anak yang ada di Indonesia tidak meninggalkan permainan tradisional daerah mereka masing-masing. Karena permainan tradisional juga menjadi bagian dari kekayaan budaya yang perlu dilestarikan agar tidak hilang tergerus zaman.

Tren Budaya Flexing yang Berdampak Negatif

Oleh: Khanifah Auliana

Trend sekarang ini tentunya banyak sekali bermunculan mulai dari tren fashion, tren konten dan lainnya. Kehidupan trend TKA jauh-jauh yang namanya dari anak muda karena memang media sosial di dominasi para generasi muda. Hampir semua platform memiliki trendnya berbeda-beda bahkan akan mudah di ikuti oleh kalangan lain. Pengguna media sosial yang banyak lantas membawa berbagai trend baru yang mulai bermunculan. Namun tak selamanya trend itu berdampak positif ada pula trend yang membawa dampak buruk bagi diri sendiri atau bahkan orang lain.

Salah satu trend yang sedang marak tersebar yaitu Flexing, mungkin sebagiaj kalangan tak sadar telah mengikuti trend tersebut. Flexing memiliki arti menyebarkan sesuatu yang bernilai dari diri kita sendiri atau suatu pencapaian-pencapaian dan barang yang dinilai berharga lalu di posting pada media sosial. Memang tak salah jika kita hendak menyebarkan atau memposting sesuatu apa yang kita punya atau di rasa langka. Namun perlu diingat kembali tujuan dari memposting hal-hal tersebut. Banyak dari kita menwajarkan saja trend Flexing yang berlalu lalang pada media sosial. Padahal Flexing yang dilakukan bisa menyebabkan seseorang secara tidak langsung memamerkan apa yang dia punya dan akan berakhir pada perasaan sombong.

Meskipun di nilai biasa dan wajar bagi sebagian kalangan akan tetapi perlu untuk menghindari yang namanya Flexing. Hal itu akan berdampak buruk bagi diri sendiri dan orang sekitar, dengan memosting sesuatu pencapaian dan kekayaan bisa menjadi faktor masalah lain. Bisa saja orang-orang terdekat menjadi iri dengki atau bahkan berusaha menjatuhkan. Selain itu dengan Flexing seseorang akan mudah merasa dirinya paling di atas dan menjadi sombong. Flexing juga sama halnya dan bahkan mirip dengan yang namanya Riya’ ( pamer). Oleh karena itu kita harus waspada dan hati-hati jika ingin membagikan atau share sesuatu ke.media sosial. Jangan biarkan hal itu menjadi kesombongan dan akan berujung pada dosa.

Dalam Al Qur’an sudah dijelaskan tentang larangan berbuat sombong : surat An-nisa ayat 142

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْۚ وَاِذَا قَامُوْٓا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰىۙ يُرَاۤءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًا

Artinya: Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah membalas tipuan mereka (dengan membiarkan mereka larut dalam kesesatan dan penipuan mereka). Apabila berdiri untuk salat, mereka melakukannya dengan malas dan bermaksud riya di hadapan manusia. Mereka pun tidak mengingat Allah, kecuali sedikit sekali.

Dengan adanya peringatan dari surat yang ada di Al Quran tersebut, perlu kita belajar lagi agar bisa memahami kaidah-kaidah penting dalam Islam. Mana yang baik dan buruk agar tidak salah dalam bertindak. Boleh-boleh saja jika akan membagikan sesuatu yang berharga lewat media sosial asalkan dengan niat yang baik agar bisa memotivasi banyak orang dan pastinya tidak berlebihan karena akan mengundang masalah-masalah lain terutama Riya’.

SADAR POTENSI: WARGA SIDOMULYO IKUTI WORKSHOP MANAJEMEN PENGELOLAAN WISATA  OLEH KKN 57 UIN GUSDUR PEKALONGAN

Banyaknya potensi wisata yang ada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan membuat mahasiswa KKN UIN Gusdur mengadakan workshop manajemen pengelolaan wisata di Balaidesa Sidomulyo pada Kamis (26/10/2023). Workshop ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Wisata” dengan mendatangakan pemateri dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DINPORAPAR) Pekalongan yakni,  bapak Purwo Susilo, S. STP, M.M.

Tedi Sigit Pramono selaku ketua pelaksana workshop manajemen pengelolaan wisata mengungkapkan bahwa, “Adanya workshop ini diharapkan dapat  membangkitkan kembali semangat para pengelola Curug Jlarang yang ada di Desa Sidomulyo dengan mengadakan Workshop Manajemen Pengelolaan Wisata,” tuturnya. Acara ini dihadiri oleh peserta dari masyarakat Desa Sidomulyo, dengan serangkaian acara yang dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan- sambutan, pemaparan materi tentang manajemen pengelolaan wisata, tanya jawab, do’a dan penutup.

Peserta dibuat antusias oleh acara workshop manjemen pengelolaan wisata. Hal tersebut turut dirasakan oleh Dedi Prianto, salah satu  peserta yang mengaku senang mendapatkan ilmu mengenai pengelolaan wisata dan ia juga mendapat kesempatan untuk bertanya secara langsung mengenai materi yang telah disampaikan pemateri.

Ketua pelaksana workshop manajemen pengelolaan wisata berharap dengan diadakannya workshop tersebut semua peserta dapat menerima dan memanfaatkan ilmu yang diberikan dengan baik. Serta dengan diadakannya workshop ini pengelola tempat wisata dapat mengaplikasikan aspek-aspek yang sudah dijelaskan untuk diaplikasikan ke tempat wisata tersebut.

“semoga semua peserta bisa menerima ilmu dan mempraktikkan materi yang disampaikan,  sehingga semnagat pengelola untuk membangkitkan kembali wisata bisa terwujud,” imbuh Tedi. Dengan adanya workshop tersebut, mahasiswa KKN 57 UIN Gusdur telah berusaha menjadi fasilitator yang baik bagi masyarakat. Kedepannya kegiatan semacam ini bisa membantu masyarakat dalam mengelola potensial yang dimiliki oleh desa, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Lihai dalam Mengelola Keuangan Life Skill  Utama yang Sangat dibutuhkan

Oleh: Intan Anggreaeni S

Sebagai makhluk hidup tentunya setiap harinya kita membutuhkan berbagai macam kebutuhan. Mulai dari kebutuan primer hingga sekunder, dari yang kecil hingga besar, dan dari yang mahal hingga yang murah. Berbagai kebutuhan tersebut tentunya harus kita beli untuk menunjang kehidupan kita. Namun sering kali harga kebutuhan tersebut jauh lebih tinggi dari pada pemasukan atau gaji kita. Oleh karenanya diperlukan kecakapan dalam mengelola keuangan. Belum lagi harga bahan makanan yang terus melambung membuat kita harus pintar pintar dalam berbelanja dan memage keuangan. Ada beberapa tips yang dapat kita lakukan dalam hal ini diataranya yaitu

Pertama catatlah pemasukan dan pengeluaran, sering kali kita lalai dan menganggap sepela tentang hal ini dan pada akhirnya setelah keuangan sudah menipis kita baru menyadari bahkan merasa bingung kemana sebenarnya uang kita “pergi”. Oleh karena itu penting bagu kita sebenarnya untuk menulis beberapa kebutuhan kita selama jangka waktu ke depan sehingga dengan mudah kita akan mengerti dimana uang kita “pergi” tersebut. hal tersebut dapa kita mulai dengan mencatat kebutuhan pokok dan beberapa kebutuhan lainnya yang dirasa penting, kemudia catat pula pemasukan kita. Jika dirasa dalam catatan tersebut jumlah pengeluaran kita sudah melebihi batas maka catatan ini dapat menjadi alarm bagi kita sendiri.

Kedua perhatikan lah hal-hal kecil, acapkali kita mengeluarkan uang untuk membeli hal sepele seperti kopi, cemilan, dsb. Pengeluaran seperti itulah yang sebenarnya jika ditotal akan menjadi jumlah yang terbilang cukup lumayan. Namun beberapa orang justru meanggap sepele akan hal ini sehingga membuat jumlah pengeluaran tidak terkontrol setiap bulannya. Sering kali kita sangat memikirkan matang matang untuk membeli barang mahal. Namun justru barang yang dianggap kita sepele ini jika ditotalkan jumlahnya bisa membeli barang tersebut.

Ketiga berbelanjalah sesuai kebutuhan, sering kali kita membeli beberapa barang bukan karena kebutuhan melainkan keinginan. Hal tersebut sebenarnya sangat tidak dibenarkan dalam hal ini karena jumlah pengeluaran nantinya akan sangat membengkak. Berbelanjalah sesuai dengan apa yang kita butuhkan dan apa yang kita perlukan, hindari membuang uang kita hanya untuk membeli barang yang tidak terlalu perlu apalagi membeli barang hanya karena gengsi.

Keempat yaitu disipilin dalam menabung, buatlah target tabungan sendiri sendiri sesuai dengan keadaan ekonomi kita masing masing. Jangan menabung dari sisa uang di akhir bulan itu adalah langkah yang salah dan membuat uang tabungan kita akan jauh terkumpul. Oleh karenanya sebaiknya sisikanlah sebagian uang untuk ditabung dan jangan lupa juga siapkan uang darurat yang dapat kita gunakan apabila terjadi keadaan yang diluar prediksi seperti sakit, dsb.

Mengelola uang merupakan sebuah life skill yang sangat kita butuhkan. Skill ini terkesan sepele namun sesungguhnya adalah prinsip yang harus kita terapkan sejak muda. Terlebih lagi apabila ada target yang harus kita capai tentunya konsistensi dalam mengelola keuangan ini harus benar benar diperhatikan. Mengatur keuangan berarti kita menyelamatkan kehidupan kita dimasa yang akan datang.

Hari Sumpah Pemuda : Tingkatan kesadaran pemuda untuk bangsa

Oleh : Khanifah Auliana

 

Tepat pada hari ini 28 Oktober kembali memperingati hari sumpah pemuda yang di resmikan sebelumnya pada tahun 1928. Dengan adanya hari sumpah pemuda ini, mengingatkan kita kembali pada era dulu dimana masyarakat terutama para pemuda-pemudi Indonesia membuat sebuah ikrar atau janji yang berisikan untuk persatuan bangsa Indonesia. Isi dari sumpah pemuda yaitu kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia, kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia, dan yang ketiga kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

Ikrar tersebut secara tidak langsung menyampaikan beberapa pesan penting untuk para pemuda pemudi Indonesia sebagai penerus generasi bangsa. Negara Indonesia memiliki banyak generasi penerus yang harus di dukung dan menciptakan kemajuan bangsa kita. Selain itu peran generasi muda sangatlah penting dengan era modernisasi saat ini dengan berbagai perkembangan teknologi dan informasi. Jadikan generasi muda sebagai generasi yang mampu mengubah negara kita menjadi lebih baik dengan melakukan pembaruan sesuai perkembangan zaman. Di hari sumpah pemuda ini mengingatkan kita kembali bagaimana perjuangan para pemuda untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Mereka semua bekerjasama dan gotong royong agar Indonesia bisa mencapai masa jaya seperti sekarang ini.

Untuk itu, sebagai pemuda yang lahir di tengah-tengah segala kemudahan dan modernisasi saat ini patut bersyukur dan terus menciptakan karya-karya luar biasa untuk Indonesia. Meningkatkan sumber daya manusia lebih banyak dan berkualitas dari segi generasi mudanya. Tak heran jika generasi muda sangat-sangat dibutuhkan bahkan dalam pidato presiden Soekarno saat ini mengatakan ” beri saya 10 pemuda maka akan ku guncangkan dunia” dari sepenggal kata tersebut telah kita pahami bahwa peran generasi muda sangat berpengaruh kedepannya. Jika generasi muda tidak mau belajar dan mengembangkan kemampuan untuk meningkatkan kualitas maka akan sulit pula suatu negara memiliki sumber daya manusia yang baik. Oleh karenanya mari semua generasi muda mulai memikirkan dan mau berjuang bersama dengan meningkatkan kualitas diri dan mampu mendorong Indonesia menjadi negara yang maju. Dalam Al-Qur’an saja diterangkan:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْبَيِّنٰتُۗ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌۙ

Artinya: “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat.” (Q.S. Ali Imran: 105)

Janganlah suatu kaum atau kelompok bercerai berai atau sengaja memutus hubungan lalu pertikaian karena semuanya akan hancur. sama halnya dengan suatu negara, pilarnya ada di generasi muda atau penerusnya maka dari itu, generasi muda harus saling merangkul satu sama lain untuk bekerjasama. Jangan hanya karena perbedaan pendapat lalu bermusuhan itu tidak baik. Generasi muda adalah generasi penerus bangsa, harusnya kalian bangga dan masa depan negara ada di tangan kalian semua.

 

Ibrah Perjalanan Panjang Pendidikan Mbah Moen Dalam Memecut Semangat Generasi Muda

Oleh Shofi Nur Hidayah

Kiai Haji Maimun Zubair, atau yang kerap dipanggil dengan sebutan Mbah Moen adalah seorang ulama sekaligus politikus Indonesia. Mbah Moen merupakan pengasuh tertinggi di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang dan menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan hingga akhir hayatnya. Beliau lahir di Karangmangu, pada 28 Oktober 1928 dan wafat pada 16 Agustus 2019 di Makkah, Arab Saudi. Mbah Moen merupakan putra sulung dari pasangan Kiai Zubair Dahlan dan Nyai Mahmudah. Dari jalur kakek, nasab Mbah Moen sampai kepada Sunan Giri.

Sejak kecil Mbah Moen sudah dibimbing langsung oleh orang tuanya dalam hal pendidikan. Beliau dibekali ilmu agama yang kuat, mulai dari menghafal dan memahami ilmu Shorof, Nahwu, Fiqih, Manthiq, Balaghah, dan macam-macam ilmu Syara’ lainnnya. Di usia muda beliau sudah menghafal beberapa kitab diantaranya Al-jurumiyyah, Imrithi, Alfiyyah Ibnu Malik, Matan Jauharotul Tauhid, Sullamul Munauroq serta Rohabiyyah Fil Faroidl. Beliau juga menghafal kitab fiqih madzhab Syafi’i , seperti Fathul Qorib, fatul muin, Fathul Wahhab dan sebagainya.

Pada tahun 1945 Mbah Moen memulia pendidikan lainnya di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri dibawah bimbingan K.H Abdul Karim atau yang akrab disapa Mbah Manaf. Selain pada Mbah Manaf beliau juga menimba ilmu dari K.H Mahrus Ali dan K.J Marzuqi. Setelahnya kemudian kembali ke kampung halamannya mengamalkan ilmu yang telah didapatkan. Lalu ditahun 1950, beliau berangkat ke Makkah bersama sang Kakek, K.H Ahmad bin Syu’aib untuk melanjutkan pendidikannya menimba ilmu dari ulama di Makkah.

Guru-guru Mbah Moen di tanah Jawa antara lain Kiai Baidhowi, Kiai Ma’shum Lasem, Kiai Bisri Musthofa (Rembang), Kiai Wahab Hasbullah, Kiai Muslih Mranggen (Demak), Kiai Abdullah Abbas Buntet (Cirebon), Syekh Abui Fadhil Senori (Tuban), dan beberapa Kiai lainnya. Dari kisah perjalanan kehidupan Mbah Moen, kita dapat mengambil hikmah untuk semangat dan senantiasa bersyukur telah diberikan kesempatan untuk menimba ilmu. Mbah Moen juga senantiasa bertawadhu  kepada para guru-gurunya, beliau tetap rendah hati dan menghormati orang yang pernah mengajarkannya suatu keilmuan. Hal itu lah yang perlu di tiru oleh generasi muda zaman sekarang agar tetap menghormati seorang guru dan tetap semangat menimba ilmu dimana pun dan kapanpun. Sebab tidak ada batasan dalam mencari ilmu, selain itu ada hal penting yang perlu diingat. Dalam mencari ilmu, bukan dilihat dimana kita menimba ilmu tapi bagaimana kita menerapkan keilmuan yang telah didapatkan.

Antusiasme Warga Desa Pamutuh Dalam Mengenal Digital Marketing Produk

Pekalongan – Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan angkatan 57 kelompok 7 gelar Workshop tentang Branding Produk dan Digital Marketing yang disambut dengan antusias oleh warga Desa Pamutuh Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan. Workshop ini diselenggarakan di Balai Desa Pamutuh. Jumat, (20/10/2023).

Workshop tentang Branding Produk dan Digital Marketing ini merupakan salah satu program kerja dari kelompok 7 yang bertujuan untuk membantu mengembangkan usaha-usaha yang dimiliki warga Desa Pamutuh mengingat, mayoritas warga Desa Pamutuh adalah seorang pengusaha. Sementara itu, workshop ini mengusung tema “Meningkatkatkan Potensi Desa Melalui Branding Produk & Digital Marketing.” Potensi yang dimiliki Desa Pamutuh sangat beragam, mulai dari kolang-kaling, gula aren, minyak cengkeh, sapu gelaga, kopi, kapulaga, dan tentunya masih banyak lagi.

Lebih lanjut, workshop ini dihadiri oleh 35 orang yang terdiri dari Kepala Desa Pamutuh beserta Perangkat Desa, Dosen Pembimbing Lapangan KKN, pelaku usaha, PKK Desa Pamutuh, Jam’iyah Al-Inayah Desa Pamutuh, dan Pemuda-Pemudi El-Fatah yang antusias mengikuti acara tersebut. Selain itu, tanya jawab juga berlangsung dengan interaktif selama workshop berlangsung.

Rohmad Abidin, sebagai narasumber memberikan informasi pengetahuan hingga praktik secara langsung mengenai cara membuat label atau merk, kemudian cara pengemasan yang menarik, proses marketing baik secara konvensional maupun digital, dan cara mengfoto produk yang tepat agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Disamping itu, Rohmad Abidin mengungkapkan harapanya kepada warga pamutuh agar penjualan meningkat dan bisnis berkembang “semoga ilmu yg didapatkan bisa dilaksanakan semaksimal mungkin sehingga meningkatkan citra produk unggulan di desa pamutuh, produk dapat bersaing lebih baik di pasar yang semakin kompetitif dengan begitu penjualan meningkat dan bisnis akan bertumbuh,” ujar Rohmad Abidin

Dalam workshop ini KKN Kelompok 7, juga difokuskan menggandeng para pemuda pemudi yang ada di Desa Pamutuh yaitu EL-Fatah, yang mana pada dua hari sebelumnya dari KKN kelompok 7 sudah sharing tentang bagaimana branding produk dan digital marketing. Hal tersebut bertujuan agar El-Fatah ini bisa menjadi penerus ketika tim KKN dari kelompok 7 telah selesai nantinya.

Angel salah satu perwakilan El-Fatah sangat termotivasi dengan adanya workshop branding produk dan digital marketing untuk mengembangkan produk-produk yang dihasilkan didesa pamutuh.

“Kalau menurut saya pribadi saya cukup termotivasi buat mengembangkan produk produk yang dihasilkan di desa Pamutuh karena, sepertinya memiliki potensi yang luar biasa kalau bisa mengembangkanya dan materi yang disampaikan dari kegiatan workshop kemarin menurut saya sangat berguna buat meningkatkan potensi tersebut.” Tutup Angel.

KHUTBAH JUMAT :  Khusnudzon dalam Kekeringan

Oleh : Khanifah Auliana

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Allah SWT begitu luas baiknya anugerah kepada semua makhluk dengan penuh kelembutan, dengan penuh kasih sayang yang tak ada batasnya. Hadirin yang berbahagia, Bulan ini kita dihadapkan pada iklim kemarau atau cuaca panas yang cukup panjang.

Bersyukurlah kita semua hidup di iklim yang sedang tidak panas atau dingin karena hanya ada 2 musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Masuknya musim kemarau pasti banyak hak yang perlu kita persiapkan sebelumnya dan kemungkinan yang akan terjadi. Dampak musim kemarau atau panas membawa sebuah kelebihan dan kekurangan, misal dengan adanya kemarau orang-orang yang sedang panen atau wirausaha kerupuk dengan adanya musim ini kan sangat menguntungkan karena mudah dikeringkan. Lalu sebaliknya musim kemarau ada kesulitannya pula, berkurangnya mata air atau kekeringan yang melanda di daerah-daerah. Bahkan sampai sekarang ada wilayah yang benar-benar kering karena belum turun hujan, oleh karena itu sebenarnya kita tetap harus mensyukuri apapun yang telah Allah SWT tetapkan. Jangan risau, jangan khawatir kekeringan, Insya Allah ketika kita yakin dan berfikir positif akan ada hikmahnya seraya berdoa Allah akan turunkan air dari langit.

Dalam surat Ar-rad ayat 17 diterangkan :

اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَسَالَتْ اَوْدِيَةٌ ۢ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَّابِيًا ۗوَمِمَّا يُوْقِدُوْنَ عَلَيْهِ فِى النَّارِ ابْتِغَاۤءَ حِلْيَةٍ اَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهٗ ۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ەۗ فَاَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاۤءً ۚوَاَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى الْاَرْضِۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ ۗ

” Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu”.

Dalam ayat tersebut, Allah sudah menuliskan bahwa ia telah merencanakan semua yang ada di muka bumi bahkan sampai air mengalir sekali pun Allah sudah atur. Memaksimalkan apa yang telah Allah kasih dengan memanfaatkan alam-alam sekitar. Jagalah lingkungan dengan penghijauan, menghindari adanya penebangan masal serta mengurangi penggunaan air yang berlebihan. Untuk itu, dengan musim kemarau yang berdampak kekeringan ini jangan dibuat kesal sebab semuanya sudah diatur oleh sang pencipta kita hanya perlu mengikutinya. Lalu bagaimana jika air tak kunjung datang ? Sholatlah istisqo’ bersama-sama memohon dan berdoa kepada Allah, maka dengan kita yakin dengan doa tersebut tak ada yang tak mungkin.

Waspada Hoax Jelang Pemilu 2024

Oleh: Intan Anggreaeni S

Menjelang pesta demokrasi 2024 banyak ditemukan kasus penyebaran berita palsu atau hoax di masyarakat. Lonjakan kasus tersebut biasanya dipicu karena persaingan antar paslon sehingga banyak yang memanfaatkan momentum ini untuk menaikan image masing masing paslon guna mendapatkan suara terbanyak dari masyarakat. Berita hoax merupakan sebuah informasi yang belum jelas kebenarannya bahkan terkadang berita hoax berisikan sebuah pemberitaan yang dimanipulasi oleh oknum tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.

Maraknya penyebaran berita hoax ini biasanya dimulai ketika ada ada moment besar seperti pemilu. Ada beberapa faktor sebenarnya yang melatar belakangi banyaknya peredaran berita hoax yaitu karena literasi masyarakatnya yang masih rendah, ketidakrukunan antar masyarakat, dan tidak dilakukannya cek ulang informasi sebelum disebarkan ulang. Faktor yang terakhir tersebut merupakan salah satu penyebab semakin banyaknya berita hoax yang tersebar karena masyarakat kita umumnya mereka tidak menerapkan prinsip saring sebelum sharing.

Penyebaran berita hoax di masyarat tentunya akan menimbulkan persoalan baru seperti hubungan antar masyarakatnya yang tidak lagi harmonis hingga bisa saja menimbulkan kerusuhan yang dapat menelan korban jiwa. Dari pihak kepolisian sendiri juga sudah menghimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap setiap informasi yang diterimanya lakukan cek ulang kebenaran informasi sebelum menyebarkan berita tersebut.

Perlu adanya kordinasi dan kerja sama yang solid antara masyarakat dan tim keamanan untuk menggulangi pemberitaan hoax ini. Literasi media juga harus semakin genjar dilakukan agar masyarakat semakin melek akan bahaya dari hoax dan mengerti bagaimana sikap yang seharusnya mereka lalukan ketika menghadapi persoalan tersebut. Beredarnya berita hoax tidak akan selesai dalam kurun waktu satu atau lima tahun ke depan. Karena isu tersebut akan selalu berkembang dan menghantui kita. Oleh karenanya diperlukan kesiapan masyarakat akan hal tersebut terutama pada kondisi menjelang pemilu seperti ini.

Pada waktu menjelang pemilihan umum biasanya tingkat hoax akan melonjak tajam karena biasanya penyebaran berita hoax akan di dasari oleh kepentingan pribadi suatu golongan. Sehingga untuk menghindarinya alangkah lebih baiknya kita melakukan cek ulang atas infomasi tersebut mulai dari laman beritanya, foto, maupun video unggahan yang ada, dan apabila informasi tersebut dirasa telah mengganggu ketertiban umum maka dapat dilaporkan langsung pada pihak yang berwenang. 

Allah SWT telah menjelaskan tentang pentingnya betabayyun sebelum mempercayai sebuah informasi, hal itu telah dilelaskan dalam surah Al-Hujurat ayat 6 Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” Melalui tabayun, kita menjaga kwalitas kemanusiaan kita. Kwalitas kemanusiaan tertinggi adalah akal sehat. Banyak konflik dan kerusakaan terjadi karena menggadaikan akal sehat. Mudah terjebak pada emosi, tanpa menyaring dan sharing informasi yang diterima. Ciri keberagamaan yang baik itu mendamaikan dan menyejukkan, bukannya melestarikan dendam dan permusuhan.

Seni Ukir Jepara dan Nilai Keabsahan Kebesaran Allah SWT

Oleh Shofi Nur Hidayah

Berbicara tentang Kota Jepara, mungkin tidak akan lepas dari seni ukir yang begitu menyatu dengan kota tersebut. Jepara seolah menjadi ibu bagi seni ukir dan juga para pengerajin yang tinggal di sana. Kegiatan mengukir dan memahat untuk dijadikan mebel atau karya seni memang sudah dilakukan sejak bertahun-tahun lamanya. Kegiatan ini diwariskan dari generasi ke generasi, bahkan mayoritas penduduk Kota Jepara berprofesi sebagai pengerajin ukir. Hasil seni ukir yang dihasilkan sudah tersebar keseluruh negeri bahkan hingga ke mancanegara.

Rupanya kebiasaan memgukir dan melukis sudah ada sejak zaman Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit, menurut legenda masyarakat setempat. Dilansir dari laman  Indonesia.go.id Raja Brawijaya pernah memanggil ahli lukis dan ukir bernama Prabangkara untuk melukis sang istri dalam keadaan tanpa busana, tetapi harus mengandalkan imajinasinya tanpa melihat objek yang sebenarnya yakni sang permaisuri Raja. Prabangkara melakukan tugasnya dengan baik, lukisannya benar-benar indah tapi terdapat tahu cecak yang nampak seperti tahi lalat.

Raja Brawijaya pun marah karena letak tahi lalat di lukisan itu sama persis seperti aslinya. Dia kemudian menghukum Prabangkara dengan mengikatnya di layang-layang dan menerbangkannya. Prabangkara laku jatuh di Kota Jepara tepatnya di belakang gunung, yang kini dikenal dengan Desa Mulyoharjo. Prabangkara kemudian mengajarkan masyarakat setempat mengukir dan melukis, sehingga keahlian tersebut masih ada hingga zaman sekarang.

Ukiran Jepara sudah ada sejak zaman pemerintahan Ratu Kalinyamat sekitar tahun 1549. Ada banyak pihak yang berperan besar dalam perkembangan seni ukir di zaman tersebut. Diantara orang-orang tersebut ada Retno Kencono (anak Ratu Kalinyamat), menteri Kerajaan Sungging Badarduwung dari Campa, dan sekelompok pengukir daerah Belakang Gunung yang bertugas melayani kebutuhan ukir keluarga Kerajaan. Sepeninggal Ratu Kalinyamat, perkembangan seni ukir di Jepara sempat mangkrak dan kembali hidup di zaman RA. Kartini.

Melihat kondisi perekonomian pengerajin yang tidak beranjak dari kemiskinan, membuat Kartini berinisiatif memasarkannya ke luar kota dan hasilnya cukup memuaskan. Akhirnya diketahuilah kualitas karya seni ukir Jepara ini di kanca lokal hingga mancanegara dan memang mampu mengembalikan ekonomi para perajin seni ukir Jepara.  Seni ukir juga tidak hanya cerminan dari budaya lokal saja, seni ukir ini juga bisa berkolaborasi dalam aspek keagamaan.

Dimana mimbar Masjidil Al Aqsa, Palestina juga pernah di ukir replikanya oleh warga Jepara. Yakni Nuruddin Zanki, dia bersama empat orang temannya mengerjakan ukiran tersebut selama lima tahun lamanya. Replika mimbar Masjidil Al Aqsa itu dikerjakan karena sebelumnya mimbar masjid pernah dibakar oleh Israel pada tahun 1969.  Hal ini membuktikan bahwa budaya lokal bisa bersatu padu dengan unsur kesilaman. Kita perlu melestarikan dan menjaga budaya yang ada. Serta memiliki rasa bangga dan mencintai budaya tersebut sebagai bentuk rasa syukur pada Allah SWT karena diberikan keberkahan pengetahuan yang berlimpah khususnya dalam kreativitas melestarikan budaya yang ada. Sebab budaya pun tidak akan pernah ada jika tanpa campur tangan Allah SWT. kekayaan budaya, merupakan bukti kebesaran Allah. Menjaga, melestarikan, serta mengembangkan budaya merupakan bukti syukur sekaligus kekaguman kepada yang maha kaya. Menafikan budaya sendiri, kemudian hanya menerima satu budaya (arab) atas nama agama, justru merendahkan martabat agama itu sendiri, karena menafikan kebesaran dan kekayaan Allah SWT.