Konferensi Moderasi Beragama: Asia, Afrika, dan Amerika Latin (KMB-AAA): Mengenang “Spirit Bandung” dan Mengukir Sejarah Mewujudkan Harmoni

Oleh: Zaenal Mustakim

Konferensi Moderasi Beragama: Asia, Afrika, dan Amerika Latin (KMB-AAA) yang mengangkat tema “Religion and Humanity” diselenggarakan di Bandung pada 20-22 Desember 2023. Konferensi yang merupakan hasil kerja sama antara Balitbang Diklat Kementerian Agama dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini dihadiri 22 duta besar dari berbagai negara, tokoh agama serta para akademisi. Hadir pula utusan khusus Grand Shaikh Al-Azhar. Prof. Dr. Nahlah Soaidy yang sekaligus pembicara pada plenary session.

Pemilihan tempat di Bandung, tepatnya di Gedung Merdeka tentu tidak lepas dari sejarah panjang dari dilaksanakannya Konferensi Asia-Afrika pada 1955 yang menjadi cikal bakal dari “gerakan non-blok”. Sebanyak 29 negara yang saat ini dikenal dengan “global South” berkumpul di kota Bandung yang menghasilkan Bandung Carter. Tentunya, saat ini kita mengenang sejarah tersebut untuk menghidupkan kembali spirit Bandung dalam mewujudkan perdamaian dalam konteks kehidupan kita saat ini dengan berbagai macam tantangannya. Kita mengukir sejarah dalam mewujudkan kehidupan yang harmoni.

KMB AAA merupakan upaya mengenalkan dan mempromosikan moderasi beragama pada dunia, serta membuka ruang perjumpaan lintas agama melalui dialog antaragama dalam mewujudkan kehidupan yang damai. Selain itu, konferensi ini juga merupakan bentuk wujud komitmen bangsa Indonesia dalam membangun perdamaian dunia, di tengah berbagai macam tantangan global termasuk konflik kemanusiaan yang tengah melanda di berbagai belahan negara.

Oleh karenanya, agama harus menjadi solusi, bukan sumber masalah. Nilai-nilai universal dalam agama mengajarkan kita menjunjung tinggi harkat martabat orang lain, tidak menyakiti satu sama lain. Di aspek lain, khususnya di Barat memandang bahwa agama adalah ranah privat.

KMB AAA pula menjadi “counter-narrative” terhadap paradigma di atas, bahwa agama bukan hanya domain privat masing-masing pemeluknya, melainkan harus diimplementasikan di ruang publik, Namun bukan dilandasi dengan semangat “sektarian” melainkan dengan semangat inklusif, merawat dan menghargai perbedaan — karena esensinya Tuhan sendiri menghendaki kita berbeda, itulah sunatullah. Inilah yang menjadi landasan tema yang diangkat dalam KMB AAA adalah Religion dan Humanity.

Momen bersejarah di Gedung Merdeka ini, bukan hanya terkait negara non blok dan politik global dunia, tetapi juga pada hal yang sangat esensial yakni mewujudkan perdamaian dunia yang melibatkan berbagai macam negara melalui kerja sama lintas budaya dan dialog antaragama.

KMB AAA yang diselenggarakan dan dihadiri oleh berbagai macam pihak, menegaskan bahwa agama menjadi katalisator untuk membangun perdamaian – seperti pesan semua agama yakni memberikan keselamatan pada setiap pemeluknya. Agama bukan dimaknai sebaliknya sebagai sumber konflik melainkan sumber perdamaian. Dari spirit Bandung inilah kita belajar untuk memberikan inspirasi melalui langkah-langkah konkret dalam mewujudkan perdamaian dan kemanusiaan.

Moderasi Beragama: Solusi Tantangan Keberagamaan
Saat ini fenomena keberagamaan di Indonesia dihadapkan kepada tiga tantangan. Pertama, berkembangnya cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang berlebihan (ekstrem), yang mengesampingkan martabat kemanusiaan.

Kedua, berkembangnya klaim kebenaran subyektif dan pemaksaan kehendak atas tafsir agama serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik berpotensi memicu konflik. Ketiga, berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menjaga kehidupan yang harmonis melalui moderasi beragama menjadi sangat penting untuk dilakukan sesuai dengan esensi dari ajaran agama sendiri yakni memerintahkan umatnya untuk berlaku dan berbuat, adil, dan seimbang. Dengan memahami ajaran agama yang dianutnya serta mengenali ajaran agama lain dapat menjadikan kita lebih terbuka sebagai umat beragama.

Kerap kali persoalan agama muncul akibat prasangka buruk kita, dan sikap absolutisme yang kerap merasa dirinya paling benar. Kebenaran agama yang diyakini sebagai kebenaran absolut agama yang paling benar ini merupakan ranah internum. Dalam kehidupan beragama yang terdiri dari berbagai agama tidak lantas keberagamaan yang absolut di ranah internum kemudian digeser dan ditarik ke ranah eskternum.

Dialog antaragama yang diselenggarakan melalui KMB AAA ini membuka ruang untuk kita dapat menghargai keyakinan agama orang lain. Menumbuhkan kesadaran bahwa dalam setiap agama ada nilai-nilai esoterik yang menyatukan antara satu agama dan agama lainnya.

Untuk mencapai hal itu, setidaknya rerdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan. Pertama, memperkuat esensi ajaran agama dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan agama yang diajarkan di berbagai lembaga pendidikan tidak lagi sekadar memberikan pelajaran agama, tetapi juga tentang beragama. Agama tidak hanya sebagai pengetahuan tapi bagaimana praktikan dalam kehidupan sehari-hari.

Ajaran agama bukan sekedar pengetahuan mengenai ajaran agama semata, tetapi membiasakan dan mempraktikkan nilai-nilai agama tersebut, sebagaimana istilah Pierre Bourdieu, menjadi “habitus” serta menjunjung kemanusiaan. Seperti yang pernah diutarakan oleh KH. Abdurrahman Wahid, Gus Dur bahwa sejatinya orang beragama adalah memuliakan manusia, humanisme.

Kedua, mengelola keragaman tafsir keagamaan dengan mencerdaskan kehidupan keberagamaan. Keragaman dan perbedaan merupakan sunatullah. Dalam sejarahnya, perbedaan penafsiran keagamaan dalam Islam sendiri merupakan kekayaan khazanah Islam yang melahirkan berbagai macam mufasir.

Bukan sebaliknya seperti saat ini, justru orang-orang menafsirkan agama secara serampangan yang merusak kehidupan beragama itu sendiri, yang akhirnya menampilkan wajah Islam yang keras. Sebagaimana yang diutarakan oleh Ghulam Farid Malik: Islam is religion of peace and justice, not permit extremism, violence or terrorism in all spheres of life.

Ketiga, merawat Keindonesiaan. Gus Dur adalah salah satu orang yang tercatat sebagai tokoh yang menggelorakan kembali identitas keber-Islam-an kita yang syarat dengan identitas kebangsaan. Syekuna Khalil Bangkalan pernah mengatakan dalam salah satu karyanya bahwa “mencintai negara adalah bukti keimanan kita, menjaga negara kita adalah wujud keimanan kita” Sejalan dengan hal itu Gus Dur mengutarakan “NKRI harga mati, Pancasila final, dan kebinekaan adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri rakyat Indonesia”.

Moderasi Beragama dalam mewujudkan perdamaian dan kemanusiaan, bukan hanya tugas Kementerian Agama, tetapi perlu peran serta seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Seperti juga keanekaragaman bangsa ini dengan segala perbedaannya — bukan menjadi sumber pemecah belah bangsa, melainkan sebagai sumber kekuatan yang dapat mewujudkan kehidupan yang harmonis sehingga dapat menjadi contoh berbagai negara.

Konferensi Moderasi Beragama Asia, Afrika, dan Amerika Latin merupakan langkah awal dalam mempromosikan moderasi beragama dan mewujudkan keharmonisan hidup beragama dari Indonesia untuk dunia.

===

Zaenal Mustakim, Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Peserta Konferensi Moderasi Beragama Asia, Afrika, dan Amerika Latin (KMB-AAA).

Artikel Pertama kali dimuat di arina.id

Harmoni Pendidikan dan Peradaban: Peran Guru dalam Membentuk Masyarakat yang Berbudaya dan Moderat

Oleh: Dr. Abdul Mujib, M.Pd.I., IAIN Metro

Membentuk Masyarakat yang Berbudaya dan Moderat, diperlukan peran sentral guru yang berbudaya dan moderat. Dalam pandangan masyarakat guru dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang membentuk pondasi peradaban bangsa. Mereka bukan hanya pembawa ilmu pengetahuan, tetapi juga arsitek pembentukan karakter, etika, dan moralitas dalam setiap individu yang melewati pintu ruang kelas mereka.

Seorang guru bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga pemandu dalam perjalanan panjang menuju pengetahuan. Dengan penuh dedikasi, mereka membimbing generasi muda melalui labirin konsep dan ide, membantu mereka menemukan arti sejati dari kehidupan dan masyarakat. Guru adalah pelita yang menerangi jalan ke depan, memastikan bahwa tiap langkah yang diambil oleh siswa membawa mereka menuju cahaya pengetahuan yang lebih terang dan sikap yang moderat.

Peradaban sebuah bangsa tercermin dalam setiap tindakan dan nilai yang diajarkan oleh guru. Mereka tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga penjaga warisan budaya, bahasa, dan sejarah. Melalui guru, generasi muda dapat menggali akar-akar budaya mereka, memahami keunikan tradisi, dan merayakan keberagaman yang memperkaya identitas bangsa.

Pentingnya guru dalam pembentukan peradaban tidak hanya terbatas pada ranah pendidikan formal. Mereka menjadi agen perubahan yang membawa inovasi dan pembangunan ke dalam masyarakat dan membangun sikap yang moderat. Dengan menginspirasi kreativitas dan pemikiran kritis, guru menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan manusia sebagai individu yang berdaya saing dan memiliki kontribusi positif bagi kemajuan peradaban.

Seiring waktu, guru dan peradaban saling memengaruhi. Guru yang diberdayakan dan diberi kesempatan untuk berkembang akan menghasilkan individu yang mampu membentuk peradaban yang dinamis dan berkelanjutan. Sebaliknya, peradaban yang maju memberikan dukungan dan penghargaan yang setara kepada guru, memastikan bahwa setiap generasi memiliki pendidik yang mampu membimbing mereka melewati tantangan dan memanfaatkan peluang masa depan.

Sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, guru dan peradaban saling melengkapi, menciptakan fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan, pembelajaran, kemajuan bersama, pemikiran, dan sikap yang moderat.

Pergantian Siang dan Malam: Tanda Kebesaran Allah Ciptakan Alam Semesta

Oleh: Intan Anggreaeni Safitri

Pergantian siang dan malam adalah salah satu fenomena alam yang mengagumkan dan bisa dianggap sebagai bukti kebesaran Allah dalam Islam dan berbagai agama lainnya. Ini adalah contoh nyata dari harmoni dan desain alam semesta yang menunjukkan kekuasaan dan kebijaksanaan pencipta. Dalam banyak keyakinan agama dan pandangan dunia, konsep pergantian siang dan malam dianggap sebagai bagian dari rancangan alam semesta yang diciptakan oleh Tuhan atau Allah. Pergantian siang dan malam memiliki peran penting dalam kehidupan dan ekosistem di Bumi.

Dalam Islam, fenomena pergantian siang dan malam disebutkan dalam Al-Quran sebagai tanda-tanda Allah:

Surah Al-Baqarah (2:164): “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa barang yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah matinya dan Dia sebarkan padanya segala jenis hewan, dan pengaturan angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

Pergantian siang dan malam memainkan peran penting dalam menjaga kehidupan di Bumi, seperti menjaga suhu yang sesuai, memberikan waktu bagi tumbuhan untuk fotosintesis, dan memberikan kesempatan kepada makhluk hidup untuk beristirahat dan bekerja. Fenomena ini adalah salah satu dari banyak bukti alam semesta yang rumit dan seimbang yang menunjukkan rencana dan kebijaksanaan Allah dalam penciptaan-Nya.

Dengan memahami dan menghargai pergantian siang dan malam, kita dapat merenungkan kebesaran Allah dan mengingat bahwa semuanya tunduk pada-Nya. Hal ini juga dapat meningkatkan rasa syukur dan ketaatan kita kepada Sang Pencipta.

Beberapa alasan mengapa Allah atau Tuhan dapat menciptakan pergantian siang dan malam yaitu agar kita mengerti bahwa begitu besarnya kuasa Allah sehingga dapat menciptakan keindahan alam yang luar biasa ini. Bukan hanya itu diciptakannya malam dan siang juga merupakan penanda waktu baik untuk beraktivitas seperti biasanya maupun penanda waktu untuk beribadah kepada Allah. Adanya siang dan malam juga salah satu cara Allah untuk melindungi kita. Tidak pernah terbayangkan jika di dunia ini perputaran waktunya hanya siang saja kesehatan dan imun manusia jelas akan sangat lemah karena suhu udaranya yang tidak pernah stabil.

Pergantian siang dan malam adalah bagian alam semesta yang kompleks dan penting. Pandangan mengenai mengapa Allah atau Tuhan menciptakan pergantian siang dan malam dapat bervariasi antara agama dan kepercayaan. Dalam banyak kasus, pergantian ini dilihat sebagai bagian dari kebijaksanaan dan rencana ilahi Tuhan dalam menciptakan alam semesta dan kehidupan di Bumi.

Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Perjalanan Sejarah Menuju Kepresidenan RI

Oleh Shofi Nur Hidayah

Gus Dur, yang bernama lengkap Abdurrahman Wahid, adalah salah satu tokoh terkemuka dalam sejarah politik Indonesia. Ia dikenal sebagai seorang cendekiawan, ulama, dan politisi yang memegang jabatan Presiden Republik Indonesia pada tahun 1999 hingga 2001. Perjalanan hidupnya yang penuh warna dimulai sejak masa pendidikan hingga mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan Indonesia. Gus Dur merupakan seorang ulama, cendikiawan, dan Presiden RI ke-4 yang terkenal sebagai sosok yang humanis dan humoris. Banyak pula yang menyebutnya sebagai Bapak Pluralisme Indonesia karena kebijakan-kebijakan yang beliau buat semasa menjabat sebagai presiden banyak yang membela hak-hak kaum minoritas. Berikut adalah sejarah lengkap perjalanan Gus Dur:

Masa Pendidikan dan Pembentukan Karakter (1940-1960)

  1. Kelahiran dan Keluarga: Gus Dur lahir pada tanggal 7 September 1940 di Jombang, Jawa Timur. Ia berasal dari keluarga bangsawan dengan latar belakang intelektual dan agama yang kuat. Tepatnya Gus Dur lahir dari ayah bernama Abdul Wahid Hasyim dan ibu bernama Solichah. Sang ayah sendiri merupakan mantan Menteri Sekretaris Negara dan Mentri Agama. Garis keturunan Gus Dur juga sampai pada K.H Hasyim Asy’ari yang merupakan ulama pendiri Nahdlatul ulama. Selain itu, Gus Dur juga berada dalam satu garis keturunan dengan KH Bisyri Syansuri yang merupakan ulama pendiri Pondok Pesantren Denanyar, anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), anggota konstituante, dan Ketua Majelis Syuro partai Persatuan Pembangunan, serta Rais Aam NU.
  2. Pendidikan Awal: Ia menempuh pendidikan di pesantren, tempat ia mulai memahami Islam dan tradisi-tradisi keagamaan. Pesantren yang ia ikuti, seperti Tebuireng, memberinya dasar agama yang kuat.
  3. Studi di Mesir: Gus Dur melanjutkan studinya ke luar negeri, khususnya Mesir, untuk mendalami agama dan filsafat Islam. Ia belajar di Al-Azhar University, tempat ia terpapar kepada berbagai pemikiran Islam kontemporer.

Aktivisme Sosial dan Politik (1960-1999)

  1. Kegiatan Keagamaan: Setelah kembali dari Mesir, Gus Dur aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Beliau mulai berkecimpung di dunia politik sejak tahun 1980 dan pada tahun 1984 Gus Dur terpilih sebagai ketua PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Pada Muktamar NU yang diselenggarakan di Situbondo. Sejak saat itulah Gus Dur menjadi semakin aktiv di dunia politik.
  2. Aktivisme Politik: Gus Dur juga aktif dalam politik Indonesia. Ia menjadi anggota parlemen pada era Orde Baru dan seringkali bersuara kritis terhadap pemerintahan Soeharto.
  3. Kontribusi untuk Reformasi: Ketika gerakan reformasi melanda Indonesia pada akhir 1990-an, Gus Dur memainkan peran penting dalam memimpin perubahan politik. Ia adalah salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan kemudian terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia pada tahun 1999.

Masa Kepresidenan (1999-2001)

  1. Kepresidenan Gus Dur: Selama masa kepemimpinan Gus Dur sebagai Presiden, ia berjuang untuk mempertahankan prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia. Namun, ia menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah ekonomi dan konflik di beberapa daerah.
  2. Pemakzulan dan Pengunduran Diri: Gus Dur menghadapi tekanan politik dan akhirnya mengundurkan diri sebagai Presiden pada tahun 2001 setelah proses pemakzulan. Posisinya digantikan oleh Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri.

Masa Pasca-Kepresidenan dan Meninggal (2001-2009)

Meskipun tidak lagi menjadi Presiden, Gus Dur tetap aktif dalam kehidupan politik dan sosial Indonesia. Ia juga terus memperjuangkan dialog antaragama dan perdamaian. Gus Dur meninggal dunia pada tahun 2009, meninggalkan warisan perjuangan untuk demokrasi, pluralisme, dan hak asasi manusia di Indonesia.

Gus Dur adalah sosok yang penuh kontroversi namun juga menginspirasi banyak orang. Ia adalah contoh nyata bagaimana seorang ulama dapat memainkan peran penting dalam dunia politik dan sosial, serta memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan toleransi di Indonesia.

Kinderflix Tontonan khuhus anak-anak yang dimaknai lain

Oleh : Khanifah Auliana

Akhir-akhir ini sedang viral video YouTube yang kontennya fokus untuk membantu perkembangan anak-anak usia dini dalam memahami setiap kata dan kalimat. Konten YouTube anak-anak tersebut baru ada di Indonesia dan merupakan salah satu Chanel YouTube yang terinspirasi dari luar negeri. Nama Chanel youtubenya adalah kinderflix, mungkin sebagian masyarakat sudah tak asing karena berseliweran muncul di berbagai media sosial. Banyak tanggapan positif dari masyarakat karena dapat membantu para orangtua yang masih belajar dalam mendidik anak-anak. Apalagi konten khuhus anak-anak sangat terbatas jadi dengan adanya kinderflix membuka peluang untuk menciptakan konten yang bermanfaat sesuai usia.

Dalam video yang diunggah pada Chanel youtube Kinderflix menampilkan peran seorang perempuan berhijab yang mengucapkan beberapa kata dan kalimat yang akan mudah dipahami oleh balita atau anak-anak masa pertumbuhan. Selain itu video di perbagus dengan tampilan background menarik seperti warna-warna cerah dengan penambahan dekorasi lucu khas anak-anak. Unggahan video Kinderflix yang baru-baru muncul itu langsung menuai komentar positif karena banyak dari orangtua yang mengaku sebelumnya kesulitan mencari konten anak-anak namun hanya ada Chanel youtube orang luar negeri jadi sulit dipahami. Pembawaan narasi video Kinderflix yang ceria dan tampak bahagia  juga sangat mendukung karena harus sesuai jangkauan anak-anak.

Namun baru-baru ini hal tak terduga muncul dan mulai banyak komentar negatif soal konten Kinderflix. Banyak dari mereka yang justru menyalahgunakan konten tersebut untuk hal-hal lain bahkan mengerucut ke arah yang negatif. Kinderflix yang harusnya untuk para anak-anak usia dini dan balita justru banyak konten bertebaran respon orang dewasa soal konten tersebut. Malah sebagian orang dewasa membuat lelucon terkait perempuan pembawa narasi dalam kinderflix dengan konteks negatif yang harusnya tak patut untuk dibuat konten dalam media soaial. Secara tidak langsung dengan adanya hal-hal negatif tersebut merendahkan perempuan bahkan mencederai Chanel youtube yang tujuannya agar bisa membantu perkembangan anak-anak.

Perempuan sangat dihargai dan bahkan Rasulullah menjunjung tinggi peran perempuan, dalam sebuah hadis Abu Hurairoh berkata:

جاء رجل إلى رسول الله ﷺ فقال: يا رسول الله، من أحق الناس بحسن صحابتي؟ -يعني: صحبتي، قال: أمك قال: ثم من؟ قال: أمك، قال: ثم من؟ قال: أمك، قال: ثم من؟ قال: أبوك

“Ada seseorang datang menemui Nabi dan bertanya, “Wahai Rasulullah kepada siapakah aku selayaknya berbuat baik? Beliau menjawab, “Kepada Ibumu!” orang tadi bertanya kembali, “Lalu kepada siapa lagi? Rasulullah menjawab, “Ibumu”, kemudian ia mengulangi pertanyaan, dan Rasulullah tetap menjawab, “Kepada Ibumu!” ia bertanya kembali, “setelah itu kepada siapa lagi? Beliau menjawab, “kepada bapakmu!”. (HR Bukhari dan Muslim)

Menindaklanjuti kasus penyalahgunaan Chanel youtube Kinderflix, diharapkan masyarakat untuk lebih berfikir kritis. Seharusnya saling mendukung apalagi jika hal itu berkaitan dengan manfaat bagi banyak orang.

Jangan mudah terlena Makanan dan Minuman Enak Cek dulu Kehalalannya

Oleh : Khanifah Auliana

 

Makanan atau minuman yang kita konsumsi sehari-hari biasanya dipilih berdasarkan karena rasanya yang enak dan menjadi favorit. Umumnya masyarakat akan makan nasi untuk makanan pokok yang mengandung karbohidrat. Selain itu banyak pula makanan atau minuman instan yang lebih dipilih karena mudah dan praktis. Namun ada beberapa pro dan kontra yang terjadi saat bertebarannya minuman dan makanan instan. Bukan karena rasanya yang enak atau tidak, justru makanan atau minuman instan diragukan dalam hal kandungan atau komposisinya.

Indonesia sendiri merupakan negara mayoritas Islam terbesar sehingga dalam memilih makanan atau minuman untuk sehari-hari perlu diperhatikan agar sesuai syariat. Syarat makanan dan minuman yang layak untuk dipasarkan di Indonesia biasanya harus ada izin dari BPOM ( badan pengelola obat dan makanan) dan sertifikat halal sebagai bukti jika menggunakan bahan-bahan yang jelas asalnya. Kehalalan suatu produk makanan dan minuman sangatlah penting untuk melihat apakah aman untuk dikonsumsi sesuai aturan syariat Islam. Bahkan sekarang ini bukan hanya produk yang dikonsumsi saja yang harus masuk rekomendasi halal namun juga berupa produk-produk untuk kecantikan.

Kemudahan akses produk makanan minuman yang semakin luas bahkan bisa membeli lewat ke luar negeri perlu diperhatikan kembali. Mengingat produk dari luar negeri belum bisa dipastikan sertifikasi bahan yang digunakan halal atau tidak. Oleh karena itu bagi penggemar makanan junk food luar negeri wajib meneliti kembali produk yang kalian beli agar benar-benar tahu komposisinya halal. Karena mayoritas orang luar belum sepenuhnya menggunakan sertifikasi halal jadi harus hati-hati karena kehalalan masuk syariat Islam.

Hal ini juga disebutkan dalam Alquran surat Al A’raf berikut ini:

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

Artinya: “Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (Al A’raf: 157).

Mengapa halal sangat penting untuk diperhatikan dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi? Karena dalam Al-Qur’an sudah diterangkan bahwa Allah menetapkan adanya perintah dan larangan salah satunya terkait halal dan haram. Halal berkaitan dengan sesuatu yang baik untuk dilakukan sedangkan haram, hal-hal buruk yang perlu dihindari. Dengan adanya perintah pentingnya cek halal pada makanan minuman, mengingatkan untuk memilih yang mana harus dikonsumsi atau yang tidak boleh. Jika Allah sudah melarang atau mengharamkan artinya memang tidak baik contohnya haram meminum khamar atau minuman yang memabukkan karena dapat membuat seseorang lalai untuk beribadah di sisi lain pula berdampak buruk bagi kesehatan.

Mengulik Makna di Balik Fenomena Maraknya Emoji Semangka dan Palestina

Oleh: Intan Anggreaeni Safitri

Bagi pengguna media sosial pasti sudah tidak asing lagi dengan emoji buah semangka yang booming akhir akhir ini. Emoji buah ini digunakan untuk menunjukan kepedulian kita dengan Palestina. Pejabat, artis, tokoh publik, influencer, hingga masyarakat umum juga turut meramaikannya dengan mengunggah emoji ini pada akun media sosial pribadinya. Aksi pembelaan terhadap Palestina tersebut tentunya mengundang banyak atensi dan perhatian masyarakat. Ini semua bukan hanya persoalan agama melainkan tentang kemanusiaan.

Pemilihan emoji semangka sebagai bentuk pembelaan terhadap Palestina juga memiliki filosofi tersendiri. Semangka merupakan komoditas pertanian yang cukup besar di Palestina, bahkan simbol semangka ini sudah pernah digunakan sejak setelah perang enam hari pada 1967 silam tepatnya ketika Israel bertempur dengan negara tetangga termasuk mesir, surriah, dan Yordania. Pada saat itu Israel melarang pengibaran bendera Palestina guna menutupi nasionalisme dari Palestina dan Arab.

Oleh karena itu untuk mensiasati larangan tersebut rakyat Palestina mulai menggunakan semangka yang kemudian mereka potong menjadi segitiga sebagai simbol nasionalis mereka. Buahnya yang memiliki mengandung warna hijau, merah, putih, dan hitam juga sama dengan warna bendera mereka sehingga buah semangka menjadi pilihan mereka untuk tetap menegakkan nasionalitas dari bangsa mereka.

Namun pada tahun 1993 larangan tersebut dicabut sebagai bagian dari Perjanjian Oslo yang merupakan perjannian formal pertama yang dibuat guna menyelesaikan konflik antar kedua negara tersebut. kemudian pada tahun 2007 seorang seniman asal Palestina yakni Khaled Hourani memperkenalkan semangka sebagai kontribusi pada buku Atlas Subjektif Palestina. Tindakannya tersebut mematik para seniaman lain untuk menciptakan karya seni yang serupa dengan menggunakan simbol semangka sebagai sarana untuk mengekspresikan solidaritas terhadap Palestina.

Atas aksinya tersebut pada tahun 2022 memberikan penghargaan kepada proyek seni yang bertajuk Watermelon Book  yang berisikan karya karya dari para semiman, penulis, dan pemikir dari Palestina. Dan hingga kini di era memanasnya konflik antara Israel dan Palestina emoji ini kembali naik kepermukaan dan banyak digunakan sebagai simbol yang pro akan Palestina. Saking banyanya sekarang di instagram terdapat ratusan ribu postingan yang bertagar semangka dan free Palestine.

Belajar dalam Bersikap : Akhlak kepada Guru

Oleh : Khanifah Auliana

Sekolah atau tempat menuntut ilmu menjadi hal yang penting bagi anak-anak yang akan belajar tentang pengetahuan baru. Di sekolah pastinya anak-anak akan dibimbing oleh seorang yang berpengalaman di bidangnya yang biasa disebut guru. Seorang guru atau orang yang mengajari pengetahuan dari cara menulis, membaca hingga bisa belajar banyak hal. Tak heran peran guru dari dulu sampai saat ini sangatlah penting di dunia pendidikan. Guru menjadi harapan besar bangsa untuk memajukan generasinya agar menjadi generasi yang maju dengan ilmu pengetahuan yang mumpuni.

Peran guru yang begitu besar sangatlah tidak mudah dan ada rintangan dalam mengajari setiap muridnya. Oleh karena itu, dengan perlu kesabaran dan ketulusan hati agar anak-anak yang belajar bisa memahami pembelajaran dengan baik. Guru menjadi sosok penting yang takkan terlupakan karena jasa-jasanya. Namun, tampaknya zaman yang semakin maju membuat perubahan yang cukup signifikan di bidang pendidikan.

Jika dulu saat sekolah, guru sangat di hormati dan semua anak-anak akan patuh terutama saat jam pembelajaran tiba. Akan tetapi, mirisnya sekarang guru seolah serba salah dengan posisinya. Sebab generasi ini tampaknya begitu sangat berbeda hingga punya cara khuhus dalam mengajar. Dulu guru bebas memberi hukuman apa saja ke murid yang melakukan kesalahan bahkan sampai di pukul agar jera dan murid tersebut tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Bedanya sekarang ini guru tidak bisa lagi memberi hukuman sesuai keinginannya karena bisa memunculkan konflik baru. Para orangtua sekarang nampaknya lebih protektif dan mempermasalahkan hal-hal yang sebelumnya sudah pernah terjadi di dunia pendidikan. Jelas hal itu dikarenakan para orangtua tidak setuju adanya sistem hukuman padahal dengan sanksi atau hukuman bisa membentuk karakter seorang anak dalam bertanggung jawab. Memang era ini sudah memasuki dunia baru yang penuh perbedaan, jangankan hukuman berat sekedar memarahi saja seorang guru bisa langsung di laporkan ke hukum atas tindak kekerasan. Sungguh hal tersebut mengingatkan kembali akan pentingnya sosok guru dan memuliakannya sebagaimana di terangkan pula dalam sebuah hadis dianjurkan memuliakan seorang guru.

وقال النبي صلى الله عليه وسلم: من أكرم عالما فقد أكرمني، ومن أكرمني فقد أكرم الله، ومن أكرم الله فمأواه الجنة

Artinya: Barang siapa memuliakan orang alim (guru) maka ia memuliakan aku. Dan barang siapa memuliakan aku maka ia memuliakan Allah. Dan barang siapa memuliakan Allah maka tempat kembalinya adalah surga (Kitab Lubabul Hadits).

Dalam hadis tersebut jelas Allah SWT memerintahkan kita semua untuk memuliakan guru yang sama dengan memuliakan Allah. Dengan ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru akan bermanfaat jika mempelajarinya dan suatu saat akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir meskipun seorang guru itu meninggal dunia. Dari sini juga diajarkan bersikap dengan akhlak kepada guru dan selalu menghormati perannya. Pesan untuk orangtua juga untuk memahami posisi guru, jika ada kesalahan terkait anaknya maka bicarakan baik-baik. Jangan gegabah dalam mengambil keputusan, karena guru juga anak-anak kalian bisa membaca serta menulis. Orangtua dan guru harus saling membantu dan berkerjasama dengan baik agar bisa menciptakan lingkungan positif bagi anak-anak dalam proses belajar.

Manfaat Keberadaan Fitoplankton Dalam Konstruksi Kehidupan Wujud Nyata Pemeliharaan Allah SWT

Oleh Shofi Nur Hidayah

Allah SWT telah mengatur dan memelihara semua makhluk ciptaan-Nya yang ada di seluruh penjuru semesta. Semua makhluk, baik yang berukuran besar, sedang, kecil, hingga yang hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop pun ada dalam pengawasan dan Allah ciptakan dengan fungsi masing-masing. Salah satunya adalah Fitoplankton yang merupakan salah satu biota alami yang dikenal pula sebagai tumbuhan air dengan ukuran yang sangat kecil atau mirko. Fitoplankton hidup dengan cara melayang pada air dan berperan penting dalam ekosistem perairan, bahkan keberadaannya sama penting dengan peran tumbuhan hijau lainnya.

Fitoplankton sendiri bisa ditemukan di lingkungan perairan dan memegang fungsi yang sangat penting, sehingga keberadaannya juga harus dijaga dengan baik. Fitoplankton merupakan organisme yang mirip dengan tumbuhan pada umumnya, dia memiliki klorofil atau zat hijau daun sehingga mampu melakukan fotosintesis sendiri. Fitoplankton memiliki manfaat yang sama pentingnya seperti plankton pada umumnya. Manfaat tersebut diantaranya adalah Fitoplankton menjadi penyedia oksigen, komponen utama dalam rantai makanan di ekosistem perairan, menyerap karbondioksida dari atmosfer, hingga memasok bahan bahan kendaraan.

Adanya manfaat dan keberadaan fitoplankton adalah bukti bahwa Allah SWT telah mengatur jalannya kehidupan makhluk-makhluk di muka bumi sesuai dengan ketetapan-Nya. Hal ini telah dijelaskan dalam surah Al-Qamar ayat 49 yang artinya: “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan ukuran.” Semuanya telah diatur oleh Allah SWT sedemikian rupa, sehingga tiap-tiap makhluk yang ada di alam semesta tidak akan tercipta sia-sia dan memiliki peran atau manfaatnya sendiri.

Mengenai manfaat atau peran dari setiap makhluk hidup yang ada di alam semesta, semua itu telah diatur melalui firman Allah SWT dalam Surah Al-Imran ayat 191 yang artinya: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”

Mengetahui tentang peran semua makhluk hidup dan pemeliharaan Allah SWT atasnya, hendaknya membuat kita semua sadar dan bersyukur atas nikmat yang ada. Selain itu berusaha untuk menjalani hidup sesuai dengan kapasitas masing-masing, dan jangan merasa rendah diri atau pesimis atas kemampuan yang dimiliki. Karena lagi-lagi semuanya telah diatur oleh Allah SWT dengan baik, tinggal bagaimana kita memanfaatkan apa yang ada dalam diri kita untuk terus menjalani hidup sesuai dengan ridho-Nya.

Penerimaan Diri Bentuk dari Rasa Ikhlas kepada Allah

Oleh : Khanifah Auliana

 

Kehidupan di dunia ini hanya sementara, manusia hanya akan diberikan kesempatan 1x seumur hidup. Dari sebelum lahir ke dunia, Allah sudah mengatur semua takdir yang akan terjadi sampai ia meninggal nanti. Bahkan ada hadis yang menyebutkan manusia sebelum lahir akan ditanya 77 kali oleh malaikat untuk memastikan apakah benar-benar ingin lahir ke dunia. Oleh karena itu, jika sudah terlahir ke dunia berarti memang sudah di takdirkan oleh Allah dan harus bersyukur telah diberikan kesempatan untuk hidup di dunia.

Ketika kita sudah terlahir ke dunia yang luas ini, tidak serta merta mudah begitu saja ada banyak rintangan yang harus kita jalani. Di dunia ini juga kita hidup tak sendirian banyak sekali orang, mulai dari kalangan muda sampai tua. Tak menjamin pula hidup kit akan sampai umur berapa sehingga dengan kita menjalani penuh keyakinan kepada sang maha pencipta akan membantu menemukan jalan yang baik. Sebagai penghuni bumi, semua mahluk yang ada di dalamnya mesti harus mengikuti aturan yang ada secara alamiah. Kita semua bukan apa-apa, hanya manusia yang telah di ciptakan dari segumpal darah. Oleh karenanya, menjalani kehidupan di dunia ini penuh lika-liku dan juga hal-hal luar biasa yang tak pernah disangka.

Setiap manusia pasti memiliki momen disaat senang atau sedih ketika ia sudah menginjak umur yang cukup setelah beberapa tahun lahir ke dunia. Banyak sekali hal-hal yang akan di alami oleh setiap manusia dari kecil hingga dewasa. Sebagian ada yang menjalani kehidupan seperti biasa-biasa saja ada pula yang sangat bersemangat menjalani hari-harinya. Ada pula bagi mereka yang harus berusaha keras untuk tidak merasa menyesal lahir ke dunia ini. Memang setiap yang lahir sudah di takdirkan oleh Allah, namun beberapa dari kita semua ada yang lahir secara sempurna fisik dan sebagian lagi dilahirkan dalam keadaan berbeda. Dalam hal ini orang-orang banyak menilai hidupnya kurang bahagia atau bahkan sangat menyesal hidup karena begitu banyak masalah yang hadir. Padahal jika kita pikirkan kembali dan melihat kehidupan sekitar yang kurang dari kita, hal tersebut akan membuat kita semakin bersyukur.

Setiap manusia pasti di uji dengan masalahnya masing-masing, jangan melihat seberapa susahnya diri kita saja namun lihatlah orang-orang sekitar. Yang perlu kita terapkan untuk menjalani kehidupan yang penuh kejutan ini salah satunya dengan penerimaan diri. Bentuk penerimaan diri sangat penting, kita perlu menerima kondisi yang ada pada diri kita sendiri. Bagaimana bisa kita ingin diterima orang lain sedangkan diri kita saja belum menerima sepenuhnya kekurangan sendiri? Penerimaan Diri juga bisa mengajarkan kita secara tidak langsung bentuk ikhlas yang sesungguhnya. Menerima segala takdir yang telah Allah tentukan akan membantu menjalani hidup tenang dan damai. Rasa ikhlas yang sedikit demi sedikit diterapkan bisa menjadi salah satu cara memperbaiki diri kepada Allah.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa’i, Rasulullah Saw. bersabda,

“Sesungguhnya Allah tidak menerima amal perbuatan kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya”

Dalam hal ibadah pun atau segala aktivitas harus dilandasi dengan rasa ikhlas karena sangat penting dan menyangkut kepada keyakinan kita terhadap Allah SWT. Dengan hadis tersebut, bisa kita petik makna untuk penerimaan diri atas segala sesuatu yang telah Allah rencanakan. Mulailah menanamkan rasa ikhlas dari beribadah sampai hal kecil yang telah menjadi bagian hidup , dan selalu berharap ridho kepada-nya agar hidup dalam keberkahan dan hal-hal kebaikan.