Tuai Kontroversi V BTS Kenakan Durag Saat Live Weverse

Oleh Shofi Nur Hidayah

Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan siaran live Weverse V BTS, dimana snag idola mengenakan Durag. Pemilik nama asli Kim Taehyung itu melakukan siaran langsung di aplikasi komunikasi penggemar ke artis, Weverse untuk terhubung dengan para penggemarnya (Army). V BTS melakukan siaran tersebut setelah menghadiri pesta dari rapper dan penyanyi Amerika Lil Uzi Vert yang tampil di One Universe Festival 2023 di Seoul. Dalam siaran Weverse, V BTS mendiskusikan waktunya dan pengalamannya di after party bersama dengan Lil Uzi Vert. Tak lama setelahnya pria berusia 27 tahun itu menunjukkan pada penggemar sebuah Durag berwarna merah dan mengenakannya selama live berlangsung.

Durag sendiri diciptakan sebagai pelindung kepala bagi pria berkulit hitam untuk melindungi rambut bertekstur dari kerusakan serta menjaga gaya rambut dan pola ikal. Menurut terminologi Inggris kontemporer, Durag mulanya dikenakan oleh raja-raja Ethiopia khususnya Manelik II (1841-1921). Kemudian Durag berkembang dan dikenakan oleh para wanita dan pekerja Afrika-Amerika yang diperbudak pada abad ke-19. Lalu pada tahun 1930-an Durag digunakan untuk mempertahankan gaya rambut selama masa Harl Renaissance dan Great Depression.

Sejarah Durag sendiri juga dapat ditelusuri kembali sebagai penutup kepala bagi para budak berkulit hitam di Amerika yang dipandang sebagai “Tanda kemiskinan dan subordinasi.” Bagi kalangan orang kulit hitam Durag digunakan sebagai bentuk pemberdayaan dan reklamasi sebagai simbol kebanggaan. Banyak netizen yang berkomentar atas tindakan V BTS karena mengenakan Durag, netter mengungkapkan kekecewaannya atas pemakaian Durag sebagai aksesori untuk orang yang bukan berkulit hitam.

Padahal V memakai Durag tersebut sebagai bentuk menghormati dan menghargai pemberian seseorang, sebab Durag yang dia kenakan adalah pemberian fans untuknya. Dari peristiwa tersebut kita dapat mengambil pelajaran untuk tidak menjustifikasi seseorang. Kita perlu mengetahui alasan mengapa seseorang melakukan suatu tindakan, karena ada banyak niat yang tidak bisa tersampaikan dengan baik. Atau lebih parahnya banyak orang salah paham atas suatu tindakan karena tak mengerti maksud yang ada di baliknya.

HABIB ALEX DAN CARA CERDAS BERMEDIA SOSIAL

Oleh Intan Anggreaeni Safitri

Nama Habib Alex meroket setelah fotonya beredar di media sosial usai diunggah oleh netizen Indonesia. Bukan tanpa sebuah alasan banyaknya unggahan tersebut karena tersebarnya berita mengenai imbalan yang akan diperoleh ketika memposting foto Habib Alex tersebut. Dalam sebuah unggahan video yang diposting Habib Alex memberikan keterangan bahwa siapa saja yang memposting atau mengunggah foto beliau di akun media sosialnya maka akan mendapatkan keberkahan. Sehingga karena hal tersebutlah masyarakat beramai-ramai mengunggah foto beliau pada akun media sosial yang dimilikinya.

Dilain sisi Habib Alex diketahui tinggal di Desan Brani Kulon, Kecaman Maron, Probolinggo. Beliau telah dikaruniai lima orang putra salah satunya bernama Abu Bakar Syarif yang mana Habib Abu Bakar Syarif lah orang yang diutus sang ayah untuk menyebarkan fotonya melalui video yang beredar di kalangan netizen sehingga menjadi viral hingga saat ini.

Habib Alex memiliki nama lengkap Habib Muhammad Bin Muhammad Shodiq Bin Habib Husein Bin Hadi Al-Hamdi. Jika sesuai dengan namanya maka beliau adalah keturunan dari Habib Husein bin Hadi Al-Hamid, Hadramaut, Yaman Selatan yang merupakan putra dari Habib Hadi bin Salim Al-Hamid Habib.

Walaupun sudah mengegerkan dunia maya Habib Alex belum memberikan keterangan terkait hal ini. Habib Alex merupakan putra dari Habib Shodiq bin Husin Al-Hamid Brani yang merupakan seorang wali besar di daerah Probolinggo dan dari berita yang berbedar konon beliau adalah seorang wali majdzub sekaligus pengusaha dari daerah setempat.

Salah satu keturunan Syaikhona Kholil Bangkalan, Lora Muhammad Ismail Al-Kholilie angkat bicara mengenai kejadian ini, beliau sendiri tidak mengetahui siapa Habib Alex dan baru mendengar namanya ketika baru baru ini diperbincangkan oleh publik. Namun dengan adanya kejadian ini beliau tak mempermasalahkannya dan sebaiknya tetap berhuznudzon kepada Habib Alex.

Keberadaan media sosial sebagai buah kecanggihan tekhnologi informasi, membuat sesuatu yang sederhana, berubah menjadi sesuatu yang besar dan mempengaruhi banyak orang. Menyikapi hal ini, kita sebaiknya menyikapinya dengan logika, akal sehat serta berfikir jernih. Akal sehat merupakan anugerah terbesar Tuhan, yang membedakan manusia dengan berbagai makhluk lainnya. Jangan biarkan media sosial meruntuhkan akal sehat kita, sehingga menurunkan derajat kita sebagai makhluk yang paling mulia di muka bumi. Melalui akal sehat, kita dapat memahami, bahwa berbagai keberkahan dan kebaikan dalam hidup harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, bukan hanya terbatas pada upload photo semata.

Fatima Al Fihri : Muslimah Inspiratif Pertama Pendiri Sistem Universitas

Oleh : Khanifah Auliana

 

    Seorang ilmuan memiliki banyak pengaruh besar bukan hanya saat zaman dulu saja namun pengaruhnya hingga sampai saat ini. Salah satu ilmuan yang sangat berpengaruh dalam peradaban dunia hingga era sekarang ini adalah Fatima Al Firhi, ia juga ilmuan wanita muslim pertama yang mencetuskan berdirinya universitas. Di lansir dari Republika.com Fatima Al Firhi lahir di abad ke 9 sekitar 800 Masehi, ia juga seorang putri dari saudagar kaya raya Tunisia. Ia juga biasa dipanggil dengan nama Oum Al-banine. Dari kotanya yaitu Tunisia, Fatima menjadi pengusaha dan hidup dalam keluarga bangsawan. Kemudian ia berpindah ke maroko bersama keluarganya, setelah pindah Fatima yang memang terlahir dari keluarga kaya raya sejak kecil dirinya dan kakak perempuan mengenyam ilmu pendidikan dari mulai agak hingga sains hingga mereka hidup dan tumbuh dengan kecintaan ilmu.

    Di Maroko yang memang terkenal dengan kota pusat perdagangan mampu membuat Fatima melebarkan sayap ke dunia bisnis. Tak butuh waktu lama bisnis keluarganya itu langsung sukses, sebab tepatnya di kota Fes, Maroko memang cepat berkembang pesat. Namun di saat bisnisnya di masa kejayaan, Fatima harus menerima kenyataan bahwa ayah serta suaminya meninggal dunia. Fatima dan kakaknya lalu memiliki rencana untuk menyumbangkan harta waris dari ayah mereka untuk kesejahteraan rakyat. Dari situ Fatima membangun masjid yang di beri nama Al-Qarawiyyin, sementara kakaknya yang bernama Maryam membangun masjid di Spanyol dengan nama masjid Al-Andalus. Pembangunan masjid Al-Qarawiyyin tersebut membawa dampak yang cukup besar. Setelah Masjid Al-Qarawiyyin berhasil berdiri dan mulai digunakan, Fatima kemudian berencana untuk membuat sistem pendidikan. Satu persatu terbangun ruang kelas yang digunakan untuk pembelajaran formal setingkat universitas sekarang ini. Bahkan sudah ada ribuan orang yang menjadi siswa, tak hanya itu perkembangan ilmu pengetahuan semakin pesat di kota Fes Maroko. Hingga akhirnya Masjid Al-Qarawiyyin menjadi pusat pesohor keilmuan dunia karena banyak terlahir ilmuan muslim hebat dan terkemuka.

    Dari berdirinya masjid Al-Qarawiyyin tersebut menjadikan Fatima Al Firhi sebagai pencetusnya yang dinobatkan ilmuan wanita muslim pertama yang mendirikan universitas. Sistem pendidikan yang ada di masjid Al-Qarawiyyin hingga saat ini jadi pedoman universitas yang saat ini ada. Bahkan penggunaan toga dan jubah wisuda juga terinspirasi dari Fatima Al Firhi yang saya ini masih jadi pakaian khas mahasiswa lulus kuliah. Untuk itu betapa besar dampak Fatima Al Firhi yang memiliki pengaruh besar dalam dunia pendidikan. Ia sosok wanita yang gigih memperjuangkan pendidikan yang setara antara laki-laki dan perempuan. Kini ia telah mendirikan sebuah karya yang tak lekang dari waktu dari masa ke masa keoada perubahan dunia.

KHUTBAH JUMAT : PERSATUAN PILAR KESEJAHTERAAN BANGSA

Oleh : khanifah Auliana

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa pula untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Hadirin yang berbahagia, negara yang kita tempati, negara tempat kita lahir ini, negara yang merupakan rumah bagi kita semua Indonesia raya. Semua kita bersaudara, diciptakan beragam dari mulai bahasa, lagu daerah, agama, ras, suku bahkan keanekaragaman lain. Indonesia begitu kaya dengan Alam yang melimpah ruah selayaknya surga dunia. Allah begitu memberikan nikmat luarbiasa pada kita semua warga Indonesia, sepatunya selalu bersyukur dan menjaga. Karena banyaknya keberagaman, seharusnya kita semua harus saling merangkul satu sama lain. Jika hal tersebut tidak dijaga maka terpecah belah hanyabada permusuhan. Dalan surat al-imran ayat 103, Allah menerangkan untuk saling menjaga tali silahturahmi dalam artian kesatuan persatuan.

bahwa persatuan merupakan pondasi utama bagi sebuah Negara untuk menjalankan kehidupan bernegara. Tidak mungkin sebuah Negara dapat sejahtera, hidup rukun dan damai, tanpa adanya persatuan. Sebaliknya, jika persatuan terus dipupuk, dijaga dan dilestarikan, dengan sendirinya, berbagai kreatifitas anak bangsa dapat bermunculan. Pada akhirnya, kesejahteraan akan dirasakan oleh Bangsa tersebut.

Perbedaan merupakan sunatullah yang tidak dapat dibantah dan dihindari siapapun. Justru, disitulah terletak kemaha besaran Allah. (Bisa ditambahkan dalil :”Jika Allah menghendaki kalian satu kaum, Allah bisa, tapi Allah tidak menghendakinya. Search saja di internet). Maka, untuk menyikapinya, mau tidak mau kita harus menghormati, bahkan merayakan perbedaan tersebut dengan suka cita. Disanalah awal mula berseminya persatuan, dan pada akhirnya dapat mengarah pada kesejahteraan Bangsa.

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 103)

Dari ayat diatas mempunyai makna bahwasanya, pentingnya kita semua hidup damai dalam perbedaan maupun keberagaman yang ada. Sebab jika tidak adanya perdamaian di suatu negar  maka terjadilah suatu musibah besar, semua orang akan bermusuhan dan lama-kelamaan akan hancur negara tersebut. Allah juga tidak suka apabila ada yang sengaja memutuskan tali persaudaraan, dalam keterangannya suatu saat ketika di akhirat nanti orang-orang yang menjaga persaudaraan dengan baik akan menjadi penentu masuk surga. Oleh karena mari kita semua saling menjaga persaudaraan kita, tolong menolong dan toleransi.

BIJAK MENYELEKSI INFORMASI

Oleh Shofi Nur Hidayah

Di zaman globalisasi seperti sekarang ini persebaran informasi sangat masif terjadi terutama pada media sosial. Setiap harinya kita melakukan banyak hal dan menerima banyak informasi berkat adanya kemudahan akses media sosial. Sangking banyaknya informasi yang kita terima, tak jarang terkadang kita merasakan perasaan bingung dan jenuh ditengah kesibukan yang ada. Fenomena ini dikenal dengan information overload atau banjir informasi. Menerima banyak informasi diwaktu yang sama bukanlah hal yang baik, karena otak manusia memiliki batasan dan waktu tertentu untuk memproses suatu informasi yang didapatkan.

Dilansir dari laman Grid.id gagasan seperti yang disebutkan diatas juga didukung oleh studi yang dikembangkan banyak psikolog dunia. Seperti, George Miller yang menyatakan semua manusia hanya dapat memproses tujuh jenis informasi pada saat yang sama. Selain itu Psikolog Donald Broadbent juga menyatakan bahwa persepsi manusia sebagai satu model filter, dimana manusia membutuhkan waktu untuk menaruh fokus pada beberapa hal saja.

Terlalu banyaknya informasi yang didapatkan juga mempermudah manusia dalam menganggap suatu fakta tanpa pernah diketahui sebelumnya. Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan adanya unggahan video di platform Twitter, dimana dalam video tersebut memperlihatkan sebuah helikopter terbang sembari menjatuhkan sesuatu yang tampak seperti asap hitam. Dalam narasinya sang pengunggah video menyebutkan bahwa momen tersebut merupakan pelepasan nyamuk hasil rekayasa genetika yang diklaim milik pendiri Microsoft, yakni Bill Gates.

Namun rupanya narasi tersebut tidak benar atau hoaks. Dilansir dari laman Kompas.tv yang menyatakan bahwa Jose Corona, seorang pilot Alamo Helicopter di Texas mengklarifikasi kejadian tersebut merupakan pengungkapan gender dengan menggunakan suar yang digantung pada bagian bawah badan Helicopter. Dari kasus tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa tanpa adanya pengelolaan informasi yang baik, manusia akan mudah mempercayai segala sesuatu yang mereka terima tanpa mempertanyakan realitas sebenarnya terlebih dahulu. Fenomena kebanjiran informasi bisa mengaburkan batas antara sesuatu yang penting dan sebuah gangguan.

Saat ini manusia dituntut melakukan segala sesuatu dengan cepat terutama dalam hal pekerjaan, namun kita juga perlu cermat dalam menerima informasi. Oleh karena itu kita melakukan beberapa cara untuk menghindari adanya banjir informasi, seperti membuat batasan dalam mengkonsumsi informasi, melakukan skimming atau fokus mencari informasi relevan yang di butuhkan, dan terakhir adalah menentukan sumber informasi yang terpercaya. Menghindari adanya banjir informasi merupakan upaya agar tidak mudah termakan berita bohong atau hoaks. Hal tersebut juga merupakan memastikan kemaslahatan umat, dimana mencegah adanya persebaran berita hoaks yang jelas bisa memberikan banyak dampak buruk di masyarakat. Sebab tak sedikit pula konflik timbul akibat dari tidak selektif dalam memilih informasi.

KHUTBAH JUMAT : MENJAGA LISAN DALAM DALAM BERMEDIA SOSIAL

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Di bulan berkah ini menjadi salah satu bulan istimewa karena kelahiran nabi Muhammad Saw atau biasa dinamakan maulid nabi. Bulan yang penuh kebahagiaan sebab pada saat itu terjadi kelahiran manusia yang sangat istimewa yaitu nabi Muhammad Saw. Dengan adanya pengingat kelahiran nabi Muhammad, kita semua di ingatan kembali untuk senantiasa meneladani sikap yang Rasulullah ajarkan. Bagaimana cara kita untuk mencontoh sikap-sikap yang Rasulullah ajarkan ? Di mulai dengan sikap yang paling mudah adalah menjaga lisan.

Sikap menjaga lisan menjadi hal yang perlu kita semua lestarikan, sebab dengan hal itu akan berpengaruh kedepannya. Untuk itu, di era media sosial ini sangat penting dalam bersikap meskipun hanya melalui gadget namun tulisan atau informasi juga jadi hal yang di perhatikan. Hidup antar sesama manusia di butuhkan kerjasama untuk saling merangkul satu sama lain. terciptanya kerjasama dari interaksi atau komunikasi satu sama lain. Apabila interaksi yang terjadi salah maka bisa menjadi boomerang, sebabnya bisa dari sikap lisan kita sendiri. Dalam sebuah hadis menuturkan terkait menjaga lisan :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari, no. 1903).

Makna hadis tersebut menerangkan bahwa perkataan atau sikap lisan sangatlah berpengaruh bahkan bisa berdampak kepada hal-hal lain terutama dusta atau berbohong yang berakibat akan menjadi dosa. Bahkan pahala berpuasa pun akan berkurang ketika kita berbohong. Oleh karena itu, hati-hati saat hendak mengucapkan sesuatu atau menyebarkan informasi apapun baik secara langsung maupun di  media sosial. Karena kesalahan  distribusi informasi dapat berakibat fatal dan menumbuhkan hoaks. Parahnya dari adanya kesalahan distribusi informasi atau penyebaran informasi yang tidak benar dapat mengakibatkan konflik diantara masyarakat. Solusi dalam menanggulangi hal tersebut mengarah pada menjaga lisan, menjaga sikap untuk tidak berkata atau berucap sembarangan. Ucapan lisan atau tulisan harus yang baik-baik atau positif karena ucapan merupakan doa sehingga jagalah lisan dan perkataan.

Menjaga lisan dalam bermedsos, bisa dimulai dari menyaring informasi yang diterima di medsos. Tidak jarang diantara kita yang termakan hoaks dan hasutan di medsos. Setelah terpapar hoaks, kita memiliki rasa kebencian terhadap seseorang atau kelompok tertentu. Pada tahap ini, kita seringkali tidak mampu menjaga lisan kita sendiri. Jangan sampai jihad dan perjuangan yang kita Yakini, pada hakekatnya justru berseberangan dengan tujuan utama agama itu sendiri, yakni menebarkan keselamatan, kedamaian, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan…

 

KHUTBAH JUMAT-HIDUP MENCINTAI KERUKUNAN MENGHINDARI KEKERASAN

penulis : tim Hijratunaa

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Allah SWT begitu luas baiknya anugerah kepada semua makhluk dengan penuh kelembutan, dengan penuh kasih sayang yang tak ada batasnya.

Berkaitan dengan hal ini, Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentu mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.” (QS. Ali Imran [3]: 159).

Oleh karena itu, manusia diajarkan untuk selalu memberikan kebaikan-kebaikan kepada sesamanya. Kebaikan bisa berupa dengan tolong menolong dan menjalin silahturahmi agar selalu rukun. Kadang kala yang namanya manusia tak luput dari salah, entah itu di sengaja atau tidak namun perbuatan itu bisa menimbulkan salah paham antar kita. Sehingga hal itu bisa menjadi boomerang bahkan perpecahan atau kekacauan.

Untuk mencegah masalah-masalah yang berakibat kepada perpecahan, kita sebagai manusia hendaknya bersikap lemah lembut dalam artian tindakan menyelesaikan tidak dengan kekerasan. Banyak dari kita semua kadang lupa jika marah atau tak sengaja di singgung langsung bertindak keras atau kasar. Justru tindakan tersebut salah karena dengan pikiran yang yang penuh emosi atau dendam dan bahkan langsung bertindak kekerasan akan sangat berbahaya.

Dalam surat An-nisa ayat 148 juga dijelaskan bahwa ketika kita mengucapkan sesuatu harus di perhatikan agar terhindar dari hal-hal buruk, karena ucapan adalah doa.

لَا يُحِبُّ اللّٰهُ الۡجَــهۡرَ بِالسُّوۡٓءِ مِنَ الۡقَوۡلِ اِلَّا مَنۡ ظُلِمَ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ سَمِيۡعًا عَلِيۡماً

“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ( An-nisa ayat 148 )

Penjelasan dalam ayat itu menyebutkan apabila kekerasan tidak hanya pada kekerasan fisik tapi bisa juga menyangkut kekerasan verbal atau dari perkataan. Sehingga segala bentuk kekerasan sangat dilarang sebab akan merugikan satu sama lain. Pentingnya kita semua menjaga ucapan dan tindakan agar tidak berdampak pada kekerasan fisik atau verbal. Apalagi era digital ini yang memungkinkan interaksi pada media sosial, perhatikan tulisan atau pesan yang terupload di media. Selain itu media bisa berdampak buruk jika kita tidak memanfaatkan dengan hal-hal yang baik.

Dari sisi moderasi beragama yang memiliki nilai anti kekerasan, sangat membantu dalam mencegah timbulnya akibat dari kekerasan. Moderasi agama menjunjung tinggi terciptanya perdamaian di segala perbedaan agar tidak terjadi perpecahan antar umat, suku bahkan ras. Menjaga kerukunan satu sama lain dan bertindak sesuai aturan yang akan bisa jadi solusi pentingnya menjaga diri dari kekerasan. Apabila ada kata-kata menyinggung atau menyudutkan usahakan pikiran kita dalam keadaan dingin, selesaikan masalahnya baik-baik. Upaya lain yang bisa dilakukan contohnya dengan diam jika berbicara akan menimbulkan kegaduhan.

Mencintai kerukunan sekaligus menghindari kekerasan pada dasarnya tidak hanya ditunjukkan pada orang lain, tapi dampaknya dirasakan bagi diri sendiri. Orang yang selalu hidup rukun, berbaik sangka, tidak pernah menyimpan dendam, prasangka dan kebencian, hidupnya akan selalu damai. Sehingga, hari-hari yang dilalui selalu diwarnai dengan kebahagiaan

KHUTBAH JUMAT – MENGHEMAT AIR UNTUK KEHIDUPAN DAN KEMANUSIAAN

KHUTBAH JUMAT

penulis : tim Hijratunaa

MENGHEMAT AIR UNTUK KEHIDUPAN DAN KEMANUSIAAN

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Salah satu nikmat dari Allah SWT yang tak ada batasnya yaitu Air, sumber kehidupan bagi seluruh makhluk di muka bumi ini. Air menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan karena setiap harinya air digunakan untuk semua hal. Bukan hanya manusia saja yang butuh air namun semua makhluk seperti hewan bahkan tumbuhan sangat butuh air untuk tetap hidup. Namun nikmat yang diberikan Allah SWT dalam bentuk Air tersebut kadang kala di sia-siakan oleh manusia. Banyak yang berfikir jumlah air yang sangat tidak terbatas membuat kita lalai dan menggunakan air berlebihan. Dalam sebuah hadis Rasulullah senantiasa mengingatkan agar kita semua bisa menghemat air.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ، وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ، إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu dengan satu mud (air) dan mandi dengan satu sha’ sampai lima mud (air)” (HR. Bukhari no. 198 dan Muslim no. 325).

Riwayat hadis tersebut mengingatkan bahwa Rasulullah jika hendak berwudhu saja sangat mempertimbangkan jumlah air yang akan digunakan jadi bisa menghemat air. Rasulullah mengajarkan penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari harus menghemat. Meskipun pandangan kita jumlah air di dunia ini sangatlah banyak tapi tidak boleh berlebihan menggunakannya karena hal tersebut sangat dilarang oleh Allah SWT. Selain itu jika seluruh manusia di dunia berlebihan menggunakan air atau boros air memungkinkan di masa depan nanti bumi bisa kekeringan karena jumlah air semakin sedikit. Pengaruh air yang semakin berkurang pastinya akan berpengaruh pula pada kelangsungan makhluk hidup di bumi. Musibah Kekeringan bisa terjadi dimana-mana menimbulkan masalah besar lainnya seperti dehidrasi masal, kelaparan hingga aktivitas keseharian terhenti total.

Persoalan tentang air juga di terangkan dalam Al-Qur’an surat Al-anbiya ayat 30.

اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ

Artinya : “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?”

Penggalan ayat tersebut memiliki 3 makna penafsiran yaitu yang pertama Allah menjanjikan keberlangsungan hidup seluruh manusia dari air. Kedua Allah menjamin hidup seluruh makhluknya. Ketiga Allah menjadikan Air sebagai sumber kehidupan.

Menghemat air menunjukkan keperdulian kita terhadap kehidupan dan kemanusiaan. Air merupakan sumber kehidupan. Melalui air, pertanian bisa produktif menghasilkan bahan makanan. Berbagai kebutuhan manusia, dari mulai minum, mandi, cuci baju dst selalu berkaitan dengan air. Kita memang membutuhkan air, tapi tidak boleh berlebihan dalam menggunakannya. Itulah sikap hidup yang berimbang (moderat)

Menjalani kehidupan serta sikap keagamaan yang moderat dapat menghasilkan berbagai kemaslahatan di dunia ini. Salah satunya bisa ditunjukkan dengan menghemat penggunaan air. Menghemat air, berarti juga perwujudan dari sikap cinta lingkungan, sekaligus cinta  tanah airSejatinya cinta tanah air merupakan perasaan yang timbul dari lubuk hati warga negara untuk menjaga, melindungi, membela dan mengabdi pada tempat yang mereka huni. Salah satu wujud kecil dari cinta tanah air adalah dengan menjaga lingkungan agar tetap asri dan layak sebagai tempat tinggal.

Tebarkan Kedamaian Majelis Ulama Indonesia Redam Berita Hoax Oklin Fia Jadi Duta MUI

Beberapa waktu lalu netizen Indonesia digemparkan dengan isu pengangkatan Oklin Fia sebagai Duta MUI. Sebelumnya nama Okin Fia mencuat setelah video yang dibuatnya viral lantaran dugaan adanya pelecehan agama. Kontroversi yang dibuatnya semakin memanas setelah PB SEMMI dan Umi Pipik melaporkannya kepihak berwajib.  Namun pada Selasa, 5 September 2023 lalu Oklin meminta maaf secara langsung kepada MUI terkait tindakannya. Budiansyah selaku kuasa hukum Oklin Fia justru mengklaim bahwa yang bersangkutan akan ditunjuk sebagai Duta MUI. Dalam keterangannya MUI menilai Oklin sebagai selebgram yang bisa menginspirasi para pemuda untuk berubah jadi lebih baik. Continue reading “Tebarkan Kedamaian Majelis Ulama Indonesia Redam Berita Hoax Oklin Fia Jadi Duta MUI”

Khutbah Jum’at LGBT ; Antara toleransi dan hukum syar’i

KHUTBAH JUMAT TENTANG LBGT

LGBT; ANTARA TOLERANSI DAN HUKUM SYAR’I

 

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Kadangkala kita tidak bisa menduga-duga apa yang akan terjadi kedepannya termasuk amal perbuatan. Untuk itu sebagai manusia hendaknya menggunakan akal pikiran supaya terhindar dari hal-hal maksiat atau perbuatan tidak baik.

Para hadirin yang dirahmati Allah, zaman yang semakin maju ini membuat kita lebih luas mengetahui sesuatu yang ada di dunia ini hanya menggunakan handphone saja. Semua hal sudah tertera di dalam handphone, mulai dari berita bahkan informasi yang sama sekali kita tidak menyangka sebelumnya. Salah satu berita yang akhir-akhir ini viral atau ibaratnya hangat dibicarakan masyarakat yaitu fenomena LBGT( Lesbian,biseksual,gay dan transgender). Fenomena tersebut kecenderungan pada orientasi seksual menyimpang. Singkatan dari LBGT sendiri adalah lesbian ( perempuan penyuka perempuan), biseksual ( penyuka dua gender sekaligus ), gay ( laki-laki penyuka laki-laki ) sedangkan transgender ( orang-orang yang merasa identitas gendernya tidak sesuai dengan identitas saat lahir). Dikatakan menyimpang sebab LBGT berorientasi homoseksual atau berpasangan sesama jenis. Oleh karena itu LBGT juga banyak tuai kritikan dari masyarakat karena bertentangan dengan agama Islam. Padahal dalam Islam sudah tertera bahwa manusia itu berpasang-pasangan yaitu laki-laki dan perempuan.

Dan firman Allah Ta’ala,

 

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ ۖ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

 

Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu”.

 

Dari LBGT kita diingatkan pada kaum nabi Luth yang dulu melanggar agama Islam dengan menikahi sesama jenis atau gay. Perilaku itu diharamkan dan ditentang oleh Allah karena termasuk perbuatan keji.

 

أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ

 

“Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”. [Asy-Syu’ara’:165-166]

Kita memang harus menghargai perbedaan untuk mendapatkan kedamaian dalam hidup di lingkungan. Akan tetapi, perbedaan yang seperti ini tidak bisa ditolerir. Sebab perbedaan yang ada dalam kasus-kasus LGBT merupakan perbedaan yang harus diperangi dan dilawan tanpa membawa embel-embel Hak Asasi Manusia. Tindakan yang menyimpang tersebut tidak bisa dibenarkan dari segi manapun. Akan tetapi, sebagai seorang muslim yang diberkahi Allah dengan akal kita perlu menyeimbangkan antara batin dan akal dalam memberikan nasihat-nasihat.

Dalam taraf moderasi beragama dimana nilai toleransi dijunjung tinggi, terdapat pengecualian dalam hal tersebut. Tidak ada pembenaran dalam kasus-kasus LGBT, karena penyimpangan tersebut sudah jelas salah dan diharamkan oleh agama khususnya Islam. Oleh karena itu kita perlu menjaga perilaku dan pergaulan serta senantiasa mengingat ajaran-ajaran Islam. Bilamana dalam lingkungan ada seseorang yang termasuk dalam kategori LBGT hendaknya kita menasehati dengan santun. Point’ utamanya adalah yang perlu dijauhi adalah perilakunya bukan orangnya. Sebisa mungkin kita membimbing orang tersebut agar kembali ke  jalan yang benar.

Jika kita menolak LGBT, kemudian memusuhi orangnya, maka bisa jadi mereka akan semakin solid untuk melakukan perlawanan. Sebaliknya, kalau kita anggap LGBT itu penyakit yang harus diobati, maka penderita penyakit itu harus dirangkul, diberikan pemahaman, dibantu agar menjadi sembuh. Jika kita melakukan hal seperti itu, maka kehidupan sosial akan menjadi lebih damai dan sejuk