KHUTBAH JUMAT :  Khusnudzon dalam Kekeringan

Oleh : Khanifah Auliana

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Allah SWT begitu luas baiknya anugerah kepada semua makhluk dengan penuh kelembutan, dengan penuh kasih sayang yang tak ada batasnya. Hadirin yang berbahagia, Bulan ini kita dihadapkan pada iklim kemarau atau cuaca panas yang cukup panjang.

Bersyukurlah kita semua hidup di iklim yang sedang tidak panas atau dingin karena hanya ada 2 musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Masuknya musim kemarau pasti banyak hak yang perlu kita persiapkan sebelumnya dan kemungkinan yang akan terjadi. Dampak musim kemarau atau panas membawa sebuah kelebihan dan kekurangan, misal dengan adanya kemarau orang-orang yang sedang panen atau wirausaha kerupuk dengan adanya musim ini kan sangat menguntungkan karena mudah dikeringkan. Lalu sebaliknya musim kemarau ada kesulitannya pula, berkurangnya mata air atau kekeringan yang melanda di daerah-daerah. Bahkan sampai sekarang ada wilayah yang benar-benar kering karena belum turun hujan, oleh karena itu sebenarnya kita tetap harus mensyukuri apapun yang telah Allah SWT tetapkan. Jangan risau, jangan khawatir kekeringan, Insya Allah ketika kita yakin dan berfikir positif akan ada hikmahnya seraya berdoa Allah akan turunkan air dari langit.

Dalam surat Ar-rad ayat 17 diterangkan :

اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَسَالَتْ اَوْدِيَةٌ ۢ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَّابِيًا ۗوَمِمَّا يُوْقِدُوْنَ عَلَيْهِ فِى النَّارِ ابْتِغَاۤءَ حِلْيَةٍ اَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهٗ ۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ەۗ فَاَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاۤءً ۚوَاَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى الْاَرْضِۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ ۗ

” Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu”.

Dalam ayat tersebut, Allah sudah menuliskan bahwa ia telah merencanakan semua yang ada di muka bumi bahkan sampai air mengalir sekali pun Allah sudah atur. Memaksimalkan apa yang telah Allah kasih dengan memanfaatkan alam-alam sekitar. Jagalah lingkungan dengan penghijauan, menghindari adanya penebangan masal serta mengurangi penggunaan air yang berlebihan. Untuk itu, dengan musim kemarau yang berdampak kekeringan ini jangan dibuat kesal sebab semuanya sudah diatur oleh sang pencipta kita hanya perlu mengikutinya. Lalu bagaimana jika air tak kunjung datang ? Sholatlah istisqo’ bersama-sama memohon dan berdoa kepada Allah, maka dengan kita yakin dengan doa tersebut tak ada yang tak mungkin.

KHUTBAH JUMAT : Meningkatkan ketakwaan dengan mengingat Allah

Oleh : Khanifah Auliana

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Allah SWT begitu luas baiknya anugerah kepada semua makhluk dengan penuh kelembutan, dengan penuh kasih sayang yang tak ada batasnya. Hadirin semuanya, kepercayaan atau agama yang kita ambil pasti punya aturan-aturanny sendiri.

Dalam agama Islam kita diperintahkan untuk percaya kepada maha pencipta yaitu Allah SWT yang telah menciptakan alam semesta ini dengan indahnya. Dengan itu kita  harus percaya dan yakin apapun itu kepada Allah SWT. Berharap dan meminta segela kemudahan atas musibah atau ujian Yang sedang dijalani atau kebimbangan yang ada di kehidupan kita. Percayakan semua pada Allah, kita ikuti alurnya insyaallah jalan yang kita lalui akan selalu Allah ridhoi.

Sebab di dunia ini ibaratnya kita numpang sebentar ketika nanti di akhirat akan ada masa nyatanya kita benar-benar abadi. Oleh karena itu jadikan kehidupan di dunia ini menjadi peluang agar selalu berbuat kebaikan, menjalankan perintah Allah dan menjauhi maksiat-maksiat yang sangat mudah ditemui. Tingkatkan iman untuk selalu mengingat kepada Allah, jangan goyah atas godaan-godaan yang ada. Tetap memegang teguh prinsip kita dalam beribadah kepada Allah SWT. Dalam Quran surat Al-Hadid ayat 20 diterangkan :

اِعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَا لَعِبٌ وَّلَهۡوٌ وَّزِيۡنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٌ فِى الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَوۡلَادِ‌ؕ كَمَثَلِ غَيۡثٍ اَعۡجَبَ الۡكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيۡجُ فَتَرٰٮهُ مُصۡفَرًّا ثُمَّ يَكُوۡنُ حُطٰمًا‌ؕ وَفِى الۡاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيۡدٌ ۙ وَّمَغۡفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضۡوَانٌ‌ؕ وَمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الۡغُرُوۡرِ

Artinya : Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.

Dalam ayat tersebut, dipahami bahwa kehidupan ini memang sementara, kita semua akan ad masanya untuk dipanggil oleh Allah atau ibaratnya meninggalkan dunia ini. Lalu apa yang harus kita lakukan sebelum giliran tersebut? Banyak-banyak beribadah, bersyukur, meningkatkan ketakwaan dengan melaksanakan kebaikan-kebaikan. Masih banyak hal yang perlu kita perbaiki sekarang sebelum terlambat. Karena kematian tak pandang bulu, entah itu bayi, muda atau tua semua akan bergiliran tinggal bagaimana amal kita nanti yang akan dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, mari kita sama-sama introspeksi diri, yang tadinya malas sholat sekarang perbaiki sholatnya agar tidak bolong-bolong. Yang tadinya malas untuk ke masjid usahakan meluangkan waktu ke masjid, hal-hal kecil itu kalau dirubah pelan-pelan akan jadi kebiasaan yang baik pula.

KHUTBAH JUMAT :  Larangan berharap selain kepada Allah

Oleh : Khanifah Auliana

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Allah SWT begitu luas baiknya anugerah kepada semua makhluk dengan penuh kelembutan, dengan penuh kasih sayang yang tak ada batasnya. Hadirin yang berbahagia, Sekarang ini kita semua hidup di zaman yang serba ada, seba bisa karena kecanggihan teknologi. Bayangkan kita semua dipermudah, mau makan tinggal klik, mau pulang nggak ada kendaraan tinggal klik hanya menggunakan benda pipih yang sering disebut gadget.

Tapi seiring adanya kemudahan tersebut justru seolah kita semua dijebak, ibaratnya ada 2 dunia yang kita tinggali bukan cuma dunia nyata saja namun dunia Maya atau media sosial. Semua orang bisa berinteraksi melalui media meskipun jaraknya jauh bahkan sampai luar negeri masih bisa berkomunikasi. Tapi balik lagi diantara dampak baik tersebut pasti ada beberapa dampak buruk lainnya. Mudahnya seseorang mengakses informasi itu justru jadi satu pintu menuju hal lain salah satunya melihat berbagai latar belakang orang lain hanya dengan lewat postingan mereka di media sosial. Kita semua berlomba-lomba memposting diri dengan versi terbaik, dengan prestasi bahkan kekayaan agar dipandang luar biasa. Karena hal itu, justru memberikan dampak buruk bisa terjadi, ketika orang lain memposting tentang harta pasti ada yang iri meskipun tujuannya bukan pamer.

Postingan-postingan tentang rumah, pekerjaan atau lainnya memang sah-sah saja namun balik lagi apakah hal itu akan berpengaruh ? Jelas saja setiap hari orang-orang akan melihat betapa enaknya mereka yang selalu memposting kehidupan mewahnya. Dibalik itu semua pasti ada sebagian orang yang merasa insecure dan ingin di posisi tersebut. Jika terus dibiarkan dengan segala cara orang-orang akan berusaha juga meninggikan standar hidup mereka bahkan caranya tak sesuai syariat. Memperkaya kehidupan atau hidup mewah dengan cara pesugihan merupakan cara yang sering digunakan karena enggan merasakan susahnya berusaha sehingga mereka yang melakukan pesugihan biasanya ingi cepat atau instan. Padahal pesugihan sangat dilarang dan diharamkan dalam Islam.

Berkaitan dengan hal ini, Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an :

surat an-Nahl ayat 98-99.

 فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (98) إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (99)

Artinya: Apabila kamu membaca Al–Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya (setan) atas orang-orang yang beriman dan dan berserah diri kepada-Nya.

Dalam makna ayat tersebut menjelaskan, jika hanya kepada Allah kita berharap dan berdoa, sehingga pesugihan dilarang karena menyekutukan Allah dan musyrik. Azabnya juga tidak main-main sebab di neraka nanti sungguh luar biasa bagaimana dosa yang ditanggung. Untuk memperkuat iman, perlunya menanamkan pikiran yang positif serta mendekatkan diri kepada Allah, mengunjungi majlis ta’lim dan belajar keagamaan. Selain itu mengurangi media sosial juga bisa jadi solusi yang baik agar kita tidak terlalu terpatok pada dunia maya. Bahwa berharap hanya kepada Allah dapat menumbuhkan sikap semangat dan optimis. Semangat, karena akan melahirkan jiwa yang profesional, selalu meningkagkan skill dan kwalitas, karena tidak pernah main mata menitpkan kepentingan kepada manusia. Melahirkan sikap optimis karena keyakinan bahwa Allah maha Besar dan Kaya. Fokus pada usaha dan meningkatkan kwalitas, dapat berjalan seiring dengan keyakinan, suatu saat, Sang Maha Besar dan Maha Kaya dapat membesarkan dan Mengkayakan usaha yang dilakukan.

KHUTBAH JUMAT : PERSATUAN PILAR KESEJAHTERAAN BANGSA

Oleh : khanifah Auliana

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa pula untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Hadirin yang berbahagia, negara yang kita tempati, negara tempat kita lahir ini, negara yang merupakan rumah bagi kita semua Indonesia raya. Semua kita bersaudara, diciptakan beragam dari mulai bahasa, lagu daerah, agama, ras, suku bahkan keanekaragaman lain. Indonesia begitu kaya dengan Alam yang melimpah ruah selayaknya surga dunia. Allah begitu memberikan nikmat luarbiasa pada kita semua warga Indonesia, sepatunya selalu bersyukur dan menjaga. Karena banyaknya keberagaman, seharusnya kita semua harus saling merangkul satu sama lain. Jika hal tersebut tidak dijaga maka terpecah belah hanyabada permusuhan. Dalan surat al-imran ayat 103, Allah menerangkan untuk saling menjaga tali silahturahmi dalam artian kesatuan persatuan.

bahwa persatuan merupakan pondasi utama bagi sebuah Negara untuk menjalankan kehidupan bernegara. Tidak mungkin sebuah Negara dapat sejahtera, hidup rukun dan damai, tanpa adanya persatuan. Sebaliknya, jika persatuan terus dipupuk, dijaga dan dilestarikan, dengan sendirinya, berbagai kreatifitas anak bangsa dapat bermunculan. Pada akhirnya, kesejahteraan akan dirasakan oleh Bangsa tersebut.

Perbedaan merupakan sunatullah yang tidak dapat dibantah dan dihindari siapapun. Justru, disitulah terletak kemaha besaran Allah. (Bisa ditambahkan dalil :”Jika Allah menghendaki kalian satu kaum, Allah bisa, tapi Allah tidak menghendakinya. Search saja di internet). Maka, untuk menyikapinya, mau tidak mau kita harus menghormati, bahkan merayakan perbedaan tersebut dengan suka cita. Disanalah awal mula berseminya persatuan, dan pada akhirnya dapat mengarah pada kesejahteraan Bangsa.

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 103)

Dari ayat diatas mempunyai makna bahwasanya, pentingnya kita semua hidup damai dalam perbedaan maupun keberagaman yang ada. Sebab jika tidak adanya perdamaian di suatu negar  maka terjadilah suatu musibah besar, semua orang akan bermusuhan dan lama-kelamaan akan hancur negara tersebut. Allah juga tidak suka apabila ada yang sengaja memutuskan tali persaudaraan, dalam keterangannya suatu saat ketika di akhirat nanti orang-orang yang menjaga persaudaraan dengan baik akan menjadi penentu masuk surga. Oleh karena mari kita semua saling menjaga persaudaraan kita, tolong menolong dan toleransi.

KHUTBAH JUMAT : MENJAGA LISAN DALAM DALAM BERMEDIA SOSIAL

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Di bulan berkah ini menjadi salah satu bulan istimewa karena kelahiran nabi Muhammad Saw atau biasa dinamakan maulid nabi. Bulan yang penuh kebahagiaan sebab pada saat itu terjadi kelahiran manusia yang sangat istimewa yaitu nabi Muhammad Saw. Dengan adanya pengingat kelahiran nabi Muhammad, kita semua di ingatan kembali untuk senantiasa meneladani sikap yang Rasulullah ajarkan. Bagaimana cara kita untuk mencontoh sikap-sikap yang Rasulullah ajarkan ? Di mulai dengan sikap yang paling mudah adalah menjaga lisan.

Sikap menjaga lisan menjadi hal yang perlu kita semua lestarikan, sebab dengan hal itu akan berpengaruh kedepannya. Untuk itu, di era media sosial ini sangat penting dalam bersikap meskipun hanya melalui gadget namun tulisan atau informasi juga jadi hal yang di perhatikan. Hidup antar sesama manusia di butuhkan kerjasama untuk saling merangkul satu sama lain. terciptanya kerjasama dari interaksi atau komunikasi satu sama lain. Apabila interaksi yang terjadi salah maka bisa menjadi boomerang, sebabnya bisa dari sikap lisan kita sendiri. Dalam sebuah hadis menuturkan terkait menjaga lisan :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari, no. 1903).

Makna hadis tersebut menerangkan bahwa perkataan atau sikap lisan sangatlah berpengaruh bahkan bisa berdampak kepada hal-hal lain terutama dusta atau berbohong yang berakibat akan menjadi dosa. Bahkan pahala berpuasa pun akan berkurang ketika kita berbohong. Oleh karena itu, hati-hati saat hendak mengucapkan sesuatu atau menyebarkan informasi apapun baik secara langsung maupun di  media sosial. Karena kesalahan  distribusi informasi dapat berakibat fatal dan menumbuhkan hoaks. Parahnya dari adanya kesalahan distribusi informasi atau penyebaran informasi yang tidak benar dapat mengakibatkan konflik diantara masyarakat. Solusi dalam menanggulangi hal tersebut mengarah pada menjaga lisan, menjaga sikap untuk tidak berkata atau berucap sembarangan. Ucapan lisan atau tulisan harus yang baik-baik atau positif karena ucapan merupakan doa sehingga jagalah lisan dan perkataan.

Menjaga lisan dalam bermedsos, bisa dimulai dari menyaring informasi yang diterima di medsos. Tidak jarang diantara kita yang termakan hoaks dan hasutan di medsos. Setelah terpapar hoaks, kita memiliki rasa kebencian terhadap seseorang atau kelompok tertentu. Pada tahap ini, kita seringkali tidak mampu menjaga lisan kita sendiri. Jangan sampai jihad dan perjuangan yang kita Yakini, pada hakekatnya justru berseberangan dengan tujuan utama agama itu sendiri, yakni menebarkan keselamatan, kedamaian, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan…

 

KHUTBAH JUMAT-HIDUP MENCINTAI KERUKUNAN MENGHINDARI KEKERASAN

penulis : tim Hijratunaa

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Allah SWT begitu luas baiknya anugerah kepada semua makhluk dengan penuh kelembutan, dengan penuh kasih sayang yang tak ada batasnya.

Berkaitan dengan hal ini, Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentu mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.” (QS. Ali Imran [3]: 159).

Oleh karena itu, manusia diajarkan untuk selalu memberikan kebaikan-kebaikan kepada sesamanya. Kebaikan bisa berupa dengan tolong menolong dan menjalin silahturahmi agar selalu rukun. Kadang kala yang namanya manusia tak luput dari salah, entah itu di sengaja atau tidak namun perbuatan itu bisa menimbulkan salah paham antar kita. Sehingga hal itu bisa menjadi boomerang bahkan perpecahan atau kekacauan.

Untuk mencegah masalah-masalah yang berakibat kepada perpecahan, kita sebagai manusia hendaknya bersikap lemah lembut dalam artian tindakan menyelesaikan tidak dengan kekerasan. Banyak dari kita semua kadang lupa jika marah atau tak sengaja di singgung langsung bertindak keras atau kasar. Justru tindakan tersebut salah karena dengan pikiran yang yang penuh emosi atau dendam dan bahkan langsung bertindak kekerasan akan sangat berbahaya.

Dalam surat An-nisa ayat 148 juga dijelaskan bahwa ketika kita mengucapkan sesuatu harus di perhatikan agar terhindar dari hal-hal buruk, karena ucapan adalah doa.

لَا يُحِبُّ اللّٰهُ الۡجَــهۡرَ بِالسُّوۡٓءِ مِنَ الۡقَوۡلِ اِلَّا مَنۡ ظُلِمَ‌ؕ وَكَانَ اللّٰهُ سَمِيۡعًا عَلِيۡماً

“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ( An-nisa ayat 148 )

Penjelasan dalam ayat itu menyebutkan apabila kekerasan tidak hanya pada kekerasan fisik tapi bisa juga menyangkut kekerasan verbal atau dari perkataan. Sehingga segala bentuk kekerasan sangat dilarang sebab akan merugikan satu sama lain. Pentingnya kita semua menjaga ucapan dan tindakan agar tidak berdampak pada kekerasan fisik atau verbal. Apalagi era digital ini yang memungkinkan interaksi pada media sosial, perhatikan tulisan atau pesan yang terupload di media. Selain itu media bisa berdampak buruk jika kita tidak memanfaatkan dengan hal-hal yang baik.

Dari sisi moderasi beragama yang memiliki nilai anti kekerasan, sangat membantu dalam mencegah timbulnya akibat dari kekerasan. Moderasi agama menjunjung tinggi terciptanya perdamaian di segala perbedaan agar tidak terjadi perpecahan antar umat, suku bahkan ras. Menjaga kerukunan satu sama lain dan bertindak sesuai aturan yang akan bisa jadi solusi pentingnya menjaga diri dari kekerasan. Apabila ada kata-kata menyinggung atau menyudutkan usahakan pikiran kita dalam keadaan dingin, selesaikan masalahnya baik-baik. Upaya lain yang bisa dilakukan contohnya dengan diam jika berbicara akan menimbulkan kegaduhan.

Mencintai kerukunan sekaligus menghindari kekerasan pada dasarnya tidak hanya ditunjukkan pada orang lain, tapi dampaknya dirasakan bagi diri sendiri. Orang yang selalu hidup rukun, berbaik sangka, tidak pernah menyimpan dendam, prasangka dan kebencian, hidupnya akan selalu damai. Sehingga, hari-hari yang dilalui selalu diwarnai dengan kebahagiaan

KHUTBAH JUMAT – MENGHEMAT AIR UNTUK KEHIDUPAN DAN KEMANUSIAAN

KHUTBAH JUMAT

penulis : tim Hijratunaa

MENGHEMAT AIR UNTUK KEHIDUPAN DAN KEMANUSIAAN

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Salah satu nikmat dari Allah SWT yang tak ada batasnya yaitu Air, sumber kehidupan bagi seluruh makhluk di muka bumi ini. Air menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan karena setiap harinya air digunakan untuk semua hal. Bukan hanya manusia saja yang butuh air namun semua makhluk seperti hewan bahkan tumbuhan sangat butuh air untuk tetap hidup. Namun nikmat yang diberikan Allah SWT dalam bentuk Air tersebut kadang kala di sia-siakan oleh manusia. Banyak yang berfikir jumlah air yang sangat tidak terbatas membuat kita lalai dan menggunakan air berlebihan. Dalam sebuah hadis Rasulullah senantiasa mengingatkan agar kita semua bisa menghemat air.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ، وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ، إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu dengan satu mud (air) dan mandi dengan satu sha’ sampai lima mud (air)” (HR. Bukhari no. 198 dan Muslim no. 325).

Riwayat hadis tersebut mengingatkan bahwa Rasulullah jika hendak berwudhu saja sangat mempertimbangkan jumlah air yang akan digunakan jadi bisa menghemat air. Rasulullah mengajarkan penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari harus menghemat. Meskipun pandangan kita jumlah air di dunia ini sangatlah banyak tapi tidak boleh berlebihan menggunakannya karena hal tersebut sangat dilarang oleh Allah SWT. Selain itu jika seluruh manusia di dunia berlebihan menggunakan air atau boros air memungkinkan di masa depan nanti bumi bisa kekeringan karena jumlah air semakin sedikit. Pengaruh air yang semakin berkurang pastinya akan berpengaruh pula pada kelangsungan makhluk hidup di bumi. Musibah Kekeringan bisa terjadi dimana-mana menimbulkan masalah besar lainnya seperti dehidrasi masal, kelaparan hingga aktivitas keseharian terhenti total.

Persoalan tentang air juga di terangkan dalam Al-Qur’an surat Al-anbiya ayat 30.

اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ

Artinya : “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?”

Penggalan ayat tersebut memiliki 3 makna penafsiran yaitu yang pertama Allah menjanjikan keberlangsungan hidup seluruh manusia dari air. Kedua Allah menjamin hidup seluruh makhluknya. Ketiga Allah menjadikan Air sebagai sumber kehidupan.

Menghemat air menunjukkan keperdulian kita terhadap kehidupan dan kemanusiaan. Air merupakan sumber kehidupan. Melalui air, pertanian bisa produktif menghasilkan bahan makanan. Berbagai kebutuhan manusia, dari mulai minum, mandi, cuci baju dst selalu berkaitan dengan air. Kita memang membutuhkan air, tapi tidak boleh berlebihan dalam menggunakannya. Itulah sikap hidup yang berimbang (moderat)

Menjalani kehidupan serta sikap keagamaan yang moderat dapat menghasilkan berbagai kemaslahatan di dunia ini. Salah satunya bisa ditunjukkan dengan menghemat penggunaan air. Menghemat air, berarti juga perwujudan dari sikap cinta lingkungan, sekaligus cinta  tanah airSejatinya cinta tanah air merupakan perasaan yang timbul dari lubuk hati warga negara untuk menjaga, melindungi, membela dan mengabdi pada tempat yang mereka huni. Salah satu wujud kecil dari cinta tanah air adalah dengan menjaga lingkungan agar tetap asri dan layak sebagai tempat tinggal.

Khutbah Jum’at LGBT ; Antara toleransi dan hukum syar’i

KHUTBAH JUMAT TENTANG LBGT

LGBT; ANTARA TOLERANSI DAN HUKUM SYAR’I

 

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Kadangkala kita tidak bisa menduga-duga apa yang akan terjadi kedepannya termasuk amal perbuatan. Untuk itu sebagai manusia hendaknya menggunakan akal pikiran supaya terhindar dari hal-hal maksiat atau perbuatan tidak baik.

Para hadirin yang dirahmati Allah, zaman yang semakin maju ini membuat kita lebih luas mengetahui sesuatu yang ada di dunia ini hanya menggunakan handphone saja. Semua hal sudah tertera di dalam handphone, mulai dari berita bahkan informasi yang sama sekali kita tidak menyangka sebelumnya. Salah satu berita yang akhir-akhir ini viral atau ibaratnya hangat dibicarakan masyarakat yaitu fenomena LBGT( Lesbian,biseksual,gay dan transgender). Fenomena tersebut kecenderungan pada orientasi seksual menyimpang. Singkatan dari LBGT sendiri adalah lesbian ( perempuan penyuka perempuan), biseksual ( penyuka dua gender sekaligus ), gay ( laki-laki penyuka laki-laki ) sedangkan transgender ( orang-orang yang merasa identitas gendernya tidak sesuai dengan identitas saat lahir). Dikatakan menyimpang sebab LBGT berorientasi homoseksual atau berpasangan sesama jenis. Oleh karena itu LBGT juga banyak tuai kritikan dari masyarakat karena bertentangan dengan agama Islam. Padahal dalam Islam sudah tertera bahwa manusia itu berpasang-pasangan yaitu laki-laki dan perempuan.

Dan firman Allah Ta’ala,

 

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ ۖ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

 

Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu”.

 

Dari LBGT kita diingatkan pada kaum nabi Luth yang dulu melanggar agama Islam dengan menikahi sesama jenis atau gay. Perilaku itu diharamkan dan ditentang oleh Allah karena termasuk perbuatan keji.

 

أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ

 

“Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”. [Asy-Syu’ara’:165-166]

Kita memang harus menghargai perbedaan untuk mendapatkan kedamaian dalam hidup di lingkungan. Akan tetapi, perbedaan yang seperti ini tidak bisa ditolerir. Sebab perbedaan yang ada dalam kasus-kasus LGBT merupakan perbedaan yang harus diperangi dan dilawan tanpa membawa embel-embel Hak Asasi Manusia. Tindakan yang menyimpang tersebut tidak bisa dibenarkan dari segi manapun. Akan tetapi, sebagai seorang muslim yang diberkahi Allah dengan akal kita perlu menyeimbangkan antara batin dan akal dalam memberikan nasihat-nasihat.

Dalam taraf moderasi beragama dimana nilai toleransi dijunjung tinggi, terdapat pengecualian dalam hal tersebut. Tidak ada pembenaran dalam kasus-kasus LGBT, karena penyimpangan tersebut sudah jelas salah dan diharamkan oleh agama khususnya Islam. Oleh karena itu kita perlu menjaga perilaku dan pergaulan serta senantiasa mengingat ajaran-ajaran Islam. Bilamana dalam lingkungan ada seseorang yang termasuk dalam kategori LBGT hendaknya kita menasehati dengan santun. Point’ utamanya adalah yang perlu dijauhi adalah perilakunya bukan orangnya. Sebisa mungkin kita membimbing orang tersebut agar kembali ke  jalan yang benar.

Jika kita menolak LGBT, kemudian memusuhi orangnya, maka bisa jadi mereka akan semakin solid untuk melakukan perlawanan. Sebaliknya, kalau kita anggap LGBT itu penyakit yang harus diobati, maka penderita penyakit itu harus dirangkul, diberikan pemahaman, dibantu agar menjadi sembuh. Jika kita melakukan hal seperti itu, maka kehidupan sosial akan menjadi lebih damai dan sejuk

 

KHUTBAH JUMAT TENTANG HUTANG PIUTANG

KHUTBAH JUMAT TENTANG HUTANG PIUTANG

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu meningkatkan iman dan ketakwaan kepwda Allah SWT. Mendekatkan diri kepada Allah dengan senantiasa menjalankan perintahnya dan menjauhi larangan-nya. Dengan hal itu pastinya kita akan lebih mudah dalam menyelesaikan ujian atau masalah yang datang di kehidupan ini. Di surat at-thalaq Allah berfirman :

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Artinya : ” Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu ” (QS: At Thalaq 2-3)

Penjelasan di surat at-thalaq dapat diartikan bahwasannya Allah SWT membukakan rezeki kepada setiap hamba-nya. Allah akan mencukupkan rezeki dan memudahkan urusannya sesuai dengan ketentuannya.

Firman Allah dalam surat at-thalaq mengenai rezeki seharusnya kita sebagai manusia tidak perlu khawatir kekurangan rezeki. Namun seiring berjalannya waktu, rezeki ini masih saja menjadi problem penting di masyarakat. Salah satu problemnya terkait kemiskinan atau pengangguran yang merajalela. Berbagai cara dilakukan agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa kekurangan dengan cara yang mudah yaitu berhutang. Pada agama Islam berhutang tak di larang ( diperbolehkan ) namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak berhutang piutang. Rasulullah juga mengingatkan kita untuk wajib melunasi setiap hutang yang dilakukan. Dari sebuah riwayat dari imam Bukhari :

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللهُ

Artinya: “Barangsiapa yang mengambil harta-harta manusia (berutang) dengan niatan ingin melunasinya, Allah akan melunaskannya. Dan barangsiapa yang berutang dengan niat ingin merugikannya, Allah akan membinasakannya” (HR Bukhari: 2387).

Hadis riwayat tentang hutang piutang bisa di maksudkan bahwa jika kita memiliki hutang kepada orang lain dengan berniat melunasinya pasti Allah akan mempermudah dalam urusan melunasi sedangkan apabila dengan niat yang tidak baik atau tidak melunasi maka akan rugi.

hadis riwayat lain dari Imam Ahmad yang menuturkan bahwa beratnya dosa yang akan di tanggung apabila melalaikan hutang. Bahkan orang yang mati syahid 3x Sekali pun tak akan masuk surga apabila masih memiliki hutang yang belum dibayar. Hal itu mengingatkan kepada kita semua untuk tidak menyepelekan hutang meskipun dalam nilai yang kecil. Dosa dan azab yang akan diberikan kepada orang-orang yang memiliki hutang sangatlah berat bukan hanya di dunia melainkan saat di alam  kubur dan akhirat. Dalam sebuah cerita Rasulullah pernah tak mau mensholati jenazah karena jenazah itu masih memiliki hutang. Hingga akhirnya Ali bin Abi Thalib melunasinya. Rasulullah mengingatkan agar selalu melunasi hutang karena akan menyesal nantinya termasuk amalan-amalan baik yang akan hilang.