SADAR POTENSI: WARGA SIDOMULYO IKUTI WORKSHOP MANAJEMEN PENGELOLAAN WISATA  OLEH KKN 57 UIN GUSDUR PEKALONGAN

Banyaknya potensi wisata yang ada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan membuat mahasiswa KKN UIN Gusdur mengadakan workshop manajemen pengelolaan wisata di Balaidesa Sidomulyo pada Kamis (26/10/2023). Workshop ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Wisata” dengan mendatangakan pemateri dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DINPORAPAR) Pekalongan yakni,  bapak Purwo Susilo, S. STP, M.M.

Tedi Sigit Pramono selaku ketua pelaksana workshop manajemen pengelolaan wisata mengungkapkan bahwa, “Adanya workshop ini diharapkan dapat  membangkitkan kembali semangat para pengelola Curug Jlarang yang ada di Desa Sidomulyo dengan mengadakan Workshop Manajemen Pengelolaan Wisata,” tuturnya. Acara ini dihadiri oleh peserta dari masyarakat Desa Sidomulyo, dengan serangkaian acara yang dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan- sambutan, pemaparan materi tentang manajemen pengelolaan wisata, tanya jawab, do’a dan penutup.

Peserta dibuat antusias oleh acara workshop manjemen pengelolaan wisata. Hal tersebut turut dirasakan oleh Dedi Prianto, salah satu  peserta yang mengaku senang mendapatkan ilmu mengenai pengelolaan wisata dan ia juga mendapat kesempatan untuk bertanya secara langsung mengenai materi yang telah disampaikan pemateri.

Ketua pelaksana workshop manajemen pengelolaan wisata berharap dengan diadakannya workshop tersebut semua peserta dapat menerima dan memanfaatkan ilmu yang diberikan dengan baik. Serta dengan diadakannya workshop ini pengelola tempat wisata dapat mengaplikasikan aspek-aspek yang sudah dijelaskan untuk diaplikasikan ke tempat wisata tersebut.

“semoga semua peserta bisa menerima ilmu dan mempraktikkan materi yang disampaikan,  sehingga semnagat pengelola untuk membangkitkan kembali wisata bisa terwujud,” imbuh Tedi. Dengan adanya workshop tersebut, mahasiswa KKN 57 UIN Gusdur telah berusaha menjadi fasilitator yang baik bagi masyarakat. Kedepannya kegiatan semacam ini bisa membantu masyarakat dalam mengelola potensial yang dimiliki oleh desa, sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Antusiasme Warga Desa Pamutuh Dalam Mengenal Digital Marketing Produk

Pekalongan – Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan angkatan 57 kelompok 7 gelar Workshop tentang Branding Produk dan Digital Marketing yang disambut dengan antusias oleh warga Desa Pamutuh Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan. Workshop ini diselenggarakan di Balai Desa Pamutuh. Jumat, (20/10/2023).

Workshop tentang Branding Produk dan Digital Marketing ini merupakan salah satu program kerja dari kelompok 7 yang bertujuan untuk membantu mengembangkan usaha-usaha yang dimiliki warga Desa Pamutuh mengingat, mayoritas warga Desa Pamutuh adalah seorang pengusaha. Sementara itu, workshop ini mengusung tema “Meningkatkatkan Potensi Desa Melalui Branding Produk & Digital Marketing.” Potensi yang dimiliki Desa Pamutuh sangat beragam, mulai dari kolang-kaling, gula aren, minyak cengkeh, sapu gelaga, kopi, kapulaga, dan tentunya masih banyak lagi.

Lebih lanjut, workshop ini dihadiri oleh 35 orang yang terdiri dari Kepala Desa Pamutuh beserta Perangkat Desa, Dosen Pembimbing Lapangan KKN, pelaku usaha, PKK Desa Pamutuh, Jam’iyah Al-Inayah Desa Pamutuh, dan Pemuda-Pemudi El-Fatah yang antusias mengikuti acara tersebut. Selain itu, tanya jawab juga berlangsung dengan interaktif selama workshop berlangsung.

Rohmad Abidin, sebagai narasumber memberikan informasi pengetahuan hingga praktik secara langsung mengenai cara membuat label atau merk, kemudian cara pengemasan yang menarik, proses marketing baik secara konvensional maupun digital, dan cara mengfoto produk yang tepat agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Disamping itu, Rohmad Abidin mengungkapkan harapanya kepada warga pamutuh agar penjualan meningkat dan bisnis berkembang “semoga ilmu yg didapatkan bisa dilaksanakan semaksimal mungkin sehingga meningkatkan citra produk unggulan di desa pamutuh, produk dapat bersaing lebih baik di pasar yang semakin kompetitif dengan begitu penjualan meningkat dan bisnis akan bertumbuh,” ujar Rohmad Abidin

Dalam workshop ini KKN Kelompok 7, juga difokuskan menggandeng para pemuda pemudi yang ada di Desa Pamutuh yaitu EL-Fatah, yang mana pada dua hari sebelumnya dari KKN kelompok 7 sudah sharing tentang bagaimana branding produk dan digital marketing. Hal tersebut bertujuan agar El-Fatah ini bisa menjadi penerus ketika tim KKN dari kelompok 7 telah selesai nantinya.

Angel salah satu perwakilan El-Fatah sangat termotivasi dengan adanya workshop branding produk dan digital marketing untuk mengembangkan produk-produk yang dihasilkan didesa pamutuh.

“Kalau menurut saya pribadi saya cukup termotivasi buat mengembangkan produk produk yang dihasilkan di desa Pamutuh karena, sepertinya memiliki potensi yang luar biasa kalau bisa mengembangkanya dan materi yang disampaikan dari kegiatan workshop kemarin menurut saya sangat berguna buat meningkatkan potensi tersebut.” Tutup Angel.

Apresiasi Bagi Seniman Seluruh Dunia dengan Internasional Artist Day

Oleh Shofi Nur Hidayah

Hijratuna, Pekalongan – Tanggal 25 Oktober diperingati sebagai hari seniman internasional atau International Artist Day. Peringatan hari seniman ini sebagai bentuk apresiasi terhadap para pekerja seni atau seniman kreatif yang telah menghasilkan berbagai karya seni. Peringatan ini sebagai bentuk merayakan segala bentuk seni, seperti lukisan, patung, fotografi, arsitektur, musik, dan sebagainya. Selain itu peringatan hari seni internasional juga mewujudkan rasa hormat terhadap semangat dan kreativitas para seniman yang ada di seluruh dunia.

Dikutip dari laman National Today, sejarah hari seni internasional di awali pada musim panas tahun 1961. Saat itu presiden Amerika Serikat, John Kennedy berhasil menyelesaikan perselisihan tentang gaji antara metropolitan opera dan federasi musis Amerika. Tindakan dari sang presiden memicu kecintaannya pada seni. Hal ini lalu berlanjut pada pertengahan tahun 1960, pusat kebudayaan nasional yang diluncurkan tahun 1958 ditetapkan sebagai ‘Living Memorial’ untuk Presiden Kennedy. Sekarang tempat tersebut dikenal sebagai Kennedy Center.

Presiden Amerika berikutnya, Lyndon B Johnson menandatangani National Foundation on the Arts and the Humanities Act, yang mana itu menjadi dasar dalam membentuk National Endowment For The Arts. Selanjutnya pada tahun 1970 fokus seni semakin menyebar ke televisi bahkan bioskop. Perusahaan mobil Oil juga sempat menyumbangkan lebih dari 1 juta dolar AS kepada Corporation for Public Broadcasting sebagai bentuk presentasi Masterpiece Theater di PBS dan untuk 5 juta eksemplar majalah Sesame Street baru yang diberikan secara Cuma-Cuma pada anak-anak prasekolah dilingkungan berpenghasilan rendah.

Selanjutnya Presiden AS Bill Clinton dalam pidato kenegaraannya di tahun 1997 juga meminta kongres untuk mempertahankan dukungannya terhadap seni. Bill Clinton juga menetapkan hari seniman internasional pada tahun 2000. Hingga kini, hari seniman internasional masih terus diperingati setiap tanggal 25 Oktober setiap tahunnya. Adapun cara untuk merayakan Hari Seniman Internasional bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti, membeli karya seni, mengunggah karya seni ke sosial media, menghargai dan menghormati hasil karya seni para seniman dan lain sebagainya.

Waspada Wabah Penyakit Cacar Monyet

Oleh: Intan Anggreaeni S

Hijratuna, Pekalongan- setelah beberapa kurun waktu yang lalu sempat digegerkan dengan adanya wabah Virus Corona kini masyarakat kembali dihebohkan dengan pemberitaan maraknya penyakit cacar monyet. Cacar monyet atau Monkeypox ialah wabah atau virus yang disebab oleh virus cacar monyet yang berasal dari anggota genus Orthopoxvirus dan Famili Poxviride. Penyakit ini mulai ada sekitar pada tahun 1958 silam yang berasal dari salah satu monyet peliharaan. Itulah alasan penyakit ini dikenal dengan istilah cacar monyet.

Virus ini memiliki dua jenis yang berbeda yaitu yang pertama kali ditemukan di Afrika Tengah atau Basin Kango, dan Afrika Barat. Virus yang berasal dari Kongo tersebut terindikasi lebih cepat menular dan dapat menimbulkan gejala yang lebih parah. Dilansir dari laman resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur bahwa oraganisasi kesehatan dunia atau WHO setidaknya telah mencatat, bahwa sejak pertengahan Juli 2022 terdapat lebih dari 16 ribu kasus terinfeksi cacar monyet dari 75 negara di dunia. Sedangkan kasusnya di Indonesia sendiri saat ini dikonfirmasi oleh Kemenkes terdapat 8 orang yang positif terkena penyakit cacar monyet.

Banyaknya kasus tersebut membuat  WHO menetapkan bahwa wabah cacar monyet dijadikan sebagai kondisi darurat kesehatan global. Ada beberapa cara penularan, yaitu melalui kontak fisik dengan penderita ataupun menyetuh barang yang telah terkontaminasi olehnya. Selain itu penyakit ini dapat menular juga melalui kontak langsung dengan kulit atau percikan ludah dari orang yang terkontaminasi termasuk saat berhubungan seksual.

Adapun gejalanya dapat berupa sakit punggung, nyeri otot, sakit kepala, demam akut diatas 38,5 derajat celcius, pembengkakan pada kelenjar getah bening, kelemahan tubuh, ruam dan kemerahan pada tubuh seperti bintik berair, bernanah, hingga berkoreng. Hingga saat ini belum ada pengobatan untuk virus jenis ini. Pengobatan hanya berfokus pada gejala dan masih dalam proses pengembangan hingga sekarang. Untuk itu kita harus menjaga kesehatan imun dan keseimbangan tubuh agar tubuh tetap dalam keadaan prima.

Terdapat beberapa cara yang dapat kita gunakan agar terhindar dari penyakit cacar monyet diantaranya dengan cara rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, meminilisir kontak fisik dengan orang yang memiliki gejala tersebut, menggunakan masker, dan tentu saja menjaga pola makan. Perbanyak juga latihan fisik dan makan makanan yang bergizi tinggi dan kaya akan serat.

Kepolisian Resor Pekalongan Gandeng UIN Gusdur dalam Survei Kepuasan Masyarakat

Oleh Shofi Nur Hidayah

Hijratuna, Pekalongan- Satuan Kerja Kepolisian Resor Kota Pekalongan bersama dengan UIN K.H Abdurrahman Wahid mengadakan penandatanganan perjanjian kerjasama. Perjanjian ini dilakukan dalam rangka survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Kegiatan ini diikuti oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN, Kabag, Kasat, Kapolres beserta jajarannya di Polres Pekalongan. Senin, (23/10/2023)

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Pekalongan, AKBP Wahyu Rohadi, MA. menyebutkan dalam sambutannya bahwa “Tujuan dari survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik adalah untuk meningkatkan kepuasan pelayanan kepada masyarakat, berupa pelayanan publik. Hal ini agar sesuai dengan Tupoksi Kepolisian yakni memelihara keamanan, penegak hukum, pengayom dan  memberi pelayanan kepada masyarakat.” tuturnya.  

Beliau juga memohon masukan, saran, dan kritik supaya pelayanan terhadap masyarakat menjadi semakin lebih baik dari sebelumnya. Selain itu, Ketua LP2M Prof. Imam Khanafi, M.Ag. juga memberikan tanggapannya dalam sambutan yang diberikan yakni, “UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan menyambut baik inisiatif pelaksanaan survey kepuasan masyarakat pada pelayanan publik. Di mana layanan masyarakat ini bisa di evaluasi dan bisa diperbaiki. Harapannya sebelum adanya survey maka perlu diadakan sosialisasi untuk menghindari adanya dislike yang ada pada masyarakat, supaya layanan yang diberikan dapat diterima dengan penuh rasa syukur.” Ungkapnya.

Prof Imam Khanafi juga menyatakan bahwa, “UIN selaku lembaga pendidikan milik negara memerlukan kerjasama dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan Kepolisian agar  mampu melahirkan sinergi terbaik antara lembaga pendidikan dengan aparat keamanan. Survei ini diharapkan dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip TOP atau Transparan, Objektif, dan profesional,” imbuhnya.

Tanggap Teknologi Digital: BSI bersama Mahasiswa KKN UIN Gusdur adakan Pembuatan QRIS di Desa Gondang

Oleh Nazira Laela Nasta

Hijratuna, Pekalongan- Dalam rangka mengikuti perkembangan Teknologi Dan Informasi, Mahasiswa KKN UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan, Kelompok 14 bersama dengan Bank Syari’ah Indonesia (BSI) mengadakan sosialisasi dan pembuatan QRIS bagi masyarakat setempat di Desa Gondang, Wonopringgo pada Jum’at (20/10/2023).

Sosialisasi ini bertempat di Balai Desa Gondang sejak pukul 09.00 pagi, dengan diikuti para peserta mulai dari Karang Taruna dan juga para pelaku Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayah Desa Gondang. Di sisi lain, acara ini juga bekerja sama Dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), dengan tujuan utamanya yakni memberikan Fasilitator bagi masyarakat khususnya di desa gondang dengan pembuatan QRIS secara bersama-sama.

Dilansir dari laman resmi BI.go.id QRIS  adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang merupakan standardisasi pembayaran dengan menggunakan metode QR code dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), agar proses transaksi menjadi lebih mudah dan fleksibel, serta terjaga keamanannya. Sebab di zaman sekarang ini marak beredar mengenai penggunaan uang palsu, hal ini tentulah merugikan banyak pihak. Karena alasan tersebut Siska Novita, selaku pemateri dari perwakilan BSI Ambokembang Kedungwuni, Pekalongan menyampaikan terkait QRIS ini sangat penting bagi masyarakat.“Pembuatan QRIS ini sangat penting, yakni Dengan Aplikasi QRIS ini, transaksi kita menjadi lebih aman, dan juga meminimalisir adanya peredaran uang palsu,” tuturnya.

Harapannya acara ini dapat menambah pengetahuan baru bagi masyarakat Desa Gondang, serta membantu mempermudah para pemilik UMKM dengan melakukan transaksi secara digital, serta terhindar dari modus penipuan dalam bentuk apapun. Karena sasaran utama dari kegiatan sosialisasi ini adalah para pelaku UMKM, tentunya manfaat yang ingin diberikan berfokus pada merchant (individu/kelompok penjual) diantaranya adalah: potensi meningkatkan penjualan, meningkatkan branding produk, pembayaran lebih aman dan praktis, mengurangi biaya pengelolaan kas, terhindar dari uang palsu, mempermudah rekonsiliasi dan berpotensi mencegah tindak kecurangan dari pembukuan transaksi tunai dan lain-lain.

QRIS tidak hanya memberi keuntungan bagi para penjual tapi juga para pengguna aplikasi pembayaran. Manfaat yang bisa didapatkan diantaranya: pembayaran menjadi lebih mudah dan cepat, tidak perlu membawa uang tunai, transaksi lebih terlindungi, karena semua PJSP penyelenggara QRIS diawasi dan mengantongi izin dari Bank Indonesia.

Jihad Santri Jayakan Negeri’ Semangat Juang Dari Santri Untuk Negeri

Oleh Shofi Nur Hidayah

Hijratuna, Pekalongan- Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) masih terus berlanjut dan di meriahkan oleh lembaga pendidikan formal maupun informal yang ada di Indonesia dengan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah dengan penampilan perwakilan pesantren pada Expo Pesantren 2023 di UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan. Acara ini merupakan bagian dari upaya semarakkan HSN yang dilakukan oleh beberapa pondok pesantren se-eks Karisidenan Pekalongan, pada Jum’at (20/10/2023).

Hari Santri Nasional, yang biasa diperingati setiap tanggal 22 Oktober bukanlah sekedar peringatan biasa. Melainkan sebuah ajang refleksi diri yang mendalam atas pengorbanan serta dedikasi santri dalam perjuangan meraih atau mengisi kemerdekaan. Tema ‘Jihad Santri Jayakan Negeri’ tentu tidak lagi berpusat pada santri berjuang dengan mengangkat senjata. Di zaman sekarang ini ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi kemerdekaan salah satunya dengan mencintai dan melestarikan budaya Indonesia. Pada kesempatan Expo Pesantren, para perwakilan pesantren dari se-eks Karisidenan Pekalongan menampilkan kebolehannya dalam seni masing-masing.

Setidaknya ada penampilan musik religi hingga seni tari yang ditampilkan oleh para perwakilan pesantren, salah satunya dari MAN 1 Pekalongan yang membawakan tari Saman. Akan tetapi tari Saman yang dibawakan cukup unik dan berbeda dari versi originalnya, sebab mereka mengkolaborasikan Tari Khas Aceh itu dengan instrumen rebana. Di mana rebana merupakan salah satu ciri khas dari para santri, tak ayal masyarakat pasti langsung teringat pada santri setiap kali alat musik tersebut dimainkan. Ini menunjukkan bahwa santri memiliki kreativitas yang luar biasa, diluar kemahiran mereka dalam ilmu agama.

Muhammad Asim, selaku pengurus MAN 1 Pekalongan mengatakan “Expo pesantren ini menjadi ajang kreativitas para santri sekaligus menunjukkan bakat mereka. Karena jauh-jauh hari para santri sudah memiliki basic pengetahuan tentang tari saman, dan mereka juga sudah berlatih tari tersebut. Memilih rebana sebagai pengiring tari Saman juga merupakan bentuk kreativitas dari para santri yang memang perlu mendapat dukungan dan apresiasi,” ujarnya saat ditemui di Expo Pesantren.

Penampilan perwakilan pesantren juga wujud nyata bahwa agama Islam tidak membatasi umatnya untuk melestarikan budaya yang dimiliki. Muhammad Asim menambahkan bahwa, “Budaya perlu untuk dilestarikan dan dengan adanya expo ini  para santri juga bisa bertambah pengetahuan, relasi, melatih mental serta memberikan wawasan yang luas,” imbuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa para santri dan kader pesantren berusaha untuk mtetap berkontribusi sesuai dengan kompetensi mereka ditengah derasnya arus globalisasi. Para santri berupaya keras berjihad dalam mengisi kemerdekaan dengan pendidikan, dakwah, bahkan pemberdayaan masyarakat.

Tema ‘Jihad Santri Jayakan Negeri’ harapannya bukanlah sekedar slogan atau bahkan omong kosong belaka. Dari tema tersebut kita semua diajak untuk kembali mengingat, menghargai, dan termotivasi atas semangat para santri dalam memberikan kontribusi nyata pada masyarakat untuk kemajuan bangsa dan negara. Hal ini penting untuk direnungkan para generasi muda yang tentu memiliki tanggungjawab melanjutkan perjuangan para santri-santri terdahulu. Semangat ‘Jihad Santri Jayakan Negeri’ merupakan pecutan keras bagi kita semua agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penggerak, sekaligus pelaksana dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik sebagai negeri yang sejahtera.

Gelaran Ekspo Kemandirian Pesantren UIN Gusdur Semarakkan Hari Santri Nasional

Oleh Shofi Nur Hidayah

Hijratuna, Pekalongan – Tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN) untuk memeriahkan peringatan tersebut UIN K.H Abdurrahman Wahid mengadakan acara Ekspo Kemandirian Pesantren se-eks Karisidenan Pekalongan.  Pada tanggal 19-20 Oktober 2023 di halaman gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam kampus 2 Jl. Pahlawan, Kajen, Pekalongan. Ekspo ini bertujuan sebagai publikasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait keberadaan pondok pesantren, memberikan ruang bagi santri dan pondok pesantren dalam berkarya dan mempublikasikan hasil karya, menjalin silaturahim dan networking yang moderat antara pesantren, pemerintah, stakeholder, dan perguruan tinggi.

Dr. H Muhlisin M.Ag. selaku wakil rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN K.H Abdurrahman Wahid menjelaskan bahwa, “Dalam ekspo ini terdapat 72 stand, yang terdiri dari 55 stand dari pondok pesantren yang masuk dalam penerima  program Inkubasi Bisnis Kemenag, 3 stand non program Inkubasi Bisnis Kemenag, dan 14 stand dari lembaga internal,” ujarnya dalam laporan kegiatan pada pembukaan Ekspo Kemandirian Pesantren, Kamis (19/10/2023).

Ekspo Kemandirian Pesantren ini merupakan rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional (HSN) yang bertema “Jihad Santri Jayakan Negeri”. Ekspo ini diikuti oleh beberapa pondok pesantren yang ada di se-eks Karisidenan Pekalongan, mulai dari Kabupaten Brebes hingga Kabupaten Batang. Berbagai produk unggulan dari santri dan pondok pesantren dihadirkan dalam eskpo tersebut. Diantaranya adalah, produk perdagangan, perbengkelan, produk garmen, laundry, jasa/percetakan, dan sebagainya.

Ani Sa’adah M.Si. selaku perwakilan dari Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah juga menyebutkan dalam sambutannya, “Jihad santri saat ini dalam mengisi kemerdekaan bukan lagi tentang mengangkat senjata. Melainkan bagaimana memanfaatkan teknologi, kreativitas, dan produktivitas santri agar bisa mengikuti perkembangan sekaligus mempu bertahan dalam tantangan zaman,” jelasnya. Harapannya dengan diadakannya kegiatan ekspo ini santri menjadi lebih mandiri dan percaya diri atas kemampuan dan kreativitas yang dimiliki. Serta membangun citra positif pondok pesantren di lingkungan masyarakat.

Kronologi Kecelakaan KA Argo Wilis dan Argo Semeru di Wates

Oleh: Intan Anggreaeni S

Hijratuna-Pekalongan, transportasi merupakan salah saru sarana yang sangat urgen dan dibutuhkan oleh masyarakat. Beragam moda transportasi dari mulai darat, udara, hingga laut juga telah mengalami banyak perubahan dan kemajuan. Namun dari ketiga jenis moda transportasi yang ada transportasi darat lah yang paling banyak menyedot atensi dari masyarakat selain karena aksesnya yang mudah dan cepat moda transportasi ini juga gampang dijumpai. Selain itu transportasi jenis ini juga terdapat beragam jenis di dalamnya seperti sepeda, motor, becak, bus, mobil, kereta api, dsb. Namun justru karena banyaknya kendaraan yang ada membuat jalanan menjadi ramai dan macet terutama pada jam jam sibuk ketika berangkat dan pulang jam kerja.

Sehingga untuk mesiasati hal terebut pemerintah juga secara intens dan masif memperkenalkan moda transportasi umum bagi masyarakat. Bahkan dibeberapa kota besar sekarang ini sudah terdapat busway dalam kota seperti transjakarta sebagai opsi agar terhindar dari kemacetan. Moda transportasi umum lainnya yang banyak digandrungi masyarakat ialah kereta api. Transportasi tersebut banyak menjadi pilihan masyarakat karena beberapa kelebihan. Diantaranya yaitu biayanya yang ramah, memiliki daya tampung yang banyak, waktu tempuh yang pasti, dan mudah untuk dijangkau.

Atas beberapa keunggulan tersebut kereta api menjadi moda transportasi unggulan bagi masyarakat Indonesia khususnya. Namun dibalik kelebihannya tersebut tentunya setiap moda transportasi juga memiliki beberapa resiko, tidak hanya kereta api namun juga transportasi yang lainnya. Sehingga kita harus lebih mawas diri dan berhati hati ketika berkendara atau menaiki transportasi umum. seperti yang terjadi pada kasus anjloknya kereta Argo semeru pada selasa, 17 Oktober 2023 lalu. Kereta tersebut tergelincir dari rel sekitar pukul 13.15 WIB ketika sedang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta.

Kejadian tersebut terjadi di perlintasan jalur kereta ruas 520+4 petak tepatnya di wilayah Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo. Namun naasnya setelah kejadian tersebut dari arah berlawanan terdapat KA Argo Wilis yang juga melintas sehingga menabrak gerbong kereta Argo semeru yang sedang mengalami kendala pada saat itu. Walaupun KA Argo Wilis sempat melakukan pengereman namun senggolan antar gerbong kererta sudah tidak dapat dihindarkan.

Dilansir dari laman berita resmi CNN Indonesia pada kejadian tersebut beruntuk tidak ada korban jiwa, namun menurut keterangan yang dihimpun dari  TRC BPBD DIY terdapat 8 orang luka ringan dan 1 kasus dislok yang dilarikan ke rumah sakit terdekat. Atas kejadian ini beberapa perjalanan kereta yang melintasi wilayah Wates-Sentolo akan diberlakukan rekayasa pola oprasi memutar. Pantauan dilokasi menunjukan saat ini kereta Argo Wilis telah berhasil meninggalkan TKP pada pukul 16.12 namun KA Argo Semeru masih terpantau belum dapat dievakuasi.

Perkuat Identitas Bangsa Melalui Bulan Bahasa

Oleh: Intan Anggreaeni S

Hijratuna, Pekalongan- Keaneragaman yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke membuat Indonesia kaya akan segala macam budaya dan bahasa di dalamnya. Setiap daerah tentunya memiliki ciri khas dan bahas masing masing. Namun dibalik ragamnya perbedaan yang ada bangsa Indonesia dipersatukan dengan bahasa nasional yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia lahir dan berkembang sejak beberapa abad yang lalu dan hingga sekarang dan seterusnya akan tetap menjadi bahasa ibu bagi rakyat Indonesia.

Mencintai, menggunakan, dan melestarikan bahasa merupakan salah satu wujud kita mecintai tanah air. Menggunakan bahasa dengan baik dan benar adalah bentuk penghormatan kita terhadap bahasa Indonesia. Berbicara mengenai bahasa tentunya tidak akan lepas dari sastra yang ada di dalamnya. Dengan bahasa sastra akan jauh lebih indah dan mendayu sehingga kedua aspek tersebut sejatinya merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu sebagai wujud penghormatan dan penghargaan terhadap bahasa maka pada bulan Oktober ditentukan lah menjadi bulan bahasa dan sastra. Lalu mengapa harus bulan Oktober? Adakah alasan yang mendasar di baliknya? Tentunya penentuan tersebut didasari oleh alasan yang rasionalis.

Bulan Oktober dipilih karena pada bulan tersebut telah terucap ikrar oleh pemuda Indonesia bahkan sebelum bangsa Indonesia merdeka bahwa mereka telah mengakui dan menjunjungi tinggi bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia yang dituangkan dalam salah satu butir sumpah pemuda yang berbunyi:

“Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoengdjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia”

Ikrar tersebut terucap dan tertuang dalam sumpah pemuda yang digagas oleh persatuan pemuda Indonesai pada 28 Oktober 1928 silam. Sepenggal ikrar tersebut telah mengakui bahwasanya bahasa Indonesia merupakan bibit bahasa persatuan dan rakyat indonesia wajib untuk menjunjung tinggi dan menghormatinya. Melalui ikrar ketiga sumpah pemuda tersebutlah sehingga ditetapkan bulan Oktober menjadi bulan bahasa dan sastra.

Dengan adanya bulan bahasa ini diharapkan agar masyarakat Indonesia senantiasa mengiat bahwa kukuhnya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasinal bukan tanpa adanya sebuah perjuangan yang besar di baliknya. Melalui bulan bahasa juga menjadi sebuah pengingat kepada putra putri bangsa agar bangga dan mencitai bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia.