Tebarkan Kedamaian Majelis Ulama Indonesia Redam Berita Hoax Oklin Fia Jadi Duta MUI

Beberapa waktu lalu netizen Indonesia digemparkan dengan isu pengangkatan Oklin Fia sebagai Duta MUI. Sebelumnya nama Okin Fia mencuat setelah video yang dibuatnya viral lantaran dugaan adanya pelecehan agama. Kontroversi yang dibuatnya semakin memanas setelah PB SEMMI dan Umi Pipik melaporkannya kepihak berwajib.  Namun pada Selasa, 5 September 2023 lalu Oklin meminta maaf secara langsung kepada MUI terkait tindakannya. Budiansyah selaku kuasa hukum Oklin Fia justru mengklaim bahwa yang bersangkutan akan ditunjuk sebagai Duta MUI. Dalam keterangannya MUI menilai Oklin sebagai selebgram yang bisa menginspirasi para pemuda untuk berubah jadi lebih baik. Continue reading “Tebarkan Kedamaian Majelis Ulama Indonesia Redam Berita Hoax Oklin Fia Jadi Duta MUI”

Implementasi Moderasi Beragama: Menparekraf Ajak Delegasi KTT ASEAN Berkunjung Ke Belitung

Konverensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-43 resmi digelar di Indonesia, Jakarta berkesemapatan menjadi tuan rumah. Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, pada 5-7 Sepetmber 2023. Adapun tujuan utama diselenggarakannya acara ini adalah untuk membahas perkembangan dan penguatan kerja sama anggota ASEAN dengan mitra eksternal. Ini berbeda dengan acara sebelumnya yang berlokasi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur yang membahas mengenai isu-isu internal serta isu penting dalam dan luar kawasan ASEAN. Setiap tahunnya KTT ASEAN digelar sebanyak dua kali oleh negara anggota yang memegang kekuatan pada tahun tersebut, dan tahun ini Indonesia berkempatan untuk menjadi tuan rumah baik KTT ASEAN ke-42 maupun 43.

Pada KTT ASEAN ke-43 ini terdapat beberapa rangkaian acara bersifat persidangan maupun non persidangan. Diawali dengan opening ceremony pada tanggal 5 September, kemudian dilajutkan diskusi oleh masing-masing delegasi negara yang hadir, dan ditutup dengan konferensi pers oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Sebagai ajang pertemuan pemimpin negara-negara di Asia Tenggara dan negara mitra KTT ASEAN ke-43 memiliki tujuan utama yakni menguatkan pencapian dan fondasi visi ASEAN 2045. Adanya KTT ASEAN ke-43 sebagai penguatan kelembagaan ASEAN baik dalam pembuatan keputusan yang efektif dan efisien di masa mendatang.

Dilansir dari laman resmi Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia setidaknya ada beberapa side event KKT ASEAN ke-43 yaitu ASEAN Bussiness Summit, The 30th ASCC Councill Meeting, ASEAN Investment Forum, AEC Councill For 43rd ASEAN Summit, ASEAN Plus Youth Summit, dan yang terakhir ialah kegiatan Post Event Trip di Belitung, Kepualauan Bangka Belitung. Menparekraf (Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif), Sandiaga Salahudin Uno merekomendasikan tempat tersebut atas beberapa alasan, yakni Belitung memiliki keberagaman geologis berupa lancape alam, bebatuan, mineral, proses geologis, dan tektonik, serta evolusi bumi. Belitung juga menyimpan perpaduan budaya, biologis, dan geografis yang berkaitan. Karena kelebihan potensial tersebut Belitung memperoleh gelar sebagai Globak Geopark.

Secara eksplisit tidakan Menparekraf tersebut merupakan perwujudan dari nilai moderasi beragama yaitu cinta tanah air. Dimana beliau berusaha untuk mengenalkan potensi alam dan budaya Indonesia ke kancah Internasional. Dengan demikian, moderasi beragama tidak sekedar berfokus pada ajaran keagamaan, melainkan dapat diimplementasikan melalui sikap cinta tanah air. Salah satunya dengan mempromosikan berbagai keunikan dan keunggulan tanah air, pada kancah Internasional. Sikap cinta tanah air juga merupakan sunnah Nabi yang utama, dimana beliau menegaskan untuk melindungi dan membangun tanah yang ditempati umatnya sebagai sebuah kewajiban.

Urgensi Moderasi Beragama di Era Digital

Di era digital saat ini, konsep agama mempunyai banyak pemikiran, model, sikap, dan sudut pandang yang beragam. Tuntutan global menuntut dunia pendidikan untuk senantiasa beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dengan menyesuaikan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Perguruan tinggi berkembang dari tahun ke tahun seiring berkembangnya era digital. Perkembangan tersebut juga tidak terlepas dari nilai dan peran perguruan tinggi Islam, termasuk Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia. Peran Universitas Islam Negeri (UIN) dalam menghadapi era digital tentunya tidak lepas dari peran agama Islam. Namun selain agama, beberapa aspek yang berkaitan dengan perguruan tinggi yaitu aspek teknologi, hukum, ekonomi, dan lingkungan juga harus ada.

Pembahasan konsep moderasi beragama telah ramai diperbincangkan di beberapa media sosial. Dalam konteks keagamaan, radikalisme agama dapat dimaknai sebagai sikap fanatik terhadap suatu pendapat tertentu sehingga menolak pendapat orang lain. Memahami agama secara tekstual tanpa melihat atau mempertimbangkan esensi syariat dapat menyebabkan ektrimisme. Radikalisme agama berawal dari cara pandang, sikap, dan perilaku seseorang dalam beragama yang eksklusif. Moderasi beragama merupakan sebuah solusi dalam menghadapi berbagai perbedaan yang berujung pada intoleransi beragama dan menghadapi banyaknya kelompok-kelompok ekstremis dan fundamentalis. Persemaian benih-benih paham radikalisme di lingkungan kampus tumbuh dari kelompok-kelompok studi atau kajian sesama mahasiswa. Bukan dari mata kuliah agama yang diwajibkan di kampus. Para senior di kelompok kajian-kajian itu mendoktrinasi paham keagamaan kepada para mahasiswanya. Sementara itu, peran para dosen pengampu mata kuliah agama umumnya kurang berperan dalam melahirkan warna radikal dalam pemahaman keagamaan mahasiswa khususnya di UIN. Di tambah majunya teknologi informasi dan pencetakan buku-buku yang membawa paham trans nasional menambah subur dan berkembangnya paham keagamaan yang radikal tersebut.

Paham tersebut membawa pada perubahan dalam dunia pendidikan atau perguruan tinggi di Indonesia. Sampai-sampai di Indonesia sendiri dapat menjadi paham keagamaan yang keras dan menyebabkan paham intoleransi pada sebagian mahasiswa, ternyata hal itu terjadi pada semua kelompok mahasiswa dari semua agama di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa ada yang salah dalam pendidikan agama di Indonesia mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga ke pendidikan tinggi. Idealnya pendidikan agama sejak dini mengantarkan mahasiswa pada paham inklusif sedini mungkin. Solusi yang mungkin dilakukan dalam Moderasi beragama pada perguruan tinggi dengan perkembangan teknologi yaitu dengan mengadakan diskusi akademik yang transparan dan mudah diakses dalam teknologi yang kemudian tidak mengandung radikalisme. Nantinya dalam pengembangan teknologi Moderasi beragama tentunya sangat penting dalam penyiapan berbagai aspek yang berkaitan dengan Moderasi beragama.

Menganalisis berbagai kebutuhan dan memahami terhadap potensi yang ditawarkan oleh teknologi yang ada moderasi beragama menjadi sangat penting. Apalagi pemanfaatan teknologi ini harus dibarengi dengan persiapan aspek lain, seperti sumberdaya ekonomi, regulasi dan aspek yang berkaitan yang tentunya menjadi hal yang sangat penting dalam mendukung perkembangan teknologi dan tidak melebih-lebihkan urusan agama. Sebagai contoh ada beberapa video di youtube, instagram, facebook ataupun tiktok terkait ceramah agama. Yang mana ceramah agama tersebut jika tidak difilter dapat menimbulkan doktrinisasi kepada para mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya. Dengan atau tanpa teknologi, dunia pendidikan Indonesia selalu berbenah untuk selalu menjadi lebih baik demi anak bangsa.

Pemerintah menjadikan kampus sebagai pusat pengajaran moderasi beragama. Konsep moderasi beragama menjadi salah satu pembahasan yang penting, karena sikap seseorang dalam beragama sangat menentukan pola praktik keagamaan yang telah dianut dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Idealnya, kehadiran agama menjadi pedoman sekaligus sebagai penyaring terhadap berbagai penyimpangan yang terjadi di masyarakat, namun justru menjadi salah satu sumber konflik. Hakikatnya, agama harus dijadikan sebagai pedoman yang dapat menyeimbangkan dan mengatur berbagai kemaslahatan umat manusia, dan tidak hanya dalam urusan keluarga, tetapi juga menyangkut etika bernegara. Seperti fenomena yang kerap terjadi, yakni maraknya aksi radikalisme dan terorisme dengan mengatasnamakan Islam, hal ini kerap memosisikan Islam sebagai agama yang jauh dari konsep rahmatan lil alimin.

Ide utama moderasi adalah mencoba mencari menemukan persamaan bukan menonjolkan perbedaan. Jika keduanya dipadukan, maka akan muncul budaya yang harmonis. Seperti halnya yang telah dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta kepada segenap civitas akademika untuk mewaspadai gerakan radikalisme dan ekstrimisme di dalam kampus, karena mahasiswa dapat dijadikan sebagai pintu masuk dari gerakan tersebut. Bahkan yang menjadi kewaspadaan bagi BNPT adalah tentang ideologi keagamaan radikal.

Dengan demikian, konsep moderasi beragama menjadi solusi dalam menumbuhkan harmonisasi dalam keberagamaan agar tidak terjebak sikap intoleransi dan tindakan kekerasan. Sehubungan dengan itu, generasi muda khususnya setiap mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga harmonisasi dan keutuhan bangsa di masa yang akan datang. Kedalaman tingkat pemahaman mahasiswa tentang moderasi beragama akan mempengaruhi pemikiran dan sikap serta tindakan yang akan dilakukan, khususnya dalam wacana menyatukan dan merekatkan persatuan kepada semua komponen bangsa dalam bingkai keberagaman budaya bangsa, sehingga tidak ada lagi pandangan yang menyatakan bahwa agama adalah salah satu sumber konflik.

Membangun sikap moderasi beragama di lingkungan kampus merupakan upaya untuk menghormati keberagaman beragama dan membangun kesadaran kolektif mahasiswa PTKIN. Melalui paradigma Islam Terapan dan strategi penyemaian moderasi beragama tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang berpikir moderat dan menunjukkan tingkat toleransi yang tinggi. Berawal dari moderasi beragama di kampus, harapannya menyebar ke Masyarakat, sehingga kita menemukan model keberagamaan yang menyejukkan.

 

Penulis           : Alyan Fatwa M.Pd

            Dosen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Frugal Living: Moderasi Manajemen Keuangan Ala Rasullah

Frugal Living belakangan ini menjadi tren yang banyak diperbincangkan publik. Pola hidup ini menerapkan prinsip hemat dan mengatur keuangan secara bijak. Frugal living mulai dikenal ketika krisis ekonomi global di Amerika Serikat pada tahun 2007, dimana pemerintah meminta masyarakat setempat untuk bertahan hidup dengan sedikit pengeluaran. Sejak saat itu frugal living makin populer dan berkembang hingga saat ini. Gaya hidup seperti ini dinilai efektif dalam mengelola keuangan dengan berfokuskan pada kebutuhan ketimbang keinginan. Dengan begitu dapat menjamin kualitas hidup dan financial yang lebih baik dalam jangka panjang.

Sederhananya frugal living berarti hidup hemat dengan menekankan pada kecermatan dalam membelanjakan uang. Bukan berarti harus membeli barang super murah demi menghemat anggaran akan tetapi lebih mensiasati antara kebutuhan primer dan tersier. Meskipun demikian, frugal living banyak menimbulkan pro dan kontra pada masyarakat karena gaya hidup dianggap terlalu menekan angka pengeluaran sesedikit mungkin sehingga banyak yang beranggapan gaya hidup ini mengarah pada sifat pelit. Fenomena ini juga terjadi di Korea Selatan dimana masyarakatnya benar-benar menghemat kebutuan pokok seperti makan demi target untuk membeli barang-barang bermerek.

Namun sesungguhnya gaya hidup ini bukan bermakna seperti yang dijelaskan di atas, tapi frugal living lebih mengarahkan kita, untuk memiliki gaya hidup hemat dan cermat. Contohnya tidak gemar berfoya-foya atau membeli barang diluar kebutuhan. Dalam ajaran islam sendiri frugal living berarti sederhana, seimbang, dan tidak berlebihan. Hal ini diajarkan oleh Rasullah SAW kepada umatnya, karena pola hidup sederhana dapat membuat seseorang bersikap toleran atas nikmat Allah SWT walau sekecil apapun. Sikap toleran tersebut sesuai dengan pilar-pilar moderasi beragama.

Penerapan frugal living bisa dimulai dengan beberapa langkah seperti sadar akan unsur kebutuhan dan keinginan serta keterjangkauan financial. Selanjutnya yaitu menyingkirkan gengsi karena banyak pengeluaran terjadi karena termakan oleh ego yang tinggi. Selain bermanfaat pada financial yang sehat frugral living juga berdampak pada kesejahteraan pribadi. Karena gaya hidup ini dapat mengurangi stress sebab masalah uang sehingga dapat berfokus pada hal-hal yang penting dalam hidup. Seperti membangun hubungan sosial, kesehatan serta pengembangan diri. Oleh karena itu prinsip hidup ini layak untuk kita terapkan terutama bagi kita yang mempunyai target tertentu dalam kehidupan, selain itu frugal living juga menuntun kita untuk memiliki gaya hidup seperti Rasullah SAW.

Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk bersikap moderat terkait manajemen keuangan. Di satu sisi, kita tidak boleh pelit, di sisi lain, kita juga tidak boleh boros. Sikap hidup moderat ini mendorong kita untuk menikmati kehidupan di satu sisi, tapi juga memiliki kontrol dalam mengeluarkan uang. Kita memang boleh menikmati hasil jerih payah kita, tapi kita juga harus memikirkan keamanan finansial kita. Dengan demikian, orientasi untuk keberlangsungan kehidupan lebih diprioritaskan. Prinsip moderasi dalam kehidupan, menguntungkan kita, termasuk dalam manajemen keuangan. Demikianlah ajaran Rasulullah…

MENEBARKAN DAMAI DAN CINTA MELALUI SUFI HEALING

Tasawuf dan sufisme merupakan dua hal yang saling berkesinambungan satu sama lain. Ilmu tasawuf sendiri merupakan ilmu yang berfokus pada mengembangkan diri untuk menjauhi hal duniawi. Tasawuf bisa juga diartikan sebagai upaya yang dilakukan manusia untuk memupuk diri dengan akhlak yang sumbernya dari nilai-nilai keislaman, dengan tujuan mendekatkan diri pada Allah SWT. Sedangkan sufisme merupakan suatu upaya mendekatkan diri pada sang Khaliq yang bergerak dalam lingkup rasa, esoteris atau hakikat (Zauq), dan hati (qalb). Secara sederhana tasawuf adalah ilmu yang berusaha membuat manusia mendekatkan diri dan mengenal Allah SWT dengan meninggalkan hal duniawi, sedangkan sufisme merupakan upaya untuk mewujudkan hak tersebut.

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, manusia seringkali mendapatkan banyak rintangan dan cobaan. Adanya cobaan dan rintangan tersebut berdampak pada psikis seseorang, yang cenderung merasa penat dan jenuh dengan aktivitas sehari-hari yang dilakukannya. Seiring berkembangnya zaman, muncullah istilah healing atau penyembuhan. Secara harfiah kata healing lebih cocok untuk penyembuhan raga, tapi kata healing diadopsi sebagai penyembuhan pikiran. Dimana hal tersebut kata healing dapat dikaitkan dengan penyembuhan jiwa, perasaan, batin, maupun pikiran. Dalam dunia sufisme, terdapat sufi healing atau pengobatan sufi yang merupakan cara penyembuhan yang dilakukan oleh para sufi.

Pengobatan dalam sufi healing dilakukan dengan cara dasar, yakni  keagaman dengan menghidupkan potensi keimanan kepada Allah SWT. Hal itu bertujuan untuk memunculkan rasa bahwa hanya Allah lah satu-satunya yang memiliki kuasa dan kekuatan untuk menyembuhkan rasa sakit dan derita manusia. Konsep sufi healing ini bersandar pada ilmu tasawuf yang memiliki tujuan untuk mengembalikan manusia pada fitrahnya. Praktek sufi healing dilakukan dengan terapi alternatif dengan mengambil nilai-nilai keislaman sebagai sarananya. Secara sederhana sufi healing dapat dilakukan dengan senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap tindakan.

Tidak ada healing terbaik selain kembali pada Allah SWT dan mencurahkan segala keluh kesah pada-Nya itu lah inti dari sufi healing. Segala kepenatan kehidupan duniawi, dapat terobati dengan meleburkan diri pada ke-Maha Kasih-Nya.  Sufi healing tidak menuntut syarat macam-macam, apalagi syarat materi. Yang dibutuhkan hanyalah ketulusan, ketekunan serta kesabaran, untuk mendekat kepada-Nya. Jiwa yang tenang, melepaskan segala sifat buruk seperti benci, marah, dendam, iri dst, kemudian merasakan dengan sempurna segala anugerah kehidupan yang diberikan, merupakan prinsip dasar dalam melakukan sufi healing. Tidak ada yang tersida dalam kehidupan ini, selain cinta dan damai….

Khutbah Jum’at LGBT ; Antara toleransi dan hukum syar’i

KHUTBAH JUMAT TENTANG LBGT

LGBT; ANTARA TOLERANSI DAN HUKUM SYAR’I

 

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Kadangkala kita tidak bisa menduga-duga apa yang akan terjadi kedepannya termasuk amal perbuatan. Untuk itu sebagai manusia hendaknya menggunakan akal pikiran supaya terhindar dari hal-hal maksiat atau perbuatan tidak baik.

Para hadirin yang dirahmati Allah, zaman yang semakin maju ini membuat kita lebih luas mengetahui sesuatu yang ada di dunia ini hanya menggunakan handphone saja. Semua hal sudah tertera di dalam handphone, mulai dari berita bahkan informasi yang sama sekali kita tidak menyangka sebelumnya. Salah satu berita yang akhir-akhir ini viral atau ibaratnya hangat dibicarakan masyarakat yaitu fenomena LBGT( Lesbian,biseksual,gay dan transgender). Fenomena tersebut kecenderungan pada orientasi seksual menyimpang. Singkatan dari LBGT sendiri adalah lesbian ( perempuan penyuka perempuan), biseksual ( penyuka dua gender sekaligus ), gay ( laki-laki penyuka laki-laki ) sedangkan transgender ( orang-orang yang merasa identitas gendernya tidak sesuai dengan identitas saat lahir). Dikatakan menyimpang sebab LBGT berorientasi homoseksual atau berpasangan sesama jenis. Oleh karena itu LBGT juga banyak tuai kritikan dari masyarakat karena bertentangan dengan agama Islam. Padahal dalam Islam sudah tertera bahwa manusia itu berpasang-pasangan yaitu laki-laki dan perempuan.

Dan firman Allah Ta’ala,

 

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ ۖ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

 

Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu”.

 

Dari LBGT kita diingatkan pada kaum nabi Luth yang dulu melanggar agama Islam dengan menikahi sesama jenis atau gay. Perilaku itu diharamkan dan ditentang oleh Allah karena termasuk perbuatan keji.

 

أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ

 

“Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”. [Asy-Syu’ara’:165-166]

Kita memang harus menghargai perbedaan untuk mendapatkan kedamaian dalam hidup di lingkungan. Akan tetapi, perbedaan yang seperti ini tidak bisa ditolerir. Sebab perbedaan yang ada dalam kasus-kasus LGBT merupakan perbedaan yang harus diperangi dan dilawan tanpa membawa embel-embel Hak Asasi Manusia. Tindakan yang menyimpang tersebut tidak bisa dibenarkan dari segi manapun. Akan tetapi, sebagai seorang muslim yang diberkahi Allah dengan akal kita perlu menyeimbangkan antara batin dan akal dalam memberikan nasihat-nasihat.

Dalam taraf moderasi beragama dimana nilai toleransi dijunjung tinggi, terdapat pengecualian dalam hal tersebut. Tidak ada pembenaran dalam kasus-kasus LGBT, karena penyimpangan tersebut sudah jelas salah dan diharamkan oleh agama khususnya Islam. Oleh karena itu kita perlu menjaga perilaku dan pergaulan serta senantiasa mengingat ajaran-ajaran Islam. Bilamana dalam lingkungan ada seseorang yang termasuk dalam kategori LBGT hendaknya kita menasehati dengan santun. Point’ utamanya adalah yang perlu dijauhi adalah perilakunya bukan orangnya. Sebisa mungkin kita membimbing orang tersebut agar kembali ke  jalan yang benar.

Jika kita menolak LGBT, kemudian memusuhi orangnya, maka bisa jadi mereka akan semakin solid untuk melakukan perlawanan. Sebaliknya, kalau kita anggap LGBT itu penyakit yang harus diobati, maka penderita penyakit itu harus dirangkul, diberikan pemahaman, dibantu agar menjadi sembuh. Jika kita melakukan hal seperti itu, maka kehidupan sosial akan menjadi lebih damai dan sejuk

 

Best Practice Moderasi Beragama dari Papua, ke UIN Gus Dur: Bupati Kaimana Papua Barat Freddy Thei, Kristian yang menguliahkan “anaknya” di Kampus Islam

Freddy Thei seorang politikus Tionghoa-Indonesia yang menjabat sebagai Bupati Kaimana Papua Barat periode 2021-2024 yang berpasangan dengan Wakil Bupati Hasbulla Furuada. Freddy memulai karir politiknya dengan menjadi ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) partai Demokrat Kabupaten Kaimana pada tahun 2007. Adanya toleransi yang tinggi di Kaimana menjadi faktor eksternal bagaimana sikap toleransi yang dia miliki. Terpilihnya Freddy Thei sebagai kepala daerah menjadi bukti adanya toleransi yang tinggi tersebut. Dimana Freddy Thei datang dari kalangan minoritas dan satu-satunya di Papua.

“Toleransi yang dimiliki oleh rakyat Kalimana merupakan sebuah kearifan lokal, ketika di kampung muslim hendak membangun sebuah masjid dibantu oleh masyarakat kristen dan sebaliknya. Kita tidak pernah melihat perbedaan.” Tuturnya pada saat berpidato di wisuda sarjana dan magister UIN Gusdur Pekalongan pada Rabu, 30 Agustus 2023. Sebagai bentuk perwujudan dari sikap toleransi beliau sebagai kepala daerah Kaimana, Freddy Thei juga mengirimkan putra-putri Kaimana untuk melakukan pertukaran pelajar di UIN Gusdur Pekalongan. Hal itu diresmikan melalui MOU antara pemerintah daerah Kaimana dengan UIN Gusdur Pekalongan.

Pertukaran pelajar itu tak hanya terjadi di UIN Gusdur Pekalongan saja, melainkan tersebar di beberapa Universitas Islam lainnya. Sikap toleransi yang ditunjukkan oleh Freddy Thei tak hanya dalam bidang pendidikan saja, melainkan dalam berbagai bentuk kegiatan sehari-hari. Freddy Thei juga kerap diundang untuk memberikan motivasi atau pidato di yayasan Islam maupun non Islam. Sikap yang ditunjukkan oleh Freddy Thei sejalan dengan pilar-pilar moderasi beragama, yakni toleransi, menerbarkan kedamaian dan hidup rukun. Kita bisa mencontoh perilaku beliau untuk menerapkan nilai-nilai moderasi beragama tersebut dengan baik agar terwujud kedamaian dan ketenteraman bersama.

Pekalongan jadi Tuan Rumah Muktamar Sufi Internasional dihadiri dan dibuka Langsung oleh Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo hadiri Muktamar Sufi Internasional yang digelar di Pekalongan pada 29 Agustus 2023,  Acara tersebut diawali dengan kirab bendera merah putih sepanjang 1.001 meter. Kirab tersebut diikuti oleh sekitar 2.000 peserta yang terdiri atas TNI, Polri, Pemkot Pekalongan, ormas dan pelajar yang memeriahkan serangkaian kegiatan muktamar Sufi Internasional atau word sufi assembly conference 2023 pada Senin, 28 Agustus 2023. Kegiatan kirab bendera ini dipimpin langsung oleh Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahluth Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Yahya dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat setempat di sepanjang jalan yang dilalui peserta kirab.

Parade alutsista hingga drum band juga turut memeriahkan kegiatan kirab bendera merah-putih tersebut. Kirab dimulai dari Stadion Hoegeng Pekalongan menuju Jalan Kemakmuran, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Dr. Cipto dan panggung kehormatan di depan Hotel Nirwana Jalan Wahidin serta finish tepat di depan gedung Kanzus sholawat Kota Pekalongan. Habib Luthfi bin Yahya yang merupakan panitia pelaksana muktamar Sufi Internasional secara langsung mengarahkan dan mengkoordinir jalannya kegiatan tersebut. Selain Habib Luthfi, Mentri Pertahanan Prabowo Subianto juga merupakan Ketua Umum Pusat Multaqo Sufi Al-Alamy.

Muktamar Sufi Internasional akan dilaksanakan pada tanggal 29-31 Agustus 2023 dan diikuti oleh 68 mozaik dari luar negeri, 1.500 ulama habaib dalam negeri, hingga tokoh masyarakat. Dalam agendanya akan membahas empat bidang. Prabowo membeberkan empat bidang itu adalah pendidikan sufi dan pengaruhnya dalam penyucian jiwa, ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, industri media dan opini publik, serta peran penting tasawuf dalam membangun manusia dan mengembangkan peradaban. Empat bidang yang akan menjadi fokus dalam muktamar Sufi Internasional tersebut erat kaitannya dengan nilai-nilai moderasi beragama. Salah satunya yang paling erat adalah nilai menebarkan kedamaian dan hidup rukun yang mana bisa dilakukan dengan menerapkan empat bidang pembahasan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Meski dilakukan dalam bentuk yang sederhana, akan tetapi dapat memberikan manfaat serta kesinambungan. Adapaun tujuan utama diselenggarakannya kegiatan tersebut ialah untuk mempertahakankann kedamaian dunia.

Tokoh Islam Inspiratif : Dr. Yusri Rusydi Jabr

Info Tokoh Islam Inspiratif:

Penulis: Ali Burhan

Alamat: Setono  Kota Pekalongan, Jawa Tengah Indonesia

Email: aliburhan@uingusdur.ac.id

Dr. Yusri Rusydi Jabr

            Nama tokoh ini sudah tidak asing bagi pelajar non pribumi di Bumi Kinanah (Mesir) khususnya dari Asia Tenggara. Dalam Lima thun terakhir sudah beberapa kali mengadakan safari dakwah ke Indonesia, Malaysia dan Singapura. Antusias muhibbin sangat besar menyambut kehadirannya di berbagai kota yang beliau singgahi, mulai safari pertama pada Januari 2017 silam sampai kunjungan terakhir yang tercatat pada akhir Februari sampai 17 Maret 2023 kemarin.

Dr. Yusri Rusydi Jabr lahir di Distrik Raudl al Faraj salah satu wilayah di Kairo, 23 September 1954. Sosok moderat multitalenta ini melanjutkan pendidikan akademiknya di Kuliah Kedokteran Cairo University Mesir dan tamat tahun 1978. Kemudian lanjut studi S2 dengan spesialis bedah tahun 1983 dan dilanjutkan S3 Kedokteran bedah tahun 1991 pada almameter yang sama. Dilansir dari Chanel youtube Qonah An-Nas yang mengulas tentang wawancara pribadi dengan Dr Yusri: Setelah gelar Doktor diraih beliau mengambil kuliah di Fakultas Syariah wa Qanun Al Azhar University tahun 1992 hingga 1998 menyelesaikan jenjang S1 ilmu Syariah dengan gelar Lc.

Dr. Yusri hafal al-Quran pada  tahun 1985 dengan sanad nyambung ke Imam Ashim, ulama di bidang qiraat Al-Qur’an. Kecerdasannya yang luar biasa menjadikannya seolah tidak pernah cukup dengan teori-teori kedokteran yang dipelajari di bangku kuliah, beliau juga sangat rajin dan mendalami kitab-kitab turats keislaman yang disampaikan oleh para guru ternama di masjid-masjid kota Kairo seperti Syaikh Hafidz al-Tijani, Syaikh Muhammad Najib Muthií, Syaikh Abdullah Siddiq al-Ghumary, Syaikh Ismail Sadiq al Adawy, Syaikh Muhammad Zaky Ibrahim, Syaikh Muhammad Alawy al-Maliki Mekah dan masih banyak ulama kenamaan lainnya. Sehingga tidak heran jika beliau juga mendapat ijazah irsyad (untuk menjadi seorang mursyid) pada tarekat syadziliyah.

Kecintaan beliau pada ilmu agama sempat menggoyahkannya untuk meninggalkan kuliah kedokteran supaya bisa lebih mendalam belajar di bidang agama, namun oleh sang guru Syaikh al-Ghumary beliau diarahkan untuk tidak meninggalkan kedokteran dengan prinsip: ‘’dimana saja Allah menempatkanmu, disitulah kamu dapat  beribadah kepada Allah. Buatlah hal itu dengan baik, karena itulah pilihan Allah buatmu’’. Atas dasar motivasi tersebut akhirnya Syaikh Yusri kembali menekuni  pelajaran kedokteran hingga selesai level S3 bahkan terlibat aktif dalam asosiasi dokter bedah internasional.

Beberapa kitab klasik tentang keislaman dengan variasi disiplin keilmuannya seperti hadits, fikih, akhlak, sirah nabawiyah (Sejarah Nabi) dan sebagainya disampaikan oleh beliau secara rutin dan berkesinambungan di beberapa masjid Kota Kairo dengan ulasan yang tajam dan mendalam. misalnya kitab al-Syifa’ bita’rif Huquq al Musthafa yang disampaikan di Masjid Qatbay Kairo, juga disampaikan di masjid Abu Bakar al-Shiddiq wilayah Muqathtam Kairo, Sahih Bukhari dan Risalah Qusyairiyah yang disampaikan di Masjid al-Azhar kota Kairo, Syarh Hikam Ibnu Athoillah yang disampaikan di Masjid Muqathtam selepas salat tarawih disamping Syarh Sahih Muslim Imam Nawawi, Syarh Sunan Turmudzi, Syarh Sunan Abu Daud dan kitab-kitab lainnya. Sepanjang yang penulis saksikan biasanya pengajian beliau di Masjid Al-Azhar dimulai tepat pukul 09.00 dan berakhir 10.30, selepas itu pergi menunaikan tugasnya sebagai dokter bedah.

Sebuah pengalaman spiritual yang penulis alami ketika penulis bergabung dalam rombongan bus ziarah ke Makam Syaikh Abu Hasan al-Syadzili di Wilayah Humaitsarah Mesir pada era 2006-an, sepanjang perjalanan yang jaraknya hampir 500 km itu tidak pernah sepi dari bayan (penjelasan) tentang hadits-hadits yang ada di Sunan Turmudzi. Hal yang menunjukkan tingkat kepedulian dan antusias beliau dalam menyampaikan  risalah tarbiyah ruhiyah

Murid dan muhibbin beliau tersebar di seluruh dunia. Metode yang diterapkan dalam tarbiyah yang diajarkannya dibangun atas dasar ilmu,dzikir dan taálluq (selalu mengingat ajaran) akan Rasulullah Saw. Dengan tuntunan ilmu manusia menyembah Allah dengan benar, menjauhkannya dari radikalisme beragama yang cenderung menjerumuskannya untuk mengangkat orang lain sesat bahkan sampai kepada tingkatan menghalalkan darah orang yang tidak sepaham dengannya. Channel Youtube dan Facebook yang menyiarkan session bayan beliau juga banyak mendapat follower mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu bahkan jutaan banyaknya.

Dr. Yusri ini mungkin menjadi tokoh representatif dari kalangan tasawuf dan tarekat yang selama ini identik dengan hanya memperbanyak wirid dan riyadhah pembersihan jiwa di masjid-masjid tanpa menangani masalah sosial masyarakat. Beliau bukan hanya seorang mursyid tarekat yang mumpuni, namun juga seorang dokter bedah yang sukses memberikan pelayanan kepada para pasien. Terbukanya pintu-pintu rizki tidak menggoyahkannya untuk tetap hidup konsisten dalam beribadah, tawadhu, dekat dengan semua pihak dan tetap berusaha memberikan bimbingan ruhiyah bagi para murid dan muhibbin baik secara langsung di forum-forum pengajian ataupun online melalui canel-canelnya yang mudah digoogling di internet.

KHUTBAH JUMAT TENTANG HUTANG PIUTANG

KHUTBAH JUMAT TENTANG HUTANG PIUTANG

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu meningkatkan iman dan ketakwaan kepwda Allah SWT. Mendekatkan diri kepada Allah dengan senantiasa menjalankan perintahnya dan menjauhi larangan-nya. Dengan hal itu pastinya kita akan lebih mudah dalam menyelesaikan ujian atau masalah yang datang di kehidupan ini. Di surat at-thalaq Allah berfirman :

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Artinya : ” Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu ” (QS: At Thalaq 2-3)

Penjelasan di surat at-thalaq dapat diartikan bahwasannya Allah SWT membukakan rezeki kepada setiap hamba-nya. Allah akan mencukupkan rezeki dan memudahkan urusannya sesuai dengan ketentuannya.

Firman Allah dalam surat at-thalaq mengenai rezeki seharusnya kita sebagai manusia tidak perlu khawatir kekurangan rezeki. Namun seiring berjalannya waktu, rezeki ini masih saja menjadi problem penting di masyarakat. Salah satu problemnya terkait kemiskinan atau pengangguran yang merajalela. Berbagai cara dilakukan agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa kekurangan dengan cara yang mudah yaitu berhutang. Pada agama Islam berhutang tak di larang ( diperbolehkan ) namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat hendak berhutang piutang. Rasulullah juga mengingatkan kita untuk wajib melunasi setiap hutang yang dilakukan. Dari sebuah riwayat dari imam Bukhari :

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللهُ

Artinya: “Barangsiapa yang mengambil harta-harta manusia (berutang) dengan niatan ingin melunasinya, Allah akan melunaskannya. Dan barangsiapa yang berutang dengan niat ingin merugikannya, Allah akan membinasakannya” (HR Bukhari: 2387).

Hadis riwayat tentang hutang piutang bisa di maksudkan bahwa jika kita memiliki hutang kepada orang lain dengan berniat melunasinya pasti Allah akan mempermudah dalam urusan melunasi sedangkan apabila dengan niat yang tidak baik atau tidak melunasi maka akan rugi.

hadis riwayat lain dari Imam Ahmad yang menuturkan bahwa beratnya dosa yang akan di tanggung apabila melalaikan hutang. Bahkan orang yang mati syahid 3x Sekali pun tak akan masuk surga apabila masih memiliki hutang yang belum dibayar. Hal itu mengingatkan kepada kita semua untuk tidak menyepelekan hutang meskipun dalam nilai yang kecil. Dosa dan azab yang akan diberikan kepada orang-orang yang memiliki hutang sangatlah berat bukan hanya di dunia melainkan saat di alam  kubur dan akhirat. Dalam sebuah cerita Rasulullah pernah tak mau mensholati jenazah karena jenazah itu masih memiliki hutang. Hingga akhirnya Ali bin Abi Thalib melunasinya. Rasulullah mengingatkan agar selalu melunasi hutang karena akan menyesal nantinya termasuk amalan-amalan baik yang akan hilang.