Coretan Inspiratif: Langkah Awal Pengenalan Pendidikan Abad 21 Melalui Kegiatan KKN UIN Gusdur di SDN 01 Kutorojo

Pewarta: Akhmad Dalil Rohman & Muhammad Harits, Editor: Azzam Nabil Hibrizi

Pentingnya peran pendidikan dalam membentuk masa depan generasi muda sudah tidak diragukan lagi. Namun demikian, perlu ada tahapan untuk memastikan bahwa pendidikan yang diberikan relevan dengan tuntutan zaman. Untuk itu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Angkatan 58 mengambil langkah nyata dengan menggelar kegiatan edukasi di SDN 01 Kutorojo pada hari Rabu tanggal 20 Maret 2024. Lokasi ini dipilih sebagai titik awal untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pendidikan dan pembelajaran abad 21 kepada siswa-siswi.

Kegiatan ini bukan hanya rutinitas biasa, tetapi juga merupakan implementasi dari salah satu pilar penting perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Melibatkan siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6, kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan mereka agar memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman. Terlebih dengan ketatnya persaingan untuk mencapai karir, maka anak-anak juga perlu dilatih agar memereka memiliki daya kreativitas tinggi dengan didukung kemampuan tertentu yang harus dikuasai. Oleh karenanya, mahasiswa sebagai pilar penerus bangsa, maka mereka juga diharapkan dapat memberikan contoh nyata dan pengajaran bagi anak-anak, khususnya dalam hal ini pada jenjang sekolah dasar.

Menyadari pentingnya peran mahasiswa dalam memberikan contoh nyata, para mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai fasilitator, tetapi juga sebagai role model bagi para siswa. Mereka memulai kegiatan dengan memperkenalkan diri dan tujuan dari kehadiran mereka di sekolah tersebut. Mereka menggabungkan cerita, contoh kasus, dan gambar untuk membantu siswa memahami konsep-konsep yang disampaikan.

Didukung dengan sesi ice breaking dan permainan edukasi menjadi magnet awal untuk membangun keakraban antara para mahasiswa dan siswa. Metode interaktif yang diterapkan dalam penyampaian materi tentang pentingnya pendidikan dan pembelajaran abad 21 membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Hal ini sangat penting mengingat keberagaman latar belakang dan tingkat pemahaman siswa yang berbeda.

Highlight dari kegiatan ini adalah praktik keterampilan abad 21, dimana siswa diajak untuk berkreasi dan mengekspresikan ide-ide mereka. Mereka diberi kesempatan untuk membuat gantungan kunci atau gelang menggunakan bahan tali kur, yang tidak hanya melatih keterampilan kreatif mereka tetapi juga belajar untuk bekerja sama dalam sebuah tim. Hasil dari praktik ini tidak hanya menjadi bukti keterampilan siswa, tetapi juga mengidentifikasi bakat dan minat mereka.

Tak hanya itu saja, siswa-siswi juga turut mendapat pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pendidikan abad 21. Keberhasilan kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di sekitarnya. Dengan melihat hasil positif yang diperoleh oleh SDN 01 Kutorojo melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan sekolah-sekolah lain juga akan tertarik untuk melakukan hal serupa. Hal ini tentu akan membawa dampak positif yang lebih luas bagi peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Dengan demikian, kegiatan edukasi tentang pentingnya pendidikan dan pembelajaran abad 21 di SDN 01 Kutorojo telah memberikan dampak positif bagi para siswa dan sekolah itu sendiri. Semoga kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan demi meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan dengan percaya diri dan kompeten.

Harmoni Menuju Kemajuan: Inisiatif Koperasi Moderasi Beragama di Desa Kutorojo Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan

Pewarta: M. Syukron Ni’am dan Eva Novitasari, Editor: Ika Amiliya N.

Pada Kamis, tanggal 7 Maret 2024, sebuah kegiatan penyuluhan pendirian koperasi moderasi beragama diadakan di Balai Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Acara tersebut diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bekerjasama dengan Pusat Moderasi Beragama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian dan menyatukan keberagaman agama serta kepercayaan masyarakat di Desa Kutorojo.

Pada kesempatan tersebut, Bani Prayogi, S.Psi. dari Dinas Koperasi Kabupaten Pekalongan, hadir sebagai pemateri. Peserta yang hadir adalah masyarakat Desa Kutorojo yang beragam dari segi agama dan kepercayaan. Latar belakang diadakannya penyuluhan ini antara lain adalah belum adanya koperasi di Desa Kutorojo, serta kebutuhan untuk menyatukan elemen-elemen masyarakat dan meningkatkan perekonomian lokal.

Penyuluhan ini bertujuan untuk menyatukan elemen masyarakat Desa Kutorojo, memenuhi kebutuhan mereka, dan menyediakan lapangan pekerjaan. Dalam penyuluhan tersebut, Bani Prayogi menjelaskan secara rinci tentang pembentukan koperasi, termasuk dasar hukum, definisi, jenis-jenis koperasi, prinsip-prinsipnya, struktur kepengurusannya, dan mekanisme pembentukannya.

Dengan informasi yang disampaikan oleh Bani Prayogi, diharapkan masyarakat Desa Kutorojo dapat lebih memahami pentingnya mendirikan koperasi dan bagaimana cara melakukannya. Melalui koperasi, diharapkan perekonomian masyarakat Desa Kutorojo dapat ditingkatkan secara signifikan. Pengurus koperasi nantinya terdiri dari masyarakat lintas agama dan organisasi masyarakat (Ormas).

Kegiatan penyuluhan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesejahteraan bersama di Desa Kutorojo. Dengan kerja sama antara Mahasiswa KKN, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan Desa Kutorojo dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan koperasi sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan bersama, sambil tetap memperhatikan dan menghargai keberagaman agama dan kepercayaan.

Harmoni Menuju Kemajuan: Inisiatif Koperasi Moderasi Beragama di Desa Kutorojo Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan

Pewarta: M. Syukron Ni’am dan Eva Novitasari, Editor: Ika Amiliya N.

Pada Kamis, tanggal 7 Maret 2024, sebuah kegiatan penyuluhan pendirian koperasi moderasi beragama diadakan di Balai Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Acara tersebut diselenggarakan oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bekerjasama dengan Pusat Moderasi Beragama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian dan menyatukan keberagaman agama serta kepercayaan masyarakat di Desa Kutorojo.

Pada kesempatan tersebut, Bani Prayogi, S.Psi. dari Dinas Koperasi Kabupaten Pekalongan, hadir sebagai pemateri. Peserta yang hadir adalah masyarakat Desa Kutorojo yang beragam dari segi agama dan kepercayaan. Latar belakang diadakannya penyuluhan ini antara lain adalah belum adanya koperasi di Desa Kutorojo, serta kebutuhan untuk menyatukan elemen-elemen masyarakat dan meningkatkan perekonomian lokal.

Penyuluhan ini bertujuan untuk menyatukan elemen masyarakat Desa Kutorojo, memenuhi kebutuhan mereka, dan menyediakan lapangan pekerjaan. Dalam penyuluhan tersebut, Bani Prayogi menjelaskan secara rinci tentang pembentukan koperasi, termasuk dasar hukum, definisi, jenis-jenis koperasi, prinsip-prinsipnya, struktur kepengurusannya, dan mekanisme pembentukannya.

Dengan informasi yang disampaikan oleh Bani Prayogi, diharapkan masyarakat Desa Kutorojo dapat lebih memahami pentingnya mendirikan koperasi dan bagaimana cara melakukannya. Melalui koperasi, diharapkan perekonomian masyarakat Desa Kutorojo dapat ditingkatkan secara signifikan. Pengurus koperasi nantinya terdiri dari masyarakat lintas agama dan organisasi masyarakat (Ormas).

Kegiatan penyuluhan ini menjadi langkah awal dalam membangun kesejahteraan bersama di Desa Kutorojo. Dengan kerja sama antara Mahasiswa KKN, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan Desa Kutorojo dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan koperasi sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan bersama, sambil tetap memperhatikan dan menghargai keberagaman agama dan kepercayaan.

Harmoni Ramadhan dalam Talkshow Lintas Agama Memperkuat Persaudaraan Antar Umat Beragama

Pewarta: Sirli Amry, Editor: Amarul Hakim

Pekalongan, 18 Maret 2024 – Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Gus Dur Pekalongan adakan Talkshow Lintas Agama untuk perkuat wawasan moderasi beragama serta persaudaraan antar umat beragama. Talkshow yang mengangkat tema “Mainstreaming Moderasi Beragama dalam Dinamika Kebangsaan” bertempat di Gedung FUAD Lt. 2, Minggu (17/03).

Talkshow Lintas Agama ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang keagamaan yakni Islam, Kristen, dan Hindu. Narasumber tersebut diantaranya, Syamsul Bakhri, S. Pd., M. Sos (Ketua Umum Braindilog Sosilogi Indonesia), Dwi Argo M., M. Si (Ketua Badan Kerja Sama Gereja Kristen (BKSGK) Pekalongan), Kusnaeni, S. Pd., S. Sos (Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kab. Pekalongan).

Dalam talkshow tersebut, Kusnaeni menuturkan bahwa moderasi adalah sikap tidak ekstrem ke kanan dan tidak pula ekstrem kekiri yang artinya adalah tidak berlebihan dalam beragama karena sikap terlalu ekstrem dapat memicu perpecahan. Menurutnya, moderasi beragama adalah tentang praktek bagaimana cara kita menghargai perbedaan agama seperti yang ada di Linggoasri, dimana di daerah tersebut terdiri dari berbagai agama yang berbeda namun tetap rukun.

Sejalan dengan Kusnaeni, Dwi Argo juga menyatakan bahwasannya sikap moderasi beragama atau moderat ini tidak hanya perlu kita terapkan antar umat beragama tapi juga relasi antar manusia yang sesama agama. Dirinya menekankan pada pentingnya memilki kepekaan serta mampu untuk menempatkan diri untuk tidak ekstrem ke kanan ataupu  ke kiri. Menurutnya, sikap moderat adalah sikap yang paling pas diterapkan dalam konteks kebangsaan.

Dalam dialog yang harmonis ini, Syamsul Bakhri, Ketua Umum Brandilog Sosilogi Indonesia menyampaikan pesan kepada para peserta supaya ikut berperan aktif menjadi pelopor semangat moderasi beragama. Mulai dari diri sendiri terlebih dahulu, tanamkan sikap moderat dalam beragama. Kemudian langkah yang bisa kita lakukan sebagai pemuda di era digital ini adalah dengan menyebarluaskan prinsip moderasi beragama dengan cara One day one konten, membuat konten moderasi beragama yang menarik. Selain itu, kita juga harus memahami apa itu agama dengan berguru kepada seorang ahlinya, ulama, bukan hanya dengan melihat cuplikan di konten media sosial.

Ketua Badan Kerja Sama Gereja Kristen (BKSGK) Pekalongan juga menyampaikan bahwa peran mahasiswa salah satunya adalah dengan memperdalam literasi baik itu membaca buku maupun literasi digital. Kusnaeni menambahkan peran yang bisa dilakukan seorang mahasiswa untuk menggalakkan sikap moderasi beragama adalah dengan mengasihi sesama terlepas dari segala bentuk perbedaan.

Farah Maulida, selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa saat ini, isu terkait moderasi beragama marak dibicarakan didunia nyata maupun dunia maya. Apalagi di Indonesia yang memang terkenal dengan keberagaman agamanya. Maka, dengan dihadirkannya talkshow lintas agama ini, harapannya peserta bisa memahami sekaligus mempraktekkan prinsip daripada moderasi beragama dalam bingkai kebangsaan. Hal ini dia sampaikan dalam wawancara setelah talkshow berlangsung,

”Moderasi beragama ini marak dibicarakan si Mba, baik itu di medsos ataupun di dunia nyata. Dengan adanya talkshow ini harapannya mahasiswa itu bisa mempraktekkan sikap toleransi dan moderat dalam dinamika kebangsaan. Selain itu, para peserta akan kita minta untuk membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa pembuatan video ataupun essay terkait moderasi beragama.” ujarnya.

Dengan kehadiran ketiga narasumber dengan latar agama yang berbeda, diharapkan mampu mencontohkan betapa indahnya keberagaman dan pentingnya memilki sikap moderat terlebih dalam hal moderasi beragama.

Nyadran: Tradisi Penghormatan Leluhur dalam Bingkai Nilai-Nilai Islam di Dusun Silawan Desa Kutorojo

Pewarta: Akhmad Dalil Rohman, Editor: Amarul Hakim

Tradisi Nyadran merupakan sebuah ritual atau tradisi yang khas dilakukan oleh masyarakat Jawa, terutama di daerah pedesaan, sebagai wujud penghormatan kepada leluhur yang telah meninggal dunia. Tujuannya tidak hanya sekadar memberikan penghormatan kepada roh leluhur, tetapi juga untuk mempererat hubungan antara generasi yang masih hidup dengan mereka yang telah tiada. Di Kabupaten Pekalongan, tradisi ini turut dilaksanakan oleh masyarakat Dusun Silawan Desa Kutorojo Kecamatan Kajen.

Pelaksanaan Tradisi Nyadran berlangsung di makam Ki Gede Kertasari, yang merupakan lokasi bersejarah bagi masyarakat Dusun Silawan. Tradisi ini digelar setiap 70 hari sekali, tepatnya pada hari Rabu Kliwon pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Selain itu terkhusus untuk hari Rabu Kliwon dibulan Suro, masyarakat bergotong royong menyembelih kambing untuk dijadikan lauk sarapan. Ki Gede Kertasari sendiri diakui sebagai tokoh yang membuka lahan pertama di Dusun Silawan, sehingga memiliki makna yang mendalam bagi warga setempat.

Partisipasi dalam Tradisi Nyadran cukup meluas. Mulai dari Kepala Dusun, Ketua RT, tokoh adat masyarakat, hingga ustadz dan seluruh masyarakat Dusun Silawan turut serta dalam pelaksanaannya. Setiap orang yang hadir membawa be makanan yang menjadi santapan bagi masyarakat setempat, seperti nasi, megono, lalapan, gorengan, dan berbagai lauk lainnya.

Rangkaian acara Tradisi Nyadran mencakup beberapa tahapan penting. Mulai dari pembakaran dupa atau kemenyan di makam Ki Gede Kertasari, hingga bersih-bersih makam tersebut yang kemudian dilanjutkan ke makam keluarga masyarakat Dusun Silawan yang telah meninggal. Ada juga sambutan dari Kepala Dusun Silawan, yakni Bapak Kisworo, serta pembacaan doa atau tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Wahid, seorang alumni Pondok Pesantren At-Taufiq Wonopringgo.

Tradisi Nyadran tidak hanya merupakan sebuah ritual keagamaan, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di antara masyarakat. Selesai dari serangkaian kegiatan, acara biasanya ditutup dengan sarapan bersama sebagai bentuk silaturahmi dan kebersamaan yang lebih lanjut. Dengan demikian, Tradisi Nyadran tidak hanya menjadi warisan budaya yang berharga, tetapi juga menjadi simbol keharmonisan dalam kehidupan masyarakat Jawa.

Praktek kehidupan keberagamaan masyarakat Jawa tidak bisa dilepaskan dari tradisi yang sudah berurat akar di masyarakat. Tradisi ini syarat dengan nilai-nilai spiritual, etika dan kemanusiaan. Sangat disayangkan, jika tradisi ini punah oleh ajaran yang secara sepihak menganggapnya sebagai “aneh, sesat, kafir”, dst. Ber Islam, bukan berarti menanggalkan budaya, sebagai identitas dan ciri khas masyarakat Indonesia. Indahnya keharmonian…

Harapan Menag dalam Peringatan Pers Nasional : Terus Cerahkan dan Kuatkan Persatuan Umat

Pewarta: Azzam Nabil Hibrizi, Editor: Ragil

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas atau yang kerap disapa Gus Men, dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 menyampaikan ucapan selamat memperingati hari pers untuk seluruh jurnalis dan berharap Pers di Indonesia terus berkontribusi dalam mencerahkan dan dan menguatkan persatuan umat. Jumat (9/2/2024).

Terimakasih juga Gus Men sampaikan atas kolaborasi yang kuat antara pers dan Kementerian Agama dalam mengawal pembangunan bidang agama di Indonesia.

“tema yang bagus dalam peringatan Hari Pers Nasional 2024 tahun ini yaitu Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Menjaga Keutuhan Bangsa, yang mana sangat berkaitan dengan kondisi kebangsaan saat ini”, ujar Gus Men.

Gus Men berpendapat, bahwa moment HPN tahun ini berdekatan dengan dilaksanakannya pemilu 2024, sehingga Pers perlu mengambil peran dalam mengawal pemilu yang jujur, adil, dan rahasia. Selain itu, juga berperan mengedukasi masyarakat dalam menggunakan hak suaranya agar lebih bertanggung jawab. Sebagaimana yang Gus Men sampaikan, “Sebagai pilar demokrasi kelima, pers memiliki peran strategis dalam mengawal setiap tahapan pembangunan bangsa, termasuk dalam kepemimpinan nasional”

Dengan adanya pesta demokrasi yang kali ini dilaksanakan pada tahun 2024, Gus Men mengajak agar pemilu kali ini jangan sampai merusak persatuan dan kerukunan umat. Segala bentuk segregasi karena perbedaan pilihan harus bisa diminimalisir setelah pemilu.

“Kita harap hiruk pikuk pemilu segera kebali normal setelah masyarakat menggunakan hak suaranya. Semua kembali pada kehidupan masing-masing, bekerja sesuai tugasnya, sembari memantau proses penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pers juga terbukti memiliki peran yang strategis dalam menjaga keutuhan bangsa,” Tegasnya.

GUSDURian Pekalongan Gelar Gardu Jalanan Titik Nol: Masyarakat Sipil Bersatu untuk Pemilu 2024 yang Jujur dan Damai

Pewarta: Fajri Muarrikh, Editor: Amarul Hakim

Hijratunaa.com – Komunitas GUSDURian Pekalongan mengajak masyarakat sipil untuk bersama-sama menciptakan pemilu tahun 2024 yang berkualitas, jujur, adil, damai, dan bermartabat. Upaya ini terwujud dalam kegiatan Gardu Jalanan Titik Nol yang digelar pada hari Minggu pagi (04/02/24) di Car Free Day (CFD) Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Jalanan Titik Nol diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk penampilan musik akustik, orasi demokrasi, dan partisipasi masyarakat untuk menyampaikan harapan mereka pada negara ini. Warga juga diberikan kesempatan untuk menuliskan aspirasi mereka melalui spanduk kosong yang telah disediakan oleh GUSDURian Pekalongan. Selain itu, formulir dengan scan barcode menggunakan ponsel juga disiapkan untuk memudahkan warga dalam mencurahkan pendapat mereka.

Amir Muzaki, Koordinator Komunitas GUSDURian Pekalongan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program GUSDURian untuk mendukung pemilu yang jujur, adil, damai, dan bermartabat. “Kami mengajak masyarakat menjadi pemilih yang berkualitas, turut berperan aktif dalam perubahan nasib bangsa ke arah yang lebih maju dengan bersuara,” ucapnya.

tanggapan pedagang di area CFD Alun-alun Kajen, mereka mengapresiasi suasana politik yang tenang di Pekalongan dan menyatakan kegembiraan terhadap kegiatan seperti Gardu Jalanan Titik Nol yang diadakan oleh GUSDURian Pekalongan. “Di sini lebih anteng, apalagi ada kegiatan seperti Gusdurian Pekalongan ini,” ujar salah satu pedagang.

kegiatan Gardu Jalanan Titik Nol ini dapat memberikan dampak positif dalam menciptakan pemilu yang transparan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi. GUSDURian Pekalongan terus berkomitmen untuk menjadi bagian dari perubahan positif demi kemajuan bangsa.

Piagam Semarang: Komitmen Komunitas Antar Umat Beragama dalam Mewujudkan Kemanusiaan dan Keadilan

Pewarta: Sirli Amry, Editor: Syam

Semarang, 3 Februari 2024 – Dalam acara Penutupan AICIS ke-23 di Hotel Padma, Semarang, pada Sabtu malam tanggal 3 Februari 2024, Plt. Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Nizar Ali, M.Ag, membacakan Piagam Semarang yang menjadi titik fokus dalam pertemuan tersebut.

Semarang Charter, yang terdiri dari sembilan poin, telah resmi disahkan dalam AICIS ke-23 tahun 2024. Berikut rangkuman beberapa poin utama yang terkandung dalam piagam tersebut:

  1. Keragaman keyakinan, tradisi, dan praktik keagamaan di berbagai belahan dunia sangat beragam dan kompleks, yang menuntut pengakuan dan penghargaan terhadap keberagaman ini sebagai sumber pemahaman dan kekuatan dalam menghadapi situasi krisis kemanusiaan.

  2. Menyikapi krisis kemanusiaan belakangan ini, komunitas agama-agama perlu bersatu dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dengan tujuan mengurangi penderitaan, memupuk rasa solidaritas, serta menciptakan keadilan dan kesetaraan.

  3. Tafsir dan implementasi ajaran agama sebaiknya dilakukan dengan pendekatan yang penuh kedamaian dan moderat, dengan tujuan melindungi kehormatan setiap individu. Oleh karena itu, diperlukan upaya advokasi untuk memastikan pemeliharaan hak asasi manusia dan menciptakan keadilan sosial di setiap elemen kehidupan manusia.

  4. Guna menghindari sedikit mungkin terjadinya konflik sosial, ekonomi, bahkan politik, para pemimpin dan lembaga agama harus secara aktif terlibat dalam dialog antar agama dan kepercayaan, menghindari sentimen agama, membina pemahaman, dan bekerja sama secara utuh untuk menjadi jembatan empati antar sesama umat manusia.

  5. Menyadari hubungan antara agama, kemanusiaan, dan lingkungan yang tidak dapat dipisahkan, dibutuhkan suatu komitmen untuk mempromosikan segala praktik berkelanjutan yang berkontribuasi pada upaya pengelolaan lingkungan dan kesejahteraan planet beserta penduduknya.

  6. Meningkatnya kejahatan dan kekejaman terhadap sesama manusia akhir-akhir ini, komunitas agama dan keyakinan menegaskan komitmen dan kerja yang nyata dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang terdampak. Hal ini bertujuan untuk meredakan penderitaan dan mempercepat proses pemulihan tanpa memandang perbedaan agama atau keyakinan.

  7. Komitmen komunitas agama dan keyakinan terfokus pada upaya pemberdayaan dan penguatan berkelanjutan bagi masyarakat, dengan tujuan mencegah terulangnya konflik tanpa memandang perbedaan agama dan keyakinan.

  8. Agar terhindar dari sentimen dan provokasi yang dapat merusak hubungan sosial di antara sesama manusia, penting bagi komunitas agama dan keyakinan untuk mendorong penggunaan teknologi dengan bijak. Hal ini bertujuan untuk menghindari meningkatnya eskalasi konflik.

  9. Adanya komitmen dari para pemimpin agama-agama dan keyakinan untuk mendorong terbentuknya kepemimpinan moral yang dapat menumbuhkan kepercayaan dalam komunitas masing-masing dan masyarakat yang lebih luas.

Semua poin dalam Semarang Charter disampaikan oleh Plt Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. Nizar Ali, M.Ag, dalam bahasa Arab dan Indonesia, menciptakan momen historis yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Muhammad Ali Ramdhani, PJ Gubernur Jateng Nana Sudjana, serta para rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Edukasi Moderasi Beragama: Windi Tia Utami Ajak Pengurus OSIS Brebes Berpikir Kritis

Pewarta: Utami, Editor: Syam

Brebes, 3 Februari 2024 – Windi Tia Utami, Duta Moderasi Beragama dari UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan, menjadi pembicara utama dalam talkshow online yang diadakan oleh Forum OSIS Kabupaten Brebes. Acara bertema “Implementasi Moderasi Beragama di Kalangan Gen Z” berlangsung secara live melalui akun Instagram Forum OSIS Brebes pada Minggu, 28 Januari 2024.

Talkshow tersebut dihadiri oleh pengurus OSIS se-Kabupaten Brebes yang antusias dalam mengikuti diskusi mengenai moderasi beragama. Windi  secara eksklusif menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh moderator, dengan fokus pada hakikat dan urgensi moderasi beragama, serta cara implementasinya.

Windi Tia Utami menjelaskan, “Memang untuk konsepsi moderasi beragama, belum banyak orang yang tau karena moderasi beragama sendiri termasuk program baru Kemenag, sehingga ini menjadi Pekerjaan Rumah kita bersama untuk menggalakkan campaign moderasi beragama.”

Peserta talkshow, yang sebagian besar adalah pengurus OSIS, menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan banyaknya pertanyaan yang masuk di kolom pertanyaan. Windi menyoroti konsep moderasi beragama yang bukan sekadar mengatur cara beragama, melainkan cara berperilaku, sikap, sudut pandang dalam beragama sebagai upaya mencegah fanatisme, eksklusifisme dan konflik keagamaan di Indonesia.

“Kita harus bisa menempatkan diri kapan beragama dalam ruang publik dan beragama dalam ruang privat,” ungkap Windi Tia Utami menjawab salah satu pertanyaan.

Dalam penutupan talkshow, Windi memberikan pesan kepada seluruh audiens, terutama kepada Pengurus OSIS Se-Kabupaten Brebes. “Pengurus OSIS memiliki peran strategis dalam menyebarkan konsep Moderasi Beragama. Melalui program kerja OSIS, saya berharap didalamnya diimplementasikan nilai-nilai Moderasi Beragama seperti keadilan, musyawarah, toleransi, anti kekerasan, dan sebagainya, agar nilai Moderasi Beragama dapat tertanam dalam diri Generasi Z. Jangan lupa hati-hati dalam menggunakan sosial media, jangan terhasut bahkan ikut menyebarkan unsur radikalisme,” tandas Windi.

Dengan kehadiran Windi Tia Utami sebagai narasumber, talkshow online ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan pemahaman lebih dalam mengenai pentingnya moderasi beragama, khususnya di kalangan Generasi Z.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto Memberikan Penghargaan pada Literasi Award 2024

Pewarta: Komper Wardopo, Editor: Sam

Pendopo Kabumian, 31 Januari 2024 – Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menyelenggarakan acara Literasi Award Kebumen 2024 yang diadakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kebumen. Acara ini, yang bertempat di Pendopo Kabumian pada Rabu (31/1), menjadi panggung penghargaan bagi sejumlah tokoh penggerak literasi.

Dalam Gebyar Literasi Geopark Kebumen, hadir beberapa tokoh penting, termasuk Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara Perpustakan Nasional (Perpusnas) Agus Sutoyo, yang mewakili Kepala Perpusnas, dan Diah Nugraheni dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng. Wakil Bupati Kebumen Ristawati Purwaningsih, Forkopimda, Sekda Edi Rianto, Bunda Literasi Kabupaten Kebumen Ny Iin Windarti Arif Sugiyanto, serta Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen Sigit Dwi Purnomo juga turut hadir, bersama dengan para pejabat dan camat.

Beberapa tokoh yang mendapatkan Literasi Award dari Bupati Kebumen antara lain: Teguh Hindarto sebagai Pegiat Literasi Sejarah dan Budaya Kebumen; Sigit Asmodiwongso sebagai Pemerhati Geopark Kebumen; Komper Wardopo sebagai Tokoh Publik Penggerak Literasi; Puguh Ismail dari SMPN 1 Puring sebagai Tokoh Penggerak Literasi Bahasa Jawa; Aris Margono sebagai Komunitas Literasi Terbaik; Suyitman (guru) menerima Anugerah Guru Penulis Terbaik; Fandy Said sebagai Penerbit Pemerhati Literasi Kebumen; dan Bunda Literasi Kecamatan Adimulyo juga mendapatkan penghargaan sebagai peraih Anugerah Bunda Literasi Kecamatan Terbaik.

Selain memberikan penghargaan, acara ini juga menjadi momentum peresmian Akademi Literasi Kebumen. Ada juga penyerahan piagam dan tropi lomba menulis cerita rakyat dan lomba penulisan keragaman budaya geopark bagi guru dan siswa dalam rangka Hari Guru Nasional 2023. Serta, penyerahan buku sejarah desa dan sosialisasi Literasi Geopark Kebumen.

Kepala Disarpus Kebumen, Sigit Dwi Purnomo, melaporkan bahwa Kebumen meraih indeks pembangunan literasi masyarakat sebesar 71,80 atau 15,04 persen, yang menempatkannya pada peringkat 5 di Jawa Tengah. Pencapaian tersebut menggambarkan pemerataan layanan perpustakaan, jumlah perpustakaan desa, ketersediaan koleksi buku pustaka, dan kunjungan masyarakat ke perpustakaan.

Bupati Arif Sugiyanto mengapresiasi Gebyar Literasi Geopark Kebumen sebagai upaya untuk meningkatkan literasi masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya budaya membaca, yang harus terus diperkuat dengan memanfaatkan setiap waktu luang. Bupati menyadari bahwa manfaat membaca dapat mendorong kemajuan peradaban bangsa.

Dalam konteks Geopark Kebumen, Bupati mengumumkan bahwa saat ini berstatus sebagai Geopark Nasional dan sedang diajukan ke Unesco Global Geopark. Pada bulan Juli 2024, tim Unesco dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke Kebumen, dan Bupati berharap agar sosialisasi tentang arti geopark dapat ditingkatkan, karena masuknya Kebumen ke dalam Unesco Global Geopark diharapkan membawa dampak positif terhadap kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.