Porsi Jawara II Hadirkan Kompetisi dalam Semangat Moderasi

Penulis: Nafis Mahrusah, Editor: Muslimah

Sebanyak 1.495 atlet dari 13 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berkumpul di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan dalam ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah se-Jawa dan Madura (Porsi Jawara) II. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini mempertemukan mahasiswa dalam berbagai bidang kompetisi, mulai dari olahraga, seni, hingga ilmiah.

Pembukaan Porsi Jawara II digelar di Gedung Student Center UIN Gus Dur dan dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amien Suyitno, M.Ag., serta Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Rabu (9/9). Dalam kesempatan tersebut, Amien mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebagai ruang mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.

“Mumpung masih kuliah, masa di mana kalian mengukir prestasi,” ujar Amien.

Porsi Jawara II diikuti 1.495 atlet, 626 official, serta 147 wasit dan juri. Sebanyak 27 cabang dipertandingkan, terdiri atas 10 cabang olahraga, 8 cabang seni, dan 9 cabang ilmiah. Beragamnya cabang tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan sesuai bidang yang mereka tekuni.

Sebagai tuan rumah, UIN Gus Dur Pekalongan mengirimkan 120 atlet untuk mengikuti seluruh rangkaian kompetisi. Ketua Kontingen UIN Gus Dur, Lutfi Maulana, mengatakan persiapan telah dilakukan secara intensif sejak Agustus, termasuk melalui training center (TC) dan latihan rutin menjelang pertandingan.

“Secara persiapan kita selalu intens melakukan TC, baik dari bulan Agustus sampai bulan ini dan ketika H-10 hari kita juga tetap tiap hari latihan. Artinya ini bagian dari modal besar kita,” kata Lutfi.

UIN Gus Dur menargetkan masuk lima besar dalam klasemen akhir. Meski demikian, Rektor UIN Gus Dur, Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag., menegaskan bahwa status sebagai tuan rumah tidak menjadi alasan bagi kampus untuk mengejar gelar juara umum.

“UIN Pekalongan walaupun menjadi tuan rumah, tidak menargetkan untuk juara umum,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan Porsi Jawara II lebih penting dijaga melalui kejujuran, semangat, dan sportivitas. Untuk mendukung hal tersebut, sebanyak 147 wasit dan juri telah melalui proses pengujian, termasuk sejumlah juri yang didatangkan dari luar Jawa Tengah.

Nilai-nilai tersebut membuat kompetisi dalam Porsi Jawara II tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan. Mahasiswa dari berbagai kampus dan daerah bertemu dalam ruang yang sama, berkompetisi secara sehat, sekaligus belajar menghargai perbedaan dan menjaga sportivitas.

Dalam konteks kehidupan mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi Islam, sikap tersebut sejalan dengan semangat moderasi beragama yaitu mampu berkompetisi tanpa kehilangan rasa hormat, menerima perbedaan, serta menjunjung keadilan dalam prosesnya. Dengan demikian, prestasi yang dikejar tidak hanya soal menjadi yang terbaik, tetapi juga tentang bagaimana kompetisi dijalankan secara jujur dan bermartabat.