Hari Sumpah Pemuda : Tingkatan kesadaran pemuda untuk bangsa

Oleh : Khanifah Auliana

 

Tepat pada hari ini 28 Oktober kembali memperingati hari sumpah pemuda yang di resmikan sebelumnya pada tahun 1928. Dengan adanya hari sumpah pemuda ini, mengingatkan kita kembali pada era dulu dimana masyarakat terutama para pemuda-pemudi Indonesia membuat sebuah ikrar atau janji yang berisikan untuk persatuan bangsa Indonesia. Isi dari sumpah pemuda yaitu kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia, kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu bangsa Indonesia, dan yang ketiga kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia.

Ikrar tersebut secara tidak langsung menyampaikan beberapa pesan penting untuk para pemuda pemudi Indonesia sebagai penerus generasi bangsa. Negara Indonesia memiliki banyak generasi penerus yang harus di dukung dan menciptakan kemajuan bangsa kita. Selain itu peran generasi muda sangatlah penting dengan era modernisasi saat ini dengan berbagai perkembangan teknologi dan informasi. Jadikan generasi muda sebagai generasi yang mampu mengubah negara kita menjadi lebih baik dengan melakukan pembaruan sesuai perkembangan zaman. Di hari sumpah pemuda ini mengingatkan kita kembali bagaimana perjuangan para pemuda untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Mereka semua bekerjasama dan gotong royong agar Indonesia bisa mencapai masa jaya seperti sekarang ini.

Untuk itu, sebagai pemuda yang lahir di tengah-tengah segala kemudahan dan modernisasi saat ini patut bersyukur dan terus menciptakan karya-karya luar biasa untuk Indonesia. Meningkatkan sumber daya manusia lebih banyak dan berkualitas dari segi generasi mudanya. Tak heran jika generasi muda sangat-sangat dibutuhkan bahkan dalam pidato presiden Soekarno saat ini mengatakan ” beri saya 10 pemuda maka akan ku guncangkan dunia” dari sepenggal kata tersebut telah kita pahami bahwa peran generasi muda sangat berpengaruh kedepannya. Jika generasi muda tidak mau belajar dan mengembangkan kemampuan untuk meningkatkan kualitas maka akan sulit pula suatu negara memiliki sumber daya manusia yang baik. Oleh karenanya mari semua generasi muda mulai memikirkan dan mau berjuang bersama dengan meningkatkan kualitas diri dan mampu mendorong Indonesia menjadi negara yang maju. Dalam Al-Qur’an saja diterangkan:

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَاخْتَلَفُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْبَيِّنٰتُۗ وَاُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌۙ

Artinya: “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat.” (Q.S. Ali Imran: 105)

Janganlah suatu kaum atau kelompok bercerai berai atau sengaja memutus hubungan lalu pertikaian karena semuanya akan hancur. sama halnya dengan suatu negara, pilarnya ada di generasi muda atau penerusnya maka dari itu, generasi muda harus saling merangkul satu sama lain untuk bekerjasama. Jangan hanya karena perbedaan pendapat lalu bermusuhan itu tidak baik. Generasi muda adalah generasi penerus bangsa, harusnya kalian bangga dan masa depan negara ada di tangan kalian semua.

 

Fans BTS Indonesia Tuai Pujian Kumpulkan Donasi 1M untuk Palestina

Oleh: Intan Anggreaeni S

Konflik antara Palestina dan Israel semakin memanas, kedua negara tersebut saling melemparkan serangan satu sama lain hingga mengakibatkan ribuan nyawa melayang. Senjata perang seperti nuklir, bom, hingga senjata mematikan lainnya juga turut andil dalam pertempuran kedua negara tersebut. suara sirine ambulance juga tak henti hentinya bersaut sautan membawa para korban jiwa entah sebab pengoboman, penembakan, ataupun yang lainnya. Semakin hari justru semakin banyak korban berjatuhan hingga banyak diantara korban yang meninggal dunia belum sempat untuk dikebumikan. Bahkan sempat beberapa waktu saking banyaknya korban meninggal hingga truk es krim dialih fungsikan menjadi kamar jenazah.

Banyaknya korban yang berjatuhan dan kerugian yang menimpa saudara kita di Palestina tentunya mengetuk pintu nurani hati kita. Bahkan dari Indonesia sendiri telah menerjunkan bantuan keamanan untuk turut menjaga dan membantu Palestina. Bahkan dewan Persetikatan Bangsa Bangsa (PBB) juga telah lama mengangkat isu ini dan memberikan perintah kepada negara anggtanya untuk turut membantu persoalan tersebut baik dalam bentuk bantuan keamanan maupun logistik. S

Seperti yang dilakukan penggemar BTS dari Indonesia, mereka mengumpulkan donasi hingga mencapai 1 Miliyar untuk Palestina. Penggemar BTS atau yang kerap disapa ARMY tersebut sebetulnya telah beberapa kali melakukan penggalangan dana bukan hanya untuk Palestina namun juga kerap beberapakali mereka melakukan penggalangan dana untuk korban bencana seperti banjir, tsunami, dll.

Dikutip dari laman resmi akun penggembar BTS Indonesia yaitu @army_indonesia jumlah donasi tersebut per 23 Oktober lalu telah mencapai Rp. 1.020.561.414. jumlah tersebut dikumpulkan dalam selang waktu yang tergolong singkat yaitu pada 18-20 Oktober 2023. Dana tersebut kemudian nantinya akan disalurkan kepada Palestina melalui dua Mitra Lokal yakni Human Initiative di Gaza. Penyaluran bantuan tersebut dalam bentuk berupa obat obatan yang terbagi ke dalam dua tahapan, tahapan pertama senilai Rp. 412 juta dan tahapan kedua Rp. 608.561.414

Dalam keterangnnya Tim Army Indonesia menyampaikan bahwa keberhasilan proyek ini buka hanya karena Army semata, nemun juga karena keterlibatan banyak pihak di dalamnya. Semoga dengan adanya donasi tersebut dapat membantu kebutuhan di Palestina. Dan juga mereka berharap agar peperangan segara dihentikan. Sikap dan perilaku yang dilakukan oleh Army Indonesia merupakan salah satu sikap yang sangat terpuji. Membantu saudara saudara kita di Palestina dapat dilakukan melalui berbagai cara, tidak harus kita terjun ke medan peperanagn untuk membantu sahabat di Palestina. Melainkan dengan apa saja hal-hal yang bisa kita berikan, seperti bantuan moril dan juga materil.

Perluas Layanan Iklim Ke Daerah Terpencil BMKG Adakan Lokakarya iklim Internasional  

oleh : khanifah Auliana

Pada bulan Oktober ini, Indonesia mengalami iklim yang cukup ekstrim dengan cuaca panas hingga 35 derajat Celcius. Hal itu akan berdampak pada lingkungan hidup makhluk di bumi dan tak main-main iklim panas bulan ini mampu membuat es kutub mencair. Dengan mencairnya es kutub membuat para penelitian khawatir akan dampak yang terjadi salah satunya jika es kutub terus menerus mencair bisa dipastikan air laut akan naik ke daratan. Maka bisa dilihat pengaruhnya yang besar untuk lingkungan bahkan bisa berbahaya. Air laut yang akan terus bertambah membuat gelombang air pun naik dan menyebabkan banjir di sekitaran daerah pantai. Oleh karena dampak dan pengaruh yang cukup signifikan itu, BMKG ( badan meteorologi klimatologi dan Geofisika) membuat pertemuan khusus yang dinamakan lokakarya iklim internasional bertepatan di Bali.

Lokakarya adalah suatu pertemuan khusus untuk menyelesaikan sebuah masalah terutama dalam bidang ilmiah. Dalam Lokakarya bertajuk ‘International Workshop on Climate Variabillty and Climate Services’, di Bali, baru-baru ini membahas mengenai pentingnya menangani iklim saat ini apalagi semua negara akan terancam dengan adanya perubahan iklim. Dengan demikian adanya lokakarya ini bisa jadi solusi agar terciptanya pengetahuan baru tentang penanganan iklim dan cara mengatasinya. Dalam acara tersebut, membahas juga terkait pentingnya peran ilmu pengetahuan dan kebijakan layanan iklim. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang menangani isu-isu iklim perlu adanya kerjasama juga dengan pihak layanan iklim agar tercipta penanganan yang optimal.

Adanya lokakarya ini diharapkan juga semua negara ikut berkontribusi untuk menciptakan pembaruan dan sistem yang tepat untuk perubahan iklim. Karena sudah dipastikan semua negara tanpa terkecuali akan mengalami dampak dari adanya perubahan iklim yang sangat drastis. Bisa dibayangkan betapa panasnya bumi ini dan kutub akan terus mengalami pencairan es terus menerus. Dampak iklim perlu kita dalami lagi, bukan cuma dari pihak penelitian saja namun adanya upaya dari semua khalayak terutama peduli lingkungan. Jika tidak maka air laut akan terus bertambah memenuhi daratan dan akan terjadi banjir besar-besaran. Memberikan pemahaman serta pengetahuan kepada semua khalayak untuk menangani masalah yang cukup besar ini.

Sementara itu, tujuan adanya lokakarya ini bisa membantu memperluas layanan terkait iklim ke daerah-daerah yang masih terpencil dan terutama negara-negara miskin. Menjangkau agar semua negara mempunyai pelayanan iklim yang baik supaya semua bisa ditangani dengan baik dan mengatasi segala kemungkinan yang terjadi.

Korupsi Wujud Nyata Hilangnya Rasa Nasionalisme

Oleh : Khanifah Auliana

Kegiatan kecurangan yang dilakukan oleh para oknum tertentu demi keuntungan semata akan berdampak buruk jika terus dibiarkan. Kecurangan yang terjadi bahkan sudah terbiasa dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Mungkin saja kecurangan bermula dari hal sepele tapi akan sangat serius apabila tidak diberantas. Contoh saja di negara Indonesia ini, akan banyak ditemui fenomena-fenomena kecurangan dari mulai masyarakat bisa sampai kepada orang-orang yang berperan penting dalam memegang jabatan. Seolah kita takkan lupa bagaimana negara Indonesia yang demokrasi ini masih banyak tuntutan dan keresahan masyarakat pada kebijakan atau aturan pemerintahan.

Kebijakan atau aturan pemerintahan yang tak sesuai atau dinilai melenceng mampu membuat masyarakat ikut demo mengutarakan kekecewaan mereka pada pemerintah. Hal itu juga masuk kedalam kegiatan atau aktivitas yang curang jika benar-benar terbukti ada masalah pada kebijakan yang dibuat. Selain itu, tidak terbukanya atau kurangnya komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat membuat sebagian berfikir akan adanya tindak korupsi atau kecurangan dalam bidang aset keuangan. Korupsi bisa dipicu sebab adanya keuntungan yang didapat tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi.

Banyaknya kasus korupsi yang lagi-lagi belum bisa dikurangi hingga saat ini, menjadi masalah besar bagi masyarakat Indonesia. Korupsi bisa berawal dari kecurangan kecil dan akan terus menerus dilakukan. Tampaknya kita semua perlu adanya tindakan untuk bisa mengurangi tindakan kejahatan korupsi yang merugikan banyak orang. Seharusnya ketika kita semua diamanati untuk mengemban tugas dalam mewakili rakyat harus dijalankan sesuai undang-undang. Selain itu perlu ada sanksi tegas agar korupsi tidak diulangi terus menerus, korupsi bukan hanya dalam bentuk uang saja namun bisa barang atau lainnya.

Indonesia yang memiliki masyarakat dengan dominasi agama Islam dalam hal korupsi ini harus kita evaluasi kembali. Apalagi dalam Islam sudah jelas korupsi sangat dilarang bahkan dalam surat Al-Baqarah ayat 188 diterangkan :

وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ࣖ

” Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.”

Sudah jelas maknanya, apabila Allah melarang kita untuk makan harta dari orang lain atau mengambil hak orang lain. Perilaku tersebut sama dengan korupsi atau penyuapan dan akan mendapatkan dosa bagi yang sengaja melakukannya. untuk membentengi diri dari perilaku korupsi bisa dengan mengingat selalu larangan-larangan agama dan resiko yang akan ditanggung nanti di akhirat. Dengan menjauhi orang-orang yang mempengaruhi diri ke hal yang menuju ke korupsi serta selalu ingat akan sanksi yang diterima.

Dari Limbah Menjadi Berkah

Oleh: Intan Anggreaeni S

Sampah merupakan permasalahan utama yang dihadapi oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Pemerintah telah berupaya menemukan solusi atas masalah ini, namun kesadaran masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan.Setiap hari, jumlah sampah terus bertambah dan kurangnya penanganan serius dapat mengancam keberlangsungan kehidupan masyarakat. Maka dari itu, penting untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah, dimulai dari diri sendiri. Daur ulang sampah menjadi pilihan efisien untuk mengurangi tumpukan sampah.

Kesadaran masyarakat akan pentingnya menyikapi hal ini harus terus dipupuk tentunya dengan diiringi ketegasan dari pemerintah terkait hal ini. Jumlah sampah yang setiap hari mengalami lonjakan juga menjadi momok yang menghantui kehidupan kita. Sampai hari ini tercatat sebanyak 35 juta ton pertahunnya dan hanya sekitar 14% diantaranya sampah yang berhasil dimusnahkan. Hingga saat ini sekitar 37% jumlah sampah diantaranya yang belum terkelaola. Jumlah tersebut setara dengan 13 juta ton pertahunnya dan apabila tidak ditangani dengan serius tentunya akan menimbulkan persoalan yang serius bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat Indonesia.

Membahas mengenai persoalan sampah memang tidak akan ada ujungnya, karena sampah tiap harinya akan selalu bertambah namun tidak diimbangi dengan pengeolaannya sehingga sampah akan terus mengumpul menjadi gunungan setinggi puluhan meter. Kesadaran akan pentingnya pengolaan sampah harus kita tanamkan sejak sedini mungkin dan kita mulai dari hal yang paling kecil yaitu diawali dari diri kita sendiri. Mendaur ulang sampah merupakan salah satu cara efisen yang bisa kita lakukan saat ini, setidaknya dengan mendaur ulang sampah menjadi barang yang bernilai guna kembali bisa mengurangi jumlah tumpukan sampah yang ada.

Meskipun tidak semua sampah dapat didaur ulang, seperti sampah organik yang bisa dijadikan kompos atau pupuk, namun sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan botol bekas dapat diubah menjadi berbagai barang yang berguna, bahkan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan mengelola sampah, kita dapat menjaga bumi dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi semua makhluk hidup.

Maulid Nabi Wujud Nyata Merajut Ukhuwah Islamiyah

Oleh: Intan Anggreaeni Safitri

Setiap tanggal 12 Rabiul Awal diperingati oleh kaum muslim sebagai hari Maulid Nabi atau hari lahirnya Rasullah SAW. Rasullah lahir di Makkah pada Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah (570 M) dan tanggal kelahirannya akan diperingati umat islam setiap tahunnya melalui cara yang berbeda beda. Namun pada umumnya umat islam memperingati Maulid Nabi dengan pengajian sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah mengutus Nabi Muhammad sebagai Nabi sekaligus Rasul sehingga kita sampai di jalan yang lurus.

Peringatan Maulid Nabi memiliki beragam versi ada yang mengatakan bahwa awal mula adanya acara tersebut ketika masa dinasti Fatimiyah dan ada pula yang mengatakan bahwa peringatan maulid nabi dimulai ketika masa Salahudin Al-Ayyubi. Adapun tujuannya yaitu agar kaum muslim senantiasa memiliki semangat dalam berjihad di jalan Allah dan agar kita semua selalu bersalawat kepada-NYA.

Di Indonesia sendiri perayaan Maulid Nabi dilakukan melalui berbagai hal. Namun di beberapa daerah peristiwa Maulid Nabi juga dirayakan dengan sebutan Grebek Mulud. Grebek Mulud sendiri merupakan sebuah tradisi dari masyarakat Indonesia berupa gelaran upacara adat dengan beberapa gunungan yang kemudian akan dibagikan kepada masyarakat. Sejarah tersebut bermula ketika massa wali songo. Pada massa tersebut peringatan maulid nabi digunakan untuk menarik simpati orang orang untuk memeluk agama islam.

Peringatan Maulid Nabi memiliki makna penting bagi umat muslim, melalui momen tersebut kaum muslimin juga secara tidak langsung dapat meneladani sifat-sifat mulia dari Nabi Muhammad SAW yang telah dicontohkan beliau semasa hidupnya. Selain itu dengan diadakannya peringatan maulid nabi juga dapat memperkuat ukhuwah, baik ukhuwah  islamiyah maupun wathoniyah. Maulid Nabi juga mampu mempererat persatuan dan membangun kesatuan diantara masyarakat, sehingga dapat mewujudkan lingkungan yang harmonis dengan kerukunan antar sesama. Selain itu kegiatan maulid juga dapat memupuk rasa cinta pada nabi muhammad SAW, hal ini ditunjukkan dengan sholawat-sholawat maupun syair yang dibacakan saat  kegiatan berlangsung. Tak hanya itu, masyarakat dapat mengambil ibrah maupun nasehat yang disampaikan selama kegiatan maulid.

Tidak ada alasan untuk menghentikan kita dalam mewujudkan atau mengekspresikan rasa cinta terhadap Nabi Muhammad SAW, sebab nabi pun tetap mencintai seluruh umatnta dengan senantiasa mmemberikan doa-doa terbaik. Oleh karena itulah kita patut meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari. Kelahiran nabi muhammad saw yang diperingati sebagai maulid nabi , yang mana dari kelahiran nabi tersebut lahirlah agama islam, rukun iman, rukun islam, ihsan dan  juga akhlak terpuji. Oleh karena itu, sudah sepantasnya setiap orang merasa senang atas kelahiran rasulullah dengan mengekpresiaknnya dalam berbagai cara masing-masing.

Krisis Kemanusiaan ditengah Perang Hamas dan Israel

Oleh Shofi Nur Hidayah

Sudah sejak 15 Mei 1948 silam perang antara Israel dan Palestina muncul, perang tersebut bermula karena para pemuka Yahudi mendeklarasikan pembentukan negara Israel. Atas usulan tersebut memicu penolakan dari Bangsa Arab Palestina. Sejak saat itu hingga di tahun 2023 ini perang diantara kedua negara belum juga padam. Israel belum juga pulih dari serangan-serangan militer, lalu pada Minggu (8/10/2023) telah menyatakan perang melawan Hamas.

Hamas, atau Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah yaitu gerakan Islam Sunni dan nasionalisme Palestina yang menentang kependudukan zionis di wilayah tersebut. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan sangat berduka atas perang yang panjang dan sulit yang dialami oleh negerinya. Setidaknya ada lebih dari 1.000 orang menjadi korban tewas setelah kelompok militan Palestina melancarkan serangan besar-besaran dari Gaza. Hamas juga menembakkan ribuan roket ke Israel dan mengirimkan gelombang milisi yang menembak mati warga sipil serta menyandera sedikitnya 100 orang.

Atas peristiwa tersebut ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat dan menewaskan lebih dari 700 orang dari pihak Israel, belum lagi dengan kerugian materiil bagi negara tersebut sejak perang Arab-israel di tahun 1973 setidaknya mencapai 322 juta dolar AS. Sementara itu Pejabat Gaza telah melaporkan sedikitnya ada 413 kematian di daerah miskin dan terblokade dengan penduduk mencapai 2,3 juta orang. Hal itu disebabkan oleh serangan udara Israel terhadap 800 sasaran, yang menjadi kekhawatiran banyak orang sebagai invasi darat.

Dari perang dan kasus tersebut yang telah menewaskan banyak orang serta mengakibatkan kerugian besar, rasa kemanusiaan tentu dipertanyakan. Sebab banyak korban perang tersebut yang merupakan warga sipil, perempuan bahkan anak-anak. Padahal setiap manusia memiliki hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupannya. Meskipun Hak Asasi Manusia hanya bisa diterapkan saat masa-masa damai, namun masih ada Hukum Humaniter Internasional yang berlaku saat perang dan masa sengketa bersenjata. Hukum ini merupakan sekelompok peraturan yang dibuat dengan tujuan membatasi dampak dari konflik bersenjata atas dasar kemanusiaan.

Secara garis besar Hukum Humaniter Internasional mengatur tentang perlindungan terhadap orang-orang yang tidak terlibat langsung dalam perang seperti, warga sipil, tentara yang sudah tidak mampu berperang, dan lain-lain. Selain itu juga mengatur tentang metode dan pembatasan alat perang yang bersumber pada Dua Protokol Tambahan Konvensi Janewa. Adanya perang yang berkepanjangan memberikan pengaruh yang besar bagi para masyarakat setempat. Di mana hidupnya merasa tidak aman dan hak-hak sebagai manusia tidak didapatkan dengan baik, banyak anak yang mengalami trauma serta kesehatan mental yang terganggu. Perang memang sudah tidak mampu dieelakkan lagi diantara kedua negera, akan tetapi tetap mempertahankan kemanusiaan dengan tidak menyerang para warga sipil tentunya bisa dilakukan. Sebab masyarakat amat sangat dirugikan oleh berbagai serangan-serangan miiliter yang berjatuhan.

Perang, seringkali mengabaikan sisi penting dari kemanusiaan. Bagaimanamungkin Masyarakat sipil yang tidak berdosa dan tidak tahu menahu, ikut menjadi korban dari adanya peperangan yang tidak berkesudahan. Setiap harinya mereka merasa was-was untuk menjalani hidup dengan aman. Atas nama kemanusiaan, sudah seharusnya konflik tak berkesudahan itu segera dihentikan. Desakan-desakan perdamaian yang menguntungkan semua pihak harus terus menerus di dorong. Bagaimanapun, prinsip kemanusiaan untuk melindungi dan menjamin harkat dan martabat kehidupan manusia, harus menjadi prioritas utama.

HARMONI DALAM PERBEDAAN: BELAJAR DARI DESA KUTOROJO

oleh Nabil Abdullah aziz

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, menjadikan moderasi beragama sebagai salah satu upaya penting untuk menjaga kerukunan di masyarakat. Moderasi beragama dianggap sebagai sarana untuk mencegah konflik sosial yang dapat terjadi akibat perbedaan agama. Kita sebagai masyarakat perlu menyadari bahwa moderasi beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pemuka agama, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai individu. Ini adalah cara kita menjaga Indonesia dari konflik yang bisa merusak kerukunan sosial dan kebebasan beragama.

Melalui moderasi beragama, kita dapat menjaga keharmonisan dalam keberagaman, menghormati perbedaan pendapat, dan mencegah ekstremisme serta intoleransi. Yang sebaiknya di ajarkan sejak usia kanak-kanak agar mencegah sifat intoleransi, seperti yang dikatakan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, yang menegaskan akan menghapus tiga hal yang dianggap sebagai “Dosa besar” dalam pendidikan nasional. Ketiga hal tersebut adalah intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual “Tiga dosa ada di sistem pendidikan kita saat ini, dan tiga dosa tersebut nomor satu adalah intoleransi, nomor dua adalah perundungan atau bullying dan nomor tiga adalah kekerasan seksual,” ujarnya.

Contoh nyata bagaimana moderasi beragama dapat dilihat di Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, adalah sebuah contoh nyata bagaimana moderasi beragama dapat menjadi landasan kuat bagi kerukunan antar-anak-anak yang berbeda agama. Di tengah mayoritas Muslim dan minoritas Hindu, warga Desa Kutorojo telah mempraktikkan moderasi beragama secara alamiah, menjalani hidup dengan rasa hormat, toleransi dan tolong menolong satu sama lain. Mereka telah membuktikan bahwa perbedaan keyakinan tidak harus menjadi sumber konflik.

Ilustrasi moderasi beragama. (Pixabay/@MoteOo)

Anak-anak di Desa Kutorojo juga telah menerima pelajaran berharga dari orang tua mereka. Mereka tumbuh dalam lingkungan di mana perbedaan agama tidak diperdebatkan, melainkan dihormati. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan moderasi beragama dimulai dari rumah, dan generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang kuat dalam menjaga kerukunan beragama di masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa moderasi beragama tidak hanya menjadi sebuah wacana belaka, melainkan benar-benar dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan dan moderasi beragama merupakan cara yang efektif untuk menumbuhkan toleransi dan persatuan bangsa. Pendidikan dan moderasi beragama harus terus diajarkan sejak dini kepada anak-anak secara terus-menerus dan berkesinambungan. Dengan demikian, nilai nilai dalam moderasi beragama  seperti toleransi akan tumbuh dengan kuat dan persatuan bangsa akan semakin kokoh.

Ternyata, penghormatan terhadap perbedaan itu tidak butuh teori besar. Orang desa lugu di Kutorojo, yang tidak pernah sekolah formal sekalipun, mampu menghormati perbedaan (agama). Kuncinya, perbedaan itu terbiasa, disaksikan sehari2 sejak kecil. Perbedaan menjadi sensitif manakala info yang kita dapatkan dipenuhi prasangka. Info yang kita terima sendiri syarat kepentingan dari yang memproduksi wacana.

Moderasi beragama memang sedang digaungkan oleh pemerintah. Dimana, Kementerian agama sebagai leadersector dari program moderasi beragama. Dari beberapa hasil pembacaan saya, moderasi beragama bukanlah suatu ajaran baru, bukan pula suatu mazhab baru melainkan merupakan salah satu ajaran inti dalam agama Islam. Di dalam Islam, moderasi beragama dekat dengan istilah wasathiyyah.

Perlu diketahui bahwa moderasi beragama ini bermakna memposisikan diri di jalan tengah. Maksudnya, cara pandang dan sikap keberagamaan yang berorientasi pada keseimbangan dan jalan tengah. Moderasi beragama tidak ekstrem, tidak radikal, dan tidak intoleran. Moderasi beragama juga tidak mengabaikan ajaran agamanya, tetapi juga menghargai dan menghormati ajaran agama lain. Mengutip Prof. Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul wasathiyyah wawasan islam tentang moderasi beragama beliau menyebutkan bahwa berada di jalan tengah bukan berarti tidak tegas. Moderasi beragama ini meliputi beberapa prinsip diantaranya tawazun, tawassuth, musawah, syura, i’tidal dan tasamuh.

Dalam era ini, di mana tantangan ekstremisme dan intoleransi masih ada, moderasi beragama adalah senjata yang kuat untuk menjaga keharmonisan dan keberagaman Indonesia. Mari kita terus menjalankan dan mendorong nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga kita dapat terus membangun negeri ini dengan damai, berdampingan dengan saling menghormati, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Salah satu tujuan dari menjaga moderasi beragama adalah Menghindari Ekstremisme: Salah satu tujuan utama dari menjaga moderasi beragama adalah untuk mencegah ekstremisme agama. Ini melibatkan penolakan terhadap pandangan dan tindakan ekstrem yang dapat menyebabkan konflik dan kekerasan. Menghormati Nilai-nilai Kemanusiaan: Moderasi beragama mencakup penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, seperti hak asasi manusia, persamaan gender, dan keadilan sosial. Ini membantu mencegah penyalahgunaan agama untuk tujuan politik atau sosial yang merugikan.

Jesica Wongso dan Keadilan Hukum Indonesia

Oleh Shofi Nur Hidayah

Keadilan adalah hal yang semestinya didapat oleh seluruh manusia, terlepas dari latar belakang yang menyertainya  karena sebagai manusia, kita memiliki hal untuk diperlukan secara adil dalam berbagai aspek kehidupan termasuk keadilan di bidang hukum. Dalam hukum keadilan artinya prinsip atau suatu konsep yang mengacu pada keseimbangan serta perlakuan yang tidak membeda-bedakan bagi semua individu didalam sistem hukum. Terlepas dari ras, agama, gender, atau status sosial yang mana dalam hukum semua individu berhak diperlukan sama secara adil dan setara

Semenjak film dokumenter berjudul Ice Cold: Murder, Coffee and Jesica Wongso tayang di paltform Netflix banyak orang yang mempertanyakan realitas keadilan dalam sistem hukum di Indonesia. Pasalnya film dokumenter yang diangkat dari kasus meninggalnya I Wayan Mirna Salihin di cafe Olivier pada 2016 lalu pasca meminum kopi yang diduga mengandung racun sianida. Dalam kejadian tersebut, Jesica Kumala Wongso yang merupakan teman Mirna ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti-bukti tidak langsung. Jesica Wongso juga telah dijatuhi hukuman  20 tahun kurungan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sikap warganet yang mempertanyakan realitas keadilan hukum di Indonesia juga bukan tanpa sebab, karena berdasarkan film dokumenter tersebut terdapat setidaknya empat kejanggalan yang menonjol dalam kasus meninggalnya Mirna. Kejanggalan pertama yakni temuan sianida yang ada pada jasad korban hanya sebesar 0.2 mg dan itu didapatkan setelah tiga hari kematian. Sedangkan dosis tersebut tidak menyebabkan kematian, serta tidak adanya tanda-tanda sianida di tubuh Mirna saat meninggal. Kedua, keanehan barang bukti dimana cangkir kopi yang digunakan untuk dihadirkan sebagai barang bukti sudah melewati banyak tangan dan diragukan keasliannya serta foto mayat Mirna yang dibawa oleh sang ayah, Edi Darmawan yang mana foto mayat berwarna merah padahal menurut ahli sebelumnya jasad korban berwarna kebiruan. Ketiga, wawancara terhadap Jesica selaku tersangka yang tiba-tiba dipotong oleh petugas dengan alasan melanggar aturan dan tidak mengantongi izin. Keempat tidak adanya proses autopsi jenazah korban, hal ini cukup janggal karena untuk menentukan penyebab kematian korban metode ini cukup efektif namun demikian autopsi tidak dilakukan.

Meski Jesica Wongso telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, masih terdapat banyak pertanyaan yang belum terpecahkan. Fakta yang ditampilkan dalam film dokumenter tersebut memberi sudut pandang baru yang sebelumnya tidak atau bahkan terlewat selama masa penyelidikan dan persidangan berlangsung di tahun 2016 silam. Hal ini juga menjadi perhatian khusus bagi warganet.  Terlepas dari siapa pelakunya, sejak awal fokus kasus tersebut sudah berpindah bukan lagi mencari apa penyebab kematian korban melainkan berfokus pada siapa yang akan menjadi tersangka dan harus bertanggungjawab atas kematian Mirna selaku korban. Dari kasus tersebut kita bisa belajar bahwa menerapkan nilai-nilai keadilan bukanlah sesuatu yang sederhana, sehingga harus terus menerus diperjuangkan. Keadilan bisa didapatkan dengan kontribusi banyak pihak, karena itulah mewujudkan keadilan juga menjadi tantangan bagi kita semua.

Keadilan menjadi nilai penting yang terdapat dalam Pancasila butir ke kelima, yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebab keadilan merupakan prinsip moral yang menjaga martabat manusia. Merujuk pada arti keadilan sosial, dalam hal-hal tertentu kita semua harus adil dan memperlakukan orang lain dengan adil atau setara pula. Artinya keadilan dalam Pancasila mewajibkan masyarakat termasuk negara untuk sama-sama bertindak agar terwujudnya kesejahteraan umum. Nilai Pancasila inilah yang seharusnya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi ideologi bagi sistem hukum di Indonesia. Dalam hal apapun keadilan harus dijunjung tinggi tanpa membedakan seseorang, jangan sampai suatu kepentingan menunggangi suatu peristiwa dan menciderai hukum yang ada hingga mengesampingkan nilai keadilan.

Mencegah Perilaku Seksual Menyimpang Melalui Penampilan

    Fenomena yang terjadi saat ini pada lingkungan masyarakat cukup banyak menyita perhatian. Salah satu fenomena yang dianggap sepele atau bahkan sudah biasa dilakukan oleh sebagian masyarakat yaitu terkait penampilan. Kemajuan teknologi yang cepat membuat banyak hal yang berubah dari sisi kehidupan manusia sehari-hari termasuk dalam hal penampilan. Namun, banyak dari kalangan masyarakat yang  ada saja menyeleweng dari aturan-aturan tak tertulis terkait berpakaian atau sesuatu yang menempel pada tubuh seperti aksesoris.

    Hal tersebut sering dibahas terutama dalam kaidah agama. Seorang perempuan dianjurkan untuk memakai pakaian yang sopan, sesuai dengan kodratnya. Biasanya para perempuan identik feminim dengan aksesoris dan memakai warna-warna yang cantik. Sedangkan laki-laki identik dengan hal yang maskulin atau perilaku yang diciptakan secara biologis. Namun seiring berjalannya waktu perilaku atau sikap antara perempuan maupun laki-laki sering menyimpang dari kodratnya masing-masing.

    Perubahan perilaku bisa terlihat dari cara berpenampilan atau berpakaian. Sebagian dari mereka ada yang tidak sengaja maupun sudah menjadi kebiasaan dalam berpakaian, misalnya, laki-laki yang berpakaian menyerupai perempuan ataupun sebaliknya. Contoh tersebut sering kali kita lihat bahkan berseliweran di media sosial untuk keperluan eksistensi semata. Namun, jika hal tersebut di biasakan akan berpengaruh pada sifat kodratnya. Dalam agama pun menyampaikan hendaknya kita harus berperilaku sesuai dengan kodrat jenis kelaminnya masing-masing. Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad menjelaskan :

لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Ahmad no. 3151, 5: 243, sahih sesuai syarat Bukhari).

    Dari hadis tersebut diterangkan bahwasanya perilaku yang sering kita anggap sepele dalam hal berpakaian antar laki-laki yang menyerupai perempuan atau sebaliknya ternyata sangat dilarang. Bahkan Allah akan melaknat seseorang yang dengan sengaja berpenampilan tidak sesuai dengan kodrat kelaminnya entah itu perempuan atau laki-laki. Untuk itu, penting bagi kita semua memperhatikan hal-hal kecil meskipun itu untuk keperluan media sosial namun jika diterapkan terus menerus tentunya bisa saja berdampak buruk untuk diri seseorang yang melakukan. Dampaknya akan ke psikologis dan bisa saja merubah sifat dari yang tadinya asli laki-laki menjadi selayaknya perempuan. Memperkuat iman serta identitas diri mampu memberikan jembatan agar tidak terseret dalam fenomena tersebut. Mendekatkan diri kepada Allah serta bergaul dengan lingkungan yang positif mampu memberikan dorongan untuk tidak terjebak dari hal yang terlarang dalam agama. Upaya untuk mencegah perilaku seksual menyimpang, bisa dilakukan dari hal terkecil, seperti menjaga penampilan, sesuai dengan jenis kelaminnya.