KKN Nusantara 2025 Resmi Berakhir, Kontingen UIN Gus Dur Sabet Juara Beberapa Lomba

Penulis: Ika Amiliya Nurhidayah, Editor: Amarul Hakim

Kulonprogo – Tepat 45 hari sejak diterjunkan pada 6 Juli 2025, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI berkolaborasi dengan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta secara resmi melakukan penarikan terhadap 322 mahasiswa KKN Nusantara 2025 dari 34 Universitas Islam Negeri di Indonesia di Halaman Kantor Kapanewon Kalibawang, Kulonprogo, pada Selasa, (19/08).

Bukan sekedar seremonial penarikan, panitia juga menyelenggarakan pameran hasil program kerja bagi 25 kelompok KKN Nusantara yang juga disambut dengan baik oleh mahasiswa, dosen, serta Camat Kalibawang. Kontingen UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan turut serta dalam penarikan. Beberapa dari mereka berhasil menyabet juara dalam berbagai kategori lomba.

Baca juga: KKN Nusantara V Ajak Warga Jurang Depok Jadi Pionir Pencegahan Narkoba

Moh. Alwi Andiansyah Saputra, perwakilan kelompok 22 Dukuh Jurang Depok telah berhasil mendapatkan juara 2 kategori video dokumenter dengan tema “Profil Dukuh Jurang Depok,” dan Dimas Adi Pangestu perwakilan kelompok 10 Dukuh Kriyan telah berhasil mendapatkan juara 2 kategori postraksi dengan judul “Kriyan Harmoni Menyemai Toleransi Menuai Perdamaian.”

Dalam kesempatan tersebut, Risdiyanto Nugroho selaku Camat Kalibawang menyampaikan sambutannya, bahwa selama KKN, tidak ada laporan negatif dari kelurahan maupun padukuhan.

“KKN berjalan dengan baik, tidak ada laporan negatif dari kelurahan maupun padukuhan,” ujarnya.

Baca juga: Semarak Kemerdekaan Kampung Moderasi Beragama di Linggoasri

Syamsul selaku Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Pekalongan yg turut hadir dalam penarikan menyampaikan, “Syukur alhamdulillah 2 dari 6 mahasiswa UIN Gus Dur yang mewakili KKN Nusantara memperoleh prestasi yang membanggakan, semua 6 mahasiswa kontingen UIN Gus Dur sangat baik dalam mengikuti KKN Nusantara dan kegiatan ini memberikan pengalaman yang baik kepada mahasiswa dalam praktik moderasi beragama di masyarakat.”

Turut hadir dalam penarikan tersebut perwakilan Kementerian Agama Nur Khafid serta jajaran LPPM universitas lain yang mengirimkan kontingen.

“Nguri-Uri Budaya,” Tradisi Baritan di Kanoman I Kembali Digelar

Penulis dan Editor: Ika Amiliya Nurhidayah

Kulonprogo – Tradisi Baritan kembali digelar di Lapangan Sekaran, Dusun Kanoman I, Banjararum, Kulonprogo pada Minggu, (20/07). Tradisi ini merupakan perayaan tahunan yang dilakukan pada masa panen sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan.

Perwakilan warga Kanoman I Wiji Sutarma menjelaskan sejarah singkat perayaan Baritan, bahwa tidak ada sejarah konkret mengenai tradisi ini, namun yang pasti Baritan merupakan representasi rasa syukur warga atas hasil alam yang melimpah pada masa panen. Menurutnya, Kecamatan Kalibawang merupakan penghasil padi yang melimpah. Bahkan dahulu dikatakannya, salah satu kecamatan di Kabupaten Kulonprogo ini memiliki banyak lumbung padi.

“Mboten enten sejarah sing pesti tentang Baritan niki. Tapi sing jelas Baritan iku mbubarke peri lan setan lan dedongo marang Gusti Allah. Mediane kupat lan pelas, (Tidak ada sejarah pasti mengenai Baritan. Tapi yang jelas Baritan itu mengusir ‘peri’ dan setan dan berdoa kepada Allah. Medianya ketupat dan pelas),” jelas Sutarma.

Baca juga: Memelihara Tradisi dan Kebudayaan dalam Kearifan Lokal Jawa

Baritan dimulai pada pukul 9 pagi dengan kirab ketupat dan hasil alam. Acara kedua diisi dengan penampilan warok oleh bapak-bapak Kanoman I. Acara selanjutnya adalah perebutan gunungan ketupat dan hasil alam oleh masyarakat sekitar. Baritan kemudian dilanjutkan pada pukul 1 siang dengan penampilan kesenian Jathilan Tradisional dan Kreasi Baru oleh Turonggo Aji Pamekar.

Animo masyarakat sangat tinggi terhadap acara ini. Masyarakat dari berbagai kalangan memadati Lapangan Sekaran sejak pukul 10 pagi.

Baca juga: Korelasi Antara Tradisi Nyadran dengan Nilai-Nilai Moderasi Beragama

Turut hadir dalam perayaan Baritan Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Camat Kalibawang Risdiyanto Nugroho, Lurah Banjararum Warudi, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), serta tokoh-tokoh Kanoman I dan II.