Pekalongan, 12-13 Februari 2024 – UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan (UIN Gus Dur) bersama Universiti Sultan Azlan Shah (USAS) Malaysia mengadakan diskusi dan kunjungan di Desa Wisata Moderasi Beragama Linggoasri. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan praktik moderasi beragama di kalangan masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pusat International Office, Isriani Hardini, P. hD.
Acara dimulai dengan diskusi yang melibatkan tokoh agama Islam, Bapak Mustajirin Toyib, dan tokoh agama Hindu, Bapak Taswono. Diskusi ini dipandu oleh Syamsul Bakhri, Dosen UIN Gus Dur sekaligus Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Desa Wisata Linggoasri. Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas pentingnya moderasi beragama dalam menciptakan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Bapak Mustajirin Toyib menekankan bahwa moderasi beragama bukan hanya sekadar konsep, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak masyarakat untuk saling menghormati dan memahami perbedaan yang ada. Sementara itu, Bapak Taswono menambahkan bahwa kerjasama antarumat beragama sangat penting untuk membangun masyarakat yang harmonis.
Kegiatan ini juga diisi dengan kunjungan ke berbagai lokasi di Desa Wisata Linggoasri, yang dikenal sebagai contoh nyata penerapan moderasi beragama. Para peserta diajak untuk melihat langsung bagaimana masyarakat setempat hidup berdampingan dengan damai meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda.

Kegiatan lainnya adalah memotivasi siswa di SDN Linggoasri untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan mengejar cita-cita setinggi-tingginya. Kegiatan berikutnya adalah belajar membuat wayang dengan Mas Rizal, penatah wayang termuda di Pekalongan. Setelah itu, peserta mengunjungi Pura Kalingga Setya Dharma Linggoasri yang dipandu oleh Peradah (Pengurus Perkumpulan Pemuda Hindu) dan Bapak Taswono (pemangku agama Hindu). Kegiatan diakhiri dengan mengunjungi Masjid Kayu Linggoasri.

Selanjutnya, peserta mengunjungi Masjid Kayu Linggoasri yang dipandu oleh Ketua Ikatan Remaja Masjid, Mas Dwi, dan Bapak Toyib. Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Kebun Gizi dan Tanaman Hias Linggoasri yang dipandu oleh Bapak Fadholi. Kegiatan terakhir adalah bermain paintball yang bertempat di Bumi Perkemahan Linggoasri, dipandu oleh Bapak Hari.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kerjasama yang lebih erat antara UIN Gus Dur dan USAS Malaysia, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Linggoasri dalam upaya memperkuat moderasi beragama.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama, serta menjadikan Desa Wisata Linggoasri sebagai contoh bagi daerah lain dalam menerapkan moderasi beragama.
