Penulis: Ika Amiliya Nurhidayah, Editor: Sirli Amry
Bersama-sama kurangi risiko dan dampak banjir rob, Tim Sindikasi Media Hijratunaa tanam 200 bibit mangrove di Mulyo Asri, Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan pada Sabtu, (14/06).
Sebelum penanaman 200 mangrove berjenis Rhizopora mucronata, tim Sindikasi Media Hijratunaa juga belajar sekaligus praktik pembibitan 3 jenis mangrove, yaitu api-api (Avicenia marina), bakau merah (Rhizopora mucronata), dan pidada merah (Bruguera casiolaris).
Koordinator bagian pelaksana kegiatan, Tugiyo mengungkapkan, dari 2020 hingga saat ini, terdapat 500.000 pohon mangrove yang tumbuh di lahan seluas 25 hektare.
Baca Juga: Kredit Emisi Karbon Solusi Indonesia Atasi Krisis Iklim?
“Banyak banget dari tahun 2020 mungkin sekitar 500.000, dan wilayah penanaman kami total luasan sekitar 25 hektare,” ujar Tugiyo yang akrab dipanggil Tayo.
Lebih lanjut, Tayo mengungkapkan, penanaman mangrove di Mulyorejo yang merupakan daerah rawan banjir dan rob ini berperan signifikan dalam menangani banjir dan rob di wilayah pesisir utara.
Berkat peran tersebut, beberapa lembaga dan komunitas turut bekerja sama dengan wisata Mulyo Asri dalam upaya melestarikan mangrove.
“Mangrove Mulyo Asri bekerja sama dengan beberapa dinas dan komunitas salah satunya PLN dan Bank Mandiri yang membantu memfasilitasi penanganan rob dan banjir dengan cara bekerja sama di bidang sosial dan lingkungan seperti melakukan penanaman dan memberikan bantuan pompa dan fasilitas pengembangan wisata desa,” jelasnya.
Baca Juga: Mengelola Sampah di Pekalongan: Solusi atau Sekadar Sanksi?
Tim Sindikasi Media Hijratunaa berharap, pohon-pohon mangrove tersebut dapat menjadi benteng penahan banjir dan rob di wilayah pesisir utara Pekalongan, dan Desa Mulyorejo itu sendiri.
