KHUTBAH JUMAT : PERSATUAN PILAR KESEJAHTERAAN BANGSA

Oleh : khanifah Auliana

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, dan tak lupa sholawat serta salam kita sanjungkan kepada Rasulullah SAW, semoga kelak kita mendapatkan syafaatnya di yaumul akhir.

Hadirin semuanya pertama-tama kita tak lupa untuk selalu mengingat kepada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT yang selalu memberikan nikmat dan keberkahan. Tak lupa pula untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi larangannya. Hadirin yang berbahagia, negara yang kita tempati, negara tempat kita lahir ini, negara yang merupakan rumah bagi kita semua Indonesia raya. Semua kita bersaudara, diciptakan beragam dari mulai bahasa, lagu daerah, agama, ras, suku bahkan keanekaragaman lain. Indonesia begitu kaya dengan Alam yang melimpah ruah selayaknya surga dunia. Allah begitu memberikan nikmat luarbiasa pada kita semua warga Indonesia, sepatunya selalu bersyukur dan menjaga. Karena banyaknya keberagaman, seharusnya kita semua harus saling merangkul satu sama lain. Jika hal tersebut tidak dijaga maka terpecah belah hanyabada permusuhan. Dalan surat al-imran ayat 103, Allah menerangkan untuk saling menjaga tali silahturahmi dalam artian kesatuan persatuan.

bahwa persatuan merupakan pondasi utama bagi sebuah Negara untuk menjalankan kehidupan bernegara. Tidak mungkin sebuah Negara dapat sejahtera, hidup rukun dan damai, tanpa adanya persatuan. Sebaliknya, jika persatuan terus dipupuk, dijaga dan dilestarikan, dengan sendirinya, berbagai kreatifitas anak bangsa dapat bermunculan. Pada akhirnya, kesejahteraan akan dirasakan oleh Bangsa tersebut.

Perbedaan merupakan sunatullah yang tidak dapat dibantah dan dihindari siapapun. Justru, disitulah terletak kemaha besaran Allah. (Bisa ditambahkan dalil :”Jika Allah menghendaki kalian satu kaum, Allah bisa, tapi Allah tidak menghendakinya. Search saja di internet). Maka, untuk menyikapinya, mau tidak mau kita harus menghormati, bahkan merayakan perbedaan tersebut dengan suka cita. Disanalah awal mula berseminya persatuan, dan pada akhirnya dapat mengarah pada kesejahteraan Bangsa.

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 103)

Dari ayat diatas mempunyai makna bahwasanya, pentingnya kita semua hidup damai dalam perbedaan maupun keberagaman yang ada. Sebab jika tidak adanya perdamaian di suatu negar  maka terjadilah suatu musibah besar, semua orang akan bermusuhan dan lama-kelamaan akan hancur negara tersebut. Allah juga tidak suka apabila ada yang sengaja memutuskan tali persaudaraan, dalam keterangannya suatu saat ketika di akhirat nanti orang-orang yang menjaga persaudaraan dengan baik akan menjadi penentu masuk surga. Oleh karena mari kita semua saling menjaga persaudaraan kita, tolong menolong dan toleransi.

“Hidroponik: Sayang Lingkungan, Sekaligus Menghasilkan”

Oleh Shofi Nur Hidayah

Di zaman yang  serba canggih seperti sekarang ini kita dituntut untuk memiliki pemikiran yang kreatif. Sehingga dapat ikut bersaing dan tak tertinggal dengan derasnya perkembangan teknologi.  Makin pesatnya perkembangan zaman menjadi lebih modern membuat kita harus mampu beradaptasi dan mencari celah yang dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah. Tujuannya agar kita bisa mendapatkan penghasilan atau menebarkan kebaikan pada sesama.

 James J. Gallagher menyebutkan “Creativity is a mental process by which an individual creates new ideas or products, or recombines existing ideas and product, in fashion that is novel to him or her.” Artinya kreativitas adalah suatu proses berpikir atau mental gang dilakukan oleh individu berupa gagasan atau produk baru ataupun mengkombinasikan antara keduanya menjadi satu kesatuan ide yang baru.

Perkembangan zaman juga mempengaruhi banyak bidang, termasuk pertanian maupun perkebunan. Dahulu orang memerlukan lahan yang cukup luas untuk bercocok tanam, tapi di zaman serba maju seperti sekarang kita dapat bercocok tanam di lahan sempit atau disebut urban Farming. Pilihan dari urban Farming juga sanagt beragam, salah satunya ada hidroponik. Yakni, salah satu metode dalam budidaya tanaman dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan memberikan penekanan pada pemenuhan kebutuhan unsur zat hara bagi tanaman. Kebutuhan air dalam metode hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya tanaman dengan media tanah.

Hidroponik sangat cocok untuk budidaya tanaman dengan lahan terbatas, karena bisa menggunakan botol bekas air mineral maupun pipa paralon. Meski demikian perlu diperhatikan dalam memilih media dalam mempraktekkan hidroponik, agar hasilnya lebih maksimal. Dilansir dair katadata.co.od, pertama media tanam harus memiliki kemampuan menyimpan kandungan air, agar tanaman dapat memperoleh nutrisi dari kandungan air yang tersimpan. Kedua, media tanam harus memiliki struktur yang gembur, subur, dan mampu menyerap air dengan baik. Ketiga rendah garam, tidak mudah berubah bentuk dan tidak mudah kering saat suhu berubah. Terakhir, bebas dari hama dan patogen serta mengandung kapur atau kalsium.

Dalam budidaya hidroponik ada beberapa tanaman yang cocok seperti bayam, pakcoy, kangkung, dan selada. Juga beberapa tanaman obat seperti kunyit, jahe, lengkuas, lempuyang, bahkan beberapa tanaman hias seperti bunga mawar.  Hal ini menunjukkan bahwa ada banyak sekali cara yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kreativitas, karena di setiap permasalahan yang muncul. Tentunya ada jalan untuk mendapatkan solusinya, termasuk dengan Hidroponik yang menjawab masalah keterbatasan lahan untuk budidaya tanaman.  Dengan adanya penerapan hidroponik harapannya masalah sampah juga bisa teratasi karena masyarakat yang menggunakan barang bekas sebagai media Hidroponik.

Selain itu, kita juga secara tidak langsung telah melakukan upaya daur ulang sampah. Hidroponik tidak hanya menjawab permasalahan kekurangan lahan dalam budidaya tanaman tapi juga masalah sampah yang selama ini belum juga terselesaikan. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas mampu memberikan jawaban atas masalah-masalah yang ada di masyarakat. Tugas kita hanya bagaimana mencari peluang dan solusi atas masalah yang terjadi.

HARMONI DALAM PERBEDAAN: BELAJAR DARI DESA KUTOROJO

oleh Nabil Abdullah aziz

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, menjadikan moderasi beragama sebagai salah satu upaya penting untuk menjaga kerukunan di masyarakat. Moderasi beragama dianggap sebagai sarana untuk mencegah konflik sosial yang dapat terjadi akibat perbedaan agama. Kita sebagai masyarakat perlu menyadari bahwa moderasi beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pemuka agama, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai individu. Ini adalah cara kita menjaga Indonesia dari konflik yang bisa merusak kerukunan sosial dan kebebasan beragama.

Melalui moderasi beragama, kita dapat menjaga keharmonisan dalam keberagaman, menghormati perbedaan pendapat, dan mencegah ekstremisme serta intoleransi. Yang sebaiknya di ajarkan sejak usia kanak-kanak agar mencegah sifat intoleransi, seperti yang dikatakan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, yang menegaskan akan menghapus tiga hal yang dianggap sebagai “Dosa besar” dalam pendidikan nasional. Ketiga hal tersebut adalah intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual “Tiga dosa ada di sistem pendidikan kita saat ini, dan tiga dosa tersebut nomor satu adalah intoleransi, nomor dua adalah perundungan atau bullying dan nomor tiga adalah kekerasan seksual,” ujarnya.

Contoh nyata bagaimana moderasi beragama dapat dilihat di Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, adalah sebuah contoh nyata bagaimana moderasi beragama dapat menjadi landasan kuat bagi kerukunan antar-anak-anak yang berbeda agama. Di tengah mayoritas Muslim dan minoritas Hindu, warga Desa Kutorojo telah mempraktikkan moderasi beragama secara alamiah, menjalani hidup dengan rasa hormat, toleransi dan tolong menolong satu sama lain. Mereka telah membuktikan bahwa perbedaan keyakinan tidak harus menjadi sumber konflik.

Ilustrasi moderasi beragama. (Pixabay/@MoteOo)

Anak-anak di Desa Kutorojo juga telah menerima pelajaran berharga dari orang tua mereka. Mereka tumbuh dalam lingkungan di mana perbedaan agama tidak diperdebatkan, melainkan dihormati. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan moderasi beragama dimulai dari rumah, dan generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang kuat dalam menjaga kerukunan beragama di masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa moderasi beragama tidak hanya menjadi sebuah wacana belaka, melainkan benar-benar dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan dan moderasi beragama merupakan cara yang efektif untuk menumbuhkan toleransi dan persatuan bangsa. Pendidikan dan moderasi beragama harus terus diajarkan sejak dini kepada anak-anak secara terus-menerus dan berkesinambungan. Dengan demikian, nilai nilai dalam moderasi beragama  seperti toleransi akan tumbuh dengan kuat dan persatuan bangsa akan semakin kokoh.

Ternyata, penghormatan terhadap perbedaan itu tidak butuh teori besar. Orang desa lugu di Kutorojo, yang tidak pernah sekolah formal sekalipun, mampu menghormati perbedaan (agama). Kuncinya, perbedaan itu terbiasa, disaksikan sehari2 sejak kecil. Perbedaan menjadi sensitif manakala info yang kita dapatkan dipenuhi prasangka. Info yang kita terima sendiri syarat kepentingan dari yang memproduksi wacana.

Moderasi beragama memang sedang digaungkan oleh pemerintah. Dimana, Kementerian agama sebagai leadersector dari program moderasi beragama. Dari beberapa hasil pembacaan saya, moderasi beragama bukanlah suatu ajaran baru, bukan pula suatu mazhab baru melainkan merupakan salah satu ajaran inti dalam agama Islam. Di dalam Islam, moderasi beragama dekat dengan istilah wasathiyyah.

Perlu diketahui bahwa moderasi beragama ini bermakna memposisikan diri di jalan tengah. Maksudnya, cara pandang dan sikap keberagamaan yang berorientasi pada keseimbangan dan jalan tengah. Moderasi beragama tidak ekstrem, tidak radikal, dan tidak intoleran. Moderasi beragama juga tidak mengabaikan ajaran agamanya, tetapi juga menghargai dan menghormati ajaran agama lain. Mengutip Prof. Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul wasathiyyah wawasan islam tentang moderasi beragama beliau menyebutkan bahwa berada di jalan tengah bukan berarti tidak tegas. Moderasi beragama ini meliputi beberapa prinsip diantaranya tawazun, tawassuth, musawah, syura, i’tidal dan tasamuh.

Dalam era ini, di mana tantangan ekstremisme dan intoleransi masih ada, moderasi beragama adalah senjata yang kuat untuk menjaga keharmonisan dan keberagaman Indonesia. Mari kita terus menjalankan dan mendorong nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga kita dapat terus membangun negeri ini dengan damai, berdampingan dengan saling menghormati, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Salah satu tujuan dari menjaga moderasi beragama adalah Menghindari Ekstremisme: Salah satu tujuan utama dari menjaga moderasi beragama adalah untuk mencegah ekstremisme agama. Ini melibatkan penolakan terhadap pandangan dan tindakan ekstrem yang dapat menyebabkan konflik dan kekerasan. Menghormati Nilai-nilai Kemanusiaan: Moderasi beragama mencakup penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, seperti hak asasi manusia, persamaan gender, dan keadilan sosial. Ini membantu mencegah penyalahgunaan agama untuk tujuan politik atau sosial yang merugikan.

BIJAK MENYELEKSI INFORMASI

Oleh Shofi Nur Hidayah

Di zaman globalisasi seperti sekarang ini persebaran informasi sangat masif terjadi terutama pada media sosial. Setiap harinya kita melakukan banyak hal dan menerima banyak informasi berkat adanya kemudahan akses media sosial. Sangking banyaknya informasi yang kita terima, tak jarang terkadang kita merasakan perasaan bingung dan jenuh ditengah kesibukan yang ada. Fenomena ini dikenal dengan information overload atau banjir informasi. Menerima banyak informasi diwaktu yang sama bukanlah hal yang baik, karena otak manusia memiliki batasan dan waktu tertentu untuk memproses suatu informasi yang didapatkan.

Dilansir dari laman Grid.id gagasan seperti yang disebutkan diatas juga didukung oleh studi yang dikembangkan banyak psikolog dunia. Seperti, George Miller yang menyatakan semua manusia hanya dapat memproses tujuh jenis informasi pada saat yang sama. Selain itu Psikolog Donald Broadbent juga menyatakan bahwa persepsi manusia sebagai satu model filter, dimana manusia membutuhkan waktu untuk menaruh fokus pada beberapa hal saja.

Terlalu banyaknya informasi yang didapatkan juga mempermudah manusia dalam menganggap suatu fakta tanpa pernah diketahui sebelumnya. Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan adanya unggahan video di platform Twitter, dimana dalam video tersebut memperlihatkan sebuah helikopter terbang sembari menjatuhkan sesuatu yang tampak seperti asap hitam. Dalam narasinya sang pengunggah video menyebutkan bahwa momen tersebut merupakan pelepasan nyamuk hasil rekayasa genetika yang diklaim milik pendiri Microsoft, yakni Bill Gates.

Namun rupanya narasi tersebut tidak benar atau hoaks. Dilansir dari laman Kompas.tv yang menyatakan bahwa Jose Corona, seorang pilot Alamo Helicopter di Texas mengklarifikasi kejadian tersebut merupakan pengungkapan gender dengan menggunakan suar yang digantung pada bagian bawah badan Helicopter. Dari kasus tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa tanpa adanya pengelolaan informasi yang baik, manusia akan mudah mempercayai segala sesuatu yang mereka terima tanpa mempertanyakan realitas sebenarnya terlebih dahulu. Fenomena kebanjiran informasi bisa mengaburkan batas antara sesuatu yang penting dan sebuah gangguan.

Saat ini manusia dituntut melakukan segala sesuatu dengan cepat terutama dalam hal pekerjaan, namun kita juga perlu cermat dalam menerima informasi. Oleh karena itu kita melakukan beberapa cara untuk menghindari adanya banjir informasi, seperti membuat batasan dalam mengkonsumsi informasi, melakukan skimming atau fokus mencari informasi relevan yang di butuhkan, dan terakhir adalah menentukan sumber informasi yang terpercaya. Menghindari adanya banjir informasi merupakan upaya agar tidak mudah termakan berita bohong atau hoaks. Hal tersebut juga merupakan memastikan kemaslahatan umat, dimana mencegah adanya persebaran berita hoaks yang jelas bisa memberikan banyak dampak buruk di masyarakat. Sebab tak sedikit pula konflik timbul akibat dari tidak selektif dalam memilih informasi.

Jesica Wongso dan Keadilan Hukum Indonesia

Oleh Shofi Nur Hidayah

Keadilan adalah hal yang semestinya didapat oleh seluruh manusia, terlepas dari latar belakang yang menyertainya  karena sebagai manusia, kita memiliki hal untuk diperlukan secara adil dalam berbagai aspek kehidupan termasuk keadilan di bidang hukum. Dalam hukum keadilan artinya prinsip atau suatu konsep yang mengacu pada keseimbangan serta perlakuan yang tidak membeda-bedakan bagi semua individu didalam sistem hukum. Terlepas dari ras, agama, gender, atau status sosial yang mana dalam hukum semua individu berhak diperlukan sama secara adil dan setara

Semenjak film dokumenter berjudul Ice Cold: Murder, Coffee and Jesica Wongso tayang di paltform Netflix banyak orang yang mempertanyakan realitas keadilan dalam sistem hukum di Indonesia. Pasalnya film dokumenter yang diangkat dari kasus meninggalnya I Wayan Mirna Salihin di cafe Olivier pada 2016 lalu pasca meminum kopi yang diduga mengandung racun sianida. Dalam kejadian tersebut, Jesica Kumala Wongso yang merupakan teman Mirna ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti-bukti tidak langsung. Jesica Wongso juga telah dijatuhi hukuman  20 tahun kurungan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sikap warganet yang mempertanyakan realitas keadilan hukum di Indonesia juga bukan tanpa sebab, karena berdasarkan film dokumenter tersebut terdapat setidaknya empat kejanggalan yang menonjol dalam kasus meninggalnya Mirna. Kejanggalan pertama yakni temuan sianida yang ada pada jasad korban hanya sebesar 0.2 mg dan itu didapatkan setelah tiga hari kematian. Sedangkan dosis tersebut tidak menyebabkan kematian, serta tidak adanya tanda-tanda sianida di tubuh Mirna saat meninggal. Kedua, keanehan barang bukti dimana cangkir kopi yang digunakan untuk dihadirkan sebagai barang bukti sudah melewati banyak tangan dan diragukan keasliannya serta foto mayat Mirna yang dibawa oleh sang ayah, Edi Darmawan yang mana foto mayat berwarna merah padahal menurut ahli sebelumnya jasad korban berwarna kebiruan. Ketiga, wawancara terhadap Jesica selaku tersangka yang tiba-tiba dipotong oleh petugas dengan alasan melanggar aturan dan tidak mengantongi izin. Keempat tidak adanya proses autopsi jenazah korban, hal ini cukup janggal karena untuk menentukan penyebab kematian korban metode ini cukup efektif namun demikian autopsi tidak dilakukan.

Meski Jesica Wongso telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, masih terdapat banyak pertanyaan yang belum terpecahkan. Fakta yang ditampilkan dalam film dokumenter tersebut memberi sudut pandang baru yang sebelumnya tidak atau bahkan terlewat selama masa penyelidikan dan persidangan berlangsung di tahun 2016 silam. Hal ini juga menjadi perhatian khusus bagi warganet.  Terlepas dari siapa pelakunya, sejak awal fokus kasus tersebut sudah berpindah bukan lagi mencari apa penyebab kematian korban melainkan berfokus pada siapa yang akan menjadi tersangka dan harus bertanggungjawab atas kematian Mirna selaku korban. Dari kasus tersebut kita bisa belajar bahwa menerapkan nilai-nilai keadilan bukanlah sesuatu yang sederhana, sehingga harus terus menerus diperjuangkan. Keadilan bisa didapatkan dengan kontribusi banyak pihak, karena itulah mewujudkan keadilan juga menjadi tantangan bagi kita semua.

Keadilan menjadi nilai penting yang terdapat dalam Pancasila butir ke kelima, yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebab keadilan merupakan prinsip moral yang menjaga martabat manusia. Merujuk pada arti keadilan sosial, dalam hal-hal tertentu kita semua harus adil dan memperlakukan orang lain dengan adil atau setara pula. Artinya keadilan dalam Pancasila mewajibkan masyarakat termasuk negara untuk sama-sama bertindak agar terwujudnya kesejahteraan umum. Nilai Pancasila inilah yang seharusnya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi ideologi bagi sistem hukum di Indonesia. Dalam hal apapun keadilan harus dijunjung tinggi tanpa membedakan seseorang, jangan sampai suatu kepentingan menunggangi suatu peristiwa dan menciderai hukum yang ada hingga mengesampingkan nilai keadilan.

Pandawara Group Contoh Nyata Implementasi Cinta Lingkungan

Oleh : khanifah Auliana

Pembahasan tentang kebersihan dan sampah masih jadi topik menarik di negara Indonesia ini. Sebab Indonesia sampai sekarang ini permasalahan soal kebersihan dan sampah belum ada solusi untuk menanganinya. Apalagi Jumlah masyarakat dari tahun ke tahun jumlahnya semakin naik sehingga pemukiman penduduk di beberapa wilayah menjadi padat. Dengan banyaknya penduduk otomatis penggunaan barang atau konsumsi makanan juga ikut naik. Di tahun 2023 ini tercatat dari kemenko PMK yang menyebut jika ada 7,2 juta ton sampah yang belum terkelola dengan baik. Hal itu akan berpengaruh pada jumlah sampah yang dihasilkan jika satu orang saja bisa menghasilkan beberapa sampah apalagi nanti akan di tambah dari jumlah masyarakat di suatu daerah atau bahkan semua masyarakat di negara ini betapa banyaknya sampah yang terkumpul.

Untuk mencegah jumlah sampah yang semakin besar, di harapkan adanya kesadaran dari kita semua agar bisa mengurangi sampah. Para anak muda menjadi pendorong bagi bangsa dalam menciptakan perubahan yang baik kedepannya termasuk kebersihan. Para anak muda patut di apresiasi dan di dukung untuk bersama-sama melestarikan lingkungan supaya tetap bersih. Salah satu bentuk inspirasi anak muda sekarang muncul pertama kali dan viral di media sosial yaitu Pandawa group, sekumpulan anak muda yang memiliki misi membersihkan sampah. dari laman beautynesia, Pandawara Group merupakan sekumpulan 5 teman tongkrongan semasa SMA dan Pandawara tercipta pada tahun 2022. Anggota nya sendiri yaitu, Muchamad Ikhsan, Gilang Rahma, Agung Permana, Rafly Pasya, dan Rifki Sa’dulah. Adanya kesadaran dari para anak muda tersebut bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat lain. Selain itu dengan kita sadar akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, secara tidak langsung juga berperan dalam melaksanakan kewajiban peraturan pemerintah yaitu cinta tanah air.

Pandawa group menjadi contoh yang baik, mereka sekumpulan anak muda yang rela kotor-kotoran untuk membersihkan sampah yang ada di lingkungan setempat. Aksi Pandawara group menarik simpati pemerintah untuk berkontribusi bersama dalam menciptakan lingkungan bersih. Kemudahan media sosial membuat Pandawara group merambah ke berbagai kalangan dengan mengunggah video membersihkan sampah. Mereka keliling ke kota-kota yang memiliki banyak sampah termasuk sungai, selokan kecil bahkan laut yang tercemar oleh sampah.

Tidak sendirian, mereka mengajak segenap masyarakat untuk membersihkan bersama agar cepat bersih dan menanamkan kesadaran. Tak lupa meminta izin kepada para pemerintah pusat dan daerah yang berkaitan supaya mempermudah proses pembersihan sampah. Secara tidak langsung di sini kita berkontribusi bersama dan kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah dalam menjaga lingkungan. Sampah jangan di jadikan kesalahan para individu saja namun menjadi masalah kita semua untuk menanggulangi dan mengatasi. Solusi untuk mencegah dampak buruk sampah yang berakibat fatal bisa dengan mengubah kebiasaan kecil dari membuang sampah pada tempatnya, lalu jika hendak berbelanja usahakan membawa kantong berbahan kain dari rumah, dan mengganti wadah plastik dengan menggunakan bahan-bahan organik yang mudah terurai. khuhusnya bagi pengguna e-commerce yang biasanya menumpuk dengan bubble wrap dari plastik bisa dihindari dan diganti dengan kardus akan jauh lebih baik.

Dalam agama Islam juga mengajarkan untuk menjaga alam semesta ini dan akan berdampak jika terjadi kerusakan pada bumi.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

Artinya : ” Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) “.

Dari ayat tersebut mengajarkan tentang pentingnya menjaga lingkungan sebab kita tinggal di bumi dalam artian seperti menjaga hunian dengan merawatnya. Ketika tidak dijaga bumi akan rusak dan akan mempengaruhi manusia serta makhluk lain. Dalam agama menjaga khuhusnya hal kebersihan jadi point’ yang sangat penting apalagi jika itu sebagian dari iman. Adanya contoh dari Pandawara group berharap semua masyarakat dapat saling kerjasama satu sama lain membangun lingkungan yang bersih tidak memandang perbedaan suku ras atau agama karena kita semua tinggal di tempat yang sama yaitu bumi Pertiwi.

Mencegah Perilaku Seksual Menyimpang Melalui Penampilan

    Fenomena yang terjadi saat ini pada lingkungan masyarakat cukup banyak menyita perhatian. Salah satu fenomena yang dianggap sepele atau bahkan sudah biasa dilakukan oleh sebagian masyarakat yaitu terkait penampilan. Kemajuan teknologi yang cepat membuat banyak hal yang berubah dari sisi kehidupan manusia sehari-hari termasuk dalam hal penampilan. Namun, banyak dari kalangan masyarakat yang  ada saja menyeleweng dari aturan-aturan tak tertulis terkait berpakaian atau sesuatu yang menempel pada tubuh seperti aksesoris.

    Hal tersebut sering dibahas terutama dalam kaidah agama. Seorang perempuan dianjurkan untuk memakai pakaian yang sopan, sesuai dengan kodratnya. Biasanya para perempuan identik feminim dengan aksesoris dan memakai warna-warna yang cantik. Sedangkan laki-laki identik dengan hal yang maskulin atau perilaku yang diciptakan secara biologis. Namun seiring berjalannya waktu perilaku atau sikap antara perempuan maupun laki-laki sering menyimpang dari kodratnya masing-masing.

    Perubahan perilaku bisa terlihat dari cara berpenampilan atau berpakaian. Sebagian dari mereka ada yang tidak sengaja maupun sudah menjadi kebiasaan dalam berpakaian, misalnya, laki-laki yang berpakaian menyerupai perempuan ataupun sebaliknya. Contoh tersebut sering kali kita lihat bahkan berseliweran di media sosial untuk keperluan eksistensi semata. Namun, jika hal tersebut di biasakan akan berpengaruh pada sifat kodratnya. Dalam agama pun menyampaikan hendaknya kita harus berperilaku sesuai dengan kodrat jenis kelaminnya masing-masing. Dalam sebuah hadis riwayat Ahmad menjelaskan :

لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ ، وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Ahmad no. 3151, 5: 243, sahih sesuai syarat Bukhari).

    Dari hadis tersebut diterangkan bahwasanya perilaku yang sering kita anggap sepele dalam hal berpakaian antar laki-laki yang menyerupai perempuan atau sebaliknya ternyata sangat dilarang. Bahkan Allah akan melaknat seseorang yang dengan sengaja berpenampilan tidak sesuai dengan kodrat kelaminnya entah itu perempuan atau laki-laki. Untuk itu, penting bagi kita semua memperhatikan hal-hal kecil meskipun itu untuk keperluan media sosial namun jika diterapkan terus menerus tentunya bisa saja berdampak buruk untuk diri seseorang yang melakukan. Dampaknya akan ke psikologis dan bisa saja merubah sifat dari yang tadinya asli laki-laki menjadi selayaknya perempuan. Memperkuat iman serta identitas diri mampu memberikan jembatan agar tidak terseret dalam fenomena tersebut. Mendekatkan diri kepada Allah serta bergaul dengan lingkungan yang positif mampu memberikan dorongan untuk tidak terjebak dari hal yang terlarang dalam agama. Upaya untuk mencegah perilaku seksual menyimpang, bisa dilakukan dari hal terkecil, seperti menjaga penampilan, sesuai dengan jenis kelaminnya.

Menghargai Perbedaan: Mengakui Kebesaran Tuhan 

Oleh Shofi Nur Hidayah

Perbedaan adalah hal mutlak yang terjadi dan sewajarnya dimiliki oleh manusia. Di Indonesia sendiri, perbedaan tak bisa jauh dari masyarakat baik itu perbedaan agama, suku, ras maupun bahasa. Tentu ada banyak tantangan yang dialami ketika perbedaan itu muncul di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Semua orang memiliki pandangan dan keyakinan pribadi atas segala sesuatu, ada beberapa hal yang dianggap sebagai sebauh kebenaran oleh suatu kelompok tapi kebenaran tersebut tidak diakui oleh kelompok lain. Kembali lagi masing-masing orang memiliki cara pandang atau prespektif tersendiri dalam memandang segala sesuatu.

Inti dari ajaran agama manapun adalah menebarkan kedamaian dan kebaikan dalam hidup bermasyarakat di dunia ini. Memahami hal itu, tentu kita mampu menyikapi setiap perbedaan dengan bijak. Jika saja kalau Allah SWT menginginkan, bisa saja seluruh umat manusia dijadikan sama (satu kaum).

Hal itu telah disebutkan dalam firman Allah SWT surat An-Nahl ayat 93 yang artinya: “Dan jika Allah menghendaki niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Tetapi kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.” Tapi Allah tidak menginginkan itu. Karena, sesungguhnya, dalam perbedaan itu ada hikmah atau pelajaran yang bisa dipetik. Membuat kita saling mengenal antara satu dan lainnya, sekaligus membuat kita yang berbeda, berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan.

Moderasi beragama atau menjalankan nilai-nilai keagamaan dengan semestinya dan memahaminya sebagai pedoman hidup bermasyarakat dan berbangsa, tidak hanya dilakukan oleh umat islam saja. Karena dasar atau inti ajaran agama adalah menebarkan kedamaian dan kebaikan, maka seharusnya sebuah perbedaan bukanlah hal yang bisa menimbulkan masalah. Kita tidak bisa menafikan adanya perbedaan  diantara masyarakat Indonesia, namun jika kita mempu memahami agama dengan baik. Apapun agamanya, maka sebuah perbedaan adalah hal yang wajar dan tidak perlu dipermasalahkan.

Saling menghargai setiap perbedaan yang ada adalah tugas kita sebagai manusia dan bangsa Indonesia. Dalam ajaran Islam sendiri menyebutkan bahwa adanya perbedaan adalah bentuk kekuasaan Allah SWT sebagai Yang Maha Esa, Allah SWT menghendaki adanya perbedaan di antara umat manusia dan menganjurkannya agar saling mengenal satu sama lain. Hal itu tertuang dalam Q.S Al Hujurat ayat 13 yang berarti: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.” Oleh karena itu, menghargai perbedaan juga berarti menghargai kehendak Allah SWT. Menghargai adanya perbedaan bukanlah hak yang buruk, justru karena itu kita mampu hidup berdampingan dengan banyak orang dari latar belakang yang berbeda dan itu menjadikannya sebagai sebuah keindahan. Menghargai perbedaan juga berarti mengakui kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

Mencintai Budaya Bangsa Melalui Peringatan Hari Batik Nasional

Oleh Intan Anggreaeni Safitri

Indonesia merupakan negara yang memiliki beraneka ragam kebudayaan dan tradisi. Keanekaragaman tersebut membentang dari Sabang sampai Merauke dan dipersatukan oleh semboyan bangsa yaitu Bhineka Tunggal Ika. Beberapa jenis kekayaan sumber daya Indonesia meliputi kekayaan alam, laut, tradisi lokal, adat istiadat, dan sebagainya. Beberapa kekayaan tersebut juga dikenal dan menjadi warisan dunia seperti wayang dan batik.

Batik sendiri merupakan sebuah lukisan atau gambar pada kain yang memiliki banyak titik. Kata batik tersebut berasal dari kosa kata ambatik yang artinya adalag sebuah kain yang memiliki banyak titik. Berdasarkan laman data yang dilansir dari laman resmi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud, kaya batik juga berasal dari bahasa Jawa yaitu tritik. Dalam sejarah bangsa Indonesia batik sudah mulai berkembang sejak zaman nenek moyang tepatnya pada abad ke-17. Pada saat itu motif batik didominasi oleh lukisan binatang dan tanaman, namun kemudian seiring dengan perkembangan zaman motif tersebut berubah menjadi lebih moderen dan kekinian.

Perkembangan batik di Indomesia sangat erat kaitannya dengan kerajaan Majapahit dan penyebaranya meluas ketika zaman kesultanan Mataram hingga pada massa Kasunanan Surakarta dan Yogyakarta. Semenjak saat itu batik terus mengalami perkembangan hingga sekarang ini. Hingga pada tanggal 9 Januari 2009 silam batik ditetapkan menjadi warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbenda oleh UNESCO. Dan pencatatan resminya bertempat di Abu Dhabi pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu. Sehingga oleh hal tersebut pula setiap tanggal 2 Oktober akan diperingati sebagai hari Batik Nasional oleh bapak Presiden RI ke-6 yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ditetapkannya hari Batik Nasional oleh presiden bertujuan agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya mencintai, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya negara sendiri. Batik bukan hanya sekedar pakaian biasa melainkan wujud nyata dari persatuan keanegaraman budaya indonesia yang dikemas dalam setip motifnya.

Melestarikan, memakai, dan mencintai batik merupakan salah satu wujud nyata kita sebagai warga negara Indonesia atas sikap cinta tanah air. Hal tersebut dapat dimulai dengan memakai batik dalam kegiatan sehari-hari atau saat menghadiri acara formal. Bahkan umtuk sekarang ini batik dapat pula dikenakan dalam kegiatan non formal berkat inovasi para deainer bangsa. Bangga memiliki dan memakai batik merupakan cara kita untuk memberikan apresiasi nyata terhadap budaya lokal yaitu batik. Selain itu, batik menjadi identitas bangsa Indonesia yang bisa menjadi ciri khas dan patut untuk dipertahankan. Selain usaha tadi kita juga perlu mengenalkan batik ke kancah internasional dengan berbagai cara sesuai dengan keahlian dibidang masing-masing. Hal yang paling penting dalam melestarikan batik sebagai warisan budaya adalah rasa memiliki yang wajib kita tanamkan dalam diri, karena dengan rasa memiliki inilah kita akan menghargai dan mempertahankan bahkan berani memperjuangkan batik sebagai salah satu identitas bangsa Indonesia.

Batik Warisan Budaya Yang Mendunia

Oleh Shofi Nur Hidayah

Senin, 2 Oktober ditetapkan sebagai hari batik nasional yang menandai perayaan penetapan batik sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 silam.  Setidaknya batik telah tersebar di seluruh penjuru Indonesia dengan berbagai macam motif dan corak khas dari daerah asal batik itu sendiri. Ada lebih dari 5.800 motif batik yang tercatat oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, hal ini menjadi bukti betapa kaya Indonesia dengan budayanya. Setiap motif batik itu bukan hanya sekedar corak atau pola saja, melainkan ada beragama cerita didalamnya.

Beberapa morif batin paling populer di Indonesia antara lain: Pertama motif batik parang dengan pola diagonal tegas dan sekilas mirip huruf S, serta menjadi motif khas Jawa yang konon sudah ada sejak zaman Mataram Islam. Filosofi yang terkandung didalamnya adalah sikap pantang menyerah. Kedua motif batik simbut yang berasal dari Banten dengan pola yang sikilas mirip dengan daun talas, awalnya motif ini di ciptakan oleh suku Baduy namun menyebar hingga ke seluruh Banten dari waktu ke waktu. Filosofi yang dimiliki motif ini adalah kedekatan manusia dengan alam semesta. Ketiga ada motif batik Kawung dengan ciri khas pola mirip buah kawung  atau buah mirip kelapa maupun buah aren yang ditata rapi secara geometris. Motif ini berasal dai Yogyakarta dengan filosofi yang terkandung didalamnya berupa kesempurnaan, kemurnian dan kesucian.

Batik sendiri menjadi item berbusana yang memiliki kesan elegan dan rapi bagi setiap orang yang mengenakannya. Dahulu batik hanya dikenakan pada saat-saat tertentu, khususnya dalam acara kebudayaan. Akan tetapi seiring berjalannya waktu batik diadopsi sebagai bagian utama dalam penggunaan desain pakaian seperti rok, blus, kemeja bahkan jaket. Beberapa desainer bahkan telah mengubah batik menjadi pakaian tradisional menjadi pakaian yang lebih modern dan trendy serta fashionable. Hingga saat ini telah banyak desainer lokal maupun internasional seperti Diane von Furstenberg dan Tommy Hilfiger telah menampilkan koleksi batik dalam pameran fashion mereka, serta Ghea Panggabean yang membawa batik ke kancah Internasional dengan menggelar fashion show, bertajuk Treasures of Indonesia: A Journey Into Indonesian Fashion, Art, and Culture di Milan, Italia pada 14 September 2013.

Di luar negeri sendiri, batik juga mulai digemari oleh masyarakat asing. Beberapa negara seperti Jepang, Korea, dan Singapura telah mengadopsi batik sebagai salah satu pakaian yang digemari oleh masyarakatnya. Beberapa selebriti internasional juga mulai mengenakan batik dalam acara-acara resmi, seperti Beyonce yang mengenakan batik dalam acara Grammy Awards, Rihanna dalam acara Met Gala dan Tom Cruise pada saat syuting film Mission Impossible 5 di Maroko pada 2014 lalu. Hingga saat ini batik telah memiliki tempat tersendiri dalam industri fashion kontemporer yang mana batik tidak lagi sekedar menjadi pakaian tradisional. Namun juga telah berkembang dan diterapkan dalam kode haute couture maupun aksesoris seperti tas bahkan sepatu.

 Dengan ini batik membawa nama baik Indonesia serta mampu mendongkrak perekonomian nasional. Di tangan-tangan terampil dan inovatif batik mampu diaplikasikan dalam padu padan busana dan mode. Sebagai generasi penerus bangsa serta insan kreatif kita perlu bangga terhadap budaya yang bangsa kita miliki serta percaya diri menerapkan budaya tersebut dalam karya-karya kita. Sebab, mengharumkan nama bangsa bisa dilakukan dengan cara apapun yang sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing. Batik merupakan salah satu maha karya budaya bangsa yang harus dirawat dan dilestarikan. Filosofofi nilai-nilai budaya Nusantara juga dapat dijaga melalui penguatan budaya batik. Penguatan batik sebagai upaya membangun kepercayaan diri, sekaligus memperkuat identitas dan jati diri Bangsa.