Menanam Harapan, Menumbuhkan Ekoteologi, LP2M UIN Gus Dur Bersama Desa Linggoasri Tanam 1.000 Bibit Kopi di Tanah Wakaf

Pekalongan, 5 November 2025 – Dalam upaya mewujudkan sinergi antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis ekoteologi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kegiatan penanaman 1.000 bibit kopi di tanah wakaf Desa Linggoasri, Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (5/11).

Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan basmallah, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan dari para tamu kehormatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LP2M UIN Gus Dur, Prof. Dr. H. Moh. Sugeng Sholehuddin, M.Ag.; Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, Syamsul Bakhri, M.Sos.; Sekretaris Desa, Taswono; Kasi Kesejahteraan dan Pelayanan, Mustajirin; para kepala dusun, RT, RW, kelompok tani, serta mahasiswa KKN UIN Gus Dur Kelompok 8 Angkatan 63.

Dalam sambutannya, Prof. Sugeng menekankan pentingnya menanamkan nilai ekoteologi dalam setiap aktivitas pengabdian masyarakat.

“Menanam kopi di tanah wakaf ini bukan sekadar penghijauan, tetapi juga wujud ibadah sosial yang berkelanjutan. Melalui ekoteologi, kita diajak untuk memahami bahwa menjaga alam berarti menjaga amanah Allah S.W.T,” ujarnya.

Baca juga : Penanaman Nilai Moderasi Beragama Sejak Dini di Lingkungan Sekolah

Sementara itu, Sekretaris Desa Linggoasri, Taswono, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara LP2M dan masyarakat desa.

“Kami berterima kasih kepada LP2M UIN Gus Dur dan mahasiswa KKN Kelompok 8 yang telah membantu masyarakat kami mengoptimalkan tanah wakaf agar lebih produktif. Semoga kegiatan ini memberi manfaat ekonomi sekaligus menguatkan kesadaran lingkungan,” ungkapnya.

Salah satu mahasiswa KKN, Afif Firdaus, juga mengungkapkan kesannya selama mengikuti kegiatan ini.

“Kami belajar bahwa ekoteologi tidak berhenti pada teori. Saat menanam kopi bersama masyarakat, kami merasakan langsung makna menjaga bumi sebagai bentuk ibadah. Kopi ini akan tumbuh menjadi simbol kerukunan, keberlanjutan dan kebersamaan,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bibit kopi kepada Sekretaris Desa, do’a penutup oleh Kyai Mustajirin, dan diakhiri dengan kegiatan penanaman bersama 1.000 bibit kopi di tanah wakaf Desa Linggoasri dari jam 09.00-13.00 W.I.B. Setiap tamu undangan turut menanam sekitar 20 bibit pohon kopi sebagai wujud partisipasi aktif dalam gerakan penghijauan.

Baca juga : Ekoteologi Mangrove dan Resolusi Moderasi Beragama dalam Pemikiran Gus Dur: Membaca Ulang Krisis Pesisir

Melalui kegiatan ini, LP2M UIN Gus Dur Pekalongan berkomitmen menjadikan program KKN Tematik Ekoteologi dan Pertanahan sebagai langkah nyata membangun kesadaran ekologis dan spiritual masyarakat. Desa Linggoasri Selain sebagai kampung moderasi beragama jg diharapkan dapat berkembang menjadi “Desa Ekoteologis Berbasis Wakaf”, yang mengintegrasikan nilai keagamaan, ekologi, dan kemandirian ekonomi masyarakat.