KKN Nusantara VI Kelompok 10 Edukasi Siswa SDN 1 Cibungur tentang Pentingnya Memilah Sampah

Penulis: Zacky Al-Ghofir El-Muhtadi Rizal, Editor: Nehayatul Najwa

LEBAK, BANTEN – Menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari kegiatan besar. Kebiasaan sederhana, seperti membuang dan memilah sampah sesuai jenisnya dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Semangat tersebut diwujudkan oleh KKN Nusantara VI Kelompok 10 melalui kegiatan edukasi pemilahan sampah bagi siswa SD Negeri 1 Cibungur, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Kegiatan edukasi tersebut menyasar siswa kelas IV dan V SD Negeri 1 Cibungur. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN Nusantara VI Kelompok 10 mengenalkan tiga kategori sampah, yakni sampah organik, anorganik, serta sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi KKN Nusantara VI Kelompok 10, pengenalan pemilahan sampah sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran lingkungan. Anak-anak tidak hanya perlu mengetahui bahwa sampah harus dibuang pada tempatnya, tetapi juga memahami bahwa setiap jenis sampah memiliki karakteristik dan cara pengelolaan yang berbeda.

Baca Juga: KKN-60 UIN Gus Dur Sosialisasikan Pemilahan Sampah sebagai Wujud Tanggung Jawab Khalifah Fil Ardh

Belajar Memilah Sampah dengan Media Sederhana

Agar pembelajaran tidak berlangsung secara monoton, mahasiswa KKN Nusantara VI Kelompok 10 menggunakan metode interaktif dengan memanfaatkan media pembelajaran sederhana yang dibuat dari kardus bekas.

Kardus tersebut diubah menjadi ilustrasi tempat sampah yang mewakili tiga kategori sampah. Penggunaan bahan bekas ini sekaligus menjadi contoh bahwa barang yang sudah tidak digunakan masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi media yang memiliki nilai edukatif. Setelah mendapatkan penjelasan, siswa diajak mengikuti permainan dengan memasangkan gambar berbagai jenis sampah ke tempat sampah yang sesuai.

Suasana kelas pun menjadi lebih hidup. Para siswa terlihat antusias menentukan jawaban dan berdiskusi bersama teman-temannya. Melalui permainan tersebut, mereka belajar mengenali jenis sampah sekaligus dilatih untuk bekerja sama dan berani menyampaikan pendapat.

Baca Juga: Pengembangan Kampung Moderasi Beragama Kutorojo Melalui Bank Sampah Dan Budi Daya Magot

Beberapa contoh yang diberikan juga dekat dengan kehidupan siswa. Kulit buah dikenalkan sebagai sampah organik, botol plastik sebagai sampah anorganik, sedangkan baterai bekas dikenalkan sebagai salah satu jenis sampah B3 yang memerlukan penanganan khusus.

Dari Pengetahuan Menjadi Kebiasaan

Edukasi lingkungan tidak cukup hanya dengan memberikan pengetahuan. Anak-anak perlu mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari agar pengetahuan tersebut dapat berkembang menjadi kebiasaan.

Melalui kegiatan yang dilakukan KKN Nusantara VI Kelompok 10, siswa diajak memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Memilah sampah sebelum membuangnya merupakan salah satu bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan yang dapat dilakukan siapa saja.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa pendidikan lingkungan tidak selalu membutuhkan fasilitas yang mahal. Media sederhana dari barang bekas, apabila dipadukan dengan metode pembelajaran yang menyenangkan, dapat membantu anak memahami materi dengan lebih mudah.

Bagi KKN Nusantara VI Kelompok 10, kegiatan edukasi pemilahan sampah di SD Negeri 1 Cibungur menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Mengelola Sampah di Pekalongan: Solusi atau Sekadar Sanksi?

Kesadaran tersebut penting ditanamkan sejak usia dini. Sebab, sekolah bukan hanya tempat bagi anak untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter dan kebiasaan yang akan mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.

Dari sebuah kardus bekas yang disulap menjadi media pembelajaran, siswa belajar bahwa sesuatu yang dianggap tidak berguna masih dapat memberikan manfaat. Dari permainan sederhana, mereka belajar mengenali jenis sampah. Dan dari kebiasaan memilah sampah, tumbuh kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

KKN Nusantara VI Kelompok 10 percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil. Salah satunya, dari seorang anak yang belajar memilah sampah hari ini untuk lingkungan yang lebih baik di masa depan.