Penulis: Retno Alfianti, Editor: Muslimah
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 dari UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan melaksanakan kegiatan pemasangan reflektor jalan di Desa Pododadi, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga saat melintasi jalan antar-dusun, khususnya pada malam hari.
Reflektor ini dibuat sederhana namun cukup efektif. Dengan menggunakan Pipa paralon berdiameter 2 inci, pipa tersebut dipotong, ditanam ke tanah kemudian dicor dengan semen supaya kokoh. Setelah kering, bagian atas pipa ditempeli stiker reflektif yang memantulkan cahaya ketika terkena sorotan lampu kendaraan, sehingga memberi tanda visual bagi pengguna jalan yang melintasi jalur minim penerangan.
Baca juga:KKN Nusantara V Ajak Warga Jurang Depok Jadi Pionir Pencegahan Narkoba
Pemasangan reflektor difokuskan pada jalan penghubung antar-dusun yang minim penerangan, tepatnya di jalan penghubung Dusun Jatirejo dengan Dusun Bangunadi. Kedua dusun tersebut memiliki jalur yang minim penerangan serta jalanan yang masih dikelilingi kebun. Sehingga, adanya reflektor ini sangat dibutuhkan sebagai penanda jalan sekaligus alat bantu visual bagi pengguna jalan pada malam hari.
Pemasangan reflektor ini dilakukan secara bertahap dikarenakan kendala cuaca, mulai pada tanggal 24 Mei pemasangan tiang kemudian dilanjutkan kembali pada tanggal 28 Mei guna pemasangan stiker reflektor. Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong-royong oleh seluruh anggota KKN kelompok 3, dengan saling membantu dalam proses pengangkutan, penentuan titik, penggalian lubang serta pemasangan stiker. Kebersamaan dalam kegiatan ini memperkuat solidaritas antar anggota, sekaligus mempererat hubungan dengan warga desa yang turut mendukung dan membantu di lapangan.
Program ini menuai pujian dari Kepala Desa Pododadi Bapak Achwan Samiaji, menyampaikan ucapan terima kasih serta harapannya agar reflektor jalan ini memberi manfaat langsung bagi keselamatan masyarakat setempat.
“Memang kondisi jalan tersebut turunan curam, begitupun kondisi sekitar yang masih kebun semu serta minim penerangan. Adanya program ini, kami berterima kasih karena sangat membantu guna keselamatan masyarakat” ujar Achwan Samiaji.
Program sederhana ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas bisa dimulai dari skala lokal dengan biaya yang minim, namun berdampak luas. Kehadiran reflektor buatan mahasiswa kini menjadi solusi alternatif di tengah keterbatasan penerangan jalan desa.
